PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Hasil Rekaman CCTV


__ADS_3

Bab sebelumnya Raditya masuk rumah sakit. Dia menolong Lina yang ingin di tabrak mobil yang tidak tahu siapa yang mengendarainya.


Yuk baca..



Setelah beberapa jam di ruang rawat akhirnya Raditya bangun dari komanya. Helmi keluar ruangan segera memanggil dokter dan perawat. Dokter datang memeriksa Raditya, dokter berkata, "Pak Raditya besok pagi akan melakukan CT scan pada bagian kepalanya. Sekarang Pak Raditya bisa istirahat dan jangan melihat handphone dahulu. Mohon kepalanya jangan di tekan atau pegang terus. Bagaimana? Ada yang perlu di tanyakan?" Dokter menghadap ke Helmi lalu Lina.


"Tidak ada dokter, terima kasih," ucap Helmi.


"Ok, saya keluar sekarang. Bila ada apa-apa silahkan menghubungi perawat jaga." Dokter itu tersenyum lalu keluar dari kamar rawat Raditya.


Raditya masih diam, walau kepalanya masih terasa agak sakit tetapi dia senang karena Lina berada di sini.


"Dit, kamu mau minum air putih?" tanya Lina sambil mengambil kan gelas yang berisi air putih dan sedotan. Raditya pun minum apa yang di tawarkan Lina. "Maaf iya, Dit. Gara-gara aku semua ini." Lina sedikit mengeluarkan air mata.


Raditya memegang genggaman Lina, lalu berkata, "Tidak apa-apa. Hanya begini, kok Lin." Raditya tersenyum kecil kepada Lina. "Oh iya kak Helmi, Oma jangan sampai tahu. Aku takut Lina bakal di marahin ya lagi." Helmi mengangguk menjawab ucapan Raditya.


Tiba-tiba handphone Helmi berdering, Ben yang menelepon Helmi. Ben bilang bahwa dari CCTV parkiran wajah pelaku terlihat. Dia adalah seorang pria dan sekarang dia ingin ke kantor polisi.


Helmi mendengar itu berkata, "Ben, aku akan pergi ke kantor polisi. Aku juga ingin melihat rekamannya." Helmi menutup teleponnya, izin kepada Lina dan Raditya untuk keluar. Helmi peri lalu meninggalkan Lina dan Raditya berdua.


...******...


...Malam itu, aku menatap dirinya...


...Dia menyapaku dengan hangat dan kelembutan...

__ADS_1


...Ya dia senja,...


...yang selalu ku nantikan kehadirannya...


...Aku terus tersenyum,...


...melihatnya yang begitu menawan...


...menatapnya lekat...


...begitu dalam...


...Di balik jingganya ia bertanya...


...mengapa kau begitu mengagumi ku?...


...Untukmu senja, tak ada alasan...


...telah habis kata untuk menjelaskan...


...kekagumanku padamu....


"Dit, kamu mau makan? Sebelum kamu bangun tadi perawat baru mengantar makanannya," Lina mendekatkan meja makan pasien ke Raditya yang di atasnya ada makanan.


Raditya hanya menjawab iya, dan tersenyum. Dia ingat masa-masa sekolah dulu saat dia berpacaran dengan Lina. Lina begitu perhatian dengannya.


Lina melihat Raditya yang tersenyum berkomentar, "Kamu kenapa, Dit? Senyum-senyum gitu?" Lina heran melihat Raditya.

__ADS_1


"Aku kan memang sellau tersenyum," jawab Raditya. Lina hanya menggeleng dengar jawaban Raditya.


"Aku suapin iya, Dit? Kamu senderan saja." Lina memposisikan Raditya sedikit duduk di tempat tidurnya. Setelah posisi sempurna, Lina lalu menyuapi Raditya.


"Aku tak akan mampu membencimu, karena rasa sayang ini lebih besar dari apapun," batin Raditya.


...******...


Banyak orang berlalu lalang, beberapa pria berseragam sedang menginterograsi orang-orang. Ada juga polisi yang sedang membawa tahanan dari luar ke dalam. Begitu ramai tempat tersebut.


Ben menunggu Helmi di parkiran. Saat Ben melihat mobil Helmi datang, Ben langsung menemui Helmi. Ben masuk ke dalam mobil Helmi. Ben memberi hasil rekaman kepada Helmi, dan Helmi melihatnya dari handphonenya. (Ben memberi otg flashdisk.) Saat melihat hasil rekamannya Helmi memukul setir mobilnya.


"Siapa pria itu? Mengapa dia ingin mencelakai Lina?" geram Helmi.


Ben menenangkan Helmi. Setelah melihat hasil rekaman, mereka turun dari mobil. "Bos, bagaimana keadaan bos Radit? Dia sudah siuman?" Tanya Ben sambil berjalan masuk ke dalam kantor polisi.


"Sudah siuman, besok dia akan di rontgen bagian kepalanya," jawab Helmi. Saat dia masuk ke dalam, beberapa wanita yang ada di sana mata mereka tertuju kepada kedua pria tampan tersebut.


Mereka menuju ke ruangan SPKT ( Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu). Mereka menceritakan kejadian semuanya dan memberikan bukti rekaman. Mereka ingin pelaku segera di tangkap.


Polisi mengetik laporan dari Helmi dan polisi. Setelah semua selesai polisi berkata, "Bila ada kabar, kami akan menghubungi nya."


Helmi dan Ben menjawab terima kasih kepada polisi yang menangani mereka. Mereka lalu keluar dari kantor polisi.


Thor usaha in hari ini bab selanjutnya.


Maaf jarang update 🙏 thor mau ujian.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.



__ADS_2