
Ada mobil melaju ke arah Lina. Siapa yang menolong Lina?
...Yuk baca.
...
Mobil melaju ke arah Lina, Lina tidak sadar kalau ada mobil yang melaju ke arah nya. Saat sudah dekat, mobil itu sempat berhenti lalu melaju kembali. Lina yang baru sadar ada mobil melaju ke arahnya, dia hanya memejamkan mata. Dia merasa ada seseorang yang menarik tangannya, perlahan dia membuka matanya. Alangkah terkejutnya Lina, pria yang tadi menarik tangannya sedang tidak sadarkan diri di bawah badannya.
Pria itu meneteskan darah dari dahinya. Pria itu sepertinya terbentur lantai semen basement, badan pria itu juga meneteskan darah dari tangannya. Lina menggerakkan badan pria itu, untuk membangunkan nya.
Helmi yang melihatnya langsung berlari ke tempat satpam untuk menutup pintu basement agar bisa menangkap pelakunya. Setelah dari tempat satpam, Helmi juga membawa adiknya dan Lina untuk pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
...******...
POV Raditya.
Aurel memanggilku, aku bingung ingin membela Lina atau Aurel. Aku kaget saat Aurel menampar Lina. Aku tidak punya bukti walaupun aku yakin Lina tidak melakukan nya. Untung Kak Helmi datang membawa semua bukti. Aku lega Lina tidak di salahkan atau di sudut kan lagi. Setelah semua selesai, aku melihat Kak Helmi, Lina, Aurel dan Robert (manager Aurel) ke basement menuju parkiran.
Aurel dan Robert pulang, aku melihat Lina sedang tersenyum kepada Kak Helmi. Walaupun hatiku sakit, tapi wajar karena Kak Helmi yang membantunya. Dari kejauhan aku melihat ada mobil melaju dari kejauhan dan mengarah ke Lina.
Saat itu aku juga tidak tahu mengapa ingin mengikuti Lina. Kak Helmi berjalan di depan Lina, sehingga dia tidak melihat mobil tersebut.
...*****...
Lina dan Raditya duduk di belakang dan Helmi yang mengendarai mobil. Sepanjang jalan Lina menangis, karena merasa bersalah. Bila Raditya tidak menolongnya, dia tidak akan seperti ini.
__ADS_1
Helmi memberikan tisu ke Lina untuk mengelap darah adiknya. Helmi membawa Raditya ke rumah sakit terdekat, sambil menyetir Helmi menghubungi RS yang ada di dekat kantornya. "Selamat sore, ini dengan Helmi. Tolong siapkan tempat tidur di luar IGD karena adik saya sedang darurat. Saya sebentar lagi sampai. Terima kasih," ucap Helmi.
Sesampai di rumah sakit Helmi langsung menuju ke depan IGD di sana sudah ada perawat yang membawa tempat tidur. Helmi memberhentikan mobilnya. Raditya di gotong ke tempat tidur lalu di bawa masuk kedalam IGD.
Darah Raditya masih menetes saat perawat membawanya masuk ke dalam IGD. Helmi meminta perawat, Raditya di tangani oleh dokter terbaik di rumah sakit itu. Kepala IGD yang kebetulan sedang ada di sana langsung menanganinya.
Dokter memberhentikan pendarahan yang ada di tangan dan kepala Raditya, lalu memberi obat lewat infus plus mengambil darah Raditya. Dokter juga meminta perawat memasangkan alat pacu jantung atau defribrilator, karena nadi Raditya semakin lemah setelah di cek dokter. Tiga menit setelah di pacu, akhirnya irama jantung Raditya kembali normal.
Satu jam setengah kemudian hasil darah Raditya keluar, Raditya kekurangan trombosit dan butuh transfusi darah. Stok golongan darah Raditya kebetulan banyak di rumah sakit itu.
Raditya sudah boleh di pindah ke kamar rawat. Mereka lalu membawa Raditya ke kamar rawat. Di kamar rawat Lina kembali menangis dan meminta maaf.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.