
Keesokan harinya di rumah keluarga Anggodo. Oma, Helmi dan Raditya sedang berkumpul. Oma menegur Helmi, "Helmi, Oma melihat berita mu dengan artis itu. Kamu ini oma suruh buat menghilangkan skandal adikmu, malah sekarang kamu yang kena. Oma tidak mau tau, harus hilangkan skandal itu," gerutu Oma.
"Oma ini hanya gosip, oma harus liat hasil kerja kami. Penjualan kita naik sepuluh kali lipat dari biasanya. Semakin Oma menghilangkan nya, maka semakin curiga orang di luar sana. Oma jangan khawatir lagi. Oma sudah berhenti membaca gosip-gosip tidak jelas. Oma bacalah bacaan yang bermanfaat." Kata Raditya sambil memeluk Omanya agar Omanya berhenti marah.
Oma melepas pelukan cucunya, "Bacaan bermanfaat? Sekarang bagiku tidak ada yang bermanfaat kecuali melihatmu menikah, mempunyai anak."
"Kenapa bahas itu lagi Oma, Kak Helmi juga belum menikah, kenapa Oma tidak menyuruh dia menikah duluan?" sambung Raditya.
"Kamu lihat kakakmu sibuk dengan perusahaan, sedangkan kamu hanya bisa berkeliaran dan gonta ganti pacar. Skandal mu sangat banyak, mereka berpikir pasti kamu hanya bisa membuang-buang uang. Kamu harus menikah supaya hidupmu bisa serius," tegas Oma.
"Menikahi siapa, Oma? tanya Raditya.
"Aku akan menjodohkan mu dengan pilihan ku dan mengatur untuk bertemu. Kamu tidak boleh menolak, Dit," perintah Oma.
"Aku tidak mau, biar Kak Helmi saja buang bertemu," Raditya berdiri dan pergi meninggalkan Oma dan Helmi.
Helmi ikut berdiri, " Maaf Oma, sudah jam segini, aku pamit pergi kerja." Helmi menyalami tangan Oma.
__ADS_1
...*****...
Di perusahaan grup bulan, Ibu Lina sedang menunggu Lina. Tidak lama kemudian Lina datang menghampiri ibunya. "Bu, kenapa di sini? Bicara lewat telepon kan bisa. Jangan menggangguku bekerja." Ucap Lina dengan muka kesal.
Dengan santai Ibu Lina berbicara, "Aku datang untuk mengurus pengunduran dirimu."
"Pengunduran diri?" tanya Lina.
"Iya pengunduran diri. Aku sudah memberikan surat pengunduran dirimu kepada atasanmu, Nak," jawab Ibu Lina.
"Mengapa ibu melakukan ini? Tanya Lina dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah aku bilang, aku tidak mau kembali. Perusahaan itu bukan punya ku, jangan sebut itu perusahaan ku," tegas Lina
"Lina, apa kau bodoh. Perusahaan Bulan tidak sebagus perusahaan Andreas," sambung Ibu Lina
"Perusahaan Andreas bagus, tapi itu milik keluarga Andreas. Tak ada hubungannya denganku."
"Aku istri dari Yovi Andreas, ibu juga mempunyai saham di sana. Kamu anakku, Lin. Kau bagian dari perusahaan Andreas." Ibu Lina ingin memegang rambut Lina tetapi Lina menolak.
__ADS_1
"Jika Ibu ke sini hanya untuk bicara tentang ini, aku akan kembali ke ruangan ku." Lina berdiri dari kursinya dan pergi.
Ibu Lina berdiri dan menahan Lina, "Lina jangan pergi, biar ibu jelaskan."
Lina mengalihkan wajahnya"Jangan paksa aku, aku tidak akan kembali ke perusahaan Andreas."
Ibu Lina mulai menenangkan Lina, "Ok Ibu tidak akan memaksamu lagi. Katakan sejujurnya, mengapa kamu mau di sini? Ada yang ibu tidak tahu?" Kamu bekerja di sini karena Raditya, bukan?"
Lina kaget ibunya berbicara seperti itu, "Jangan sembarangan berbicara."
"Jangan malu-malu, kalau kamu ingin bahagia bersamanya. Ibu mendukungmu." Goda Ibu Lina.
"Bu, ketika aku butuh dirimu. Kamu tidak ada. Sekarang bisakah ibu tidak memperdulikan ku?" Ibu Lina memasang muka sedih karena ucapan anaknya. " Memang benar yang kau bilang, aku di sini karena Raditya. Jadi ku harap jangan minta aku kembali lagi." Lina pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di luar ruangan Helmi membawa surat pengunduran diri Lina dan mendengar ucapan Lina.
Jangan lupa like, komen dan vote.
__ADS_1