PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Masa SMA


__ADS_3


Lina melepaskan tangannya dari Raditya. "Dit, sebaiknya kamu pulang saja. Maaf Ibuku merepotkan mu. Raditya belum menjawab, Lina langsung masuk ke dalam dan menutup pintu.


Ibu Lina berbicara dengan Lina di depan pintu, "Apa yang kau lakukan, dia tamuku." ucap Ibu Lina, berusaha melewati Lina dan menghampiri Lina.


"Kenapa ibu mengundangnya? Sudah ku bilang aku punya kehidupan sendiri. Jangan urusi hidupku."


Di luar, Raditya mendengar percakapan Lina dan Ibunya. Raditya tampak kesal, "Ibunya yang mengundangku, bukan aku yang mau datang kemari. Mengapa dia mengusirku dengan cara begini? Raditya mengacak acak rambutnya karena kesal. "Baru kali ini aku di perlakukan begini!" geram Raditya. Lalu melanjutkan mendengar pertengkaran Lina dan ibu Lina.


Di dalam rumah Lina dan Ibunya masih ribut, "Mengapa kau begitu tidak suka Ibu dekat dengannya?"


"Bu, dengar. Aku tidak bisa bersama dengannya itu karena dirimu."


Ibu Lina kaget, "Karena Ibu?" Raditya yang sedang mendengar dari luar juga kaget. "Mengapa Ibu yang di salahkan?" tanya Ibu Lina dengan muka heran.


"Karena keserakahan mu. Aku di salahkan banyak pihak. Saat aku berusaha dan berhasil, kalau mereka tahu aku anak ibu, pasti mereka berpikir negatif. Selama ini aku tidak mempunyai teman, Ibu mau tau kenapa? Karena orang tua mereka tidak mengizinkan anaknya berteman dengan ku." Lina berbicara sambil menangis. "Semua orang bergosip tentang ibu yang meninggalkan suaminya yang miskin dan memilih menikah dengan pria yang kaya raya."


Tiba-tiba Ibu Lina menampar Lina," Kau sudah keterlaluan!" Raditya yang mendengar, mencoba mendorong pintu terapi di kunci.


Lina memegang pipinya sambil terisak, "Ibu mau tau alasan aku berpisah dengan Raditya?" Ibu Lina juga menangis sadar dirinya salah telah menampar Lina. "Omanya mengetahui tentang Ibu. Aku di anggap sama dengannya, berpacaran dengan cucunya hanya dengan uang. Tapi aku tidak begitu bu, makanya aku pergi begitu saja meninggalkan nya, aku tidak mau cinta pertama ku di anggap seperti itu," geram Lina.


Raditya yang di luar rumah Lina tampak sedih mendengar ucapan Lina, dia tidak menyangka selama ini Omanya lah yang membuat dia berpisah dengan Lina. Raditya pergi dari rumah kediaman Andreas.


"Ibu tidak menyangka, kau berpikir seperti itu tentang ibu."


"Ibu juga harusnya memahami kondisiku. aku harap ibu sekarang mengerti." Lina membuka pintu lalu pergi.


Raditya yang berada di dalam mobilnya mengikuti Lina dari belakang, Lina membeli minuman kaleng di sebuah minimarket dekat rumahnya.


...*****...


Saat kita bertemu lagi.


Apa kamu merasakan hati ini bergejolak?


Saat mata kita saling menatap.

__ADS_1


Apa kamu tidak merasakan jantung ku berdetak kencang?


Saat aku bertanya tentang kita.


Apa kamu berbohong atau berpura-pura?


Aku mencintaimu lagi dan lagi.


Bidadari ku yang tak bersayap.


Lina pergi ke taman, Raditya turun dari mobilnya dan mengikuti Lina ke taman. Di sana Lina duduk sambil meminum-minuman kaleng nya.


Dia ingat tentang dirinya dulu saat SMA, dia memberikan ibunya undangan untuk hadir di dalam kelasnya. Setelah memberikannya Lina pergi ke kamarnya. Ibu Lina mendapatkan telepon dari suaminya lalu menemui Ella di kamar nya. Dia bilang ke Ella kalau dia yang akan pergi karena tuan Yovi sedang berada di luar kota saat itu.


Ella mengizinkan nya tapi dengan syarat kalau dia harus memilih antara dia dengan Lina. Ella tidak mau kalau teman-temannya tau dia bersaudara dengan Lina. Lina yang tidak sengaja lewat kamar Ella, mendengarnya dengan muka sedih.


Keesokan harinya Ibunya datang tapi tak memilih di sampingnya dan memilih Ella. Ella pergi ke toilet dan teman Ella pada memuji karena Ibu Ella sangat cantik. Ella yang kesal mengusir mereka. Ella memanggil Lina yang berada didalam toilet.


Ella berkata kepada Lina kalau ibunya yang tidak menginginkannya, dia akan pergi dari dunia ini. Lina menjawab kalau dia akan memberikan ibunya.


Lina menghapus air matanya dengan tangannya. Lina meminum minumannya lalu pergi meninggalkan taman.


Saat SMA dia dan teman-temannya sedang pergi ke Mall untuk makan-makan. Raditya pergi ke mencuci tangan tidak sengaja dia melihat gadis sedang meminta uang kepada seorang bibi. Gadis itu meminta duit untuk ayahnya yang sedang sakit. Saat Lina mau melewati Raditya, Raditya berpura-pura menelepon.


Tiga bulan kemudian Raditya dan teman-temannya sedang berjalan menuju sekolah. Mereka melihat Lina turun dari mobil dengan cara di dorong. Mereka melihatnya sangat kasian. Saat di sekolah Raditya sedang duduk bersama teman-temanya ada yang melempar kalung dari kelas atas. Ternyata kalung itu milik Lina, Raditya melihat siapa yang melemparnya.


Raditya berada di kuburan orang tuanya dan berkata dia sekarang sudah tidak berada di rangking terakhir naik lima peringkat dari sebelumnya, tiba-tiba ada suara tawa ternyata Lina yang mendengarnya. Lina saat itu juga mengunjungi kuburan ayahnya. Lalu mereka pulang bersama sambil bercerita.


Saat hujan deras di sekolah, Lina sedang meneduh di teras sekolah. Ben waktu itu masih muda dan membawakan payung untuk Raditya. Ternyata Raditya berada di belakang Lina dari tadi. Raditya memberikan payungnya untuk Lina. Lina senang lalu pergi menggunakan payung Raditya.


Pernah saat didalam kelas, beberapa anak laki-laki sedang melihat buku dan isinya gambar desain sangat bagus mereka semua kagum. Raditya yang penasaran melihatnya, dia juga merasa kagum. Setelah melihat, Raditya melihat nama yang mempunyai buku tersebut ternyata punya Lina. Dia mengembalikan buku itu ke dalam laci Lina dan bilang ke temannya jangan mengambil barang punya orang lain.


Saat di taman Lina sedang membaca majalah busana, Raditya datang dan tiba-tiba mengambil majalah Lina. Lina lalu mengejar Raditya. Setelah mereka lelah, Lina duduk dan melanjutkan membacanya, sedangkan Raditya tiduran di sampingnya.


Mengingat kejadian lalu, Raditya tersenyum. Tiba-tiba handphonenya berdering.


📞Raditya : Assalamu'alaikum.

__ADS_1


📞 Ibu Lina : Wa'alaikumsalam. Nak, maaf tadi Lina telah mengusir mu. Apa kau baik-baik saja?


📞Raditya : Tidak apa-apa tante, aku baik-baik saja.


📞 Ibu Lina : Syukurlah, lain kali mampirlah ke sini.


📞 Raditya : Iya tante, Assalamu'alaikum.


Raditya lalu menutup teleponnya.


...*****...


Keesokan harinya di kantor Grup Bulan. Ben datang ke ruangan Helmi dengan tergesa-gesa, "Bos dari kemaren Raditya menghilang, telepon nya tidak aktif. Pagi hari menggedor kamarnya juga tidak di buka kan pintu, untungnya Nyonya besar sedang tidak di rumah."


Mendengar ucapan Ben, Helmi berdiri dan pergi ke ruangan desain. Helmi mendekat ke Lina, "Apa kamu tau dimana Raditya?" tanya Helmi.


"Mengapa kau bertanya kepadaku?" Lina menanyakan balik.


"Kemaren kamu teleponan membahas Raditya, aku kira kamu bertemu dengannya."


"Aku memang bertemu dengannya tapi hanya sebentar."


Tiba-tiba di ruangan desain pada ribut dan bersorak. Raditya datang membawa sebuket bunga potong yang segar. Raditya memberikan bunga itu kepada Lina di depan Helmi.


"Untukku, Dit?" tanya Lina.


Raditya menjawab, "Iya, untukmu." Raditya menyapa Helmi, "Halo kak, aku pergi ke ruangan ku dulu." Setelah memberi bunga dia lalu pergi.


Semua berbicara beruntung sekali Lina di berikan bunga oleh bos mereka yang sangat tampan.


Lina duduk di kursinya dan menutup wajahnya dengan map agar Helmi tidak melihat wajahnya.


Helmi lalu pergi meninggalkan Lina.


Waduh kasian Helmi iya.


Lagi musim sakit sekarang, thor dalam sebulan sudah dua kali flu dan batuk 🤭. Kalian jaga kesehatan semua. Banyak makan sayur, buah kalau perlu konsumsi vitamin.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.



__ADS_2