
Ella terus berbicara hingga membuat Helmi marah. Dia menutup laptopnya keras dan akhirnya menyatakan kalau dia menolak bekerjasama dengan Grup Andreas. Alasannya karena Bulan dan Andreas berada dalam level yang berbeda dan dia tidak pernah bekerjasama dengan perusahaan level rendahan begitu pula dengan orangnya (merujuk pada Ella).
Ella langsung marah mendengar hinaan Helmi. Tetapi Helmi menyuruh Ella untuk tidak marah karena memang itulah kenyataannya.Helmi hendak pergi meninggalkan Ella.
Sekretaris Ben berkata, "Raditya sekarang berada di kantor polisi dan meminta Tuan Helmi membebaskannya."
Helmi dengan santai menjawab "Raditya menyukai kantor polisi jadi biarkan saja dia di sana beberapa hari."
Sekretaris Ben bingung karena jawaban Bosnya dan berpikir benar juga.
Di dalam mobil, dokter Helmi menelpon. Dia memanggil Helmi dengan nama Putra dan bertanya kondisinya akhir-akhir ini. Helmi memberitahu kalau dia merasa normal dan baik-baik saja. Dokter lega mendengarnya, dia memberitahu kalau dia akan pergi ke Eropa besok dan mengadakan seminar kesehatan sekitar setengah bulan. Jadi, jika Helmi merasa tidak sehat dia bisa menghubunginya dan dia juga akan memberitahu informasi jadwal dan nomor telpon hotel pada Helmi.
__ADS_1
"Dokter tidak perlu khawatir karena dalam setengah tahun terakhir kondisiku selalu baik." Ucap Helmi di telepon.
Dokter menjawab, "Iya saya mengerti Putra. Sudah dulu ya Putra." Lalu mereka menutup telepon mereka.
Helmi menunggu Nona Rara di sebuah kafe. Nona Rara tiba dan menyapanya. Dan sebelum Nona Rara duduk, dia segera memberitahu kalau Nona Rara terlambat 15 menit. Nona Rara memberitahu kalau dia terlambat karena jalanan yang macet dan tiba-tiba Helmi bersin. Nona Rara meminta maaf dan bertanya apakah Helmi marah padanya?
Helmi dengan cuek berkata "Aku tidak marah dan menunggu Nona Rara tadi sambil mengerjakan pekerjaanku."
Mereka duduk berdua namun Helmi sibuk sendiri dengan laptopnya. Nona Rara menunggu dengan bosan. Dia terus menunggu hingga menghabiskan tiga gelas minuman.
Helmi menjawab, "Sekitar dua jam lagi."
Nona Rara langsung kesal karena harus menunggu Helmi sampai menyelesaikan pekerjaannya. Helmi berkata kalau dia mau datang menemui Nona Rara, untuk kencan buta, karena permintaan kepala Direksi dan permintaan orang tua Nona Rara. Tentu saja, jawaban itu membuat Nona Rara kesal dan memilih pergi.
__ADS_1
Seorang gadis dengan penampilan nyentrik datang ke cafe. Itu adalah Lina yang datang untuk menemui pasangan kencan buta nya. Pasangan kencan buta Lina tentu kaget melihat penampilan Lina yang berbeda dengan yang ada di foto.
Yan Shu dengan tenang menjawab, "Foto yang dikirim pada pria itu adalah gambaran ku di depan ibuku sementara penampilanku sekarang adalah dirinya yang asli. "Pria itu benar-benar kesal karena merasa di bohongi.
“Benar. Orang yang berbohong padamu adalah ibuku, bukan aku,” jawab Yan Shu santai.
Pelayan datang menanyai pesanan Lina dan Lina segera meminta agar di bawakan minuman paling mahal yang ada. Pria pasangan Lina benar-benar tidak percaya melihat kelakuan Lina yang tidak sopan. Lina meminta maaf dan menjelaskan kalau dia orang yang berterus terang dan tidak menyukai hal-hal yang tidak berharga. Dan Lina dengan berani bahkan bertanya berapa kekayaan yang dimiliki oleh pria itu sehingga berani mengajak dia kencan.
Pria itu sampai speechless. Dia benar-benar tidak percaya melihat Lina yang berani bicara soal harta di pertemuan mereka. Dia bahkan menyebut Lina yang sangat mirip seperti ibunya. Dia juga memberitahu sebutan ibunya yang tersebar "Wanita yang mencari untung dengan bercerai".
Lina sebenarnya kesal mendengar hinaan pria itu. Tapi, dia mencoba cuek dengan balas berkata kalau gila uang memang sudah diterapkan dalam generasi mereka.
Haayy Reader....
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment..