PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Ternyata Seorang....


__ADS_3

Maaf ya author baru update baru selesai ujian.


Yuk lanjut, sebelumnya Helmi dan Ben ingin pergi ke rumah pelaku. Siapa kira-kira pelakunya? Apa mereka mengenalinya?


Yuk baca...



Di rumah sakit yang sangat ramai, Lina sampai di ruangan Raditya. Lina mengetuk pintu, lalu Raditya mengizinkan masuk. Lina masuk ke dalam ruangan Raditya.


Raditya melihat Lina tersenyum, "Kamu tidak ke kantor, Lin?" Basa-basi Raditya padahal dia sudah tau dari kakaknya. Lina hanya menjawab menggeleng. "Wah, kamu membawakan ku getuk? Sudah lama aku tidak memakannya." Raditya melihat Lina mengeluarkan getuk dari plastik dan menaruh di piring yang dia bawa.


Lina menawarkan Raditya makan, "Makan Dit." Lina menyodorkan piring nya ke Raditya. Raditya mengambil nya lalu mencicipinya. "Bagaimana rasanya?" tanya Lina. Raditya menjawab dengan acungan jempol. "Baguslah kalau masih enak seperti dulu." Lina menaruh piringnya, lalu mengambilkan Raditya minum air putih dengan gelas yang ada.


Setelah makan Raditya berkomentar, "Rasanya sama sekali tidak berubah, Lin. Saat kamu pergi dulu, aku benci kue ini. Karena setiap melihatnya, aku ingat kita dulu selalu beli kue ini saat pelajaran olahraga." Ucap Raditya sambil memandang wajah Lina.


Lina menjawab, " Baguslah Dit, kalau rasanya masih sama. Aku malah belum mencicipinya. Aku minta 1 ya, Dit." Lina mengambil kuenya lalu memakannya.


"Rasanya beneran tidak berubah kan, Lin?" tanya Raditya. Lina mengangguk sambil mengacungkan jempolnya.


Lina menghabiskan kue getuk nya. Lina ingat kalau Raditya akan di rontgen hari ini, "Dit, kamu sudah rontgen? Kata dokter hari ini kepalamu akan di rontgen." Lina mengingatkan Raditya.


Raditya tiba-tiba tertawa, "Haha.Itu Lin." Raditya membersihkan kelapa yang ada di hidung Lina, kebetulan Lina sedang duduk di sampingnya. "Dari dulu kamu juga tidak berubah, selalu nyangkut di hidung kelapanya," canda Raditya.


"Sudah ah. Kelapanya yang tidak berubah, sukanya nempel di hidung ku dari dulu," kesal Lina.


"Ya ya ya.. Haha.. Tadi aku udah rontgen. Mungkin sebentar lagi hasil rontgen nya jadi," ucap Raditya.

__ADS_1


Benar kata Raditya, tidak lama dia bilang seperti tadi. Dokter, perawat dan petugas rumah sakit masuk membawa hasil rontgen dan X-ray viewer atau lampu baca rontgen. Petugas menaruh X-ray viewer di tempat yang di sediakan dan menyalakannya. Setelah menyala dokter menjelaskan tentang hasil rontgen Raditya.


Dokter menjelaskan, "Menurut hasil rontgen, Raditya mengalami gegar otak ringan. Tidak terlalu berbahaya tetapi jangan disepelekan. Raditya apa masi terasa pusing saat ini?" tanya Dokter.


"Iya dokter, kadang juga merasa mual," jawab Raditya.


"Itu salah satu dampak dari gegar otak ringan ini. Raditya sementara istirahat yang cukup, minum obat tepat waktu. Pusing dan mual itu nantinya akan hilang sendiri saat Raditya sudah sembuh." Dokter menjelaskan. "Apa ada yang ingin ditanyakan?" tanya dokter.


"Dok, saya akan tetap di rawat di sini sampai sembuh atau saya di perbolehkan pulang?" sambung Raditya.


"Lebih baik dirawat di sini, saya takut ada gejala lainnya. Dan kalau di sini akan terkontrol." Raditya mendengar ucapan dokter langsung tersenyum.


"Oh ya dok, biasa berapa lama gejala ini benar-benar hilang? tanya Lina.


" Tergantung kesehatan pasiennya tidak bisa di samakan waktunya. Saya yakin Raditya akan cepat sembuh, asalkan istirahat yang cukup dan tidak terlambat meminum obat. Apa ada yang ingin di tanyakan lagi? Kalau tidak ada, saya akan keluar."


"Tidak ada dokter, terima kasih banyak," jawab Lina.


"Iya, kami doakan Raditya cepat sembuh, kami keluar dulu," ucap dokter kemudian perawat mengambil hasil rontgen. Setelah itu petugas mengambil dan membawa kembali X-ray viewer. Mereka lalu keluar ruangan.


"Maaf iya Dit, gara-gara aku semua ini. Kalah kamu tidak menolongku, kamu tidak akan gegar otak seperti sekarang," ucap Lina.


Raditya lalu memegang tangan Lina, "Sudahlah ini semua bukan kesalahanmu, lagipula aku senang kok di sini. Aku jadi bebas dengan pekerjaan kantor," jawab Raditya.


"Dasar kamu itu." Lina menggelengkan kepalanya heran dengan Raditya.


...*****...

__ADS_1


Di tempat pelaku, Helmi, Ben dan polisi sudah mengepung rumah pelaku. Ben di jadikan umpan untuk memancing pelaku. Ben berjalan menuju pintu dan mengetok rumah pelaku. Pelaku membuka kan pintu, Ben berpura-pura menjadi marketing bank yang menawarkan pinjaman. Pelaku menolak dengan tawaran Ben. Saat dia mau menutup pintunya, polisi dengan sigap datang dan menangkap pelaku.


"Bos, sebenarnya aku deg-deg an. Untung semua aman," ucap Ben. Helmi menepuk pundak Ben. Dia dan Helmi masuk ke dalam rumah pelaku bersama polisi lainnya. Pelaku di dudukan di kursi yang ada.


Helmi menanyakan ke pelaku, motif dari dia menyerang Lina ada masalah apa. Awalnya pelaku hanya diam, tiba-tiba polisi yang **menggeledah kamar pelaku menemukan beberapa album dan majalah yang semuanya tentang Aurel dan polisi itu juga menceritakan banyak poster Aurel di dinding kamar pelaku.


Akhirnya pelaku berbicara, "Aku adalah fans dari Aurel Moere, aku membenci desainer itu karena mencuri desain Aurel dan mendekati kamu." Dia menunjuk ke Helmi.


Ben yang marah bosnya di tunjuk, "Hei turunkan tanganmu! Kamu tidak menonton siarannya sampai selesai! Kemaren sudah di jelaskan kalau desainer kami yang bernama Lina tidak bersalah! Masalah dia dekat dengan bos kami, adalah hal wajar. Aurel yang menyukai bos ku, jangan salahkan kami kalau perasaan itu bertepuk sebelah tangan!" bentak Ben.


Helmi mendorong mundur Ben untuk memisahkan Ben dengan pelaku, "Sudah cukup Ben. Biar aku yang selesaikan." Helmi mendekat ke pelaku. "Mas, kamu tau dari tindakanmu ini membuat adik saya masuk ke rumah sakit. Aku akan meminta ganti rugi kepadamu. Aku tidak akan memaafkan mu bila adikku sampai ada luka yang serius. Semua ini akan berjalan sesuai dengan pengadilan," ancam Helmi.


"Kamu mengancam ku? Pak polisi dia mengancam ku," teriak pelaku.


"Aku tak mengancam, aku berbicara apa adanya kan pak polisi. Semua kejadian ini termasuk kriminal dan harus berjalan sesuai peraturan hukum yang berlaku." Ucap Helmi membela dirinya.


"Benar yang di katakan Pak Helmi. Semua harus berjalan dengan aturan hukum yang berlaku." Kata salah satu polisi.


"Dengarkan, ucapan ku tidak salah. Dan aku jelaskan aku tidak akan menyukai idolamu. Aku tidak suka dengan wanita murahan seperti itu. Aku menyukai wanita yang bisa menjaga sikap dan berpendidikan," jelas Helmi.


Setelah semua sudah selsai mereka keluar dari rumah pelaku. Helmi berterima kasih kepada Ben dan polisi karena sudah membantunya menangkap pelaku. Setelah dari sana Helmi pergi ke kantornya.


Akhirnya tertangkap juga ya pelaku. Kalian sebagai fans jangan gitu, iya. Hihi.


Jangan lupa like, komen dan vote.


Dan doakan thor lulus ujian kemaren iya. 😁

__ADS_1


Love you all..



__ADS_2