PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Raditya mulai bekerja


__ADS_3

Pagi hari, Helmi keluar dari kamarnya. Dia mencium bau masakan dan pergi ke ruang makan, di sana Lina sudah menyiapkan sarapan banyak sekali.


Lina menyapa Helmi, "Selamat Pagi bos. Lihatlah ini adalah sarapan yg ku buatkan untukmu. Aku tidak tau kesukaanmu apa, jadi Aku buat berbagai macam masakan."


Helmi menjawab, "Bisakah Kamu menghabiskan ini semua?"


Lina heran dengan perkataan Helmi, "Bukannya ada Kamu?"


"Aku tidak nafsu makan, Kamu habiskan saja semua." Helmi lalu meninggalkan ruang makan.


Lina menghalangi Helmi dan bilang sarapan itu baik untuk perutnya Helmi. Lina tetap mengotot mengajak Helmi untuk duduk dulu. "Duduk dulu Bos, mau minum apa? Kopi ? Teh? Susu? atau Jus?"


Helmi hanya diam dan berjalan Lina menghalanginya lagi. Lina meminta Helmi melihat jam karena masih terlalu pagi untuk pergi ke kantor jadi ada waktu untuk sarapan, setelah sarapan baru Helmi dan Lina bisa pergi bersama.


Helmi mendengar itu tidak suka, "Jadi setelah banyak bicara yang Kamu inginkan pergi bersamaku?"


Lina mengangguk dan menjawab, "Bukan begitu juga Bos. Saya membuatkan sarapan dengan sepenuh hati tidak ada masud apa-apa. Dan karena tujuan Kita sama, apa salahnya untuk pergi bersama."


"Apa aku supir mu?" Tanya Helmi.

__ADS_1


Lina tetap berusaha menyakinkan, "Aku bisa menyetir. Biar Aku saja yang menyetir, Aku tidak keberatan."


Helmi langsung menjawab, "Aku yang keberatan. Nona Lina, Aku memperingatkan mu.


Lina langsung memotong, "Sstt.. Kamu sopan sekali, Kamu bisa panggil Aku Lina si kecil kan kita tinggal bersama."


Helmi mulai emosi, "Dengar perkataan ku.


Satu, Ketika aku berbicara jangan memotong pembicaraanku. Dua, Aku melarang kontak fisik. Tiga, Kamu hanya sementara tinggal di sini. Ini bukan berarti kita punya hubungan lebih dari bos dan bawahan."


Lina menyerah dan mengiyakan perkataan Helmi karena takut di usir atau di berhentikan nantinya.


Helmi menjelaskan, "Aku tidak mau ada rumor di kantor tentang Kita. Reputasi Ku itu penting sekali. Dan ingat jangan menyisakan makanan, aku benci orang yang membuang makanan. Kalau kamu sampai ketauan membuang makanan, gaji kamu akan aku potong."


Raditya berpakaian rapi menggunakan jas berwarna abu-abu dengan kemeja biru muda menggunakan dasi berwarna biru tua, turun dari mobilnya. Dia di sambut oleh customer services di kantornya.


Raditya ke lantai atas menggunakan eskalator, pegawai customer services bergosip.


"Apa benar itu Tuan Muda Raditya, hari ini sangat berbeda. Dan sekarang datang dengan tepat waktu. Sungguh sulit dipercaya."

__ADS_1


Helmi dari atas melihat Raditya datang dengan berpakaian rapi dan tepat waktu, dia tersenyum.


Lina datang ke ruangan desain, membawa makanan dan menyapa teman-teman se ruangan nya. "Selamat Pagi semua. Ayo makan yang belum sarapan. Aku bawa banyak sekali hari ini. Sini.... Sini...."


Pegawai lain mendekat ke Lina dan memilih makanan yang di bawa Lina, mereka lalu berterima kasih.


Renatta mendatangi Lina dengan muka juteknya dan bilang ini bukan perusahaan Andreas tanpa bantuan siapapun di pikir bisa mengandalkan suap menyuap hati orang dan bilang Lina bagus dalam beradaptasi.


Lina dengan santai membalas, "Jangan khawatir Aku tidak bermaksud menyuap mu. Apa Kamu sudah mendesain ulang contoh yang aku minta?


Renatta menjawab "Aku pikir contohku tidak ada masalah."


Lina menjelaskan kalau desainnya ada masalah atau tidak, dia tidak peduli Dia hanya mau Renatta mendesain ulang contoh itu kalau dia benar-benar yang mendesain.


Renatta jengkel dengan jawaban Lina, dia lalu pergi meninggalkan Lina dan kembali ke tempat duduknya. Lina tersenyum melihat sikap Renatta.


__________________________________________


Terima kasih sudah baca Reader.

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen.


___________________________________________


__ADS_2