PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Hadiah dari Bos


__ADS_3


Malam hari di apartemen Helmi yang serba putih hitam, Helmi sedang menonton Televisi. Lina baru pulang dari kantor, dia menyapa Helmi yang sedang menonton televisi lalu masuk kamarnya. Lina tampak kusam dan lelah sekali. Sampai di kamar dia langsung berbaring di tempat tidurnya.


Setelah berbaring, dia baru sadar kalau kamarnya sekarang bersih sekali. Berbeda dengan tadi pagi saat dia berangkat ke kantor. Lina melihat ada kotak hadiah di meja lampunya. Lina mengambil kotak tersebut. Saat mau keluar kamar, dia melihat perlengkapan wajah satu set bermerk di meja rias.


"Wow, ini semua buatku," kagum Lina melihat produk perawatan wajah tersebut.



Lina keluar kamar membawa kotak tersebut, dia menemui Helmi yang sedang menonton televisi.


Lina bertanya kepada Helmi, "Bos, apa tadi tukang bersih-bersih datang kemari?"


Helmi menjawab tanpa melihat Lina, "Tidak."

__ADS_1


Lina mendekat ke Helmi, tetapi Helmi meminta Lina tetap berdiri di sana jangan mendekat.


"Lalu kamarku sekarang sudah bersih dan tempat tidurku juga sangat rapi," ucap Lina. Helmi tetap menonton televisi tanpa memperdulikan Lina.


"Hanya satu orang di sini selain Aku yang bisa masuk apartemen, apa itu Kamu Bos?" Tanya Lina menggoda Helmi.


"Sudah lupakan. Ingat, jika Kamu membuat berantakan lagi, Aku tidak akan memaafkan mu." Jawab Helmi lalu berdiri dari sofanya.


Lina dengan posisi hormat, mengangkat tangannya ke pelipisnya. "Baik aku berjanji, tidak akan mengulanginya lagi." Lina memperlihatkan kotak kadonya, "Ini apa bos? Apa ini buatku?" bertanya kepada Helmi.


"Itu handphone mu," jawab Helmi sambil merapikan bantal yang tadi dia pakai.


"Kamu jangan salah paham ini di beli pakai uang kantor, agar bisa menemukanmu selama 24 jam." Helmi berdiri di depan Lina. "Ingat, datanglah saat ku panggil. Kamu tidak boleh mematikannya sepanjang hari,"perintah Helmi.


"Oh iya satu lagi, gaji mu akan di potong untuk biaya handphone itu." Helmi menaiki tangga.

__ADS_1


"Tunggu, biasanya asisten sepertiku mendapatkan mobil atau rumah. Ini hanya mendapatkan ponsel saja? Apa kamu tau model apa yg ku mau. Dengan selera mu yg hitam putih pasti handphone ini sangat monoton," geram Lina. "Mengurangi gaji ku tetapi tidak bertanya handphone apa yg ku mau!" kesal Lina lalu membanting kotak kadonya di sofa.


Helmi berbicara dari lantai dua, "Handphone itu milikmu, bila rusak tetap Kamu membayarnya.


Lina membuka kotak tersebut dan mengeluarkan hpnya. "Untung tidak apa-apa." Lina melihat dia di beri handphone terbaru merek ternama dan berwana pink. Lina tersenyum.


"Bagaimana apa itu sesuai dengan yang Kamu mau?" tanya Helmi. "Perawatan wajah itu free, karena Kamu sudah berusaha membuat proposal semalaman." Helmi lalu masuk ke kamarnya.


"Iya Bos. Terima kasih," jawab Lina.


Lina ke kamarnya melihat perawatan wajah tersebut, "Wow, untung ini free. Kalau harus potong gaji bisa tidak makan Aku," gumam Lina.


Lina lalu pergi mandi, setelah mandi dia bersemangat memakai perawatan wajah barunya.


Btw thor juga pingin punya perawatan wajah gitu. 😂😂 Tapi setelah lihat harga, jadi lupa kalau pingin. 😅

__ADS_1


Reader jangan lupa komen dan like. 😁



__ADS_2