
Warning!!! Walaupun biasa aja tapi tetap aja ambigu hehe
Ibu Lina mengikuti Ella ke kamar Ella. "Nak, apa kau tau di mana Lina sekarang?" tanya Ibu Lina.
"Kau ibunya tapi tak tau keadaan anaknya," ketus Ella. Ella memberikan coklat dan permen kepada adiknya.
"Kalau sudah selesai, lebih baik keluar." Ucap Ella sambil melihat pintu.
"Nak, apa salah ibu dan Lina sampai kamu sampai sekarang tidak menerima kita." Ibu Lina mendekat ke Ella. Ella yang tak suka ucapan Ibu Lina, dia langsung pergi keluar rumah.
Setelah menidurkan adik Lina dan Ella dari kamar Ella, ibu Lina ke kamar Lina. Dia memeriksa barang Lina. Ada sebuah kotak di dalam lemari Lina, lalu dia membukanya. Di dalamnya ada beberapa foto Lina bersama Raditya dan barang yang lain seperti gelang couple dan kalung berbentuk hati.
Tuan Yovi memanggil dari luar kamar, "Sayang.. sayang.." Tuan Yovi menghampiri istrinya.
"Sayang, coba lihat ini. Wajah pria ini sepertinya tidak asing." Ibu Lina menunjukkan foto Lina bersama pria saat dia sekolah.
"Aku tidak pakai kacamata jadi tak begitu jelas, tapi sedikit tak asing. Sepertinya pria ini dari keluarga Anggodo," jawab Tuan Yovi.
__ADS_1
Ibu Lina kaget, "Keluarga Anggodo yang mana?" Dia baru tau kalau anaknya pernah dekat sama pria.
"Grup Bulan, ahli waris kedua mereka. Raditya Putra Anggodo," ucap Tuan Yovi.
"Terima kasih sayang, aku akan mencari tau. Aku mau mandi dulu, aku sudah merasa gerah." Ibu Lina mencium pipi suaminya.
Saat ingin pergi tiba-tiba Tuan Yovi memeluk Ibu Lina dan bilang bagaimana kalau mereka mandi bersama. (Tuan Yovi juga masih merasa tidak enak dengan sikap Ella jadi dia ingin menghibur istrinya.)
Mereka berpelukan dan berjalan mundur (untung nggak nabrak) ke dalam kamar mandi di kamar mereka (kamar Lina dan kamar mereka sebelahan).
Mereka berdua menikmati sesi berendam mereka sambil bercinta di bathub mereka. Setelah selesai melakukan aktifitas mereka keluar dari bathub dan saling menggosok punggung mereka secara bergantian dan membilasnya dengan shower.
Di Mall Bulan,
Raditya mengajak Ella pergi ke ruang kerjanya. Di ruang kerja Ella bercerita kalau di pabriknya ada setelan lingerie yang terhampar di biarkan begitu saja, apa penyebabnya.
Raditya menjelaskan ini masalah biasa terjadi, dia dan kakaknya akan mengurus semuanya. Ella dan perusahaan Han tak perlu khawatir.
Ella menyalahkan Lina, "Lina dari divisi desain mu yang harus bertanggung jawab. Dia membuat kesalahan besar. Dia harus dipecat, tapi harus di tuntut untuk menggantinya!" gerutu Ella.
__ADS_1
"Tapi itu bukan kesalahan dia sepenuhnya," bela Raditya. Dia tidak suka Ella menuduh Lina tanpa tau permasalahannya.
Ella merasa curiga, "Apa kamu masih mempunyai perasaan kepadanya?" Ella bertanya dengan muka kesal.
Raditya tersenyum dengan perkataan Ella dan berkata, "Aku hanya ingin membalaskan dendam ku atas yang dia perbuat selama ini. Dia yang selalu melawan ku, aku tidak akan melepaskan nya."
"Tapi kamu sungguh kelewatan," ucap Ella. Lalu Ella tersenyum licik, senang dengan perkataan Raditya.
Di kediaman Aurel, fans Aurel sudah berada di depan rumahnya. Mereka ada yang membawa spanduk, poster dan lain-lain yang bertuliskan atau bergambar Aurel.
Lina dan Helmi melihatnya kaget, karena tidak menyangka bakal rame seperti ini.
Bagaimana mereka melakukan rencana mereka?
A. Pura-pura pingsan.
B. Menerobos masuk bilang dari perusahaan Grup Bulan.
C. Balik pulang tanpa bertemu Aurel.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment.