
Helmi bersama pimpinan dan pegawai lain yang handil dalam lingerie x berkumpul di ruang rapat. Helmi tampak marah, "Bulan Online baru di luncurkan sudah menimbulkan masalah besar. Apa tidak ada yang ingin kalian katakan!" Ucap Helmi dengan emosi.
Renatta juga mengikuti rapat tersebut, karena hasil desain dia yang bermasalah.
Bagian departemen pelayanan di persilahkan berbicara duluan oleh Helmi.
Kepala departemen pelayanan menyampaikan masalah hari ini. "Masalah utama pelanggan adalah lingerie x karena perbedaan besar dalam ukuran biasanya. Bagus modelnya tetapi tidak enak di pakai. Terlihat cantik tetapi tidak sesuai harapan setelah di pakai."
Renatta kaget mendengarnya, karena dia yang membuat dia langsung membela diri. "Kenapa kalian menatapku tidak ada yang salah dengan desainku. Model kita sendiri sudah mencobanya. Semuanya bagus, ukuran juga akurat. Kenapa terjadi perbedaan setelah proses manufaktur? Mungkinkah masalahnya datang dari departemen produksi? Kalian semua menuduhku? "
Departemen produksi. "Nona Renatta, apa maksud ucapan mu? Proses langkah departemen kami pnya sistem pemantuan ketat. Setiap langkah prosesnya selalu mengikuti intruksi terperinci. Hanya produk yang lulus sensor baru bisa masuk ke proses berikutnya."
Renatta lanjut berbicara. "Aku tidak ada maksud lain. Aku hanya membantu menemukan solusi."
Departem produksi mulai marah, "Kenapa tidak lihat diri sendiri untuk menjadikan sumber masalah? Mungkin desainmu sudah bermasalah sejak awal. Kudengar Nona Lina memintamu membuat contoh lagi.?
Rentta marah mendengarnya, "Jangan keterlaluan, tolong jangan bicara sembarangan."
Helmi memukul meja, geram melihat pegawainya saling menyalahkan. Semua terdiam dan semua menatap Helmi.
Helmi bertanya kepada mereka, "Dimana Nona lina?"
__ADS_1
*****
Di jalan dekat kantor Lina. Lina sedang berlari membawa kotak kue dan mengejar kucing. "Jangan lari, Aku menggunakan sepatu hak tinggi." Kata Lina sambil mengejar kucing tersebut.
Tidak lama Lina jatuh. "Dasar kucing tidak bisa apa, tidak berlari. Radiiiitt awas kamu!"
Di Cafe depan kantor mereka, Raditya sedang berduaan dengan artis papan atas bernama Aurel Moere. Mereka sedang mengobrol sambil tertawa.
Lina datang dengan menggendong kucing dan kotak kue. "Hal mendesak yang ingin di lalukan membantumu mencari seekor kucing? Apa kamu tahu Aku pergi kemana untuk mencari kucing ini?" Kata Lina kepada Raditya.
Tiba-tiba Aurel menghentikan Lina berbicara.
"Cukup, Kamu diam. Kucing cantik... Kamu kotor sekali. Aku benar-benar merasa sedih.Apa kamu terluka? " Kata Aurel kepada kucingnya.
Aurel dengan sinis berbicara "Kemampuan bekerjamu seburuk ini? Hanya cari kucing butuh waktu yang lama? Jika hilang, Kamu bisa tanggung jawab?"
Lina memasang muka bete, Raditya tersenyum melihat muka Lina.
Lina mencoba sabar, "Maaf Nona, Aku tidak akan tanggung jawab untuk kucingmu."
Lalu Lina mendekat ke Raditya. "Aku adalah asisten spesial Helmi dan bukan pengasuhmu. Lain kali untuk masalah seperti ini jangan mencariku." Ucap Lina kepada Raditya.
__ADS_1
Radity tersenyum tidak menghiraukan Lina dia memalingkan wajahnya dan menghadap Aurel, "Sayang.. Aku membelikan ini untukmu. Sayang, lihatlah. Apa kamu menyukainya? Raditya memberikan kotak kue kepada Aurel.
Lina mengangkat bibir kananya melihat sikap Raditya.
Auerel membuka kuenya, "Wow, untukku? Radiiit..., Kamu selalu perhatian." Mengkecup pipi Raditya.
Lina memukul meja, "Aku sedang bicara padamu, Bos Raditya Anggodo. "
"Kenapa Kamu belum pergi? Tugasmu sudah selesai. Apa kamu tunggu uang tip?" Ucap Raditya kepada Lina.
"Kamu?" Sambil mengenggam tangannya ingin menonjok Raditya.
Raditya membalas, "Kamu apa? Mau nonjok?"
Lina tersenyum, "Tidak Bos, kalau begitu berikan Aku uang tipnya."
Raditya melotot tidak suka melihat sikap Lina yang mementingkan uang, dia lalu memberikan uang tip untuk Lina.
"Terima kasih." Ucap Lina berbalik dan pergi meninggalkan mereka.
Terima kasih untuk yang sudah baca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya. 😁