Pemilik Kehormatanku

Pemilik Kehormatanku
Malam Terakhir Bersama


__ADS_3

Mama Liona merasa tenang berasa dalam dekapan suaminya.


Papa Wira, pria itu begitu lembut yang penuh kasih kepada mam Liona selama mereka menikah. Semenjak melahirkan anak pertamanya, Mama Liona tidak bisa mengandung lagi sebab ada kelainan dalam rahimnya. Hingga pengangkatan rahim harus ia lakukan setelah melahirkan.


Itulah sebabnya pernikahan mama Liona dan Papa Wira tidak dikaruniai seorang anak. Mama Liona dengan ikhlas merawat kedua buah hati dari Papa Wira, seorang duda beranak dua waktu itu.


Mama Liona mencurahkan semua kasih sayangnya kepada dua bocah itu. Dua bocah yang masih kecil, dan butuh kasih sayang seorang ibu.


Dia tidak berpikir anak kandungnya lebih membutuhkan kasih sayangnya.


Terlelap dalam dekapan sang suami, Papa Wira mengangkat tubuh istrinya, membaringkannya di tempat tidur. Papa Wira pun tidak lupa menyelimutinya.


Melihat sang istri terlelap. Pria berumur itu berjalan keluar kamar. Berdiri di balkon sambil menyatakan pematik untuk satu batang roko di tangannya.


‘Maafkan Papa, Mah! Papa sudah berbohong padamu. Putrimu belum meninggal, aku tidak tahu keberadaannya saat ini. Sebab Panti asuhan itu hancur menyatu dengan tanah saat aku berusaha mencari dia.’


Batin Papa Wira yang merasa bersalah pada Mama Liona. Ia tahu apa yang dilakukannya salah. Tapi Papa Wira tidak mau istrinya selalu berharap dengan sesuatu yang tidak pasti.


Panti asuhan tempat putri dari Mama Liona titipkan itu mengalami banjir bandang, banyak anak-anak panti yang hilang dan tidak tahu keberadaannya. Dan yang terselamatkan telah di bawa pengurus panti ke tempat tinggal yang baru.


Alasan meninggalnya putri Liona menjadi alasan yang tepat untuk Papa Wira berikan kepada Irawan, pria yang sudah membeli rahim Liona.


Pria yang sengaja menanamkan benihnya hanya untuk mendapatkan keturunan agar bisa menyelamatkan putri kesayangannya yang masih berumur 3 tahun. Putri Amalia, gadis kecil penderita leukimia. Hidupnya harus terus bergantung dengan obat dan berbagai cara untuk mengatasinya.


Anak dari Mama Liona sangat ditunggu kehadirannya untuk jadi penyelamat Putri. Tapi setelah melahirkan Mama Liona membawa anaknya pergi. Ia tidak mau anaknya hanya akan dijadikan alat untuk penyembuhan saja. Bukan tidak mau menolong tapi Mama Liona tidak rela dengan semua itu karena itulah wanita itu harus membayar mahal kepada Irawan karena beranggapan telah menghambat rencana penyembuhan Putri.


Pria itu sama sekali tidak peduli dengan resiko apa yang akan terjadi pada anak yang Liona lahirkan. Padahal anak itu juga darah dagingnya. Yang terpenting adalah Putri, anaknya bisa sembuh setelah mendapat donor sumsum tulang belakang dari saudara sekandungnya meskipun berbeda ibu, tapi mereka satu darah dengan ayahnya.


------


Di tempat lain


Lura tengah bersiap untuk bertemu dengan Farrel malam ini.


Ia sudah bertekad mengakhiri hubungannya secara baik-baik dengan Farrel. Lura harus bersikap biasa saat bertemu dengan kekasihnya itu.


“lu pasti bisa, Ra! Yakinlah... Kalau memang dia jodoh lu, meskipun sekarang kalian berpisah pasti akan bersatu lagi!”


Dina terus meyakinkan Lura.

__ADS_1


“Ya, gue yakin juga, Din! Kalau begitu gue pergi dulu.”


“Hati-hati, kabari gue kalau ada apa-apa!” pinta Dina.


Lura mengangguk pelan. Gadis yang sedang patah hati itu berusaha menjaga sikapnya seperti belum terjadi apapun. Sama sebelum Lura dan Ibunya Farrel bertemu.


Lura berjalan pelan ke arah gang di mana dia dan Farrel janjian. Sengaja Lura menunggunya di sana, agar bisa langsung melesat pergi ke arah tempat tujuan mereka.


“Hai, pujaan hati!” sapa Farrel yang menghentikan motornya tepat di depan Lura.


“Farrel, ngagetin aja!” ucap Lura.


Farrel tersenyum saat melihat wajah ngambek Lura.


“Habisnya kamu malah bengong, mana sambil jalan lagi?”


Lura berusaha tersenyum atas kesalahan yang dia lakukan.


“Ngelamunin apa sih, Cinta?” gombal Farrel.


“Ada sesuatu yang aku pikirkan, tapi tidak penting! Sekarang kita mau ke mana?” tanya Lura.


“Ke tempat makan baru!”


Farrel mengangguk. “Iya”


“Kamu tuh, hobi banget ya bikin aku jadi gemuk! Ngajakin nya makan malam terus,” omel Lura.


“Tapi kamu suka ‘kan?” ejek Farrel. “Ayo, naik!” ajaknya.


Lura langsung naik ke motor Farrel, tak lupa memberikan helm agar Lura memakainya.


“Siap?” tanya Farrel.


“Siap,” jawab Lura.


Motor sport milik Farrel pun langsung melesat cepat membelah jalanan di kota metropolitan itu.


Lura dan Farrel tertawa bersama saat motor itu berbelak belok menyelip motor dan mobil yang mereka lewati.

__ADS_1


"Farel, hati-hati!" teriak Lura.


"Tapi kamu suka 'kan, Ay!"


Tak terdengar balasan dari Lura sebab Farel tahu wanitanya itu sangat suka saat seperti ini, bahkan ketika berada di jalanan yang agak sepi, Lura akan berteriak sekencang-kencangnya saat motor itu melaju.


Lura melupakan sejenak apa yang akan ia lakukan pada Farrel. Ia akan melewati malam ini dengan kekasihnya itu.


‘Aku ikhlas jika harus berpisah darimu, Rel. Semoga perpisahan kita bisa membuat kamu sembuh dan kembali seperti Farrel yang aku kenal baik.’


Batin Lura menatap punggung Farrel yang sedang fokus mengendara.


Malam ini Lura akan menghabiskan malam bersama Farrel sebab esok hari ia tidak akan bisa bertemu lagi dengannya.


Lura lekas melingkarkan tangan ke pinggang Farrel memeluknya erat dari belakang. Ingin merasakan kehangatan tubuh kekasihnya itu lebih lama sebab esok dan seterusnya tidak akan merasakannya lagi. Entah kapan dia akan bertemu Farrel lagi, ia pun tak tahu.


"LURA... AKU SAYANG KAMU!" teriak Farrel ketika mereka berada di jalan yang agak sepi.


Lura tersenyum perih mendengarnya. Andai saja Farrel tahu kalau malam ini adalah malam terakhir mereka.


.


.


.


Bersambung--


Maaf aku ubah cara kepenulisanku yah. awalnya sih mau pakai terus Pov 1 sampai akhir tapi ternyata aku terbiasa nyaman mengunakan Pov 3 . Tapi tetep seru kok bacanya.


Terima kasih sudah mampir dan baca karya recehku ini.


kehadiran kalian tuh berarti banget buat otor. like dan komen kalian selalu kunantikan loh.


Ingat ya, like+komen+Favorit kan cerita ini kirim bunga dan hadiah buat otor ya, biar otor tambah semangat buat nulis lagi.


Jangan lupa besok senin.


siapkan Vote kalian buat otor.

__ADS_1


bair otor makin semangat nulisnya.


Tengkyu meluap lupa buat kalian semua 🥰😘😘


__ADS_2