Pemilik Kehormatanku

Pemilik Kehormatanku
Panti Rehabilitasi


__ADS_3

Malam ini sebelum sampai di tempat tujuan. Lura dan Farrel berkeliling kota metropolitan terlebih dulu. Merasakan dinginnya malam di kota tersebut.


Keduanya terlihat lepas seakan beban masing-masing lenyap begitu saja. Farrel yang masih dengan kecanduannya. Sedangkan Lura dengan hati berat, berat untuk melepaskan cintanya.


Beruntung bagi Farrel, Lura telah mengetahui semuanya jadi tak perlu ia tutupi lagi jika dirinya dalam keadaan sakau. Seperti sekarang ini, ketika Farrel baru saja sampai di tempat tujuan mereka. Farrel meminta Lura menunggunya di luar toilet. Hampir setengah jam Lura menunggu.


Gadis itu merasa khawatir terjadi sesuatu kepada Farrel. Terlihat bodoh memang, jika wanita lain pasti sudah meninggalkan lelaki seperti Farrel yang sudah jelas ketahuan seorang pecandu narkoba.


Tapi tidak bagi Lura. Rasa empati dan sayangnya terlalu besar buat Farrel. Ia ingin kekasihnya kembali seperti Farrel yang dulu.


Sky Garden Cafe


Restoran yang menampilkan keindahan kota Jakarta di malam hari. Berada di atas rooftop dengan pemandangan kerlip lampu dari gedung pencakar langit yang ada di sekitarnya. Banyak tumbuhan yang sengaja di tanam di tempat itu, menambah suasana bagaikan di atas taman.


Tempat makan bergaya lesehan pun disuguhkan di sana. Para pengunjung yang datang Ke tempat itu di buat takjub oleh keindahan kota yang jelas terpampang dari atas sana.


Restoran ini Sangat cocok bagi pengunjung untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan setelah seharian bekerja dan beraktivitas.


Di sinilah Farrel dan Lura berada. Usai menunggu lama Farrel di toilet. Mereka berdua langsung mencari tempat duduk yang akan mereka tempati.


Pelayan menghampiri kemudian mencatat pesanan yang mereka pesan. Lura dan Farrel berbincang sejenak menunggu pesanan mereka datang.


“Kapan janjimu akan kamu penuhi?” tanya Lura.


Farrel tersenyum menanggapi pertanyaan Lura.


“Aku serius, Rel?”

__ADS_1


“Ake lebih serius sama kamu, Ay!”


“Tidak, Aku merasa tidak seperti itu!” Ungkap Lura.


“Kenapa begitu?”


“Aku merasa kamu semakin asik dengan duniamu saat ini! Apa yang kamu janjikan kepadaku rasanya akan jauh tergapai jika keadaanmu masih sepeti ini, Rel! Aku hanya minta kamu buat sembuh, lepas dari barang haram itu. Walaupun suatu saat nanti entah kita berjodoh atau tidak, yang pasti aku merasa bahagia melihat kamu sembuh.!” Tutur Lura serius menatap Farrel.


“Kita akan bicarakan ini nanti, yang pasti aku juga ingin lepas dari jerat narkoba. Aku sudah bilang tidak bisa lepas begitu saja, sekarang kita nikmati dulu malam ini, Ay!” balas Farrel dan Lura menghela napas berat membalasnya. Lagi-lagi ucapan Farrel seperti tidak bisa dipercaya.


Beruntung dia sudah bertemu dengan ibunya Farrel. Pasti beliau sudah memikirkan bagaimana menangani Farrel.


Malam ini Lura hanya ingin melewati sisa terakhirnya bersama Farrel. Ia ingin meninggalkan kenangan manis bersama kekasihnya itu


Di atas meja telah tersaji beberapa makanan yang sudah di pesan Farrel. Makanan menjadi santapan nikmat yang memanjakan lidah kedua pasangan kekasih itu.


“Ay, gimana tempat ini, kamu suka?” tanya Farrel setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.


“kita akan terus bersama, Ay! Kamu sudah janji akan selalu menemaniku dalam keadaan apapun, benar ‘kan?” Farrel menegaskan pertanyaannya.


Lura hanya tersenyum simpul membalasnya.


“Aku ingin kita mempunyai kenangan indah berdua, Ay.” Farrel menggeser piring yang ada di hadapan mereka. Ia meraih tangan Lura lalu menggenggamnya erat. “Apapun yang terjadi pada diriku, aku tetap sayang kamu. Kamu adalah wanita yang aku cintai Allura Charya” Farrel mengecup punggung tangan Lura lama kecupan itu tertahan sampai perlahan Lura tarik tangannya.


“Kenapa, Ay? Apa kamu tidak percaya padaku?” Farrel terkejut dengan sikap Lura yang seakan menolaknya.


“Bukan seperti itu, tapi aku---,”

__ADS_1


“Apa, Ay?”


“Buktikan kalau kamu memang sayang sama aku!” pinta Lura.


“Pasti, Pasti aku buktikan!”


“Aku ingin kamu masuk panti rehabilitasi, Rel. Kamu harus ada keinginan buat sembuh jika terus didiamkan seperti ini, kamu akan semakin tergantung pada obat terlarang itu!” ucap Lura dengan nada bicara yang sedikit meninggi. “Apa kamu sanggup memenuhi permintaanku?” Lura meminta keseriusan Farrel.


Pria di hadapannya itu terdiam tak banyak bicara.


Lura tersenyum kecewa melihatnya. Ia bisa lihat keraguan dalam wajah Farrel.


.


.


Bersambung--


Halo readers tersayang. Terima kasih sudah mampir dan baca karya recehku ini.


kehadiran kalian tuh berarti banget buat otor. like dan komen kalian selalu kunantikan loh.


Ingat ya, like+komen+Favorit kan cerita ini kirim bunga dan hadiah buat otor ya saya oong, biar otor tambah semangat buat nulis lagi.


Hari ini senin ceria... 🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️


Vote datang....

__ADS_1


Kalian bisa kirimkan vote buat karya ini. agar otor makin semangat buat Up lagi.


Tengkyu meluap lupa buat kalian semua 🥰😘😘


__ADS_2