
Kasih 🌟🌟🌟🌟🌟 pada karya ini ya.
“Ay, bisa tidak kita tidak usah membahas ini dulu!” pinta Farrel. “Kita nikmati malam ini saja!” imbuhnya.
Lura menggelengkan kepalanya. “Tidak bisa! Mengulur waktu, itu sama artinya kamu memang tidak sayang padaku, Rel!”
“Ay, tolong jangan berbicara seperti itu! Kamu tahu cinta dan sayang ini tulus untukmu.”
“Kalau memang begitu, aku hanya minta satu hal sama kamu, Rel. Berhentilah...! Orang tuamu pasti akan membantu, aku yakin itu.” Lura meraih tangan Farrel kemudian menggenggam erat. Ia berusaha meyakinkan Farrel bahwa dirinya akan selalu ada buat Farrel.
“Kamu janji akan terus berjuang, meskipun orang tuaku tidak akan merestui hubungan kita,” ucap Farrel ragu.
Ia ingin memberi tahu Lura kalau dari dulu orang tuanya tidak pernah merestui jika Farrel berhubungan dengan Lura. Tapi Farrel tidak berbicara jujur pada Lura. Ia tidak mau hubungannya berakhir begitu saja.
Lura mengangguk pelan. “Aku janji akan ikut berjuang bersama kamu!” Lura meyakinkan.
“Kalau begitu aku mau. Aku ikut apa mau kami, Ay! Asal kita bisa sama-sama.”
Lura merasa lega akhirnya Farrel setuju. Akhirnya jalan untuk kesembuhan Farrel sudah terbuka lebar meskipun hubungannya harus berakhir.
‘Maafkan aku, Rel'
Batin Lura memandang sedih pada Farrel.
“Kenapa kamu sedih, Ay?”
“Ah... Tidak! Aku bahagia, mendengarnya. Akhirnya kesembuhan akan kamu dapatkan lagi, Rel!”
“Aku melakukan ini karena kamu!”
Lura dan Farrel saling pandang kemudian saling melemparkan senyuman.
Farrel dengan hati yang berbunga sedangkan Lura dengan senyum kamuflase nya. Senyuman yang ia tutupi dari perpisahan yang sebentar lagi akan datang menyapa.
Cukup lama pasangan kekasih itu berbincang di sana. Banyak yang Farrel ungkapkan tentang impiannya bersama Lura kedepannya.
Mereka berjanji untuk selalu bersama dalam keadaan apapun. Farrel berjanji akan selalu melindungi Lura dan menjaganya. Ia juga berjanji akan tetap melanjutkan hubungannya meskipun orang tua melarangnya.
__ADS_1
Semua yang Farrel ucapkan begitu menyayat hati untuk Lura. Pasalnya gadis itu sudah mengetahui semuanya.
Penolakan ibunya jelas ia dengar sendiri.
Lura merasa tersanjung dengan apa yang Farrel ungkapkan. Tapi mau bagaimana lagi. Hubungannya harus berakhirnya biarlah nantinya Farrel menganggap Lura tidak bisa memegang janjinya. Yang terpenting untuknya saat ini adalah Farrel bisa sembuh dari obat terlarang itu.
Sayangnya, ucapan hanya sekedar kata-kata. Keinginan tak sesuai kenyataan. Farrel tak menyadari ada seseorang yang mengawasi kehadiran mereka berdua di sana.
Mamih Rosa, kebetulan berada di tempat yang sama dengan Farrel ia baru saja bertemu dengan Randi. Anak kuliahan yang menjadi kaki tangan Mamih Rosa . Randi yang menjalankan bisnis narkoba itu kepada kalangan anak kuliahan yang berkantong tebal.
Randi meminta tolong pada Mamih Rosa agar membantu menyelesaikan masalahnya.
“Aku akan membantumu. Tapi ingat jika kamu masih tetap tertangkap oleh polisi jangan pernah bawa nama Mamih, ingat itu!” ancam Mamih Rosa pada Randi.
“Sekarang pergilah!” titah Mamih Rosa pada Randi.
“Saya janji, Mih. Tidak akan membocorkan hal ini kepada siapapun. Asalkan keluarga saya terjamin. Sebab , hanya ibu dan adik yang saya punya, Mih.” Randi memohon pada Mamih Rosa.
“Kamu bisa pegang kata-kata, Mamih.”
Obrolan itu berakhir saat salah satu bodyguard membisikkan sesuatu kepada Mamih Rosa. Randi pun pamit dari hadapan Mamih Rosa.
Mamih Rosa melihat Farrel bersama seorang wanita cantik bermodal jual tinggi menurutnya. Membuat otak licik Mamih Rosa bekerja.
“Hah, di sini dia ternyata. Mamih Rosa tak bisa di bohongi anak muda. Kamu mangkir dari perjanjian yang kamu buat sendiri. Hari ini kamu harus bayar lunas semua hutang-hutang mu!” Mamih Rosa meracau seraya tersenyum menunjukkan lengkungan senyum licik di wajahnya.
Saat Farel pamit ke toilet pada Lura. Di sanalah para bodyguard Mamih Rosa menahannya. Satu orang bodyguard mendekap tangan kanan Farrel lalu melingkarkan ke belakang tubuhnya. Mengunci leher Farrel dengan satu tangannya lah lgi sehingga pemuda itu tak bisa berkutik.
“Diam, atau saya habisi kamu, di sini!” ancam bodyguard bertubuh tinggi besar itu.
Muncul Mamih Rosa dari balik tembok seraya tersenyum licik, Ia lemparkan kartu ATM kepada pemilik kartu tersebut.
“Ambil kembali kartu kosong itu! Isi di dalamnya tak bisa melunasi semua hutangmu,” ucap Mamih Rosa keras ia mendekati Farrel. Di tepuknya pelan pipi Farrel.
“Mamih!” Farrel begitu terkejut melihat kehadiran wanita itu.
“Ya, saya! Kamu ingat, kamu masih punya hutang besar kepadaku!” Seulas senyum sinis Mamih Rosa berikan sesekali ia menyentuh wajah Farrel dengan kipas lipat yang selalu ada di tangannya.
__ADS_1
“Saya sudah membayarnya bukan? Harusnya kiriman uang sudah ada hari ini. Anda pasti bohong!" hardik Farrel.
Ia mencoba berontak agar lepas dari jeratan bodyguard itu
“Hahaha ... Kamu bicara omong kosong sama Mamih Rosa, anak muda! Sekarang tentukan pilihanmu. Serahkan wanita cantik yang bersamamu itu atau aku bongkar semua kepada ke dua orang tuamu, dan habislah dirimu,” Ancam Mamih Rosa seraya membuka kipas lipat di tangannya.
“Apa maksud Anda?” teriak Farrel sambil terus memberontak.
Mamih Rosa tersenyum licik.
“Serahkan gadis itu dan Mamih akan anggap lunas hutangmu atau Mamih membeberkan semua ke publik kalau putra dari calon gubernur ternama di kota ini adalah pecandu berat. Pikirkan apa yang terjadi sama mereka dan perusahaan orang tuamu. Jika beredar kabar anak kebanggaan Pak Antoni Wijaya terlibat kasus narkoba.” Mamih Rosa tersenyum licik ke arah Farrel.
Mamih Rosa melemparkan satu bungkus obat ke dada Farel dengan keras. Hingga bungkusan obat itu terjatuh di depannya.
“Tentukan pilihanmu sekarang! Mamih tidak pernah main-main dengan ucapan Mamih. Temui Mamih di ruang VIP, jika kamu sudah menentukan pilihan.” Mamih Rosa meninggalkan Farel.
Tubuhnya merosot kala para bodyguard melepaskan jeratannya.
Farrel termenung , bingung harus berbuat apa saat ini.
Hutangnya pada Mamih Rosa semakin membengkak, minggu kemarin saja sudah 40 juta rupiah. Di tambah tiga bungkus kokain waktu itu.
Tidak heran jika hutangnya semakin membengkak sebab narkoba jenis kokain itu harganya lumayan mahal.
Di raihnya bungkus obat yang tergeletak di lantai. Farrel makin di buat pusing dengan keputusan yang harus segera ia ambil. Sebab Mamih Rosa bukanlah orang sembarangan yang bisa ia permainkan.
.
.
.
.
Bersambung
Senin Ceria....
__ADS_1
Jangan lupa Vote nya buat karya otor ini.
like+kembang setaman juga boleh.