
“Selesai.”
Putri merasa puas dengan apa yang ia lakukan.
Lura terus terdiam saat Putri mengobati lukanya.
“Kenalkan namaku Putri Amalia.” Putri menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
Lura menatap Putri penuh selidik. Ia sedikit takut dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Ia merasa trauma, takut jika harus kembali mengenal orang yang salah.
Lura sedikit beringsut mundur dari duduknya. Dan Putri pun merasa wanita di hadapannya itu sedang menghindarinya.
“Aku bukan orang jahat! Maaf jika supirku lalai dalam berkendara,” ujar Putri.
“Wanita ini yang jalan tidak hati-hati Nona!” timpal Pak Warto merasa tidak terima jika disalahkan.
Putri melirik Pak Warto dengan lirikan tajam. Memberi kode kepadanya agar diam.
Pak Warto mengangkat bahunya pelan kemudian meninggalkan dua gadis itu ke dalam mobil.
“Aku antar ke rumah ya?” Putri menawarkan diri.
Lura menggelengkan kepalanya kemudian berdiri meski rasa nyeri di bagian tangan masih terasa nyeri.
“Tidak perlu, terima kasih sudah membantu saya.” Tanpa banyak basa basi Lura langsung berdiri dan meninggalkan Putri yang tercengang menatapnya.
__ADS_1
‘Apa ada yang salah dari nada bicara ku! Kenapa dia kelihatan takut seperti itu. Padahal aku tulus mau menolongnya.’
Pikir Putri kemudian kembali ke dalam mobil sesekali ia menengok ke belakang menatap Lura yang semakin melangkah menjauh.
“Kita lanjut, Pak!” titah Putri pada Pak Warto.
“Loh, kemana gadis itu, Non?
Putri mengangkat bahunya pelan. Tanpa banyak pertanyaan lagi Pak Warto menjalankan mobilnya melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Entah apa yang terjadi padanya. Lura jadi takut kepada orang baru yang ia temui.
Tidak tahu ke mana ia harus pergi saat ini. Lura terus melangkahkan kakinya dengan cepat.
“Mengapa kamu tega sekali melakukan ini padaku, Rel” Lura bergeming dalam lamunannya. Hati nya tak sesakit kemarin. Tapi tak bisa dipungkiri, rasa sesak, kecewa dan sakit hati ia rasakan.
Wanita itu tidak menyadari beberapa pengunjung yang ada di taman perlahan berlari meninggalkan area terbuka itu. Setetes air yang jatuh dari langit terasa olehnya.
Bukannya mencari tempat berlindung tapi Lura sengaja berdiam diri di tengah taman itu. Wanita itu malah menengadahkan wajahnya ke atas langit. Menyambut hujan turun membasahi dasar bumi.
Satu retes, dua tetes, hingga puluhan bahkan ratusan tetesan air hujan turun dari langit membasahi bumi. Di iringi air mata Lura yang membasahi pipi. Seakan ia menyembunyikan tangis dalam hujan. Membuat orang lain tidak dapat melihat bahwa saat ini sedang menangis. Bersimpuh di atas di tanah membuat semua tubuh gadis itu basah.
Mengapa hidupnya seperti ini, tak ada yang bisa dipertahankan olehnya saat ini.
Jangankan harga diri, kehormatan pun tak dimilikinya.
__ADS_1
Bayangan pria yang merenggut kehormatannya terbayang dalam benaknya.
Lura tersenyum miris. Dulu ia berharap kesuciannya akan ia serahkan hanya kepada seseorang yang akan menjadi imam baginya. Kali ini pupus sudah harapannya.
Sekeras apapun ia berusaha mempertahankan kehormatan di rumah bordil pada akhirnya semuanya hilang di tempat lain.
Bersambung.
Maafkan jika ceritanya kurang pas. otor lagi ada masalah. pikiran gak banget buat mikir tapi tugas harus terus terlaksana.
Sekalian mampir yuk ke karya teman otor. karya Mama Reni, Author the best, pasti kenal lah. mampir baca ya.
blur
Khayra menikah dengan Ferdinan hanya karena memenuhi sebuah perjanjian perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua mereka yang telah bersahabat sejak lama.
Tapi malang tidak dapat dihindar, pada malam pengantin mereka, justru Khayra malah menghabiskan malam pertamanya dengan pria lain. Saat terbangun dia malah mendapati tidur dengan barra mantan kekesihnya yang ternyata mantan kekasihnya.
Meski status mereka sudah berubah, namun Barra tetap memiliki rasa kepada kakak iparnya itu. Sampai suati saat Ferdinan menyadarinya dan malah dengab semen-mena memberi tahu tentang rasa terlarang itu kepada seluruh keluarga. Padahal Ferdinan sendiri sedang menjalin kasih dengana adik tiri Khayra.
Akankah Barra dan Khayra bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Ferdinan, dan akankah bukti itu nantinya menjadi kunci bagi Khayra dan Barra untuk bersatu?
Mampir yak....
__ADS_1