
......Mohon dukungannya untuk karya ini
. Tekan Lima Rating 🌟🌟🌟🌟🌟 ya. like, komentar dan hadiah juga. ......
Tubuh tanpa penutup dua gundukan membuat gunung kembali itu terlihat jelas. Sehelai kain segitiga tipis tembus dari balutan kain tipis itu. Membuat para lelaki hidung belang semakin mendamba ketika mereka bisa mendobrak masuk menerobos sesuatu yang masih rapat. Pasti akan sangat legit menggigit terasa.
Lura menumpahkan air mata saat pelelangan berakhir.
Harapannya satu malam ini. Ada keajaiban yang terjadi padanya.
****
Tubuh Lura bergetar saat salah seorang bodyguard membawanya ke kamar sewaan yang disiapkan Mamih Rosa untuk pemenang lelang.
Saat berada di depan kamar, ia bertatap muka dengan Mamih Rosa. Wanita yang sudah menjual dirinya kepada pelanggan kakapnya.
“Mih, aku mohon bebaskan aku! Aku janji akan mengganti uang yang Farrel tapi tidak seperti ini!” ucap Lurah masih terus mengiba.
“Gak ada gunanya kamu memohon. Sekarang jangan banyak bicara! Kerjakan tugasmu dengan baik! Dan ingat jangan pernah berpikir untuk kabur malam ini.” Mamih Rosa mencengkeram dagu Lurah hingga gadis itu meringis. “Uang lelang ini masih belum bisa melunasi hutang kekasihmu itu! Jadi kamu masih ada sisa hutang sama Mamih.” Dengan kasar tangan Mamih Rosa melepas cengkeramannya kemudian merapikan sedikit rambut Lurah dan merapikan pakaian yang dipakai gadis itu.
“Ini adalah yang pertama untukmu! Jadi bersiaplah! Setelah ini kamu pasti biasa. Mamih hanya bisa berpesan. Mainkan goyangan mu, ambil hati pelanggan agar dia kasih tips banyak buat kamu, kalau uang tips itu khusus buat kalian. Mamih tidak akan pernah menyentuhnya. Tapi buat uang booking dan jasa pelayanan harus di bagi sama Mamih!” bisik Mamih Rosa kepada Lura.
“Masukkan dia sekarang!”
“Siap, Mih!” salah satu bodyguard menyeret Lura ke dalam kamar dengan kasar.
“Pelan-pelan, botak! Udah ada yang bayar tubuhnya, kalau lecet lu mau ganti!” teriak Mamih Rosa saat melihat Lura di lepas kasar oleh bodyguard nya.
“Hehehe ... Sorry, Mih!” Bodyguard itu cengengesan mendapat teguran dari bosnya.
“Seteleh gua rapat lu udah kebuka, main sama gue ya? Tarif temen aja!” bisik pria botak itu dan mendapat pelototan tajam dari Lura.
“Melotot gitu jadi makin seksi, lu!”
“Botak... Cepetan!” teriak Mamih Rosa yang menunggu pria itu di luar kamar.
“Siap, Mamih!” Dengan langkah tegap bodyguard iru keluar dari kamar kemudian menutup pintu kamar lalu menguncinya.
“Mana kuncinya?” pinta Mamih Rosa.
“Cadangannya jangan lupa berikan sama pemenang lelang itu,” ucap Mamih Rsa kepada Pria botak itu.
Hanya anggukan yang Mamih risa dapat. Setelahnya Bodyguard botak. Mamih Rosa pun berlalu dari depan kamar itu. Hendak menemui pria tua yang memenangkan hasil pelelangan Lura.
Ceklek....
__ADS_1
Lura sangat terkejut dan takut saat mengetahui pintu kamarnya terbuka.
‘Mely... Lu kemana sih? Katanya mau bantuin gue!’ gumam Lura dengan ekspresi wajah takut dan gemetar.
Apakah malam ini adalah malam terakhirnya mempertahankan kehormatan yang selama ini ia jaga.
“Ra... Ra... Lu di mana?” panggil Mely dengan suara pelannya sambil mengendap ngendap masuk ke dalam kamar itu.”
Bagaikan mendapat doorprize, Lura senangnya bukan main saat ketakutan yang ia rasakan saat ini berubah senang ketika mendengar Mely memanggilnya.
“Lu di sini ternyata!”
“Mel, gue seneng lu datang! Tapi bagaimana gue bisa bisa keluar dari tempat ini!”
“Syutt... Jangan berisik” Mely menempelkan jari tunjuknya di bibir.
Mely mengeluarkan pakaian agar Lura dengan cepat bisa berganti pakaian.
“Cepet ganti biar lu bisa keluar dari kamar ini!” titah Mely cepat.
Hanya dengan sekali tarikan dari tali baju yang melilit di atas bahu Lura terlepas. Ia lekas menggantinya dengan pakaian yang Mely bawa.
“Terus lu gimana?” tanya Lura mantap serius kepada Mely.
Lura mengangguk kemudian mengikuti perintah Mely.
Mely membuka sweater tipis yang ia pakai. Ternyata wanita itu sudah bersiap dengan lingerie yang begitu menggoda di tubuhnya.
“Maafin gue, Mel! Satu lagi thanks banget lu bantuin gue!”
“Cepet keluar!”
Lura mengangguk pelan. Dengan cepat ia berjalan ke arah pintu tapi ketika mendengar ada seseorang membuka pintu. Gadis itu bersembunyi di balik pintu.
Mely berusaha tenang saat pria tua itu masuk ke dalam kamarnya.
Beruntung rambut dan bentuk tubuh Mely dan Lura sama jadi pria di hadapannya biru tidak bisa membedakan. Tapi jika pria itu menyadari perbedaannya entah apa yang akan terjadi sama Mely.
“Wow ... Ternyata kamu sudah siap menyambutmu!” ucap pria tua itu sambil berjalan mendekati Mely.
Saat pria itu memeluk Mely dari depan. Lura dengan oelan dan sangat hati-hati melangkah keluar dari kamar itu. Lura sedikit mengintip ke sekeliling luar kamar melihat situasinya. Beruntung sepanjang koridor itu sepi.
Lura langsung bergegas pergi dari sana.
‘Mel, terima kasih! Malam ini lu udah bantuin gue!’
__ADS_1
Batin Lura seraya terus berjalan cepat ke kamar mereka yang letaknya berbeda gedung dengan club'. Ia harus berhati-hati agar tidak ada penjaga yang melihatnya.
Lura ingat pesan Mely. Malam ini dia beralasan sedang sakit. Jadi tidak bisa bekerja.
Lura merasa lega saat ia berhasil keluar dari gedung club'. Saat ini ia sedang berjalan ke arah kamarnya. Tempat tinggal para kupu-kupu.
“Hei, Mely!” panggil salah seorang kupu-kupu.
Lura menoleh sekilas kemudian menutupi wajahnya. Takut mereka menyadari kalau saat ini yang berdiri di hadapan mereka bukankah Mely tapi Lura.
“Katanya lu sakit!” tanya salah satu dari mereka.
Lura hanya mengangguk tanpa bersuara. Tanganya meraba sesuatu dari dalam kantong sweternya. Ia mengeluarkan barang tersebut. Ternyata saat ia keluarkan isinya adalah obat.
Lura mengangkat obat itu kemudian menunjukkannya kepada mereka.
“Oh... Habis berobat! Wah sayang banget sih, lu gak bisa dapet kakap dong malam ini! Eh... ngomong-ngomong temen lu, laris dia udah ada yang booking dengan bayaran gede malam ini! Sayangnya pas gue datang ke sini udah jebol apem gue sama pacar gue, jadi gak bisa ikut pelelangan.” Celetuknya.
“Udah cepetan kita ke club'! Udha ditungguin Mamih juga!” salah satu dari mereka memperingatkan.
“Oh, Ya, Oke deh. Cepet sembuh, Mel! Biar bisa kerja lagi agar duit buat operasi emak ku cepet kekumpul!” ucap wanita yang tadi bertanya pada Mely sambil berlalu meninggalkan Lura.
“Thanks,” jawab Lura yang tidak sempat di dengar oleh mereka.
‘Mely sedang butuh uang buat operasi ibunya?’
Lura mencerna ucapan wanita itu. Ia ingin menanyakan hal ini nanti pada Mely. Sekarang ia harus segera kembali ke kamar agar tidak ada yang memergokinya.
Para kupu-kupu yang baru saja datang ke club' langsung menyebar mendekati para pria yang sudah menunggu mereka. Sebab para pelanggan Mamih Rosa yang tidak memenangkan pelelangan meminta Mamih Rosa mengeluarkan para kupu-kupu yang ada untuk melayani mereka.
Ada yang hanya menemani minum ada juga yang langsung cek in ke kamar booking. Ingin. Segera menuntaskan hasrat yang tertunda.
Malam ini Lura begitu bersyukur telah terselamatkan dari pria hidung belang itu. Tapi Lura merasakan kekhawatiran kepada Mely. Pelelangan itu bertujuan menjual keperawanan. Bagaimana jika Mely ketahuan membohongi pria itu, Lura takut terjadi sesuatu kepada temannya.
Sebab seorang pria pasti bisa membedakan bagaimana rasa wanita yang masih perawan dengan wanita yang sudah berpengalaman dalam hal bermain panas di atas ranjang.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih sudah setia membaca
Jangan lupa dukungan untuk karya ini🤩😍😍🥰🥰
__ADS_1