
Pria yang mencengkeram pakaian Zhou Fu itu menarik tangannya dan membuat wajahnya hanya berjarak satu kepalan tangan dari wajah Zhou Fu. Pria itu kian menyeringai lebar ketika mendapati tubuh Zhou Fu tak mengeluarkan aura apapun yang menandakan bahwa Zhou Fu adalah remaja biasa tanpa ilmu bela diri sedikit pun.
Braaaakkk……
Tubuh Zhou Fu dihantamkan ke meja makan hingga membuat punggungnya berbenturan dengan aneka hidangan yang tadinya ia makan bersama Shen Shen. Seluruh hidangan di meja itu pun kini telah berantakan tak berbentuk. Meja makan pun pecah terbelah menjadi dua bagian. Zhou Fu terjatuh ke lantai dengan posisi telentang sedang Shen Shen seperti orang kebingungan dan ketakutan. Tangan Zhou Fu mengepal semakin kuat, tapi sebagian tubuhnya masih menyimpan kesabaran.
“Hei perempuan, apakah kau juga ingin mendapat giliran seperti kekasihmu yang lemah ini?” Pria itu maju selangkah mendekati Shen Shen, tangan pria itu menjulur untuk meraih rambut Shen Shen yang menenggelamkan wajahnya. Pria itu menjambak rambut Shen Shen hingga membuat gadis itu mengaduh. Dua pria lain tertawa terkekeh melihat dua pasangan muda yang sama-sama lemah.
“Lepaskan aku, tolong lepaskan!” Shen Shen memohon dengan raut wajah putus asa, ia sempat melirik Zhou Fu yang diam menahan amarah, “Fu’er, selamatkan aku…” Shen Shen memelas meminta bantuan pada Zhou Fu.
Ketika wajah Shen Shen terangkat, ketiga pria itu ternganga kaget. Mereka sangat tak menduga jika akan mendapat keberuntungan yang berlimpah di tempat itu.
“Luar biasa! Tak kusangka kita akan menemukan gadis seharga 100 Koin emas di sini!” salah seorang berseru, lantas mendekati Shen Shen untuk mengamati wajah Shen Shen lebih dekat lagi. Kelompok-kelompok yang ditugaskan untuk memburu Shen Shen memang sudah dikenalkan dengan wajah Shen Shen lewat sebuah lukisan. Tak salah lagi, wajah Shen Shen sama persis dengan lukisan yang sebelumnya telah diketahui oleh tiga pria tersebut.
“Nah, kau milik kami sekarang! Ayo kita serahkan gadis ini ke markas besar untuk ditukar dengan hadiah!” Lengan Shen Shen ditarik oleh pria yang beberapa saat lalu menjambak rambutnya.
Rombongan tiga pria itu saling tertawa sembari berjalan keluar dari rumah makan dengan membawa Shen Shen bersama mereka.
“Zhou Fu! Apa yang kau lakukan? Selamatkan aku!” Shen Shen berteriak memalingkan wajah ke belakang, melihat apa yang sedang dilakukan oleh Zhou Fu. Shen Shen melihat Zhou Fu sama sekali tak bereaksi pada insiden penangkapan dirinya. Shen Shen menyesal karena telah melarang Zhou Fu berkelahi beberapa waktu lalu. Ia menduga jika Zhou Fu marah dan ingin memberinya pelajaran.
__ADS_1
Zhou Fu kini terlihat begitu menyebalkan di mata Shen Shen sebab bukannya menolong, Zhou Fu justru masih sibuk membersihkan pakaiannya yang terkena noda-noda makanan.
Zhou Fu terlihat sama sekali tak memedulikan Shen Shen yang dibawa pergi. Alih-alih menolong Shen Shen, Zhou Fu justru memanggil kepala pelayan yang sedari tadi melihat ke arahnya dengan tatapan takut dan khawatir.
“Bibi, apakah ini bisa membayar ganti rugi untuk keributan yang barusan terjadi?” Zhou Fu mengulurkan dua koin emas kepada bibi kepala pelayan menerima koin emas dari Zhou Fu dengan tangan gemetaran.
“Lebih dari cukup, Tuan Muda. Tapi, bukankah ada hal yang lebih mendesak bagi tuan muda? Bagaimana nasib nona itu?”
“Ah, dia… Bibi tak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja sebab nyawa gadis itu masih bisa dilelang dengan harga yang cukup mahal. Mereka tak mungkin menyakiti barang yang berharga tinggi bukan?” Zhou Fu mendekatkan bibirnya ke telinga bibi pelayan. Membuat bibi pelayan tersebut semakin merasa bingung dan tak mengerti.
“Zhou Fu sialan! Cepat selamatkan aku! Apa yang kau pikirkan?!!”
***
Zhou Fu mendatangi kediaman kakek tua pemilik penginapan yang sebelumnya ia tempati. Ia bermaksud menepati janjinya dengan membayar biaya penginapan, pakaian, dan jamuan-jamuan yang diberikan. Si kakek penginapan tersebut terheran-heran karena Zhou Fu akhirnya memenuhi janji-janjinya yaitu yang pertama adalah mengalahkan Wang Ling dan yang berikutnya adalah membayar biaya penginapannya.
“Oh ya, Kakek, bisakah kakek memberi tahuku ke mana arah yang bisa membawaku ke pelabuhan?” Zhou Fu bertanya pada si kakek sebelum ia berpamitan untuk pergi.
“Pelabuhan? Di pulau Jidong hanya ada satu pelabuhan dan lokasinya berada di desa Shuiyang. Desa tersebut berjarak dua puluh mil dari Dozhu. Tuan Muda cukup pergi ke arah barat tanpa berbelok, maka tuan muda akan menemukan desa Shuiyang. Di sanalah lokasi pelabuhan di pulau Jidong ini,” tangan si kakek memperagakan arah lokasi pelabuhan kepada Zhou Fu selagi ia menjelaskan.
__ADS_1
Zhou Fu mengangguk-angguk mengerti sebab arah menuju pelabuhan nyatanya tak begitu sulit. Zhou Fu pun memberi salam hormat dan perpisahan pada kakek penginapan tersebut.
“Tuan muda, di mana nona muda yang bersama tuan? Apakah nona baik-baik saja?” si kakek menarik bahu Zhou Fu yang hendak berlalu pergi, matanya melihat ke segala arah tapi tak menemukan keberadaan Shen Shen di sekitar Zhou Fu.
“Kami sudah membuat janji untuk bertemu di pelabuhan, tapi aku lupa menanyakan di mana lokasi pelabuhan tersebut, hehe,” Zhou Fu menjawab dengan sedikit kebohongan. Baginya, terlalu panjang untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.
“Oh begitu rupanya, baiklah tuan muda, semoga perjalanan tuan tidak mengalami kendala apapun!”
Zhou Fu memberi jawaban dengan anggukan kecil kemudian ia berpamitan kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju ke barat tepatnya ke desa Shuiyang.
Menurut pertimbangan Zhou Fu, akan lebih baik mengikuti rombongan tiga pria tadi secara diam-diam. Dengan demikian, Zhou Fu bisa memperoleh lebih banyak informasi tentang misteri bencana yang dialami oleh keluarga Shen Shen.
Zhou Fu yakin jika tujuan pertama dari tiga pria yang membawa Shen Shen adalah pelabuhan tempat itu adalah akses satu-satunya agar mereka bisa membawa Shen Shen ke tempat yang mereka sebut sebagai markas besar. Jika Zhou Fu terburu-buru menghabisi tiga pria itu ketika masih di rumah makan, ia akan kehilangan beberapa informasi yang mungkin akan sangat berharga.
\=\=\=\=\=
Mohon bantuan untuk menaikkan performa karya dengan cara like, komen, share, dan favorit yaaa... Makasih 😊😊😊
__ADS_1