Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 53 -Jurang Neraka Part 1


__ADS_3

CH. 53 – Jurang Neraka


Langkah kaki Kuma dan berisik suara binatang-binatang malam masih menemani perjalanan Zhou Fu menuju ke sungai Juda. Sejauh Kuma melangkah, hanya jalan setapak yang sempit yang dilalui Zhou Fu dan Kuma. Zhou Fu memang menempuh jarak terdekat menuju sungai Juda melewati lereng tebing curam yang cukup jarang dilalui manusia. Dengan rute yang ia lalui sekarang, ia bisa menghemat setidaknya separuh waktu perjalanan ketimbang jika ia melewati rute normal.


Malam itu, meski bulan hanya menyumbang sedikit cahaya, Kuma cukup gesit melangkah dalam kegelapan. Hal tersebut membuktikan jika apa yang dikatakan pelayan Biro Pengawal Songho memanglah benar, Kuma adalah kuda yang cukup terlatih. Pelayan Biro Pengawal Songho tersebut dengan antusias menunjukkan kuda terbaik mereka sekaligus rute tercepat menuju ke Juda setelah ia menerima imbalan beberapa keping perak.


Rute tercepat menuju ke Juda sering disebut sebagai jalur Jurang Neraka. Selain karena derajat kemiringan jalannya yang cukup curam, beberapa kabar burung mengatakan jika Jurang Neraka memiliki kekuatan mistis yang bisa membuat seseorang mengalami kecelakaan dan kesialan. Nyatanya, tak sedikit juga kuda yang mogok berjalan ketika melewati area-area yang cukup berbahaya. Kuma merupakan satu dari sedikit kuda terpilih yang sudah teruji memiliki keberanian dalam menaklukkan Jurang Neraka.


Bahkan kabarnya, Kuma adalah kuda yang masih bisa selamat dari bencana yang pernah terjadi di tebing Jurang Neraka beberapa tahun sebelumnya. Sementara seseorang yang menunggangi Kuma, tak diketahui dengan pasti bagaimana nasibnya. Yang jelas, Kuma memilih pulang sendirian ke Biro Pengawal Songho tanpa membawa serta seorang pun.


HiiiHiiiiik…. HiiiHiiiikkkk!!!


Kuma meringkik keras seraya mengangkat dua kaki depannya, Zhou Fu mengerutkan kening ketika mendapati Kuma yang tiba-tiba memaksanya untuk berhenti. Zhou Fu pun mengamati sekeliling, ia menajamkan matanya untuk melihat apakah ada sesuatu yang mengganggu Kuma.


“Apakah ada bahaya di depan sana?” Zhou Fu bertanya pada Kuma setelah menyadari sepertinya Kuma memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bahasa manusia. Kuma menjawab dengan ringkikan yang sedikit memelan. Tetapi ia tetap tak mau melangkahkan kakinya meski Zhou Fu memintanya untuk berjalan pelan-pelan.

__ADS_1


Akhirnya, Zhou Fu terpaksa turun dari Kuma dan mencoba mengamati jalan setapak yang ada di depan mereka. Jalan itu cukup lengang dan hening. Cukup aneh sebab jalan-jalan sebelumnya suasana lereng tebing yang dilewati Zhou Fu dipenuhi dengan suara berisik serangga dan hewan-hewan malam. Sementara itu, tepat di titik Kuma berhenti suara-suara berisik binatang malam seperti ditelan kegelapan. Hanya menyisakan sebuah keheningan yang cukup ganjil.


Zhou Fu mulai menaruh kewaspadaan yang berlipat, mencoba mencari tahu bahaya apa yang sedang mengintainya di depan mata. Langkah kakinya terdengar begitu nyaring di telinga, sementara itu ia mulai merasakan jika pandangannya sedikit kabur. Sepertinya ada kabut tebal dari arah berlawanan dan kabut tersebut sedang bergerak menghampiri Zhou Fu.


“Mundur! Kembali ke sini! Cepat!!!!” Seseorang yang diikat Zhou Fu di punggung Kuma tiba-tiba terbangun dan menjerit untuk memberi peringatan kepada Zhou Fu. Ia menjerit tanpa pernah berhenti, seolah-olah ada bahaya besar yang sedang mengintai Zhou Fu.


Mendengar jeritan tersebut, Zhou Fu menoleh ke belakang dan seketika itu juga tubuhnya seperti ditarik oleh sesuatu yang tak kasat mata, tak memiliki bentuk dan tak memiliki suara. Sesuatu yang seperti gelombang kuat. Pandangan Zhou Fu semakin kabur dan ia merasa pikirannya menjadi kalut. Dalam waktu yang bersamaan, telinganya mendengar perempuan di punggung Kuma itu berteriak tanpa henti untuk memintanya kembali. Kuma pun meringkik berulang kali, sepertinya juga meminta agar Zhou Fu tak meneruskan langkah kakinya.


Penglihatan Zhou Fu menjadi gelap total, gelombang yang menarik tubuhnya ke arah berlawanan itu juga semakin kuat. Ia berjuang amat keras untuk membalikkan tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya untuk kembali kepada Kuma. Kakinya seperti mati rasa, matanya tak melihat apa-apa tetapi telinganya masih mendengar teriakan-teriakan peringatan.


***


Hiiiihiiiik!!! HiiiiiHiiik!!!


Kuma meringkik cukup keras. Ia mencoba membangunkan Zhou Fu yang kehilangan kesadaran sejak sepuluh menit yang lalu. Dan selama sepuluh menit itu juga Kuma meringkik tanpa berhenti sembari kaki-kakinya menghentak-hentak tanah. Berharap Zhou Fu segera bisa membuka matanya kembali.

__ADS_1


Kuma meringkik girang ketika Zhou Fu menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari pingsan. Zhou Fu merasakan pusing memenuhi kepalanya, ia mencoba untuk mengumpulkan kesadaran dan akhirnya berhasil. Ia tengah dalam keadaan tergeletak begitu saja di depan Kuma, tapi anehnya, matanya menangkap jika seseorang yang ada di punggung Kuma itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


“Jadi, siapa yang berteriak-teriak memberi peringatan jika gadis di punggung Kuma itu masih tak sadarkan diri?”


Zhou Fu menelan ludah beberapa kali. Nampak dengan sangat jelas jika perempuan itu masih diam dengan cukup tenang. Itu adalah untuk yang pertama kalinya dia bertemu dengan marabahaya yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehatnya sendiri. Ia juga yakin jika marabahaya yang ada di depannya itu tidaklah bersumber dari kelakuan manusia. Gelombang yang menariknya beberapa saat lalu itu adalah gelombang yang seolah datang dari suatu tempat yang menyimpan energi cukup kuat. Untuk sejenak, Zhou Fu mengambil langkah paling bijak yaitu beristirahat dan mencoba menenangkan pikirannya yang sempat dilanda kegelisahan tanpa sebab.


Kuma nampak mengusap-usapkan kepalanya ke dada Zhou Fu yang baru saja bangkit berdiri. Kuda itu sepertinya memiliki kedekatan batin dengan manusia, ia seolah sedang menenangkan Zhou Fu yang masih tak mengerti keadaan. Tak seperti Zhou Fu yang bingung, Kuma sudah pernah melihat sesuatu yang lebih mengerikan ketimbang hilangnya kesadaran Zhou Fu.


“Kuda yang baik, terima kasih,” balas Zhou Fu seraya mengusap-usap tangannya ke leher Kuma.


Sebenarnya, bahaya yang mengintai masih berada dalam radius tiga puluh meter dari tempat tersebut. Kuma sendiri awalnya berharap jika Zhou Fu akan membalikkan badan begitu merasakan hawa aneh yang mulai memancar dari tempat tersebut. Tapi, hal yang tak dipikirkan Kuma sebelumnya adalah, sesuatu tersebut ternyata cukup berminat untuk mencelakai Zhou Fu bahkan dari jarak yang cukup jauh.


Sesuatu tersebut bahkan pernah melenyapkan ratusan nyawa dalam sekali serangan. Zhou Fu cukup beruntung karena bisa lolos dari salah satu marabahaya terbesar di jalur Jurang Neraka.


***

__ADS_1


Chapternya saya bagi dua karena kepanjangan, yg ini kurang ada isinya, lanjut ke berikutnya ya...


__ADS_2