
“Apakah kau menganggap mereka telah menangkap temanmu ini?” Tuan Zhengyi mengerutkan dahi, telunjuknya mengarah tepat ke wajah sosok gadis cantik dalam lukisan, “atas dasar apa? Dan dengan tujuan apa mereka melakukan itu?”
“Sepertinya saya sudah memiliki gambaran tentang mengapa mereka melakukan ini semua,” jawab Zhou Fu dengan satu tangan mengurut dagu.
“Tentang apa?” Tuan Zhengyi bertanya lagi.
“Di surat undangan yang pertama, mereka menjelaskan dengan sangat rinci tentang urutan-urutan perjalanan yang saya lalui sebelum tiba di Caihong. Mereka mengetahui jika saya pernah berada di sekitar Dengguang, menaiki kapal Guichuan lalu menghadang rombongan pendekar Shamo yang hendak menyelundupkan tanaman beracun ke Caihong,” Zhou Fu berhenti sejenak untuk menenggak minuman, lalu ia melanjutkan kembali kalimatnya.
“Mereka juga tahu jika saya menyelamatkan warga Yimin dari kebakaran hebat. Lalu, yang terbaru lagi adalah, mereka sudah mendengar bahwa saya telah berhasil menghabisi nyawa pendekar Wei Sihao ketika berada di perbatasan Sungai Juda. Itu artinya, ada satu lokasi persinggahan saya yang tak mereka sebutkan!” ucap Zhou Fu sedikit pelan hingga membuat Tuan Zhengyi dan Feng Yaoshan terpaksa mendekatkan kepalanya ke arah Zhou Fu berada.
“Satu lokasi? Di mana?” tanya mereka bersamaan.
“Ada satu periode perjalanan yang sama sekali tak mereka sebutkan di dalam surat undangan yang pertama. Seharusnya hal itu justru terkesan janggal, dari cara mereka menunjukkan betapa mereka tahu rentetan perjalanan saya menuju ke Caihong, seharusnya mereka juga tahu bahwa saya dan Nona Shen sempat mengunjungi suatu tempat selain Dengguang, Yimin, dan Sungai Juda.”
Zhou Fu berhenti sejenak, pandangannya sedikit condong ke atas seolah ia sedang membayangkan suatu kejadian di masa lalu. Kemudian, ia melanjutkan kalimatnya lagi.
“Mereka seolah menyembunyikan hal itu di dalam surat undangan. Sepertinya, pemanggilan ini ada hubungannya dengan keberadaan saya di lokasi tersebut,” ucap Zhou Fu lagi.
“Aku masih tak mengerti,” Tuan Zhengyi menggeleng-gelengkan kepala.
“Saya khawatir saya belum bisa menjelaskan dengan gamblang, Tuan. Setidaknya itu semua masih berupa dugaan-dugaan saya. Saya menduga mereka sangat ingin tahu apa yang saya lakukan di tempat itu, untuk itulah mereka membuat seolah-olah sedang mengundang saya. Kemudian, Zhao Yunlei sengaja digunakan sebagai rencana cadangan ketika undangan mereka saya tolak. Mereka sepertinya sudah mempelajari sikap saya, jika saya tidak mungkin meninggalkan teman. Saat ini, mereka menggunakan hal tersebut sebagai kelemahan utama saya.”
“Kau yakin dengan dugaanmu? Tidakkah itu terlalu mengada-ada?” Feng Yaoshan bertanya.
“Aku yakin dengan dugaanku, tetapi ada keraguan besar di benakku saat ini. Tuan Zhengyi, bukannya saya sedang meminta Tuan untuk balas budi, tapi sepertinya saya memiliki satu permintaan kepada Tuan,” Zhou Fu menghadapkan wajahnya kepada Tuan Zhengyi.
__ADS_1
“Sebutkan permintaanmu, Anak Muda!”
“Ada kemungkinan saya akan menukar diri saya dengan kebebasan Nona Zhao. Saya harap Tuan Zhengyi bersedia untuk menampung Nona Zhao dan memastikan keselamatannya. Tolong gunakan pengaruh kekuasaan Tuan untuk melindungi gadis ini. Saya yakin pemerintah tak bisa memberi jerat hukum pada Nona Zhao jika ada Tuan yang mendekenginya.”
“Lalu, bagaimana dengan dirimu?” giliran Feng Yaoshan yang bertanya.
“Aku sudah memikirkan cara untuk meloloskan diri jika terdesak.”
Semua orang terdiam beberapa saat. Mereka awalnya tak begitu percaya pada semua informasi yang dijabarkan oleh Zhou Fu. Tetapi keseriusan Zhou Fu akhirnya telah membuat Feng Yaoshan dan Tuan Zhengyi sepakat untuk mempercayai semua yang Zhou Fu ucapkan tanpa menaruh ragu sedikit pun.
“Tunggu, jika satu tempat yang kau kunjungi itu menjadi isu sensitif bagi pemerintah kami, bukankah putriku juga akan terlibat?” Tuan Zhengyi mulai merasa khawatir.
“Ya, Tuan. Shen Shen tidak akan kaget jika kemudian ia terlibat dalam masalah ini. Hanya tinggal menunggu waktu, mungkin pemerintah juga akan memanggilnya dengan berbagai cara,” jawab Zhou Fu tanpa keraguan.
“Hei, jangan asal bicara! Bukan aku yang menyeret Shen Shen ke dalam perkara ini! Tapi sebaliknya!” Zhou Fu membela diri. Tentu saja, urusan kedatangannya ke Laut Luzon adalah sepenuhnya mengikuti ajakan Shen Shen. Dan Zhou Fu yakin, undangannya ke istana adalah berkaitan dengan kunjungannya ke tempat tersebut.
Sementara itu, menyangkut fakta tentang kemampuan Zhou Fu membaca Shufashen, Zhou Fu beranggapan pemerintah Caihong belum tentu berpikiran ke sana. Pemanggilan dirinya, menurut Zhou Fu, adalah karena kedatangan Zhou Fu ke Peradaban yang Tenggelam di Laut Luzon. Bisa jadi, pemerintah Caihong khawatir jika Zhou Fu menemukan sesuatu yang kemungkinan akan merugikan pemerintahan di Caihong. Setidaknya begitulah dugaan Zhou Fu sejauh itu.
“Apa maksudmu Shen Shen yang menyeretmu dalam masalah ini? Mengapa Shen Shen memancing masalah?” Tuan Zhengyi bertanya dengan raut wajah sangat khawatir.
“Bisa dibilang dia tidak sedang mencari masalah. Dia hanya sedang mencari kebenaran, itu saja. Ah, saya tak bisa mengatakan terlalu banyak, Tuan. Jika Tuan khawatir dengan keselamatan Nona Shen, itu artinya Tuan harus mempercayakan Shen Shen pada saya.
“Sialan, apa maksudmu?” Feng Yaoshan masih tak terima.
“Terserah apa pendapatmu, setidaknya aku sudah mengatakan hal yang paling jujur yang bisa kukatakan. Jika Shen Shen dilibatkan dalam masalah ini, maka tempat paling aman untuk dirinya adalah berada tak jauh dariku!” ucap Zhou Fu seraya berdiri dan bersiap-siap untuk pergi.
__ADS_1
“Baiklah, Tuan-tuan, saya akan segera pergi. Sampaikan salam saya untuk Nona Shen dan Nona Yang.”
Tuan Zhengyi dan Feng Yaoshan saling bertatapan sesaat, tetapi kemudian mereka berdua tak bisa berbuat ataupun berkata apa-apa lagi sebab Zhou Fu telah berpamitan. Zhou Fu bergegas pergi menerobos pesta penyambutan kedatangan Shen Shen dan Yang Zi. Ia berniat akan menyusul prajurit istana yang beberapa saat lalu telah menjemputnya.
Kuda hitam Zhou Fu dipacu dengan sangat cepat untuk menyusul sebuah rombongan yang berseragam militer Caihong. Itu adalah rombongan yang memang ditugaskan untuk menjemput Zhou Fu untuk diajak ke istana.
“Hei, lihat, itu adalah Tuan Muda Zhou. Ucapan penasehat istana memang selalu benar, lihat dia sekarang datang sendiri untuk memenuhi undangan!” seru si pemimpin rombongan ketika ia menolehkan kepala ke belakang sebab mendengar bunyi tapak kaki kuda yang dipacu dengan kecepatan maksimal.
“Tuan-tuan, aku berubah pikiran, sepertinya aku akan ikut rombongan kalian ke istana!” ucap Zhou Fu ketika ia telah berada cukup dekat dengan dua orang di baris paling depan. Mereka berdua adalah orang-orang yang beberapa saat lalu telah mendatanginya di ruang penjamuan di kediaman Tuan Zhengyi.
“Baik, Tuan Muda. Tuan Muda bisa beristirahat di dalam kereta kuda, sementara kami akan mengurus kuda hitam milik Tuan.” Jawab salah seorang dari mereka.
“Baiklah, sepertinya itu ide yang cukup baik.”
Zhou Fu menerima usulan dari dua prajurit istana tersebut. Beberapa hari terakhir ia juga belum beristirahat dengan cukup layak. Maka, ada baiknya dia beristirahat sambil mengisi ulang tenaga dalam di sepanjang perjalanan.
Ketika Zhou Fu memasuki kereta kuda, ia disambut oleh beberapa pelayan cantik yang telah berada di dalam kereta. Perempuan-perempuan tersebut adalah bagian dari fasilitas yang diberikan dalam rangka untuk membawa Zhou Fu ke istana.
Pihak istana telah memilihkan gadis-gadis muda yang cantik dan lugu, berharap tamunya akan cukup menikmati perjalanan ke istana.
“Maaf, sepertinya aku ingin sendirian saja di dalam kereta!” Zhou Fu menutup kembali tirai kereta dan meminta pengawal untuk membersihkan kereta dari para gadis.
Para pengawal segera menuruti perintah Zhou Fu, setidaknya kini mereka tahu jika pemuda itu tidak berminat dengan wanita. Itu artinya, masih ada dua kemungkinan lagi hal yang akan membuat pemuda itu berminat, satu adalah harta, dan satu lagi adalah tahta.
Sementara itu di lain tempat di waktu yang sama, di dalam sebuah ruangan, seorang gadis berkulit albino terlihat tengah menggigit-gigit ujung jarinya sendiri. Ia berharap apa yang ia khawatirkan tidak akan terjadi. Ia berharap Zhou Fu tidak akan datang ke tempat tersebut. Atau bahkan, gadis itu berharap jika Zhou Fu tidak pernah menginjakkan kaki ke Caihong.
__ADS_1