
"Kau tidak boleh mengulang kegagalanku, anak muda!” Patriark Yuan Kai menepuk pundak Zhou Fu yang masih berada dalam jangkauannya, “jika beberapa waktu lalu aku ingin kau tinggal di sini, kurasa sekarang keputusanku sedikit berubah. Kau harus melanjutkan misimu sendiri. Dan berburu Shufashen di waktu yang lebih tepat.”
“Syukurlah jika Patriark berpendapat demikian. Kembali lagi ke tujuan saya ke sini, saya membutuhkan kuda.”
“Jangan risau soal itu, aku memiliki kuda hitam yang cukup terlatih. Kau bisa membawanya tanpa harus berpikir untuk mengembalikannya. Tetapi dengan satu syarat!” Patriark Yuan Kai mencengkeram pundak Zhou Fu ketika menyebutkan kalimat terakhirnya tersebut.
“Syarat?”
“Ya. Kau tidak boleh bertarung menggunakan aura merah. Jika kau kebetulan sedang berurusan dengan pemburu orang seperti kita, dipastikan identitasmu sebagai pembaca Shufashen akan segera terbongkar. Berani berjanji?” Patriark Yuan Kai memberi peringatan.
Dalam kasus normal, seorang pemuda yang cukup berbakat sekalipun, mereka hanya akan mampu mencapai titik aura tenaga dalam biru muda. Jika ada pemuda yang melampaui batas aura biru di usia yang bahkan belum menginjak dua puluh tahun, pihak tertentu akan mencurigai jika pemuda tersebut merupakan seorang pembaca Shufashen.
“Bertarung tanpa menggunakan aura merah? Bagaimana bisa? Bukankah seorang pendekar akan bertarung sesuai dengan tingkat tenaga dalam yang mereka miliki?”
“Anak muda, sepertinya gurumu belum mengajarkan hal ini padamu. Ketahuilah, seorang pendekar bisa mengunci kekuatan mereka pada level tertentu saja. Dalam setiap kali pertarungan, kau harus bisa membereskan musuh-musuhmu dengan menggunakan aura biru. Jika memungkinkan, habisi mereka dengan menggunakan aura hijau.”
Zhou Fu diam sejenak, ia belum pernah terpikirkan akan teknik tersebut. Selama ini, ia memang selalu menggunakan tenaga dalam aura merah guna memperlancar pertarungannya.
“Mengunci aura adalah hal yang berbeda dengan menyembunyikan aura. Jika kau memilih untuk menyembunyikan aura, kau membutuhkan pasokan tenaga dalam untuk melakukannya. Itu tak akan menguntungkan posisimu dalam pertarungan. Akan lebih baik kau mempelajari teknik penguncian aura, tapi tak semua orang mampu mempelajarinya.” Ujar Patriark Yuan seraya mengeluarkan aura hijau dari dalam tubuhnya.
“Bersediakah Patriark Yuan membimbing saya?”
__ADS_1
“Aku khawatir kau akan membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk hal itu. Guruku membutuhkan setidaknya satu bulan penuh untuk mempelajari teknik tersebut sementara aku, aku mengalami peningkatan pesat yaitu hanya dalam waktu tujuh hari. Memangnya, kau bersedia berada di sini setidaknya dalam waktu satu minggu?”
“Oh saya rasa tidak, Patriark. Cukup patriark ajarkan teknik dasarnya dan saya akan berlatih sepanjang perjalanan ke Juda, bagaimana menurut Patriark?”
Patriark Yuan Kai mengerutkan alis, seingatnya ia membutuhkan waktu satu minggu penuh dengan dampingan dari gurunya untuk menyempurnakan teknik tersebut. Tetapi karena Zhou Fu menyebutkan jika ia sedikit trburu-buru, Patriark Yuan Kai menyetujui usulannya.
Maka, patriark Yuan Kai memberi pengarahan pada Zhou Fu untuk melakukan suatu teknik pernapasan yang dibarengi dengan beberapa gerakan khusus. Zhou Fu pun mulai mengambil posisi dan mencoba menerjemahkan instruksi-instruksi Patriark Yuan Kai ke dalam gerakan-gerakan.
***
“Sialan!” Patriark Yuan kai mengumpat ketika Zhou Fu bahkan bisa menguasai teknik tersebut dalam dua kali percobaan, “siapa guru yang membimbingmu selama ini, anak muda? Oh, beliau pasti seseorang yang cukup berpengalaman! Kiranya suatu saat aku ingin bertemu dengan beliau.”
“Baiklah kalau begitu. Hari sudah pagi, bersediakah kau menggendongku dan akan kuantar kau ke tempat kudaku berada?”
“Tentu, Patriark!” Zhou Fu bangkit berdiri lalu memosisikan tangannya untuk merengkuh tubuh Patriark Yuan Kai untuk ia letakkan ke gendongan punggungnya.
“Bawa aku keluar dari sini, kudaku berada di goa yang berada tepat di atas kediamanku ini!” Patriark Yuan Kai memberi instruksi dan diiyakan oleh Zhou Fu.
Begitu Patriark Yuan Kai sudah dalam posisi tergendong di punggung Zhou Fu, lelaki tersebut tersenyum kecil. Senyum itu sedikit janggal, seolah ada maksud tersembunyi yang nampak dari raut wajah Patriark Yuan Kai.
***
__ADS_1
Benar saja, ada yang tak beres dengan tubuh Patriark Yuan Kai. Setiap jengkal demi jengkal langkah yang ditempuh Zhou Fu, tubuh yang digendongnya it uterus dan terus mengalami penambahan beban berat. Hingga pada langkah ke tiga puluh, Zhou Fu merasa ia sedang menggendong beban seberat tiga ratus kilogram.
“Patriark, apa maksudnya ini?” Zhou Fu bertanya seraya mengambil napas dalam sebab ia mulai sedikit kerepotan membawa beban seberat itu.
“Pertahankan di titik aura hijau sekuat sebisamu. Kau harus banyak berlatih untuk memperkuat kekuatan fisikmu agar tak selalu bergantung level aura merah,” jawab Patriark Yuan Kai seraya menaikkan lagi beban berat tubuhnya.
Zhou Fu menggeleng-gelengkan kepala mana kala ia merasa beban di punggungnya mendadak terasa memberat dua kali lipat lagi. Hari masih cukup pagi tapi bulir-bulir keringat sudah mulai bercucuran di kening, leher, dan punggungnya.
“Oh, setelah ini jalan yang saya tempuh akan menanjak. Apakah Patriark Yuan tak berkeberatan untuk mengurangi beban berat tubuh Patriark?” Zhou Fu mencoba bernegoisasi, tak hanya keringat yang bercucuran, napasnya juga sudah mulai putus-putus.
Apa yang Patriark Yuan Kai lakukan merupakan sebuah latihan khusus untuk membuat Zhou Fu mampu bertahan dalam keadaan terdesak tanpa harus mengandalkan pasokan tenaga dalam di level aura merah. Dalam ilmu bela diri, penggunaan bantuan tenaga dalam memang sangat membantu seorang pendekar. Apalagi di titik aura merah, seorang pendekar dengan aura merah setidaknya bisa mengangkat beban 1000 kilo dengan satu tangan tanpa kesulitan berarti.
“Di tanjakan nanti, aku akan melipatgandakan lagi beban beratku. Kau mulai bersiap-siaplah sejak sekarang!” Patriark Yuan Kai tersenyum. Sesekali ia merasakan getaran jika Zhou Fu hampir saja membuka gerbang aura biru tetapi buru-buru dikunci kembali ke level hijau.
Di sisi lain, Zhou Fu mulai mengumpat dalam batin. Jika ada orang yang melihat dirinya saat itu, maka orang tersebut setidaknya akan terheran-heran melihat seorang pemuda yang keringatnya bercucuran dan napasnya terengah-engah hanya karena menggendong pria lumpuh yang bertubuh kurus.
Nyatanya, beban yang diberikan oleh Patirark Yuan Kai sejatinya adalah beban yang sebanding dengan berat sebongkah batu besar yang kemungkinan baru terangkat lima centi meter ketika diangkat oleh dua puluh pria sekaligus.
“Huh hah huh hah huh hah!!! Sial! Aku pasti kuat!” Zhou Fu menarik dan menghempaskan napas dari hidungnya dengan cukup cepat untuk memicu tubuhnya agar bersedia bertahan beberapa saat lagi hingga ia sampai pada lokasi yang disebutkan oleh Patriark Yuan Kai.
“Semangat, anak muda! Jika memungkinkan, aku akan menambah bebanmu lagi. Ha ha ha!” Patriark Yuan Kai tertawa menggoda pemuda yang mulai kesulitan menggendongnya itu.
__ADS_1