
Tabib senior itu bernama tuan Wu Quibai, seorang pria sepuh yang seluruh rambut di tubuhnya telah berwarna putih. Alis, bulu hidung serta rambut-rambut halus di tangannya juga memiliki warna putih keabu-abuan menandakan jika pria itu setidaknya telah mencapai usia yang cukup tua.
Tabib Wu meminta Zhou Fu duduk selagi dia membersihkan darah di kepala Zhou Fu. Keheningan terjadi selama beberapa saat, baru ketika tabib Wu hendak memberi jahitan di kulit kepala Zhou Fu, ia memulai sebuah pembicaraan.
“Anak muda, siapa namamu?” tanyanya dengan suara yang enak didengar telinga, lembut dan mendamaikan.
“Saya, Zhou Fu, kakek tabib…”
“Panggil saja aku dengan tabib Wu,”
“Baiklah, Tabib Wu. Sepertinya ada yang ingin tabib Wu bicarakan dengan saya?” Zhou Fu bertanya.
“Tidak keliru. Aku tidak akan bertanya mengapa terjadi sesuatu di ruang Patriark Yuan Kai. Tetapi, melihat kau masih sehat begini setelah peristiwa itu, aku harus mengatakan ini padamu,” tabib Wu menghentikan kalimatnya, ia mengambil alat-alat bedahnya yang lain karena luka di kepala Zhou Fu ternyata cukup lebar.
“Saya akan mendengar dengan baik,” Zhou Fu menjawab dengan nada yang cukup sopan.
“Begini, kami semua warga di desa Malam, segenap hati dan jiwa kami, kami sangat menyayangi Patriark Yuan Kai. Anak muda itu, oh, dia sudah kuanggap seperti darah dagingku sendiri. Dia mengalami kemalangan yang menyedihkan meski usianya masih cukup muda. Oh maksudku bukan itu,” tabib Wu seperti kesulitan memilih kata-kata.
__ADS_1
“Maksudku adalah, anak muda, tolong lepaskan Patriark Yuan Kai. Demi apapun, jangan sakiti dia,” tabib Wu memohon, proses penjahitan luka di kepala Zhou Fu telah usai, ia pun meletakkan alat-alat bedah di sebuah meja lalu tubuhnya bersujud di kaki Zhou Fu.
Zhou Fu kaget dengan tindakan tabib Wu dan langsung meminta tabib itu untuk berdiri kembali. Ia meraih pundak tabib Wu, berusaha mengangkat tubuh pria sepuh itu tetapi pria itu seolah menolak.
“Berjanjilah dulu untuk tidak melukai anakku,” tabib Wu memohon lagi. Dia bukanlah ayah biologis dari patriark Yuan Kai, tetapi ia telah bersama pria cacat itu semenjak patriark Yuan Kai masih kecil.
“Apa yang membuat tabib Wu berpikir demikian? Saya justru ingin meminta maaf karena hal ini,” Zhou Fu mengangkat lagi pundak tabib Wu dan tabib sepuh itu akhirnya bersedia berdiri. Ia membungkuk dan berterima kasih.
***
“Patriark Yuan Kai memiliki julukan pendekar Harimau Utara. Dia adalah satu dari empat pendekar muda terkuat pada zamannya. Ketika usianya baru menginjak tujuh belas tahun, ia sudah mencapai tingkat pendekar Raja dengan warna aura merah. Sebuah pencapaian yang biasanya baru dicapai seseorang ketika mereka menginjak usia 40an tahun,” tabib Wu bercerita pada Zhou Fu ketika dia sudah merasa cukup yakin jika Zhou Fu adalah orang yang baik.
“Pendekar Raja?” Zhou Fu mengernyitkan kening karena baru mendengarnya.
“Ya. Tingkatan tertinggi ke tiga dalam kasta kekuatan pendekar. Tuan muda juga memiliki aura merah. Tapi saya kurang begitu tahu di tingkatan mana tuan muda berada,” tabib Wu menjawab dengan sabar, ia melihat anak muda yang ia ajak berbicara sepertinya berasal dari suatu tempat yang bahkan tak mengenal level-level seorang pendekar.
Dalam ilmu bela diri, salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mencapai tingkatan kekuatan tertentu adalah tenaga dalam yang mereka miliki. Satu jurus yang sama jika dilakukan oleh dua pendekar yang memiliki tingkatan tenaga dalam yang berbeda maka akan menimbulkan daya rusak yang berbeda pula.
__ADS_1
Seorang pemula yang baru saja belajar ilmu bela diri biasanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mencapai dua lingkaran tenaga dalam. Sementara orang berbakat bisa mendapatkan dua kali lipat dalam kurun waktu yang sama. Dalam kenyataannya, hampir semua pendekar tak mau membuang-buang waktu mereka untuk berlatih meningkatkan tenaga dalam secara manual. Mereka akan menggunakan sumber daya atau berlatih kitab-kitab tertentu demi mencapai tingkatan tenaga dalam dengan waktu yang relatif singkat.
Pencapaian penguasaan tenaga dalam ini nantinya akan berpengaruh pada seberapa besar suatu jurus akan berdampak jika dikeluarkan. Di dunia persilatan, tingkatan penguasaan tenaga dalam dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap satu adalah pendekar-pendekar yang mampu menguasai sepuluh lingkaran tenaga dalam. Di tahap ini, seorang pendekar hanya mampu memberi dampak kurang dari 50% dari jurus yang mereka kuasai. Tubuh mereka juga tak mengeluarkan warna aura.
Di tahap dua, adalah pendekar-pendekar yang menguasai 11 hingga 20 lingkaran tenaga dalam, di tahap ini sebuah warna aura mulai muncul dari tubuh mereka. Warna yang keluar di tahap ini adalah hijau pudar. Lalu tahap tiga, yaitu rentang 21 hingga 40 lingkaran tenaga dalam dengan warna aura yang keluar adalah hijau tua. Tahap berikutnya adalah aura Biru yaitu yang memiliki rentang 41-100 lingkaran tenaga dalam.
Setidaknya, hampir separuh lebih dari pendekar-pendekar berbakat di seluruh dunia memiliki aura tenaga dalam berwarna biru, yang artinya mereka mencapai antara 41 hingga 100 lingkaran tenaga dalam. Tiga dari 12 pendekar Shamo yang pernah berpapasan dengan kapal Guichuan juga memiliki aura biru. Pendekar perempuan Rao Guohoa juga berada di aura biru, tetapi dengan warna yang cukup pekat. Sementara pendekar berbalut kain putih yang sekilas ditemui Zhou Fu ketika hendak ke laut Luzon memiliki aura abu-abu.
Tingkatan aura di atas warna biru adalah aura merah yaitu mereka yang mencapai rentang 101 hingga 200 lingkaran tenaga dalam. Titik aura merah biasanya baru akan dicapai seorang pendekar berbakat ketika usianya sudah menginjak 40an tahun. Hanya pendekar-pendekar dengan keadaan khusus yang biasanya mampu mencapai aura merah di usia sebelum 40 tahun, termasuk Zhou Fu dan Patriark Yuan Kai muda.
Di tingkatan berikutnya adalah aura berwarna abu-abu, lalu hitam, dan yang terakhir adalah putih. Namun, kabarnya, sepanjang sejarah umat manusia, seorang pendekar terkuat di seluruh jagat raya hanya mampu mencapai titik aura hitam pada level tertingginya.
Sementara itu, yang disebut sebagai tingkatan kekuatan pendekar adalah kemampuan seorang pendekar secara keseluruhan yang dipengaruhi oleh penguasaan tenaga dalam, jenis kekuatan fisik, dan campur tangan sumber daya.
Seseorang dengan penguasaan tenaga dalam di aura biru, bisa jadi level kekuatannya berada di bawah pendekar dengan aura hijau, bergantung pada seberapa besar faktor-faktor lain mendukung kekuatannya.
“Anak muda belum mendengar tentang tingkatan kekuatan pendekar?” tabib Wu bertanya pada Zhou Fu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halo, untuk kalian yg ingin membaca chapter-chapter lanjutan dari novel PBT ini kalian bisa cek ke y o u t u b e ----> iPus Channel. Di sana cerita PBT sudah sampai Chapter 64. Jika kalian merasa ada banyak novel yg hiatus atau mandek di tengah jalan, itu karena banyak dari kami para penulis yg merasa tidak sreg dengan regulasi yg dibuat Mangatoon. Mohon pengertiannya, dan karena itu juga banyak penulis yg pindah ke platform lain.