Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 26 – Kecurigaan Zhou Fu


__ADS_3

Shen Shen mengedip-kedipkan matanya ke arah Zhou Fu berulang kali. Ia ingin memberi isyarat pada Zhou Fu jika kecurigaan Zhou Fu terlalu berlebihan. Shen Shen sendiri memiliki keyakinan penuh pada Feng Yaoshan jika pria itu berada di pihaknya. Keyakinan tersebut menyangkut fakta bahwa Feng Yaoshan adalah salah satu pria yang sangat ingin menikah dengan Shen Shen. Karena itulah Shen Shen bersedia menaiki kapal Feng Yaoshan tanpa menaruh curiga sedikit pun.


Berbeda dengan Shen Shen, Zhou Fu merasa dirinya wajib untuk mencurigai semua orang. Ia memiliki janji pada dirinya sendiri untuk mengantar Shen Shen ke Caihong dengan selamat. Dengan begitu, ia bisa meyakinkan kakek Li Xian jika dirinya memang sudah benar-benar siap menghadapi dunia yang luas dan kejam.


“Saudara Zhou, nona Shen adalah teman baikku. Alasan utama aku menolongnya, tentu saja karena dia temanku, dan jika boleh jujur tentu saja karena aku mencintainya. Kurasa itu adalah alasan paling logis yang bisa kuberikan, soal hubungan Caihong dan Shamo, kurasa aku tak begitu mengerti,” meski sedikit kaget dengan pertanyaan Zhou Fu, Feng Yaoshan memberi jawaban dengan ekspresi yang cukup tenang. Sesekali ia menyesap minuman yang ada di genggaman tangannya.


Shen Shen tersipu malu mendengar jawaban jujur dari seniornya. Sesekali, Feng Yaoshan melirik ke arah Shen Shen yang tersenyum tersipu malu, pemandangan tersebut membuat Feng Yaoshan senang dan merasa lega. Sementara Zhou Fu, tentu saja ia tak bisa menerima alasan yang diberikan Feng Yaoshan. Sebab, ia bahkan tak mengerti hukum-hukum orang jatuh cinta.


“Jangan memberikan jawaban yang tak masuk akal. Keluarga ibumu adalah orang yang berpengaruh di negeri Shamo, ayahmu adalah bangsawan kelas satu di negeri Caihong, cukup aneh jika kau tak mengerti persoalan tentang kedua negerimu itu! Dan lagi, apa kepentinganmu di Dengguang?” Zhou Fu tetap ingin mengejar jawaban dari Feng Yaoshan.


Shen Shen tak tahan melihat ketidaksopanan Zhou Fu pada seniornya. Shen Shen berdiri dan menggebrakkan dua tangannya ke meja, sorot mata tajamnya tertuju pada Zhou Fu,


“Fu’er, cukup! Kau terlalu mencurigai orang yang bahkan sudah memperlakukan kita dengan sangat baik!”


“Tutup mulutmu, dan biarkan kami berbicara! Ada yang tidak beres dengan kapal ini!” Zhou Fu membalas kemarahan Shen Shen dengan gertakan yang menakutkan. Zhou Fu melepaskan aura kuat dari tubuhnya, sebuah aura yang membuat ruangan tersebut menjadi sesak dan tak nyaman untuk ditempati.

__ADS_1


Hal itu ia lakukan karena ia mulai merasakan ada getaran pendekar berilmu yang seperti sedang berada di dalam ruang penjamuan. Aura yang beberapa waktu sebelumnya benar-benar tidak ada.


Feng Yaoshan berdiri dari tempat duduknya dan segera menarik Shen Shen untuk ia dekap, Feng Yaoshan merasa perlu melakukannya karena melihat Shen Shen mulai terganggu pada aura pekat yang dilepaskan Zhou Fu. Meski merasa tak nyaman dengan tindakan Zhou Fu, Shen Shen nyatanya melepaskan dekapan Feng Yaoshan. Shen Shen menarik lengan Zhou Fu dan memohon padanya,


“Fu’er, baiklah aku percaya pada instingmu. Berhenti membuat kami tak nyaman, aku memilih untuk berada di pihakmu,” Shen Shen segera sadar jika Zhou Fu adalah orang yang selalu berpihak pada keselamatannya.


Zhou Fu tersenyum tipis, ia menghentikan intimidasi auranya lalu mendekati Feng Yaoshan dengan perlahan. Feng Yaoshan berjalan mundur pelan-pelan hingga punggungnya menabrak sebuah tiang. Ekspresi Feng Yaoshan yang awalnya tenang, kini terlihat sedikit gugup dan khawatir.


“Benar dugaanku, getaran ini berasal dari kekuatan yang kau sembunyikan! Kau harus menjelaskan alasanmu menyembunyikan ilmu bela dirimu, tuang bangsawan!” Zhou Fu menyeringai ke arah Feng Yaoshan.


Feng Yaoshan hanya berhasil menyembunyikan ilmu bela dirinya kurang lebih setengah jam, sementara Zhou Fu pernah berhasil melakukannya selama satu hari penuh ketika masih berlatih di pulau Youhi.


“Saudara Zhou mungkin sedikit salah paham, aku melakukan semuanya agar saudara Zhou tak menaruh curiga dan bersedia menaiki kapal ini. Percayalah, tujuan kita sama. Mengantar nona Shen kembali ke Caihong,” jawab Feng Yaoshan dengan sedikit gugup begitu mendapati Zhou Fu bahkan tak berkedip memandangi wajahnya.


Di lain sisi, Shen Shen masih berharap jika kecurigaan Zhou Fu keliru. Bagaimanapun ia sudah mengenal Feng Yaoshan cukup lama, dan pria itu memang benar-benar menaruh hati padanya. Tapi, Shen Shen tak memiliki alasan untuk tak mempercayai Zhou Fu, jika Zhou Fu memintanya untuk turun dari kapal, Shen Shen yakin ia akan mengikuti ucapan Zhou Fu.

__ADS_1


“Apakah kapalmu saat ini sedang dikawal?” Zhou Fu bertanya menyelidik begitu ada getaran lain yang mulai bersusulan. Jika tak salah hitung, setidaknya ada sepuluh pendekar yang sedang berada cukup dekat dengan kapal milik Feng Yaoshan tersebut.


Mendengar pertanyaan Zhou Fu, Feng Yaoshan semakin khawatir sebab remaja di depannya tersebut nyatanya bisa mengetahui keberadaan lawan tanpa melihat secara langsung. Ia pun mencoba untuk melirik Shen Shen dan berusaha untuk mendapat dukungan dari perempuan tersebut.


Sebagai bangsawan kelas satu, Feng Yaoshan tak pernah sekalipun deperlakukan tak menyenangkan seperti itu. Apalagi, perlakuan tak menyenangkan tersebut disaksikan langsung oleh Shen Shen, gadis yang ia sukai selama ini. Jika saja pengawal-pengawalnya melihat secara langsung kejadian tersebut, tentu pertempuran akan terjadi. Sayangnya, sepertinya pengawal Feng Yaoshan tak memiliki kemampuan seperti Zhou Fu, yang bisa merasakan pergerakan musuh meski tak melihat secara langsung.


“Nona Shen, tolong beri pengertian pada saudara Zhou agar berhenti mencurigaiku. Kurasa ini semua hanya salah paham,” Feng Yaoshan melirik kembali ke arah Shen Shen yang berdiri dengan kikuk di samping meja penjamuan.


“Senior Feng, tolong jawablah semua pertanyaan dari Zhou Fu. Jika semua ini memang salah paham, Zhou Fu pasti akan meminta maaf pada senior Feng atas kesalahpahaman ini,” jawab Shen Shen kebingungan. Jika sudah memutuskan untuk berbuat sesuatu, Zhou Fu memang tak bisa dicegah. Ia bahkan tak peduli jika lawannya adalah seorang bangsawan kelas satu, yang artinya jika Zhou Fu berbuat macam-macam pada Feng Yaoshan, nama Zhou Fu akan terpampang di papan besar Caihong dan menjadi salah satu orang yang akan diberi label harga untuk kepalanya.


“Bagaimana, apakah kekhawatiran tuan bangsawan ini menunjukkan jika kecurigaanku benar?” Zhou Fu mulai mencengkeram pakaian Feng Yaoshan karena merasa yakin jika pria itu memiliki maksud yang tidak baik.


\=\=\=\=\=\=


Chapter selanjutnya akan segera menyusul yessss….

__ADS_1


 


__ADS_2