
---- Bab ini hanya tampil semingguan ya, setelah seminggu kemungkinan akan saya hapus, jika mau lihat lanjutannya, bisa cek yutub iPus Channel atau di aplikasi G00dN0vel------
___________________________________
“Tuan Muda, kita telah sampai di istana,” ucap seorang prajurit Caihong seraya membuka tirai kelambu kereta kuda. Kereta itu berhenti di pelataran yang menghadap ke sebuah bangunan besar.
“Baik. Terima kasih,” Zhou Fu membuka matanya setelah sepanjang perjalanan hanya duduk bersila dengan mata terpejam.
“Seorang pengawal akan menjemput Tuan Muda dan mengantarkan Tuan ke ruang pertemuan. Saya pamit undur diri,” tukasnya sembari membungkuk mundur beberapa langkah ke belakang. Para iring-iringan prajurit yang mengantar Zhou Fu ke pelataran itu pun kini mulai membubarkan diri dan meninggalkan Zhou Fu sendiri yang terperangah memandang bangunan istana.
Zhou Fu menolehkan kepalanya pada sebentuk bangunan yang cukup tinggi dan besar. Bangunan yang harus dilewati dengan perjalanan panjang melewati berratus-ratus anak tangga. Tetapi, bukan kemegahan bangunan itu yang membuat pandangan Zhou Fu terhipnotis. Ada sebuah detail dari bagian bangunan itu yang membuatnya merasa aneh.
Zhou Fu sempat kaget karena melihat sebuah arca yang tak asing di penglihatannya. Sebuah arca berbentuk kepala singa dengan hiasan-hiasan bunga teratai di atasnya. Arca itu tergantung megah di ujung bangunan di atas sana. Itu adalah bentuk arca yang sama persis dengan Paviliun Bunga Teratai yang ada di dalam Peradaban yang Tenggelam di Laut Luzon.
Zhou Fu berusaha untuk menutupi kekagetannya. Ia bersikap cukup santai bahkan ketika sorot matanya sedang mencuri-curi pandang pada gigi gerigi kepala singa. Menerka-nerka apakah kepala singa itu juga memiliki gulungan rahasia di dalamnya.
“Tuan Muda, mari ikut dengan saya,” tutur seorang pengawal pria yang berusia sekitar empat puluhan tahun. Pria itu ditugaskan untuk menjemput dan mengantar Zhou Fu ke ruang pertemuan.
Zhou Fu mengangguk dan mulai berjalan menjajaki anak tangga. Deretan anak tangga itu menyorotkan sinar yang sedikit menyilaukan mata. Ya, hari masih pagi kala itu sehingga membuat bangunan yang menghadap ke timur itu menjadi berkilau-kilau terpantul sorotan matahari. Patung kepala singa yang berhiaskan bunga teratai juga terlihat sangat bersinar ketika diterpa sinar matahari pagi.
“Maaf, kalau boleh tahu, siapa saja yang harus saya temui dalam pertemuan ini, Paman?” tanya Zhou Fu yang penasaran.
__ADS_1
“Ehm, soal itu, nanti Tuan Muda akan mengetahui. Yang jelas, Tuan akan bertemu dengan keluarga istana. Itu adalah pengalaman langka dan Tuan Muda cukup beruntung karena tak semua orang bisa diundang langsung oleh keluarga istana.”
Mendengar jawaban dari pengawal tersebut, Zhou Fu yakin jika pengawal itu tidak mengerti apa-apa tentang maksud di balik undangan pemerintah untuk dirinya.
“Apakah sudah ada banyak orang yang sebelumnya pernah diundang keluarga istana?” tanya Zhou Fu menimpali.
“Ah, ya… Ada beberapa yang diundang, tapi tidak banyak, Tuan Muda. Cukup jarang istana menerima tamu di luar keluarga bangsawan kelas satu. Dan patut saya acungi jempol, Tuan adalah tamu termuda yang pernah diundang istana dalam sejarah!” ujar si pengawal sembari memberi senyum hormat dan bangga.
“Oh, begitu? Lalu, bagaimana setelahnya? Apakah tamu-tamu itu kemudian menjadi orang penting di dalam istana?” tanya Zhou Fu memancing.
Pengawal itu menghentikan langkahnya, mengamati Zhou Fu dari atas ke bawah. Lalu ia seperti bersiap-siap untuk memberikan petuah.
“Maaf, mengapa paman menyebutnya sebagai keluarga yang memimpin Caihong? Apakah itu artinya mereka bukan keturunan keluarga kerajaan? Bukankah negeri ini dipimpin oleh seorang kaisar?” tanya Zhou Fu lagi, seingatnya, Patriark Yuan Kai telah banyak bercerita tentang sosok Kaisar yang memimpin istana Caihong, tapi sepertinya dari penjelasan yang diberikan oleh pengawal itu, negeri Caihong tidak dipimpin oleh seorang Kaisar tunggal.
“Mengingat Tuan Muda mendapatkan undangan khusus dari istana, sepertinya tidak mengapa jika saya bercerita tentang sesuatu,” tutur pengawal itu sambil kini mengajak Zhou Fu melangkah kembali.
“Ya, saya mendapat undangan khusus yang menyatakan bahwa keluarga istana akan mengangkat saya menjadi raja di wilayah persemakmuran Caihong. Sepertinya saya juga harus mengerti banyak hal tentang keluarga istana, bukankah tidak sopan jika saya tak tahu apa-apa soal keluarga istana, Paman?” tutur Zhou Fu sambil terus berusaha menggali informasi.
“Benarkah Tuan Muda akan diangkat sebagai Raja? Wah, itu akan menjadi berita yang menggemparkan! Seorang remaja akan memimpin suatu wilayah sebagai Raja??? Apakah saya tidak salah dengar?”
“Ya. Saya bisa menunjukkan undangan resmi milik saya kepada Paman. Itulah mengapa, Paman, sepertinya saya butuh beberapa informasi tentang keluarga istana agar saya tak melakukan kesalahan ketika pertemuan berlangsung,” ujar Zhou Fu serius.
__ADS_1
“Baik. Baik Tuan Muda. Saya dengan senang hati akan membantu Tuan Muda. Hemm…” ucap Si pengawal saraya mengurut janggut.
“Jadi?” tanya Zhou Fu lagi seolah sudah tak sabar mendengar kisah tentang si keluarga istana.
“Begini, Tuan. Kekaisaran di Caihong tidak lagi berbentuk monarki, entah sejak kapan saya tidak begitu mengerti. Sistem pemerintahan di sini dipegang oleh keluarga elit yang sudah turun-temurun memerintah wilayah Caihong. Yang menjalankan sistem pemerintahan di sini adalah keluarga istana yang berjumlah 50 orang itu. Dan uniknya, jumlah tersebut selalu sama dari tahun ke tahun.”
***
Sistem tatanan pemerintahan di Caihong adalah berbentuk Oligarki, yaitu sebuah tatanan pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh kelompok elit kecil dalam suatu wilayah tersebut. Kelompok elit yang mengusai istana Caihong merupakan sebuah keluarga yang turun-menurun telah memegang kendali atas negeri besar itu. Sayangnya, identitas tentang kelompok elit ini tak begitu diketahui warga sebab mereka memang sangat menutup diri.
Kelompok elit tersebut menjuluki diri mereka sebagai Keluarga Istana, sebagaimana mereka memang tinggal dan hidup di wilayah Istana Caihong secara turun temurun. Ketika Zhou Fu mendengar semua cerita tersebut, tubuhnya sempat merinding. Ia melihat ada sedikit celah dalam teka-teki di kepalanya.
Jika pemerintahan Caihong sebelumnya berbentuk monarki lalu berganti menjadi oligarki, maka bisa dipastikan ada yang kejanggalan di sana. Pikiran Zhou Fu terbang tak tentu arah. Ia menduga-duga apakah keluarga istana itu adalah pihak yang melakukan kudeta pada pemerintahan monarki sebelumnya?
Lalu keluarga tersebut mengganti sistem pemerintahan menjadi oligarki dan membuat keluarga mereka memiliki kekuasaan penuh atas berjalannya sistem pemerintahan? Jika iya, maka di mana sisa-sisa keluarga kerajaan yang resmi? Apakah mereka dihabisi setelah peristiwa kudeta? Atau?
Zhou Fu menggeleng-gelengkan kepala ketika sebuah pikiran aneh terbesit di kepalanya. Beruntung ia kini telah tiba di depan ruang pertemuan. Penat di kepalanya segera berganti dengan perasaan lain. Zhou Fu penasaran dengan apa yang ada di dalam ruang pertemuan itu.
“Tuan, anda bisa memasuki ruangan terlebih dahulu. Silakan tunggu beberapa saat sebelum keluarga istana dan jajaran penasihat memasuki ruangan.” Ucap pengawal tersebut seraya membungkuk hormat lalu bersiap-siap membuka pintu ruangan yang tak dijaga oleh siapapun.
Dada Zhou Fu berdetak lumayan kencang. Ia berharap akan bertemu dengan Zhao Yunlei di ruangan tersebut. Ketika Zhou Fu melihat pintu akan dibuka, ia menutup matanya sejenak, mengambil napas dan kemudian membuka mata.
__ADS_1