
Seperti biasa, author menginformasikan, kalau chapter ini sudah terupdate di noveltoon, berarti chapter 38 sudah rilis di yutub. Kalau di yutub masih blm ada, tunggu sekitar 10 menit. Selamat membaca dan menonton...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
CH. 37 - Misteri Haku
Tubuh Haku menggeliat di dalam air seperti sedang mempersiapkan diri sebelum bertarung. Kepalanya bergoyang ke kanan dan kiri begitu juga tubuh dan sirip ekornya. Sementara itu, dua pasang kaki Haku nampak sedang mencengkeram air beberapa kali, seolah sedang bersiap untuk mencabik siapa saja yang mengganggu tidur siangnya.
Gerakan-gerakan kecil yang dilakukan Haku nyatanya berdampak cukup besar, bebatuan seukuran tubuh orang dewasa berhamburan ke berbagai arah akibat terkena gelombang air yang ditimbulkan dari pergerakan Haku. Untuk beberapa saat Zhou Fu terlihat menyesuaikan diri dengan keadaan air yang sebelumnya tenang kini menjadi bergelombang.
Beberapa detik setelah Haku menggeliat, tubuhnya melesat ke arah Zhou Fu, membuat Zhou Fu mempercepat laju pergerakannya di dalam air menuju ke permukaan. Menurutnya, bertempur di kedalaman lautan sama dengan menyerahkan nyawa secara cuma-cuma. Dalam tiap-tiap kedalaman lautan memiliki tekanan berbeda-beda pada tubuh manusia.
Semakin berada di kedalaman, semakin besar tekanan air yang diberikan. Hal tersebut selain bisa memperlambat gerakan Zhou Fu, juga sekaligus menjadi celah besar baginya untuk segera bertemu kekalahan. Berenang mendekati permukaan akan membuat Zhou Fu memiliki peluang untuk bertahan lebih lama selagi ia berusaha memecahkan misteri syair Haku.
Sialan!!!
Zhou Fu mengumpat begitu jalannya menuju ke permukaan dihadang oleh Haku. Dengan tubuh sebesar itu, tak heran jika Zhou Fu sudah tertangkap oleh Haku hanya dalam sekali lesatan. Buaya panjang berkepala naga itu pun kini tengah membuka mulutnya lebar-lebar, sungut-sungut panjangnya nampak berkelok-kelok di sekitar hidung dan mulut. Sirip ekornya telah meliuk membuat lingkaran dengan maksud untuk memblokir semua langkah Zhou Fu.
Kini, Zhou Fu sedang diawasi oleh ratusan pasang mata yang melekat di sekujur tubuh Haku. Mata-mata itu terlihat seperti sedang menunjukkan tatapan kemenangan yang telak sebab mangsanya bahkan kalah sebelum berhasil menyerang. Tapi, bukan Zhou Fu namanya kalau menyerah begitu saja.
Zhou Fu pernah mengalahkan ikan paus raksasa ketika masih bocah. Waktu itu, ia membiarkan tubuhnya tertelan mamalia laut sebab menyerang dari dalam tubuh musuh akan langsung bisa mengenai bagian-bagian penting dari tubuh makhluk tersebut.
Kali ini, sepertinya Zhou Fu ingin melakukan hal yang sama, hanya saja ia segera teringat satu hal. Haku jelas berbeda dengan ikan paus. Haku memiliki taring-taring runcing dan besar sementara paus yang menelan Zhou Fu semasa kecil adalah jenis paus tak bergigi. Bisa saja, Zhou Fu remuk menjadi remah-remah daging sebelum berhasil menghajar tubuh Haku dari dalam.
Dalam detik-detik Haku akan melahap tubuh Zhou Fu bulat-bulat, Zhou Fu menyalurkan tenaga dalam di tangannya, bersiap-siap untuk menghajar beberapa mata yang menatapnya dengan tatapan meledek. Satu pukulan dari jurus pukulan tanpa bayangan, bisa saja membuat beberapa mata dari Haku akan mengalami kerusakan. Tentu itu akan menyakitkan.
Pukulan tanpa bayangan!!!
Zhou Fu menghantamkan kepalan tangannya ke salah satu mata Haku yang berada di bagian perut.
__ADS_1
BUUGGGG!!!!
Darah mengucur dengan sangat deras. Tapi bukan dari mata Haku yang terluka, melainkan punggung tangan Zhou Fu yang baru saja memberi pukulan. Itu adalah untuk yang pertama kalinya Zhou Fu justru mengalami pendarahan ketika memberikan serangan. Jelas saja Haku bukanlah makhluk sembarangan!
Sialan!!! Bagaimana bisa begitu!
Zhou Fu mengaduh sembari memegangi punggung tangannya yang terluka. Ia sama sekali tak mengira jika sisik mata Haku ketika terpejam ternyata memikili permukaan yang keras sekeras baja dan tajam setajam pedang. Sisik-sisik itu memiliki duri-duri kecil yang bisa melukai siapa saja yang menyerangnya. Haku memejamkan mata-mata di sisik ketika hantaman pukulan Zhou Fu mendarat.
Baiklah! Percobaan pertama memang tak selalu harus berhasil!
Zhou Fu mengibaskan tangannya yang berdarah, lantas menghentakkan dua tangannya ke bawah secara bersamaan. Hal tersebut membuat tubuh Zhou Fu melesat ke bawah seperti peluru. Itu adalah gerakan yang tak dipikirkan oleh Haku. Haku marah karena mangsanya lepas dari kontrolnya.
Sementara itu, Zhou Fu memanfaatkan tubuhnya yang bebas dari lingkaran tubuh Haku untuk melancarkan serangan dari segala sisi. Zhou Fu mencoba melukai Haku dengans serangan tenaga dalam agar tangannya tak bersentuhan langsung dengan sisik Haku yang bergerigi.
Setelah beberapa kali serangan Zhou Fu mengenai sela-sela sisik yang tak berduri, Haku membuka ratusan pasang mata sisiknya. Haku sepertinya ingin mengawasi gerak-gerik Zhou Fu yang lincah. Benar saja, begitu semua pasang mata Haku terbuka kembali, Zhou Fu sama sekali tak memiliki kesempatan untuk menyerang.
Haku seperti melemparkan senyum mengejek ketika melihat Zhou Fu yang seperti sudah kehabisan akal untuk menghadapinya. Taring-taring di mulutnya menyeringai mendapati musuhnya akan kalah telak. Tepat ketika Zhou Fu sedang berusaha mengumpulkan tenaga, tubuh Haku telah meliuk di sekitar Zhou Fu hingga membuat ruang gerak Zhou Fu semakin sempit. Mata Haku pada bagian sisik-sisiknya dibiarkan menutup seluruhnya, mungkin Haku ingin meremas tubuh Zhou Fu dengan lilitan tubuhnya yang bergerigi.
Aku belum selesai! Bajing*n!
Zhou Fu mengalirkan tenaga dalam ke sekujur tubuhnya, ia juga mengeluarkan aura panas yang jika dikeluarkan di darat akan membuat musuh seolah bernapas dengan asap panas. Ketika aura panas itu dialirkan dari tubuh Zhou Fu, air-air di sekitar tubuh Zhou Fu mulai menunjukkan peningkatan suhu.
Zhou Fu meningkatkan aura panas tiga kali lipat dari sebelumnya untuk melihat apakah Haku bereaksi. Benar saja, Haku memberi reaksi, tetapi hanya sedikit geliatan yang tak berarti.
Oh… Begitu rupanya!!!
Zhou Fu menyunggingkan senyum kemenangan ketika ia melihat sesuatu yang ada di sirip-sirip kaki Haku. Sesuatu tersebut baru terlihat oleh mata Zhou Fu ketika Haku meliuk menggeliat karena merasakan panasnya air yang dialiri aura.
Kakek Li Xian salah tentang syair Haku! Jelas tak ada hubungannya!!!
__ADS_1
Zhou Fu membatin sembari melesatkan tubuhnya sedikit ke atas untuk berhadapan langsung dengan kepala Haku. Tangan kanan Zhou Fu pun dengan sigap mencabut salah satu sungut Haku yang berada di bagian kiri bawah hidung. Ternyata, mencabut bulu besar di tubuh Haku juga tak semudah perkiraannya. Haku Meraung sembari mengombang-ambingkan tubuh Zhou Fu lewat gelengan kepalanya.
Zhou Fu mencoba untuk tetap menggenggam sungut Haku, kali ini dengan dua tangan. Sekuat tenaga ia menarik sungut tersebut meski tubuhnya sedang terombang-ambing. Sesaat setelah Zhou Fu berhasil menyeimbangkan tubuhnya, ia menjejakkan kakinya tepat ke hidung Haku sekaligus menarik sungut Haku kuat-kuat. Beberapa detik kemudian, sungut itu tercabut dari tempatnya berada.
Haku meraung dengan raungan cukup keras ketika satu sungutnya tercabut. Tubuhnya berjingkat karena terkejut dan kesakitan. Sisik-sisik matanya berkelap-kelip menunjukkan perasaannya yang tak nyaman. Akibat dari auman dan hentakan tubuh Haku yang tiba-tiba itu, Zhou Fu pun terhempas cukup jauh. Air bergelombang dari bawah laut tembus ke permukaan laut. Kejadian tersebut setara dengan gempa dahsyat jika terjadi di darat.
Haku memang memiliki dua sungut terpanjang diantara sungut-sungut lainnya. Sungut panjang itu terletak di bagian bawah hidung Haku di kanan dan kiri. Jika yang kanan yang dicabut, Haku akan mati. Jika yang dicabut adalah sungut yang kiri, Haku akan jinak.
Benar saja, setelah sungut Haku tercabut, Haku menampakkan sorot mata yang berbeda. Haku menunjukkan sikap seolah ia adalah binatang peliharaan yang ingin dimanjakan oleh tuannya. Haku yang tadinya memiliki sorot mata garang, kini berubah menjadi sorot mata indah yang menggemaskan. Tubuhnya meliuk-liuk pelan dan kepalanya bergoyang-goyang seperti memohon untuk dielus-elus oleh seseorang.
Zhou Fu yang terhempas ke reruntuhan nampak mulai menyunggingkan senyum kemenangan. Shen Shen yang bersembunyi dari balik bebatuan besar, terlihat berenang secepat mungkin untuk mendekat pada Zhou Fu.
Bagaimana bisa begitu???
Kening Shen Shen berkerut menanyakan keanehan yang terjadi pada Haku, sekaligus bagaimana bisa Zhou Fu mengetahui kelemahan Haku.
Zhou Fu bangkit dari reruntuhan sembari menggaruk-garuk rambutnya yang basah. Ia juga menggeleng bingung sembari mengangkat dua tangannya bersamaan.
Aku juga tak begitu yakin dengan yang kulihat, tetapi, sudahlah nanti kuceritakan. Yang terpenting, Haku bukan lagi menjadi masalah!
Zhou Fu menjelaskan dengan sebisanya, berharap Shen Shen tak lagi menanyainya soal misteri Haku yang terpecahkan. Sebab, kejadiannya memang begitu singkat, dan Zhou Fu masih memikirkan dengan dalam, apa yang barusan ia lihat di sirip kaki Haku. Bagaimana bisa hal tersebut ada di kaki Haku. Setidaknya, sesuatu yang ada di kaki Haku itu akan Zhou Fu ceritakan dengan lengkap pada kakek Li Xian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Anggap aja ini Haku ya... Tapi sisiknya berbentuk mata, kepalanya perpaduan antara buaya dan naga, kakinya berbentuk cakar bersirip, dan tinggalnya di dalam laut.
__ADS_1