
Siluet hitam seekor binatang raksasa mendekat ke arah kapal Guichuan yang bersandar di perairan dangkal. Shen Shen terlihat beberapa kali mendongakkan kepala ke atas untuk membuat air di pelupuk matanya tidak terjatuh. Rasanya tak sepadan sekali jika dia harus khawatir berlebihan kepada orang yang saat ini berteriak-teriak dengan lantang dan riang.
Kapal Guichuan bergoyang-goyang seiring dengan mendekatnya Haku ke arah kapal. Membuat Shen Shen mencengkeram dengan erat balok kayu di tepian kapal. Ketika guncangan yang ditimbulkan dari raksasa Haku semakin kuat, Shen Shen berteriak sekencang mungkin pada Zhou Fu untuk memperingatkan.
“Jangan terlalu bersemangat! Guncangan dari hewan peliharaan barumu itu bisa membalikkan kapal kau tahu!!!” Teriak Shen Shen keras.
“Begitukah? Baiklah, Haku.... Pelankan gerakanmu…” Teriak Zhou Fu merespon peringatan dari Shen Shen, Haku yang menerima perintah dan isyarat dari Zhou Fu langsung berhenti sejenak dan hampir membuat beberapa temuan Zhou Fu terjatuh ke laut. Beruntung Zhou Fu berhasil mengumpulkan semuanya lagi.
“Ah… Hampir saja aku kehilangan yang ini!” Zhou Fu merengkuh salah satu temuan yang paling membuatnya penasaran, ia mendapatkannya di sebuah labirin batu di lapisan bawah tanah reruntuhan kuno.
Shen Shen sedikit-sedikit mulai bisa melihat tubuh Zhou Fu di bawah redupnya cahaya rembulan malam. Bulu kuduk Shen Shen mendadak merinding seketika begitu melihat penampakan yang ada di pelupuk matanya. Ia menggigit bibirnya sendiri karena tak tahu harus memberi respon seperti apa pada Zhou Fu.
Pemuda itu, yang berteriak-teriak dengan riang gembira itu, nyatanya tubuhnya dipenuhi dengan luka-luka penuh darah. Pakaiannya compang-camping, beberapa tubuhnya yang tak terbalut pakaian terlihat kebiru-biruan karena memar. Tepat di pundak kiri Zhou Fu, ada sebatang patahan anak panah yang masih menancap di dagingnya.
Kepala Shen Shen menggeleng-geleng perlahan, ia menggigit bibirnya dengan lebih kuat lagi sebelum akhirnya berteriak.
“Dasar bodoh! Mengapa kau justru terlihat senang selagi keadaanmu cukup buruk??!!! Kalau harus mulai belajar untuk menyerah pada sesuatu! Lihat tubuhmu! Lihat keadaanmu! Kau bahkan seperti mayat yang bisa berbicara!!!” Shen Shen merasa sangat marah, tapi tak begitu memahami mengapa ia bisa semarah itu.
Zhou Fu yang mendengar ocehan Shen Shen justru tertawa terbahak-bahak, “mayat berbicara, katamu? Hahaha bernarkah? Ah, aku ingin segera melihat pantulan tubuhku di cermin kalau begitu!” sahut Zhou Fu sembari matanya berkeliling mengamati jengkal demi jengkal tubuhnya. Ya, keadaannya memang sedang buruk.
Happ!!!
Zhou Fu melompat ke kapal dengan membawa beberapa benda yang ia temukan, sebenarnya masih ada lagi beberapa temuannya yang saat itu berada di kepala Haku. Tapi Zhou Fu mengurungkan niatnya ketika melihat Shen Shen ternyata menangis dengan wajah yang marah.
“Hei, apakah penampakan mayat berbicara itu mengganggumu? Kalau iya, cepatlah masuk ke dalam, aku bisa mengurus ini semua sendirian,” ujar Zhou Fu dengan kepala ia miringkan ke bawah untuk mengintip wajah Shen Shen yang sembab.
Dua tangan Shen Shen menyeka matanya seketika, lalu ia memukul-mukul pundak Zhou Fu beberapa kali dengan marah, “lain kali, kau harus lebih kuat lagi supaya tak berakhir seperti mayat hidup begini!” celetuk Shen Shen dengan geram.
__ADS_1
“Tenang, aku pastikan ini adalah keadaan burukku yang terakhir. Ah, lagipula aku tak merasa menderita,” sahut Zhou Fu dengan sedikit senyum kecil karena teringat pengalaman berhari-harinya di dalam ruangan rahasia bawah laut Luzon.
***
Malam sudah semakin larut ketika Zhou Fu sudah memindahkan harta karun dan aneka temuannya dari kepala Haku. Ada pedang pusaka, kitab kuno, diadem naga perak, dan beberapa benda berharga lain berhasil ia dapatkan dari labirin kuno bawah laut Luzon. Ia pun memberi salam terima kasih pada Haku dan memintanya untuk kembali ke lautan lepas. Haku nampak menggeleng-gelengkan kepala pelan, ia sepertinya tak menyukai perpisahannya dengan teman barunya itu.
“Tenang, lain waktu aku akan mengunjungimu. Kau akan diburu banyak pendekar jika menampakkan diri! Tetaplah tinggal di dalam lautan!” Zhou Fu menjelaskan sembari melakukan beberapa gerakan tangan dan kepala, ia seperti sudah memiliki ikatan batin dengan monster laut itu.
Haku pun mengangguk dengan terpaksa, matanya menjadi kuyu. Perlahan-lahan ia menenggelamkan kepalanya ke dalam lautan, sebelum akhirnya seluruh kepalanya hilang dari pandangan. Bibir Zhou Fu menyunggingkan sedikit senyum untuk mengakhiri perpisahannya dengan Haku.
Beberapa detik berselang, kapal Guichuan terguncang dengan cukup kuat. Kepala Haku menyeruak ke permukaan. Matanya berkedip-kedip seolah meminta Zhou Fu untuk mengizinkannya menemani perjalanan Zhou Fu sebentar.
Zhou Fu mengangguk mengizinkan. Pada larut malam itu, kapal Guichuan menarik jangkarnya dan mulai berlayar ke arah negeri Caihong dengan ditemani gemerlap cahaya yang ditimbulkan dari sisik mata Haku. Haku seperti sedang ingin memberikan pertunjukan terakhirnya pada Zhou Fu dan Shen Shen. Setelah dirasa cukup jauh, Zhou Fu meminta Haku untuk pergi dan makhluk itu akhirnya benar-benar bersedia berpisah.
***
Zhou Fu memejamkan matanya perlahan, ia mengingat kembali sesuatu yang ada di kaki Haku. Menurutnya, itu adalah sebuah rahasia yang hanya akan ia tuturkan pada kakek Li Xian. Sepertinya misteri tentang Haku memang harus dijaga kerahasiaannya, dan Shen Shen bukanlah orang yang akan ia tunjukkan rahasia tersebut.
“Ganti pertanyaan lain!” sergah Zhou Fu singkat.
Shen Shen menghela napas panjang, sedikit marah dan kecewa, “baiklah, pertanyaan selanjutnya. Apa isi peti hitam di mulut singa ketiga? Apakah isi peti tersebut yang membawamu hingga menemukan beragam harta karun itu?” Shen Shen berucap sembari menunjuk temuan-temuan Zhou Fu yang semuanya sangat berharga. Kalau saja keadaan Zhou Fu baik-baik saja, tentu Shen Shen akan sangat antusias mengamati aneka temuan di peradaban yang tenggelam itu, lebih-lebih, ia sebenarnya cukup tertarik dengan sampul kitab kuno yang didapatkan Zhou Fu.
“Ya, peti hitam itu berisi sebuah peta bawah tanah. Untung bentuknya sangat jelas dan tak begitu memuat tulisan, hehe! Kau tahu, ada lokasi tersembunyi di sana!” Zhou Fu berkata sambil sedikit memelankan suaranya.
Berceritalah Zhou Fu jika di sekitar reruntuhan kuno, ada sebuah lokasi yang membawanya ke tempat yang cukup asing, yaitu sungai air tawar di dalam lautan. Entah sungai, entah danau, yang jelas Haku yang berukuran 100 kaki bisa berenang dengan leluasa di sungai tersebut.
Itu adalah untuk pertama kalinya Zhou Fu menyaksikan dua perairan yang berbeda sedang saling tumpang tindih dan tak menunjukkan gejala percampuran. Dan, sungai itulah yang kemudian membawa Zhou Fu kepada sebuah labirin batu kuno yang menyimpan cukup banyak perangkap di dalamnya.
__ADS_1
“Kau tahu, ada sebuah pintu di dalam sungai bawah laut itu. Pintu yang hanya bisa kumasuki. Ketika aku masuk ke dalamnya, itu adalah sebuah bangunan aneh berbentuk bebatuan tinggi yang memiliki ruang-ruang sempit di dalamnya. Itu adalah labirin yang menyimpan seribu jebakan mengerikan yang siap mengancam nyawa,”
“Jebakan? Haku sebesar itu kau bisa mengalahkan, mengapa jebakan di dalam labirin bisa membuatmu terluka begini parah?” Shen Shen mengerutkan kening.
“Itulah menariknya!” Zhou Fu menghentikan tangan Shen Shen yang menaburkan tumbukan obat di pundaknya yang berdarah. Shen Shen pun diam memerhatikan.
“Kau tahu, tenaga dalamku hilang seketika seiring dengan masuknya tubuhku ke labirin tersebut. Aku tak bisa mengeluarkan satu jurus pun. Aku seolah menjadi manusia tanpa ilmu bela diri sedikit pun. Oh, bahkan, hawa di sana sangat aneh. Aku merasa tubuhku seperti tertarik begitu kuat dari bawah, jangankan untuk berlari, berjalan normal saja aku harus mengerahkan tenaga. Tapi, itu adalah pengalaman dua hari pertama!” Zhou Fu menghentikan ceritanya sejenak, untuk meminum ramuan yang diulurkan Shen Shen.
“Lalu, bagaimana dengan hari-hari berikutnya?” Shen Shen bertanya tak sabar.
“Tubuhku sudah sedikit terbiasa dengan tarikan kuat dari bawah. Aku bisa berlari, kukira, tempat tersebut merupakan tempat yang cukup bagus untuk latihan kekuatan fisik! Berada di dalamnya, kita seolah sedang ditempa dengan keadaan fisik yang cukup buruk namun dibebani dengan ancaman yang mengerikan. Itu sangat menantang, dan sekaligus melelahkan haha!”
Shen Shen menepuk bahu Zhou Fu dengan keras, “ berhentilah bermain-main dengan nyawamu! Kau bahkan masih terlalu muda untuk mati. Setidaknya, kau baru boleh mati setelah aku tiba di Caihong!” celetuk Shen Shen sedikit kesal karena sudah bisa menilai Zhou Fu yang terlalu berani menantang risiko.
“Ah, dasar perempuan, kau tak akan mengerti betapa menyenangkannya menaklukkan tantangan!” tukas Zhou Fu bangga.
“Oh ya, aku menemukan sepucuk surat yang sepertinya sengaja ditinggalkan di ruang bebatuan itu. Bisakah kau membacakannya untukku?” celetuk Zhou Fu sembari mengeluarkan sebuah gulungan yang ternyata ia simpan di bawah alas kepala.
Shen Shen menerima surat itu lalu membukanya perlahan. Ia membaca pelan-pelan pesan-pesan yang tertoreh di dalamnya. Sementara itu, Zhou Fu melihat perubahan ekspresi pada wajah Shen Shen. Sepertinya isi dari surat tersebut tak begitu baik.
“Bagaimana? Apa isinya?” tanya Zhou Fu tak sabar sementara Shen Shen justru menghela napas cukup panjang. Apakah sesuatu yang buruk tertulis di sana? Zhou Fu menerka-nerka sembari menunggui Shen Shen yang tak kunjung memberi jawaban.
\=\=\=\=
Sepertinya sudah banyak yg baca chapter yang ini di yutub ya. Terima kasih...
__ADS_1