Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 55 – Penyelamatan Yang Zi


__ADS_3

Teriakan peringatan dari Zhou Fu sepertinya sudah terlambat digaungkan. Nyatanya, jarak Kuma dan kabut abu-abu itu sudah hampir tak berjarak. Yang Zi yang baru menolehkan kepala ke depan sudah tak memiliki kesempatan untuk mundur. Kekagetan menyergapnya seketika. Sekelebat kabut abu-abu menyergap Kuma dan Yang Zi, kuda itu pun meringkik dan menghentak-hentakkan kakinya ke jembatan kayu. Tubuhnya mengguncang-guncang keras sehingga tubuh gadis yang menungganginya hampir-hampir saja terjatuh ke dalam lembah neraka.


Bersamaan dengan hal tersebut, Zhou Fu juga sedang dihadang oleh gumpalan-gumpalan kabut mengerikan yang membentuk blokade sehingga ia hampir-hampir tak bisa melihat Kuma dan Yang Zi. Dalam keremang-remangan itu, Zhou Fu melihat tubuh Yang Zi yang seolah-olah mulai lunglai. Sepertinya Yang Zi sedang dalam masa hampir kehilangan kesadarannya akibat pengaruh kabut jahat lembah neraka.


“Kuma!!! Selamatkan Yang Zi! Bawa dia ke ujung jembatan sebisamu!” teriak Zhou Fu yang berlari seraya menerabas gumpalan kabut jahat dengan pedangnya. Ia mengumpat berulang kali sebab semakin ia mengejar Kuma, bukannya semakin dekat, jaraknya dengan Kuma justru terlihat semakin jauh.


“Sialan! Tempat macam apa ini! Yang Zi apa kau bisa mendengar suaraku?!” Zhou Fu berteriak mencoba memanggil Yang Zi. Tetapi perempuan itu tak merespon sedikit pun. Zhou Fu pun kembali mencoba berteriak pada Kuma, “Kuma, jangan guncangkan tubuhmu. Jaga keselamatan Yang Zi!”


Ketika Zhou Fu berteriak demikian, Kuma mendadak menghentikan hentakan kakinya. Punggungnya juga berhenti bergoyang-goyang. Kuda itu tiba-tiba menjadi seperti patung sementara Yang Zi nampak sudah terkulai tak sadarkan diri di atas punggung Kuma. Kuma menjadi sangat diam seperti membeku. Keadaan seperti menjadi aneh. Diamnya Kuma justru menjadi sesuatu yang ganjil.


“Kuma, kau mendengar perintahku?” teriak Zhou Fu yang masih berlari dan merasa jaraknya tetap sangat jauh dari Kuma dan Yang Zi.


Kuma mendengar teriakan Zhou Fu, kuda itu menolehkan kepalanya pelan-pelan ke belakang. Kuda itu menyeringai dengan gigi-gigi runcing. Matanya merah padam dengan sorot tatapannya seperti sedang menantang Zhou Fu “Siapa kau seenaknya saja menyuruhku!”


Kuda itu lebih terlihat seperti seekor siluman bengis, licik, dan penuh tipu muslihat. Seringai gigi geriginya seolah sedang menertawai Zhou Fu yang akan segera kehilangan Yang Zi. Seketika, Zhou Fu baru sadar mengapa selama ini Kuma hanya kembali ke Maundo sendirian tanpa pernah membawa serta penunggangnya.


“Kuda jahanam!!!” Zhou Fu mengumpat, ia kemudian menghentikan larinya. Yang Zi mengatakan asal seseorang tak bernapas, mereka akan aman, tetapi gadis itu justru terkulai tak sadarkan diri.


Zhou Fu menarik napas dalam berulangkali, ia memejamkan matanya cukup rapat, mencoba membuat perlawanan yang berbeda. Bernapas atau tak bernapas adalah sama saja! Bukan itu kuncinya!


Jika lari justru memperpanjang jaraknya menuju Yang Zi, ia kini diam mematung. Mencoba mengendalikan pikirannya yang dilanda kegelisahan yang membingungkan.


“Kekhawatiran membimbing manusia pada ketakutan. Ketakutan akan membuat manusia menciptakan dunia yang mengerikan.”


Sebuah kalimat lembut terdengar di kepala Zhou Fu, itu adalah kalimat yang pernah diucapkan oleh Zhou Fu sendiri ketika ia masih kecil dan dihadapkan pada bahaya-bahaya selama berlatih bersama Kakek Li Xian. Setiap kali ia merasa gelisah dan khawatir, ia segera memberi tahu dirinya jika kegelisahan hanya akan menciptakan ilusi mengerikan.


 “Jadi, begitu cara kerja kabut ini?” Zhou Fu mengangguk pelan, ia terus memejamkan matanya dan berjalan perlahan mengandalkan indera-indera selain penglihatan. Kabut itu mempengaruhi manusia bukan dengan cara merasuki ke saluran pernapasan, tetapi ia mengendalikan pikiran manusia lewat indera penglihatan.


“Pandangan yang kabur oleh kabut adalah awal mula energi buruk itu masuk dan mengambil alih pikiran sadar seseorang, aku tak akan tertipu lagi!” ujar Zhou Fu dalam batin.

__ADS_1


Kuma yang bermata merah, meringkik keras dan terdengar menghentak-hentakkan kaki ke jembatan. Zhou Fu mendengar suara ringkikan Kuma dengan cukup jelas, itu artinya jarak mereka sebenarnya tidaklah jauh. Kuma membalikkan badan, ia bersiap menyerang Zhou Fu dengan masih ditunggangi Yang Zi yang tak sadarkan diri.


“Baiklah, Kuma, sudah saatnya kau berhenti membawa manusia-manusia ke sini!” ucap Zhou Fu dan mulau bersiap meladeni serangan Kuda yang sepertinya merupakan siluman yang berhubungan baik dengan sesuatu di lembah neraka.


GGGGRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!


Suara Kuma terdengar menggelegar, dua kakinya ia hantamkan tepat di dada Zhou Fu dan menimbulkan gelombang kejut cukup keras. Meski tendangan itu dapat ditangkis Zhou Fu, nyatanya dampak dari gelombang itu telah memutuskan dua sisi tali pegangan jembatan kayu.


“Kau bisa membuat jembatan ini roboh, dasar bodoh!” gumam Zhou Fu sembari melancarkan serangan-serangan pada Kuma. Sesekali Zhou Fu mencoba mengambil Yang Zi tapi masih belum berhasil karena Kuma ternyata Kuda petarung yang cukup baik. Zhou Fu sebenarnya bisa saja menghabisi Kuma dalam waktu singkat jika gerakannya tidak terbatasi. Di atas lembah neraka itu, Zhou Fu juga harus melawan tarikan-tarikan kuat yang dilakukan oleh kabut gelap yang keluar dari dalam lembah.


Kreeeeekkkkk!!!! HiiiiHiiiikHiiiiHiiiiK!!!


Benar saja, dalam mata masih terpejam, Zhou Fu merasakan jembatan kayu yang ia pijaki sepertinya akan segera putus. Ia menajamkan pendengaran untuk menentukan ke arah mana Kuma akan terjatuh bersama Yang Zi. Kuda itu, sepertinya tetap akan selamat meski jatuh ke dalam sebab ia adalah bagian dari lembah neraka tersebut. Begitu bunyi kretak-kretek mulai mengeras, jembatan kayu pun benar-benar putus. Zhou Fu sudah bersiap siaga menarik tubuh Yang Zi dan memilih untuk merayap ke permukaan.


Happ!!!


Zhou Fu berhasil meraih tubuh Yang Zi menggunakan tangan kiri. Tangan kanannya yang masih menggenggam pedang lantas ia ayunkan pedang itu ke arah di mana tubuh Kuma berada.


“Mati kau Kuda sialan!!!”


Tubuh Zhou Fu terjungkir dengan bagian kepala di bagian bawah sebab ia menggunakan kaki kanannya untuk melilit ke tali jembatan yang putus. Dengan cara tersebut, ia tak akan jatuh ke lembah neraka.


HiiiikHiiiik!!! HiiiiikHiiiiik!!!!!


Terdengar surara Kuma meringkik kesakitan. Pedang Zhou Fu berhasil mengenai tubuh Kuma, dan akibat melancarkan serangan tersebut tubuh Zhou Fu kini terbalik sempurna. Kakinya melilit kuat tali jembatan yang mengayun keras karena menahan beban tubuhnya dan Yang Zi.


***


Matahari sudah berada tepat di atas kepala ketika sesosok tubuh seorang pria merangkak keluar dari bibir lembah neraka. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah segar sementara di bagian punggungnya terdapat seorang gadis yang berpegangan amat erat. Terlihat seseorang yang menggendongnya nampak kesulitan bernapas sebab gadis itu terlalu menekan bagian dada si pria.

__ADS_1


Setelah berhasil keluar dari bibir lembah neraka, pria itu berjalan menuju ke sebuah bongkahan batu besar di sisi lereng tebing. Ia menyandarkan satu tangan kirinya ke batu besar itu sementara tangan kanannya mengusap darah yang bercampur keringat di wajahnya.


“Sampai kapan kau akan menempel di punggungku? Hhhh….Hhhhh…Hhh!” ujar Zhou Fu terengah-engah.


“Sebentar lagi, yang tadi itu cukup mengerikan!” jawab Yang Zi. Dia memang sempat sadar ketika berada di dalam lembah neraka yang pekat. Ketika ia sadar, ia membuka mata dan menemukan pemandangan yang cukup membuatnya tak berani turun dari punggung Zhou Fu.


“Jangan karena kita sudah tidak memiliki kuda kau lantas menganggapku kuda!” Zhou Fu seraya membersihkan wajahnya dari sisa-sisa darah Kuma.


“Mengapa kau yakin kuda itu jahat? Bukankah mungkin saja ia hanya kerasukan hawa jahat? Lagipula, kau berkata ia telah memberi peringatan dalam radius 30 meter sebelum mencapai lembah neraka?” tanya Yang Zi masih dengan menempel cukup rapat di punggung Zhou Fu.


“Sepertinya dia memang tidak berencana membunuh kita semalam. Ada yang lebih menarik, dia tahu aku pergi untuk membawa pulang seseorang. Tentu mencelakai tiga orang akan lebih baik ketimbang hanya mendapat dua mangsa,” jawab Zhou Fu memaparkan pemikirannya.


“Bisa jadi, tapi bagaimana jika dia benar-benar hanya sedang dikuasai hawa jahat?” Yang Zi bertanya lagi.


“Jika dia hanya sedang dikuasai oleh hawa jahat, tentu gigi-geriginya tak berubah menjadi taring. Matanya juga tak bakal berwarna merah! Itu mustahil.”


“Jadi, cerita hebat tentang seekor kuda yang mampu selamat dari marabahaya sejatinya adalah Kuma sendiri yang menciptakan bahaya itu? Apakah dia siluman penunggu lembah neraka menurutmu?”


“Bukan! Kekuatan Kuma jauh di bawah energy jahat yang memancar dari dalam lembah itu. Mungkin kita perlu bertanya pada si ahli sejarah tentang dongeng Lembah Neraka!”


 


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kejadian di lembah neraka dalam novel ini biasa terjadi di dunia nyata. Namanya adalah residual energy. Residual Energy sederhananya adalah energy negative/jahat yang ditimbulkan dari suatu tempat yang telah merekam banyak kejadian buruk (kecelakaan maut, pembantaian, dan peristiwa-peristiwa buruk lainnya). Di tempat-tempat yang pernah menjadi lokasi suatu kejadian buruk, selalu tersimpan residual energy, berbentuk gelombang elektromagtenik yang mampu mempengaruhi pikiran sadar seseorang dan mampu membuat seseorang lengah hingga kejadian buruk terulang kembali.


Itulah mengapa kadang ada suatu lokasi yg biasa saja tetapi ternyata menjadi tempat langganan kecelakaan maut, dipastikan tempat tersebut menyimpan residual energy yang besar. Ilmu tentang residual energy bukan ilmu tahayul ya, ini ilmu science. Kesimpulannya, untuk kalian semua selalu waspada ketika melewati tempat2 yang pernah merekam kejadian buruk. Ingat Tuhan, dan tetap jaga hati agar tidak gundah atau lengah.


The last, jan lupa ampirin yutub iPus Channel ya^^

__ADS_1


Di yutube dah update chapter lanjutanya ya...



__ADS_2