
Di sebuah meja bundar di lantai dasar, rombongan Shen Shen kecuali pengawal Feng Yaoshan, sedang menikmati sajian makan siang yang telah disuguhkan pihak penginapan. Ketika hidangan di meja telah berkurang separuh, Feng Yaoshan melihat para gadis telah usai bersantap siang. Ia pun turut menghentikan kegiatan santap siangnya dan terlihat ingin memulai sebuah percakapan.
“Nona-nona yang cantik, hari ini suasana cukup indah dan cerah. Merupakan ide yang sempurna jika kita melanjutkan perjalanan ke Maundo di hari yang cerah ini. Bagaimana?”
“Ya, kurasa juga begitu. Semakin cepat kalian pulang, semakin baik untuk semuanya!” Patriark Yuan Kai menimpali, tentu ia setuju dengan gagasan Feng Yaoshan sebab itu artinya putra-putri bangsawan tersebut akan kembali pulang tanpa melibatkan Zhou Fu.
“Ya, ini adalah hari yang cukup cerah. Bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja?”
Terdengar suara yang tak asing dari arah pintu masuk penginapan, itu adalah Zhou Fu yang datang dengan senyum merekah. Seketika, para gadis bersorak bahagia menyambut kedatangan Zhou Fu sementara Feng Yaoshan dan Patriark Yuan justru tampak kecewa dengan kemunculan remaja tersebut. Selebihnya, mereka semua cukup kaget mendapati Zhou Fu telah pulih kembali dan bisa sampai ke pemukiman Bunga Persik dalam waktu yang teramat singkat.
“Fu’er! Apa yang ada di kepalamu? Bukankah aku sudah memerintahkan tabib Wu untuk memintamu kembali pulang ke asalmu?” Patriark Yuan melotot ke arah Zhou Fu. Memarahi pemuda tersebut seolah mereka berdua memiliki hubungan kekerabatan hingga salah seorang memiliki hak untuk mengatur kehidupan yang lain.
“Bagaimana bisa saya kembali tanpa menyelesaikan misi? Patriark, berhentilah mengkhawatirkan saya. Saya berjanji tak akan mengulang sejarah yang sama dengan Patriark,” Zhou Fu mendekat ke meja bundar, menempati sebuah kursi kosong dan mengambil satu buah anggur untuk dimasukkan ke mulutnya. Zhou Fu beranggapan, Patriark Yuan tak ingin kehilangan dirinya karena hanya dialah satu-satunya orang yang dikenal Patriark Yuan Kai yang berkesempatan untuk mencari Shufashen.
“Dia akan baik-baik saja, Patriark. Jangan khawatir, lagipula saya sudah berjanji untuk mengajaknya berkeliling ke perpustakaan kota. Dia berasal dari hutan, tentu dia akan sangat senang jika berjalan-jalan di kota. Iya, ‘kan?” Shen Shen bergantian menoleh ke arah Patriark Yuan lalu ke arah Zhou Fu. “Ngomog-ngomong, bagaimana kondisimu? Sudah cukup baik?” tanya Shen Shen lagi kepada Zhou Fu.
“Keadaanku? Seperti yang kalian lihat, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagipula aku hanya kurang tidur saja,” gumam Zhou Fu dengan sedikit rasa tak nyaman. Ia seperti sedikit malu mengingat beberapa hari sebelumnya tubuhnya ambruk tak sadarkan diri di tengah-tengah kericuhan di benteng Bunga Krisan.
“Kurang tidur katamu? Kuingatkan sekali lagi, Bocah. Tubuhmu lemas dan terjatuh pingsan saat teman-temanmu sibuk bertarung melawan musuh!” cecar Feng Yaoshan yang sedikit kesal melihat perhatian para gadis terfokus hanya pada Zhou Fu.
“Kakak Feng, tidak sepatutnya kakak berbicara demikian. Ingat, dia sudah banyak membantu kita!” Yang Zi melotot ke arah Feng Yaoshan.
“Hei, berani-beraninya seorang kusir kuda rendahan berbicara tak sopan padaku!” Zhou Fu menoleh dengan senyum ejekan. Di saat yang bersamaan, ia juga melepaskan aura kuat yang hanya ditujukan pada Feng Yaoshan. Membuat pemuda itu terdiam dan berkeringat dingin tanpa bisa melawan.
__ADS_1
“Bocah Sialan!” gerutu Feng Yaoshan dalam hati.
“Fu’er, pikirkan sekali lagi! Apa kau benar-benar yakin akan mengantar nona-nona ini?” Patriark Yuan Kai bertanya kembali, berharap kali ini Zhou Fu akan berubah pikiran.
“Ya, Patriark. Aku akan mengantar nona-nona ini. Lagipula aku juga sudah berjanji akan menemui seorang kawan di sana,” jawab Zhou Fu penuh keyakinan.
“Menemui teman?” Yang Zi dan Shen Shen bertanya bersamaan, mereka tak menyangka jika Zhou Fu memiliki teman bangsawan selain mereka.
“Kutebak, temanmu adalah perempuan!” Feng Yaoshan bergumam dengan sedikit lantang.
“Ya, perempuan.” Jawab Zhou Fu singkat.
“Perempuan???” kembali, Yang Zi dan Shen Shen terkaget.
“Cantik? Entahlah bagaimana mengatakannya, ia cukup enak dipandang mata.” Celetuk Zhou Fu tanpa menyadari bahwa dua gadis di depannya itu sangat tak menyukai kabar tersebut.
“Bagaimana kau mengenal gadis itu?” Shen Shen bertanya langsung pada intinya.
“Dia memberiku tumpangan ketika hendak mengejar kapal Guichuan yang membawamu pergi!”
Shen Shen dan Yang Zi terlihat senang dengan jawaban Zhou Fu sementara tidak dengan Feng Yaoshan.
“Baiklah, apa kita bisa kembali sekarang?” tanya Feng Yaoshan kemudian. Menurutnya, lebih baik mereka segera berada di lingkungan bangsawan. Dengan begitu, Zhou Fu juga akan tahu bertapa dihormatinya seorang keturunan bangsawan kelas satu.
__ADS_1
“Tunggu! Berapa hari kau akan berada di sana?” Patriark Yuan bertanya pada Zhou Fu.
“Saya? Mungkin tiga atau empat hari. Mengapa, Patriark?” tanya Zhou Fu dengan alis berkerut.
“Aku juga akan di sini memastikan kau baik-baik saja. Ingat, sebelum pulang kembalilah ke pemukiman Bunga Persik. Kita berpisah dari sini!” gumam Patriark Yuan Kai membuat semua orang yang mengelilingi meja bundar mengerutkan alis mereka juga.
“Apakah Shufashen sepenting itu bagi orang ini?” gumam Zhou Fu dalam batin. Ia bisa merasakan jika Patriark Yuan Kai seolah tak mau ada hal buruk sekecil apapun terjadi padanya. Padanya yang memiliki harapan untuk mengungkap misteri Shufashen.
“Benarkah, Patriark? Bagus, saya memiliki hadiah yang akan saya kirim dari rumah. Semoga Patriark akan menyukainya,” celetuk Yang Zi tiba-tiba. Dia memang merasa banyak berhutang budi pada warga Desa Malam sehingga ia harus setidaknya mengangsur hutang budinya itu setelah kembali ke rumah.
“Penginapan di tempat ini pastilah mahal, bukankah Patriark Yuan tak menggunakan uang?” Zhou Fu bertanya dan langsung membuat Patriark Yuan tersadar akan hal yang paling mendasar tersebut.
“Kami akan menanggungnya!” Shen Shen mengangkat tangan. Untuk seseorang yang telah banyak membantunya dan juga berjasa pada Zhou Fu, ia merasa patut untuk berbalas budi juga. Dengan begitu, setidaknya ia merasa berguna sebab dalam urusan selain uaang, Shen Shen menganggap posisinya dalam rombongan tersebut adalah beban terbesar.
“Kalian lupa ya jika ada aku di sini? Aku akan membayar lunas penginapan Patriark dan para rombongan Patriark untuk 14 hari ke depan! Anggap saja kalian sedang liburan di sini! Bukankah di tempat asal kalian, kalian tak akan mendapatkan pelayanan sebagus ini?” Feng Yaoshan mengalihkan pandangannya pada beberapa pemuda dari Desa Malam yang sedari tadi hanya diam sebab tak merasa memiliki hak untuk turut andil dalam percakapan.
Dari raut wajah mereka, mereka semua terlihat sangat gembira sebagaimana mereka belum pernah menikmati hidangan mewah selama hidup di Desa Malam yang tersembunyi. Patriark Yuan pun merasa lega dan berterima kasih pada putra-putri bangsawan yang baik hati itu.
“Jadi? Apa kita bisa berangkat sekarang?” Zhou Fu bertanya seraya mengangkat dua telapak tangannya.
Semua orang saling berpandang-pandangan sejenak. Lalu, mereka semua mengangguk bersamaan. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk berkemas sebab mereka memang tak membawa apa-apa dalam perjalanan. Zhou Fu, Feng Yaoshan, Shen Shen dan Yang Zi akan segera melanjutkan perjalanan ke gerbang Maundo siang itu juga. Meninggalkan rombongan Patriark Yuan Kai dan juga pengawal Feng Yaoshan yang masih dalam proses perawatan tabib.
Patriark Yuan melihat kepergian anak-anak muda itu dari pemukiman Bunga Persik. Ia berharap Zhou Fu tak berbuat hal bodoh ketika berada di dalam tembok raksasa. Tiga atau empat hari bukanlah waktu yang lama, meski memiliki kekhawatiran, Patriark Yuan sedikit yakin jika Zhou Fu akan baik-baik saja di sana.
__ADS_1