Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 77 – Seseorang di Dalam Kedai


__ADS_3

Perjalanan rombongan Shen Shen menuju ke pemukiman Bunga Persik bisa dibilang sangatlah mulus.  Hal tersebut tak lain tak bukan karena adanya sosok Patriark Yuan Kai di dalam rombongan tersebut. Perjalanan mereka bukannya tak menemui hambatan, nyatanya, beberapa perampok telah berencana menghandang rombongan mereka. Tetapi, tak satu pun dari mereka yang berhasil mendekati kereta kuda Feng Yaoshan.


Perampok-perampok itu terkulai tak berdaya bahkan sebelum mereka mulai menyerang rombongan Shen Shen. Yang Zi adalah orang pertama yang menyadari keanehan tersebut. Beberapa kali ia merasakan adanya sebuah pergerakan dari arah luar, tak lama setelahnya ia juga merasakan jika pergerakan-peregrakan itu mendadak terhenti dengan cukup ganjil.


“Patriark Yuan, apakah Patriark yang membereskan mereka semua?” tanya Yang Zi yang berada di dalam kereta kuda bersama Patriark Yuan Kai.


“Kau cukup jeli juga, Nona Yang,” jawab Patriark Yuan Kai singkat. Baginya, membereskan gerombolan-gerombolan perampok kecil bisa dilakukan dari jarak yang jauh.


Kekuatan jenis tersebut jarang sekali dimiliki oleh para pendekar pada umumnya. Sebab para pendekar rata-rata hanya mengandalkan tenaga dalam ketika bertarung. Sementara ilmu yang dikuasai oleh Patriark Yuan Kai tersebut merupakan jenis ilmu bela diri yang tak memerlukan penguasaan tenaga dalam sedikit pun.


Yang Zi mengangguk-anggukkan kepala takjub. Ia sendiri pernah menjadi korban dari ilmu misterius yang dimiliki oleh Patriark Yuan Kai. Kejadian tersebut adalah ketika Zhou Fu dan Patriark Yuan Kai hendak berbicara berdua. Kala itu, Yang Zi ingat jika ia tak ingin keluar dari ruangan tersebut meski Patriark Yuan Kai memerintahnya. Tetapi begitu matanya tak sengaja memandang mata Patriark Yuan, tubuhnya seolah berada di luar kendalinya.


Kekuatan Patriark Yuan Kai tersebut juga menurun pada anaknya, Yuan Jin. Awalnya, Yang Zi mengira jika Yuan Jin adalah anak biasa yang hanya menguasai beberapa ilmu bela diri. Nyatanya bocah kecil itu adalah tokoh yang paling berjasa ketika terjadi kekisruhan di benteng Bunga Krisan.


“Patriark, tanpa bantuan dari Yuan Jin, mungkin kami semua akan menjadi sanderaan sekte Sungai Utara. Kami berhutang banyak pada kalian semua, berhutang budi pada desa Malam.” Ucap Yang Zi lagi, memecah keheningan malam itu.

__ADS_1


“Berterima kasihlah pada takdir. Takdir yang membuat Yuan Jin tiba-tiba ingin berburu di sekitar benteng Bunga Krisan. Tentu Dewa sudah mengatur segalanya, mungkin Dewa juga ingin agar Zhou Fu tak lagi melanjutkan perjalanan ke Caihong.”


Kalimat terakhir terdengar tak begitu menggembirakan di telinga Yang Zi. Begitu juga di telinga Shen Shen yang sedari awal pura-pura tertidur. Semenjak berpisah dengan Zhou Fu di pintu masuk desa Malam, Shen Shen nampak murung dan sedikit bicara.


“Patriark, mengapa Patriark bersikeras untuk menyuruh Kakak Zhou pulang dan tak menginjakkan kaki ke Caihong pusat?” Yang Zi bertanya ragu-ragu.


“Dia belum cukup siap memasuki tembok raksasa Caihong. Anak itu sama saja dengan menyetorkan nyawanya sendiri jika berani menginjakkan kaki ke Caihong.”


“Patriark, apakah Patriark Yuan sedang merendahkan kemampuan Kakak Zhou? Dia bahkan berhasil mengalahkan pendekar Wei Sihao dalam waktu yang lumayan singkat. Bukankah hal itu menunjukkan tingkatan kekuatannya yang mumpuni?” Yang Zi bersikeras, ia sebenarnya belum bersedia berpisah dengan Zhou Fu.


“Nona Yang, tak butuh waktu lama bagi pemerintahmu untuk menemukan sosok pembunuh pendekar Wei. Zhou Fu akan menjadi target incaran kaisarmu yang bengis. Jika Nona Yang memiliki keberanian, Nona Yang bisa menjadi mata-mata untuk kami. Temukan siapa kaisar yang memimpin daratan Caihong. Yakinlah, kedamaian yang sebenarnya akan tercipta jika pemimpinmu tumbang!”


 “Tuan-tuan dan Nona-nona, kita sudah sampai di pemukiman Bunga Persik. Selamat menikmati keindahan pemukiman ini!” Terdengar Feng Yaoshan berteriak dari arah kemudi kereta kuda. Putra bangsawan itu memang masih ditugaskan untuk mengemudikan kuda dengan diiringi tujuh pasukan berkuda yaitu para pemuda dari desa Malam.


“Daripada menjadi putra bangsawan, sepertinya kau lebih pantas menjadi pemandu wisata, anak muda!” Patriark Yuan Kai menimpali dari dalam. Tentu saja Feng Yaoshan semakin kesal mendengar ejekan tersebut, tetapi karena yang mengejeknya adalah orang yang sangat sakti, ia sama sekali tak memberontak meski sedikit keberatan.

__ADS_1


“Ayo kita mencari penginapan, hari sudah malam dan tubuhku pegal-pegal karena duduk berhari-hari!” Shen Shen menggeliat, menunjukkan sifat aslinya yang manja dan tak mau hidup susah. Meski selalu menjadi beban, nyatanya Shen Shen memiliki kemampuan khusus yang selalu membuat semua orang tak bisa marah padanya.


“Shen Yang-ku sayang, jangan khawatir! Ada aku di sini. Dengan lencanaku ini, kita akan mendapatkan penginapan yang paling mahal sekalipun!” ucap Feng Yaoshan riang seraya menunjukkan sebuah lencana emas yang menandakan jika pemilik lencana itu adalah anggota bangsawan kelas satu.


Apa yang dikatakan Feng Yaoshan ternyata bukan bualan, setelah rombongan tersebut memasuki wilayah pemukiman bunga Persik, nyatanya Feng Yaoshan membuktikan mulut besarnya. Hanya dengan menunjukkan lencana emas itu, seorang petugas penginapan mewah langsung terlihat sibuk menyiapkan kamar-kamar yang paling bagus yang mereka miliki.


Semua orang pun mendapatkan pelayanan maksimal, termasuk pengawal Feng Yaoshan yang langsung ditangani oleh seorang tabib andalan. Ketika semua orang sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing, di saat yang bersamaan Zhou Fu sudah menempuh separuh dari perjalanan menuju ke pemukiman Bunga Persik. Ia hampir berhasil membuktikan janjinya untuk tiba di pemukiman tersebut hanya dalam waktu satu hari saja.


Benar saja, pada siang hari di hari berikutnya, sosok Zhou Fu telah tiba di pemukiman Bunga Persik. Karena pemukiman tersebut berada cukup dekat dengan gerbang Maundo, proses keluar masuk ke tempat tersebut terbilang cukup mudah. Mencari keberadaan teman-temannya di tempat tersebut pun terbilang tidak sulit sama sekali.


Hal tersebut dikarenakan hampir seluruh warga di pemukiman Bunga Persik sedang membicarakan sosok keluarga bangsawan kelas satu yang sedang singgah ke pemukiman mereka. Kabar tersebut menyebar cukup luas sebab diiringi dengan fakta bahwa keturunan bangsawan kelas satu tersebut nyatanya menjadi seorang kurir kereta kuda. Para warga tentu tak menyangka jika seorang bangsawan kelas satu tengah menjadi kurir untuk beberapa orang di dalam kereta kudanya.


Mereka pun menganggap, jika kurir dalam perjalanan tersebut adalah bangsawan kelas satu, bisa jadi para rombongannya merupakan keluarga dari sang kaisar. Itulah mengapa semenjak masuknya rombongan Feng Yaoshan ke sebuah penginapan mewah, nampak semua petugas penginapan menaruh hormat yang berlebihan pada semua orang kecuali Feng Yaoshan.


Zhou Fu terbatuk-batuk ketika mendengar kabar burung yang tersebar luas di tempat tersebut. Saat itu ia sedang mampir untuk minum di sebuah kedai sambil mengamati pemandangan di pemukiman Bunga Persik. Di saat yang bersamaan, ternyata seseorang yang tak asing juga sedang berada di kedai yang sama. Orang tersebut adalah orang yang sama dengan sosok yang bersembunyi mengamati pertarungan Zhou Fu dengan Wei Sihao. Sepertinya orang tersebut tengah ditugaskan atasannya untuk menguntit Zhou Fu hingga sejauh ini. 

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Sorry beberapa chapter ini agak membisankan keknya, tapi setelah chapter 80, konflik utamanya sudah saya singgung lagi. Kalau penasaran, bisa langsung cek yutub yah 🥰🥰🥰


__ADS_2