Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 61 – Penyerang Patriark Yuan Kai


__ADS_3

Halo, untuk kalian yg ingin membaca chapter-chapter lanjutan dari novel PBT ini kalian bisa cek ke y o u t u b e ----> iPus Channel. Di sana cerita PBT sudah sampai Chapter 64. Jika kalian merasa ada banyak novel yg hiatus atau mandek di tengah jalan, itu karena banyak dari kami para penulis yg merasa tidak sreg dengan regulasi yg dibuat Mangatoon. Mohon pengertiannya, dan karena itu juga banyak penulis yg pindah ke platform lain.


____________________________________


CH. 61 – Penyerang Patriark Yuan Kai


“Pemuda berbakat seperti tuan muda tidak mengenal tingkatan kekuatan pendekar? Oh, apakah tuan muda ini datang dari dunia lain?” Tabib Wu Quibai bertanya setengah bercanda.


“Ya, dunia saya cukup berbeda. Jangankan soal seperti itu, saya bahkan baru mengenal makhluk bernama perempuan beberapa bulan terakhir. Kiranya tuan tabib bersedia membimbing saya yang masih awam ini.”


“Haha… Benarkah demikian? Biar kutebak, tuan muda pasti sangat senang setelah mengenal perempuan. Mereka makhluk yang menggemaskan bukan?”


“Tidak juga, mereka sangat merepotkan. Daripada membahas soal perempuan, saya lebih ingin mendengar tentang tingkatan kekuatan pendekar yang tabib sebutkan beberapa saat lalu.”


Sambil menyiram tubuh Zhou Fu dengan air hangat, tabib Wu Quibai mulai berceloteh panjang lebar tentang dunia persilatan. Dalam dunia kependekaran, terdapat sembilan level kekuatan yang merupakan kemampuan secara keseluruhan seorang pendekar yang dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus.


Tingkatan pendekar paling dasar adalah pendekar kelas tiga, yang dibagi menjadi tiga tingkatan lagi yaitu awal, tengah, dan puncak. Berikutnya adalah pendekar kelas dua dan kelas satu yang juga dibagi menjadi tiga tahap. Pendekar kelas tiga, dua, dan satu ini rata-rata masih belum memiliki warna aura. Meski demikian, kekuatan mereka masih lebih unggul daripada kekuatan dua puluh manusia biasa yang digabung menjadi satu.


Di tahap berikutnya ada pendekar Mahir yang rata-rata merupakan pendekar dengan warna aura hijau terang. Mereka memiliki kekuatan setara dengan seratus kekuatan manusia biasa. Selanjutnya ada pendekar Ahli yang merupakan pendekar dengan populasi terbanyak di jagat dunia persilatan. Beberapa pemimpin sekte atau organisasi biasanya berada di tingkat pendekar Ahli.

__ADS_1


Di tingkatan berikutnya adalah pendekar Perwira, dalam satu daerah paling banyak biasanya hanya terdapat kurang dari 10% yang berada di tingkat pendekar Perwira. Jika seorang ketua sekte berada di tingkat pendekar Perwira, maka namanya akan tersohor di mana-mana.


Setelah pendekar Perwira, ada tingkatan pendekar Raja yang populasinya bisa dihitung jari di tiap-tiap wilayah. Pendekar Raja umumnya memiliki aura Merah dan memiliki ilmu meringankan tubuh yang cukup mumpuni. Mereka bisa berjalan di atas air dan melayang di udara. Jika di suatu negari terdapat pendekar di tingkatan pendekar Raja, maka namanya akan terdengar hingga ke berbagai negeri lainnya.


“Apakah tabib Wu bercanda? Saya bahkan bisa berjalan di atas lautan! Tapi lihat, tabib Wu tidak mengenal saya!” Zhou Fu memotong celotehan tabib Wu Quibai.


“Ssssst… Jangan keras-keras. Ketahuilah anak muda, kau harus menyembunyikan kemampuan-kemampuanmu itu selama berada di Caihong,” tabib Wu memelankan suaranya, “di Caihong, sering terdapat kejadian aneh di mana para pendekar-pendekar tersohor akan lenyap atau dilenyapkan oleh entah siapa.”


“Siapa saja contohnya?” Zhou Fu bertanya penasaran seraya berharap nama kakeknya disebut, sehingga ia bisa bertanya tentang riwayat seseorang yang bernama Li Xian. Dengan begitu ia bisa mengira-ngira jati dirinya lewat informasi tentang kakek Li Xian.


“Salah satu kasus hilangnya pendekar tersohor yang menggemparkan Caihong adalah kejadian yang menimpa Liu Huan.”


“Sial! Ternyata benar dugaanku. Tuan muda terkena serangan Cakar Harimau!” pekik tabib Wu Quibai tatkala telapak tangannya menemukan satu titik energi asing yang bersarang di tubuh Zhou Fu. Cakar Harimau, jika tak dikeluarkan dari tubuh seseorang, maka orang tersebut akan mengalami kelumpuhan secara perlahan dan permanen.


***


Asap mengepul cukup tebal dari dalam tempat pemandian yang dipakai oleh Zhou Fu dan tabib Wu Quibai. Setidaknya sudah lebih dari satu jam dua manusia itu berada di tempat tersebut. Dari waktu ke waktu, Zhou Fu merasakan jika tubuhnya mengalami kenaikan suhu yang terus dan terus meningkat. Sepertinya bekas jurus Cakar Harimau sudah mulai aktif menyerang tubuhnya.


Tabib Wu Quibai menggosok punggung Zhou Fu dengan gerakan memutar searah jarum jam. Sesekali gerakannya melambat dan sesekali gerakannya dipercepat.  Zhou Fu merasakan ada sesuatu yang cukup panas yang bergerak merayap dan berseliweran di dalam organ-organ tubuhnya. Hawa tersebut seperti terperangkap di suatu tempat di bagian tubuhnya dan sedang berusaha dikeluarkan oleh tabib Wu Quibai lewat gerakan tangannya yang amat hati-hati.

__ADS_1


“Fokuskan konsentrasimu tuan muda, jangan bergerak dan tetaplah tenang. Kita harus berhati-hati mengeluarkannya dari tubuhmu, jika mengenai organ pentingmu, kau bisa mengalami kecacatan fisik secara permanen,” tabib Wu Quibai memperingati Zhou Fu karena Zhou Fu sempat berjingkat sebentar tepatnya ketika hawa itu tersenggol sedikit pada ulu hatinya.


Zhou Fu mengangguk cukup pelan, berusaha agar tubuhnya tak melakukan gerakan meski cukup kecil. Awalnya ia mampu untuk tenang dan tak bergerak sedikit pun, tetapi ketika sebuah hawa panas menyenggol ulu hatinya, ia merasa dadanya seperti sedang ditembus dan ditusuk-tusuk oleh baja berapi.


“Tuan Muda Zhou adalah orang pertama yang bisa selamat dari serangan Cakar Matahari Patriark Yuan Kai. Seharusnya hal ini tak mungkin terjadi, meski sudah mencapai lingkaran tenaga dalam merah, setidaknya hanya mereka yang berada di lingkaran abu-abu atau hitam yang bisa lolos dari serangan ini,” ujar tabib Wu Quibai merasa heran, dalam teori dikatakan jika serangan Cakar Harimau bisa membuat seorang pendekar lumpuh seketika tetapi sejarah menunjukkan tak satu pun ada manusia yang selamat dari serangan jurus tersebut.


“Patriark Yuan Kai melakukannya dengan tak sengaja. Mungkin jika dia memang berniat melempar saya, beda lagi keadaannya,” Zhou Fu menjawab dengan jujur.


Ketika sebuah hentakan udara melemparkan tubuhnya, ia tahu jika itu adalah lemparan terkuat yang pernah ia terima. Kalau saja ia tak melawan dengan seluruh kekuatan, mungkin tubuhnya akan menghantam dan menembus setidaknya empat dinding goa sekaligus.


“Oh, boleh jadi begitu. Seingatku, korban-korban yang terkena jurus Cakar Matahari, mereka akan mati dalam keadaan tubuh menghitam, bibir pecah-pecah dan darah mengering. Sungguh sebuah hal yang luar biasa tuan muda masih bisa bercengkrama setelah dihantam serangan itu,” ucap tabib Wu Quibai masih dibuat kagum dan heran dengan tubuh Zhou Fu.


Sesekali tangan tabib Wu juga mencoba menemukan apakah ada rahasia khusus di tubuh Zhou Fu, tapi sepanjang penyembuhannya berjalan, ia belum menemukan kejanggalan di tubuh pemuda itu.


“Saya kira, Patriark Yuan adalah pendekar sepuh yang memiliki ilmu awet muda. Tak disangka, dia memang sakti di usianya yang masih terbilang muda. Saya jadi heran, pendekar sesakti apa yang bisa membuatnya lumpuh, Tuan Tabib?” tanya Zhou Fu penasaran.


“Tahan napas di perut dan bersiap-siaplah!” tiba-tiba tabib Wu berteriak seraya menempelkan dua telapak tangannya ke punggung Zhou Fu kuat-kuat.


Bersamaan dengan hal itu, Zhou Fu terbatuk dan memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Darah itu nampak mengeluarkan gelembung-gelembung udara ketika menyentuh tanah. Dan itulah bentuk energi cakar harimau ketika bersarang di dalam tubuh korbannya.

__ADS_1


“Syukurlah, tuan muda lolos dari ancaman cacat seumur hidup. Ah ya, soal itu… Pendekar yang telah membuat patriark kami cacat seumur hidup adalah seseorang yang bernama Li Xian. Pendekar tersebut terkenal dengan kebengisannya sepanjang hidup. Kami merasa beruntung setelah mendengar dia lenyap entah dilenyapkan sejak empat belas tahun silam,” jawab tabib Wu Quibai panjang lebar.


__ADS_2