
Shen Shen menggulung peta yang telah dibuat Feng Yaoshan dan kemudian menaruhnya ke sebuah tabung penyimpanan berwarna keemasan. Sebuah tabung khusus yang biasa dipakai untuk melindungi berkas-berkas penting dari kerusakan oleh air atau api. Hanya sedikit orang yang memiliki jenis tabung penyimpanan seperti itu. Shen Shen sengaja memintanya dari Feng Yaoshan untuk berjaga-jaga.
“Selanjutnya, ini, silakan buka dan kalian boleh mengambil semuanya,” Feng Yaoshan meraih sebuah peti yang beberapa saat lalu juga dibawakan oleh pelayannya. Peti itu berukuran sekitar 40 x 30 cm dengan ukir-ukiran naga di permukaan luarnya.
Isi dari peti tersebut, tentu saja adalah uang koin. Itu adalah permintaan Zhou Fu yang kedua setelah gambar peta wilayah. Zhou Fu meraih peti bercorak naga itu dan mendorongnya ke arah Shen Shen, ia memberi isyarat pada Shen Shen untuk membuka petinya dan memastikan apakah jumlah tersebut sudah cukup atau masih kurang.
Shen Shen berdiri sejenak untuk membuka peti bercorak naga yang berada di atas meja. Ada gembok yang mengunci peti tersebut tetapi sebuah kunci kecil masih menempel di sana. Shen Shen membuka kunci lalu melepas gemboknya agar ia bisa membuka tutup peti bercorak naga itu.
“Senior, terima kasih sebelumnya. Tak kusangka senior memiliki harta sebanyak ini meski sedang berada jauh dari Caihong,” mata Shen Shen berbinar-binar ketika membuka peti dan menemukan tumpukan koin perak dan emas di dalamnya. Shen Shen tak bisa mengira-ngira berapa jumlah uang yang ada di dalam peti tersebut karena saking banyaknya.
Feng Yaoshan menggaruk-garuk kepalanya sendiri, ia tersenyum tipis. Feng Yaoshan sebenarnya juga merasa kaget karena pelayannya justru mengambilkan peti yang memiliki isi paling banyak. Sebenarnya ada beberapa peti di ruang penyimpanan, tak semua peti diisi dengan banyak koin tetapi peti yang kini ada di tangan Shen Shen adalah peti yang memiliki isi paling banyak diantara yang lain.
“Baiklah, tutup kembali peti itu karena sekarang aku akan menagih permintaanku yang ketiga!” Zhou Fu berdiri dan memberi isyarat pada Shen Shen untuk mengikutinya. Shen Shen menutup kembali peti koinnya, ia lantas berjalan mengikuti langkah Zhou Fu yang mendekati pintu ruang jamuan.
Feng Yaoshan yang tertinggal di belakang, tampak buru-buru mengejar Zhou Fu untuk mengingatkan sesuatu.
“Saudara Zhou, ehm… Sesuai kesepatakan kita tadi, aku berhak membawa barang-barang dari kapal ini yang tidak kalian minta, kau tidak lupa bukan?” Feng Yaoshan mencoba mengingatkan Zhou Fu.
Permintaan Zhou Fu yang ketiga adalah mengambil alih kepemilikian kapal berbendera negara Shamo yang saat ini mereka naiki. Dengan kata lain, Feng Yaoshan akan diusir dari kapalnya sendiri.
Zhou Fu menghentikan langkahnya ketika Feng Yaoshan memanggilnya dari belakang. Mendengar pertanyaan dari Feng Yaoshan itu, Zhou Fu menjawab tanpa menoleh. Ia mengatakan bahwa ia tak melupakan janjinya, janji untuk membiarkan Feng Yaohsan membawa beberapa benda dari dalam kapal.
***
__ADS_1
Begitu keluar dari ruang jamuan, Shen Shen kaget karena ada beberapa pelayan dan pengawal yang sudah berdiri menunggui di depan. Meski ada banyak pengawal di depan ruang penjamuan, Zhou Fu dan Shen Shen sangat yakin jika mereka tak mendengar apapun dari dalam ruangan. Hal tersebut disebabkan karena ruang penjamuan memang didesain khusus dengan sekat-sekat yang cukup rapat dan tebal. Membuat suara manusia akan susah didengar dari luar. Hanya bunyi lonceng yang bisa menembus padatnya sekat ruang penjamuan.
Zhou Fu berdiri tepat di depan pintu bersama Shen Shen, mereka berdua menunggui Feng Yaoshan yang masih tertinggal di belakang. Sebelumnya, Zhou Fu dan Feng Yaoshan sudah membuat kesepakatan tentang perkara apa yang mereka gunakan sebagai alasan mereka berpisah di tempat itu. Terkait alasan tersebut, Feng Yaoshan memiliki kewajiban untuk menjelaskan pada pengawal-pengawalnya.
Feng Yaoshan sudah berada di bibir pintu, ia nampak berpura-pura melempar senyuman pada dua tamunya lalu berjalan lurus beberapa langkah ke depan. Semua pengawal dan pelayannya yang berjumlah sekitar dua puluh orang itu kini membungkuk memberi penghormatan.
“Dengarkan instruksiku baik-baik!” Feng Yaoshan memulai pengumumannya disambut dengan posisi siap oleh para pengawal dan pelayan.
“Ada sesuatu hal mendesak yang membuatku harus turun dari kapal ini. Salah seorang dari kalian, silakan ambil perahu kecil dan beri pesan pada kapal pengawal yang berada di belakang kapal ini. Katakan jika aku terpaksa ikut ke kapal mereka,” Feng Yaoshan menghentikan pengumumannya sejenak untuk memberi jeda. Semua pengawal dan pelayan pun terlihat saling pandang dengan keputusan Feng Yaoshan.
“Hal mendesak terjadi. Aku sendiri baru mengetahuinya beberapa saat lalu. Nona Shen terjangkit suatu penyakit yang menjadi wabah mematikan di sebuah pulau yang jauh dari sini,” Feng Yaoshan berceramah sembari mengarahkan tangannya ke arah Shen Shen dengan sangat sopan, kemudian ia beralih untuk menghadap para pengawalnya lagi.
“Demi kebaikan bersama, saudara Zhou Fu akan mengantar nona Shen ke seorang tabib kenalanku di pulau yang tak jauh dari sini. Saudara Zhou kemungkinan juga sudah terserang penyakitnya,” lanjut Feng Yaoshan.
Ketika Feng Yaoshan berkata demikian, Shen Shen melempar senyum sendu pada semua pengawal. Ia berharap wajah sendunya akan membuat orang-orang percaya jika ia sedang terjangkit suatu penyakit.
***
Satu jam telah berlalu dari perpisahan Zhou Fu dengan Feng Yaoshan. Sebelum benar-benar berpisah, Shen Shen mengatakan pada Feng Yaoshan jika ia tak memiliki hubungan spesial dengan Zhou Fu. Hal tersebut dikatakan oleh Shen Shen untuk mengikat Feng Yaoshan, membuat pria tersebut seperti masih memiliki harapan untuk bisa mendapatkan hati Shen Shen.
Jika Shen Shen memberi sedikit harapan pada Feng Yaoshan, ia yakin pria tersebut tak mungkin berniat mencelakainya, dan tetap bisa menjaga semua rahasia dengan sempurna.
Kini kapal berbendera negeri Shamo itu telah bergerak menuju ke laut Luzon. Laut luas yang memisahkan daratan Caihong dan Shamo itu nyatanya memang memiliki catatan sejarah yang unik.
__ADS_1
“Memangnya, apa yang membuatmu sangat ingin ke sana?” Zhou Fu yang sedang tiduran terlentang di dek kapal menanyai Shen Shen yang berdiri menikmati semilir angin di tepi kapal.
Shen Shen menyunggingkan sedikit senyuman, ia teringat isi buku sejarah yang pernah ia baca di perpustakaan sekolah bangsawan Caihong.
“Ada sebuah lokasi misterius di laut Luzon. Seorang pengembara terkenal pernah meninggalkan catatan harian miliknya sebelum ia mati. Catatan harian itu menyebutkan jika ada peradaban yang tenggelam di dasar lautan. Tapi, bukan itu yang terpenting,” Shen Shen menjawab sembari membenahi tatanan rambutnya yang berantakan karena diterpa angin.
“Lalu?” Zhou Fu menjawab dengan sebuah pertanyaan singkat.
“Ada sebuah harta yang dijaga di dalam sana. Buku sejarah yang lain menyebutkan jika harta tersebut adalah pusaka kuno yang keberadaannya cukup langka. Sayangnya, pusaka tersebut dijaga oleh makhluk yang ganas, setidaknya menurut buku sejarah begitu.”
“Lalu?”
“Ya, kurasa tak ada salahnya jika kita memeriksa.”
“Kita?” Zhou Fu mengerutkan kening, ia merasa Shen Shen salah bicara. Nyatanya selama ini hanya dia seorang yang terjun menghadapi masalah. Termasuk jika nanti mereka tiba di laut Luzon, Zhou Fu yakin hanya dia seorang yang akan berburu pusaka kuno yang dimaksud Shen Shen.
“Hehe… Ehm… Maksudku, bisakah aku meminta tolong agar kau bersedia mencarikan pusaka itu untukku?” Shen Shen memain-mainkan jari jemarinya sembari menunjukkan paras wajah yang manja.
Zhou Fu memandangi tingkah aneh Shen Shen lalu segera menjawab dengan suara keras.
“Tidak!”
“Kumohon… Apapun yang kau inginkan dariku, aku akan memenuhinya…”
__ADS_1
“Tak ada yang kuinginkan darimu, huahhh…” Zhou Fu menjawab dengan menguap, ia pun memiringkan tubuhnya lalu menutup mata perlahan karena mengantuk. Hal tersebut membuat Shen Shen kesal karena lagi-lagi kecantikannya tidak berguna di depan Zhou Fu.
Meski demikian, Shen Shen yakin jika Zhou Fu akan masuk ke laut Luzon dan mencarikan pusaka untuknya. Zhou Fu menyukai tantangan, dan memasuki peradaban yang tenggelam di bawah laut Luzon adalah sesuatu yang menantang.