
“Jadi, langsung saja biar tak berlama-lama. Siapa yang ada di balik semua ini?”
“Kakak, jawablah…” gumam salah seorang tabib seraya menarik-narik lengan baju tabib di sebelahnya.
Si tabib yang dipanggil kakak tersebut terlihat kebingungan untuk memulai kalimatnya. Akhirnya, ia pun mencoba bernegosiasi.
“Tuan, kematian mereka tidak akan merugikan Tuan Muda. Bahkan, kematian kami sekalipun, juga tidak akan membuat hidup Tuan menjadi lebih untung atau lebih rugi. Tidakkah sebaiknya kita berunding dengan lebih santai?” ucap si tabib dengan kedua telapak tangan menyatu, memohon agar Zhou Fu bersedia mempertimbangkan usulannya.
“Tuan-Tuan Tabib, asal kalian tahu jika saya tak sedang mencari untung atau menghindari rugi. Saya hanya ingin menuntaskan rasa penasaran di kepala saya. Tuan-tuan tabib pasti mengerti jika dikejar penasaran itu rasanya tak tertahankan! Jadi intinya, jawab saja pertanyaan saya!”
“Tidak… Jangan katakan, Kakak. Sebelum ia berjanji untuk melepaskan kita. Jangan katakan apapun!” pinta si tabib yang lebih muda seolah memperingatkan si tabib yang ia panggil dengan sebutan kakak untuk tidak tergesa-gesa mengambil langkah.
“Tuan Tabib, tidakkah kalian ingat dengan hukum tindak kejahatan yang ada di dalam wilayah Tembok Raksasa? Meski saya bukan warga Caihong, dengan relasi yang saya miliki, saya bisa membawa kasus ini ke pengadilan Caihong?” Zhou Fu melirik dua tabib itu dengan tatapan mengejek sekaligus mengancam.
Tabib-tabib itu seperti tergigit semut merah tubuhnya, mereka berjingkat kaget sekaligus ngeri. Wilayah Bangsawan Caihong menerapkan aturan khusus bagi para pelaku kejahatan di mana untuk mencegah adanya kejahatan dan memberi efek jera bagi pelaku, para pelaku kejahatan akan dihukum berikut juga dengan anggota keluarga inti mereka.
“Tuan Muda, jangan diteruskan. Saya akan berkata jujur apa adanya…” si tabib yang dipanggil kakak itu menangkis tangan tabib di sebelahnya. Ia lantas melangkah perlahan menghampiri mayat-mayat si keluarga bangsawan.
“Wilayah kebangsawanan Caihong cukup terbatas, Tuan. Ada ribuan orang di luar sana yang mendamba untuk menjadi bangsawan Caihong. Tapi lihatlah, tempat ini semakin hari semakin disesaki keluarga-keluarga bangsawan baru. Tak jarang, pengajuan pendaftaran keluarga bangsawan akan ditolak dengan alasan kepadatan penduduk. Dan, orang yang licik di luar sana bisa memesan status bangsawan Caihong dengan cara seperti ini. Menghilangkan nyawa keluarga bangsawan, untuk digantikan dengan posisi mereka,” Tabib itu menelan ludah, menanti-nanti respon apa yang akan diberikan oleh Zhou Fu.
“Lanjut…
Si tabib menghela napas, pasrah. “Biro imigrasi Caihong menerima penyelundupan calon bangsawan, tapi bukan hanya Biro Imigrasi yang terlibat. Praktik penyelundupan calon bangsawan setidaknya melibatkan beberapa pihak sekaligus, Tuan Muda.” Tambahnya sebagai jawaban dari respon singkat Zhou Fu.
“Lanjut…
__ADS_1
“Ehm… Asosiasi Naga Perak, salah satu asosiasi yang terlibat dalam urusan penyelundupan ini, Tuan.”
“Lanjutkan lagi…”
“Asosiasi tersebut adalah salah satu asosiasi yang kebal hukum. Meski beberapa kali telah diseret ke pengadilan Caihong, asosiasi tersebut tak juga dibubarkan. Rata-rata mereka hanya dikenakan denda, dan denda yang dibebankan ke mereka jauh lebih kecil dari pada kerugian yang mereka buat.”
“Menurutmu, mengapa bisa begitu…?”
“Sepertinya, sepertinya mereka memiliki penyokong yang kuat, Tuan Muda!”
“Mengapa mereka mendapat sokongan?”
“Tentu saja, tentu saja semuanya demi harta. Ini adalah permainan orang berkuasa yang ingin memperkaya diri, Tuan…. Perputaran uang di bisnis penyelundupan bangsawan ini melibatkan uang yang tak sedikit, tentu saja.”
“Saya tidak setuju sepenuhnya. Tabib menyembunyikan sesuatu yang lain. Saya melihat ada keraguan di wajah tabib. Ceritakanlah keraguan tersebut!” Zhou Fu mengamati jika tabib yang menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya itu terkesan menyembunyikan sesuatu di balik kejujurannya.
“Ssst… Mungkin sudah saatnya kita mengatakan ini,” si tabib senior menangkis pelan tangan tabib yang menarik pakaiannya.
“Tuan Muda adalah pribadi yang jeli. Benar, ada keraguan dan rasa penasaran yang terus mengganggu saya. Dan, asal Tuan Muda tahu saja, saya mengatakan hal ini bukan untuk mendapatkan pengampunan dari Tuan, atau sejenisnya. Saya hanya ingin membagikan rasa penasaran yang sudah sangat mengusik diri saya,”
“Langsung saja jangan berputar-putar!”
“Ehm, baiklah, Tuan. Begini, setiap kali ada keluarga bangsawa yang mati tanpa sebab, akan datang utusan pemerintah yang meminta jasad-jasad korban. Jasad itu dibawa ke suatu tempat yang bahkan sampai saat ini tidak saya ketahui lokasi tepatnya. Utusan pemerintah mengatakan jika jasad-jasad itu akan diteliti demi kepentingan negara. Tapi, ada yang ganjil…
“Apa itu…?
__ADS_1
“Tak seorang tabib pun dari Asosiasi Tabib Bangsawan Caihong yang dilibatkan dalam pengujian tersebut. Begitu juga, tak satu cendikiawan pun dari Sekolah Tinggi Caihong yang dilibatkan ke sana. Laporan terkait pengujian jasad juga tak pernah dibocorkan meskipun Asosiasi Tabib sudah mendesak. Perkumpulan Cendikiawan Caihong juga sudah pernah meminta pemerintah melibatkan mereka, tapi tak satu pun harapan mereka dikabulkan.”
“Lantas?” Zhou Fu masih ingin memancing argument dari si tabib.
“Jika mereka cukup menyembunyikan hal tersebut, saya khawatir mereka tengah melakukan kegiatan yang melanggar norma, atau bisa saja mereka sedang melakukan penelitian yang tak patut. Entahlah, yang jelas mereka cukup sering meminta pasokan jasad manusia!”
Zhou Fu tertegun sejenak, satu tangannya menyentuh dagu dan tangan lainnya menyangga pinggang. Ia mulai menghubung-hubungkan informasi tersebut dengan kecurigaan Pariark Yuan Kai terhadap sekelompok keluarga kaisar. Sedari awal ia juga yakin jika perkara penghilangan nyawa itu tak mungkin sekadar urusan harta benda. Ada tujuan yang lebih buruk daripada perkara memperkaya diri sendiri.
“Tuan, di bagian mana dari wilayah Tembok Raksasa ini yang mungkin menjadi tempat pengumpulan para jasad?” Zhou Fu bertanya pelan, ia tahu bahwa obrolan mereka saat ini telah mengarah ke pembahasan yang sensitif.
“Menurut kecurigaan Asosiasi Tabib Bangsawan Caihong, lokasi pengumpulan jasad itu berada di teluk Yin Mimi. Satu-satunya teluk yang ada di daratan Caihong. Lokasinya cukup dekat dengan markas pusat Militer Caihong. Teluk itu menjadi pintu keluar masuk ke Caihong kedua setelah gerbang Maundo. Jika Maundo dibuka untuk umum, maka teluk ini hanya menjadi pintu keluar masuk pasukan militer dan keluarga kekaisaran.”
Zhou Fu mendengarkan dengan hati-hati potongan demi potongan informasi yang ia dapat. Bisa jadi keberadaan teluk tersebut tak diketahui secara luas sebab baik Shen Shen maupun Feng Yaoshan tak ada yang pernah menyinggung tentang keberadaan teluk tersebut.
“Jadi kesimpulannya, Tuan Tabib menganggap adanya aktivitas yang mencurigakan di area teluk Yin Mimi itu? Begitu?”
“Bisa dibilang seperti itu, Tuan. Saya mengatakan ini karena tadi Tuan menyebutkan jika Tuan bukan berasal dari Caihong. Saya minta maaf karena kami telah memberi kesan buruk tentang profesi Tabib Bangsawan Caihong di muka Tuan Muda. Tapi perlu Tuan ketahui, kami hanya menjalankan tugas dan tidak diberi pilihan. Tetap saja, Tuan berhak menganggap kami sebagai tabib yang tidak bertanggung jawab!”
Zhou Fu mengangguk-anggukkan kepala pelan. Ia mulai mengamati dua tabib di depannya tersebut, sejak malam itu, tentu dua tabib tersebut akan memiliki peluang ditangkap pemerintah atas sebab membocorkan informasi yang sensitif.
“Tuan-tuan, terima kasih atas informasinya. Saya bukanlah orang yang akan lupa balas budi, meski saya memiliki kesan buruk di awal kita berjumpa, tapi saya cukup berterima kasih atas informasi yang tuan-tuan berikan. Oleh karena itu…” Zhou Fu memberi isyarat kepada dua tabib itu untuk mendekat ke kepalanya, seolah ia ingin memberikan informasi yang cukup rahasia kepada mereka.
Setelah dua tabib itu berada cukup dekat dengan Zhou Fu, Zhou Fu berdehem pelan lalu melanjutkan kalimatnya, “Tuan-tuan, jika sewaktu-waktu tuan merasa hidup tuan terancam, keluarlah dari Caihong dan ajak keluarga tuan untuk berlayar menuju ke pulau Yimin. Katakanlah pada tetua di pulau tersebut jika Zhou Fu yang memberi izin kepada Tuan untuk tinggal di sana.”
Zhou Fu memilih pulau Yimin sebagai tujuan yang paling tepat untuk mengamankan diri karena pulau tersebut kini telah berada di dalam pengawasan pasukan elite Baidong. Zhao Yunlei mengatakan pada Zhou Fu tempo hari jika kejadian pembantaian oleh warga Shamo kepada warga Bingdao di pulau Yimin akan membuat pasukan Elite Bingdao menaruh pengawasan lebih di pulau itu, sehingga bisa dipastikan pulau Yimin yang sekarang akan lebih terjaga dari gangguan.
__ADS_1
Dua tabib tersebut menganggukkan kepala pelan, sorot matanya menunjukkan jika mereka cukup berterima kasih kepada Zhou Fu. Zhou Fu pun pada akhirnya membiarkan para tabib itu untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.
“Apakah Zhao Yunlei ditugaskan ke sini untuk menyelidiki teluk Yin Mimi?” tiba-tiba, Zhou Fu mengerutkan kening dan mulai menyimpulkan jika dugaannya mungkin ada benarnya.