Pendekar Benua Timur

Pendekar Benua Timur
CH. 54 – Cerita Penculikan Yang Zi


__ADS_3

Jika berkenan, harap dukung author dengan cara subscribe ke kanal Y0tube author di : iPus Channel. Dengan kalian membaca di Y0utube iPus Channel, kalian sudah sangat membantu author.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


CH. 54 – Cerita Penculikan Yang Zi


Selagi menunggui matahari memunculkan sinarnya, Zhou Fu menanyakan beberapa hal terkait bagaimana bisa Yang Zi berada di pelabuhan Caihong dan menggunakan identitas sebagai seorang laki-laki. Yang Zi pun menyebutkan jika ia sebenarnya tidak pernah diculik. Ia sendiri yang membuat sebuah keadaan seolah-olah diculik untuk mengaburkan keberadaannya.


“Kudengar, kau hampir dieksekusi? Bukankah itu artinya kau pernah diculik?” Zhou Fu bertanya pada Yang Zi sebab ia sendiri pernah mendengar kabar tentang harga kepala Yang Zi yang lebih mahal dari Shen Yang.


“Itu hanya kabar burung! Fakta yang benar adalah, aku sempat mendengar rencana Asosiasi Naga Perak yang akan mendukung penuh lawan politik dari ayahku. Itu saja, dan sepertinya mereka menganggap aku mendengar terlalu jauh sehingga beberapa orang mengejarku untuk dieksekusi,” tutur Yang Zi dengan jujur.


“Bukankah keluarga bangsawan selalu dijaga oleh pengawal yang terlatih? Lagipula, bagaimana bisa terjadi kekacauan di wilayah keluarga bangsawan?” tanya Zhou Fu meragukan pengakuan Yang Zi.


“Siapa yang mengatakan jika kejadiannya di dalam tembok raksasa! Peristiwa tersebut terjadi beberapa minggu sebelum kakakku hilang, berlokasi di pulau Baisha, aku sedang berjalan-jalan di sana dan tak sengaja mendengar seseorang membicarakan tentang ayahku yang akan dicalonkan menjadi walikota,” jawab Yang Zi seraya menempelkan dua telapak tangannya ke pipi kanan dan pipi kirinya. Udara di jalur Jurang Neraka memang sangat dingin.


Ekspresi wajah Zhou Fu langsung kaget mendengar pernyataan Yang Zi, sepertinya ia mulai menyimpulkan satu hal, “apakah maksudmu, kau berhasil lolos dari Baisha dan mereka mencoba menculikmu lagi tetapi mereka keliru?”


Yang Zi mengangguk, tak menyangka jika Zhou Fu akan menyadari hal tersebut dalam waktu yang cukup singkat.


“Ya, mereka keliru. Mereka mengira Shen Yang adalah aku, itulah mengapa harga kepalaku dibandrol lebih mahal daripada kakakku. Karena sedari awal yang mereka cari adalah aku.”


“Untuk bersembunyi, kau membuat seolah-olah dirimu diculik dan mulai mengganti identitas sebagai pria?” tanya Zhou Fu lagi.


“Benar semuanya. Setelah hilangnya kakakku, aku menyadari jika dalam waktu dekat aku pasti akan berada dalam bahaya. Rencanaku berhasil, semenjak kabar penculikanku mencuat, semua pihak gempar karena itu adalah untuk yang pertama kalinya terjadi penculikan di wilayah keluarga bangsawan. Kelompok yang mengincarku juga pusing memikirkannya, mereka lantas saling mencurigai sekutu dan musuh mereka terkait dengan hilangnya keberadaanku.”

__ADS_1


“Haha, tak kusangka Shen Shen memiliki saudara yang cukup jauh kualitasnya! Kau tahu, dia adalah rekan yang cukup merepotkan.” celetuk Zhou Fu karena merasa lucu melihat perbedaan yang cukup jauh antara Shen Shen dan Yang Zi.


“Benarkah? Apakah aku perlu membalas budi untuk kebaikanmu itu?” Yang Zi menoleh seraya bertanya dengan nada bercanda.


“Ah, lihat! Matahari sudah muncul ke permukaan. Apakah kita bisa melewati lembah neraka sekarang? Kuma, persiapkan dirimu!” Zhou Fu beranjak berdiri dan menarik tali Kuma untuk ia ajak bersiap-siap.


“Kuma? Benarkah kuda ini bernama Kuma?” Yang Zi mendekati kuda putih yang kini telah menjadi milik Zhou Fu.


“Kau pernah mengenalnya?” tanya Zhou Fu.


“Ah, tidak… Dia adalah kuda yang cukup terkenal. Kau pasti membayar cukup mahal untuk kuda ini! Baiklah, aku senang kita akan berkelana dengan Kuma!” Yang Zi langsung menaiki Kuma dan mempersilakan Zhou Fu untuk duduk di belakangnya.


Zhou Fu mengangguk dan mengambil duduk di belakang Yang Zi. Dari kejauhan, seseorang akan mengira jika Yang Zi dan Zhou Fu merupakan dua orang laki-laki yang duduk berduaan di atas kuda. Yang Zi memang masih mengenakan pakaian laki-laki tetapi sudah melepas atribut petugas pelabuhan Caihong.


Ketika Kuma sudah berjalan sekitar tiga puluh meter, Zhou Fu mulai melihat sebuah jembatan kayu di depannya. Sebuah jembatan yang melintang di atas lembah gelap yang entah berisi apa dan sedalam apa. Uniknya, secara kasat mata, jembatan tersebut hanya berjarak sekitar empat atau lima meter saja. Namun, ketika seseorang sudah berada dalam wilayah jembatan itu, ia akan melihat jembatan tersebut membentang cukup panjang. Karena Yang Zi sudah bercerita tentang hal tersebut, Zhou Fu tak begitu kaget saat melihat perbedaan panjang jembatan itu.


Ketika melintasi lembah tersebut, sesekali Zhou Fu mencoba melirik di kedalaman lembah, tetapi hanya gelap yang terlihat. Bahkan sinar matahari sepertinya tak bisa menembus kegelapan yang ada di dalam lembah neraka.


“Kau tahu jika kakakku gemar belajar sejarah?” Yang Zi bertanya ketika ia melihat Zhou Fu yang sesekali melirik ke bawah lembah neraka.


“Ya, dia sempat bercerita jika ia senang dengan sejarah.” Jawab Zhou Fu tanpa bertanya kembali, ia sepertinya masih ingin menemukan sesuatu yang bisa dilihat dari kedalaman lembah tersebut.


“Kakakku sangat menyukai buku-buku kuno yang hampir dilenyapkan keberadaannya. Dia memiliki cita-cita untuk menguak sejarah yang sudah dianggap sebagai mitos oleh manusia,” Yang Zi bercerita tanpa diminta, ia menoleh ke belakang dan masih melihat Zhou Fu cukup khusyuk memandangi kegelapan di bawah sana.


“Kakakku bahkan bercita-cita bisa menemukan peradaban yang tenggelam di bawah laut Luzon. Oh, padahal orang-orang sudah bersikeras memberitahunya jika tempat itu hanya ada di buku dongeng!” cerocos Yang Zi yang kemudian membuat Zhou Fu mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


“Kami sudah menemukan peradaban yang tenggelam di bawah laut Luzon, asal kau tahu saja,” celetuk Zhou Fu meluruskan kenyataan yang sebenarnya.


“APAAAA???!!! Jadi tempat itu benar-benar ada?” Yang Zi bertanya kaget, setahunya hanya ada cukup sedikit orang yang mempercayai tentang keberadaan bekas kehidupan di bawah laut Luzon. Dan, kebanyakan orang mengolok-olok golongan yang mempercayai hal tersebut.


“Kau lihat pedang ini, aku mendapatkannya dari sana!” jawab Zhou Fu sambil menunjukkan pedang yang ia peroleh dari labirin bawah laut Luzon.


“Jangan-jangan, cerita tentang lembah neraka ini benar adanya! Ayo kita harus segera pergi dari tempat ini!” tukas Yang Zi sembari memerintahkan Kuma untuk berlari dan segera meninggalkan lembah neraka.


“Kau terlihat ketakutan? Bukankah katamu siang hari lembah ini tak mengeluarkan kabut?” tanya Zhou Fu heran.


“Jika cerita kakakku benar, kita harus segera pergi meski matahari sedang bersinar terang! Oh lihat itu!” Yang Zi menunjuk ke arah belakang, tepat beberapa meter di belakangnya, sebentuk kabut sedang merayap pelan-pelan mendekat ke arah Kuma.


“Kuma!!! Cepat!!!” Zhou Fu memerintahkan Kuma berlari lebih kencang lagi, ia tak mau mengalami kejadian aneh yang memusingkan kepala seperti di malam sebelumnya.


“Memangnya, apa yang diceritakan buku dongeng tentang lembah neraka?!!” tanya Zhou Fu penasaran.


“Di bawah sana, ada pendekar yang sedang mempelajari ilmu terkutuk. Ah, ceritanya cukup panjang, lebih baik kau mengupayakan agar kabut yang mengejar kita itu bisa tercerai berai! Lagi, jangan bernapas! Satu hirupan dari kabut itu, kita bisa kehilangan kewarasan!!!” Yang Zi memperingatkan.


Zhou Fu mengangguk paham dan merasa cukup takjub dengan Kuma, karena Kuma juga telah mengambil langkah tanpa bernapas. Sepertinya kuda itu sudah beberapa kali bertemu dengan kabut dari lembah neraka.


Zhou Fu melompat dari Kuma, ia mengeluarkan sebuah jurus dan membuat gerakan yang bisa mendatangkan angin kencang guna menghempaskan yang mengincarnya itu.


“Cepat naik sebelum datang kabut-kabut lain yang lebih pekat!”


“Awas di depanmu!” Zhou Fu berteriak pada Yang Zi yang selalu berkonsentrasi pada arah belakang sehingga tak sadar jika di depannya, segumpal kabut telah menanti kedatangannya.

__ADS_1


__ADS_2