
Diwaktu nyi anyelir sedang menangis, tiba-tiba pintu kamar terbuka, ternyata si rumpang yang disuruh oleh Kala muksa, untuk melihat keada'anya nyi anyelir.
Begitu mendengar pintu kamar terbuka nyi anyelir sangat kaget dan langsung bangkit dan memburu kearah pintu.
Ketika nyi anyelir sudah berada didepan pintu, Sirumpang langsung mencegat nyi anyelir yang mau pergi keluar kamar.
''Eeh nona manis kamu mau kemana, sudah tidur aja nanti juga pasti akan ada yang menjemput kamu.'' Ucap si rumpang.
''Siapa kamu, kenapa saya berada disini, awas jangan halangi saya.'' Teriak nyi anyelir.
''Kamu itu sudah diselamatkan oleh guru saya, Karena rumahmu kebakaran.'' Ucap Sirumpang berbohong.
''Bohong kamu, awas jangan halangi saya, minggir kamu sialan.'' Ucap nyi anyelir berontak pingin keluar.
Tapi si rumpang langsung mendorong nyi anyelir hingga terjatuh, setelah itu pintu kamar ditutup lagi dan langsung digembok dari luar oleh sirumpang.
''Kurang ajar kau, keluarkan aku dari sini.'' Teriak nyi anyelir.
Sirumpangpun tidak menghiraukan teriakan dari nyi anyelir.
Rumpang langsung pergi untuk menemui lagi Kala muksa, Kala durga serta ki Layung.
''Hai rumpang kau apakan wanita itu sampai menjerit-jerit begitu?.'' Tanya kala muksa.
''Tidak guru, waktu saya membuka pintu kamar itu, hendak melihat keada'anya tiba-tiba wanita itu bangun dan pingin keluar, terus saya dorong hingga terjatuh dan ku gembok pintunya dari luar, langsung wanita itu menjerit-jerit kaya orang gila.'' Ucap rumpang.
''Ooh begitu, tapi kamu harus ingat, jangan lupa jadwal makan buatnya.'' Jawab kala muksa.
''Iya baik guru.'' Jawab rumpang.
..................
Dua minggu kemudian.
Didesa halimun semua warga turut prihatin dengan apa yang sudah menimpa giri darma.
Sementara rumah yang terbakar sekarang sudah diperbaiki lagi, giri darma sekeluarga sudah bisa lagi menemapti rumahnya kembali.
Wira jaya dan dewi harum serta darma seta sudah berhasil mengajarkan ilmu bela diri pencak silatnya, pada pemuda-pemuda desa halimun.
Setelah itu wira jaya, darma seta dan jala darma beserta para pemuda yang lainnya, berkumpul memperbincangkan mengenai pencarian nyi anyelir yang hilang entah dimana berada.
Disaat itu pula wira jaya membentuk sebuah tim untuk mencari keberada'annya nyi anyelir, yang diculik oleh bayangan merah, pada sa'at rumah giri darma lagi dilalap sijago merah.
''Sekarang begini saja, kita bentuk sebuah regu disetiap regu ada satu yang bisa diandalkan yaitu yang mepimpin, dan sipemimpin harus bertanggung jawab kepada timnya, bila ada salah satu yang terluka, sipeminpin harus bisa melindunginya dan mengambil keputusan yang tepat.'' Ucap wira jaya.
''Disetiap regu dibagu berapa orang paman?.'' Tanya sara yuda.
''Sekarang ambil dulu seorang pemimpin, yang menurut kalian pantas untuk memimpin sebuah kelompok, dan kita bagi empat regu, sekarang kalian tunjuk pemimpinnya.'' Ucap wira jaya.
''Kakang darma seta, kakang jala darma dan kakang sara yuda.'' Ucap para pemuda desa halimun.
''Sekarng diantara kita sudah diambil empat berikut paman, dan Sisanya ada berapa orang lagi?.'' Tanya wira jaya.
''Ada 14 orang paman.'' Jawab para pemuda.
''Berarti di dua grup ada yang lima orang, dan duanya lagi empat orang berikut pemimpin.
''Sekarang paman akan memilih satu persatu dari kalian semua.'' Ucap wira jaya.
''Seno, Landu, Genta, kalian bergabung dengan darma seta.
''Saka, ardia, jala kasna, dan suwitra, bergabung dengan Sara yuda.
''pandu, sutaji dan adi lata bergabung dengan paman, sedangkan sisanya kalian bergabung dengan Jala darma, penacarian kita dipecah menjadi empat bagian.'' Ucap wira jaya.
''kita akan mencari nyi anyelir ke empat penjuru angin.
Darma seta, pimpin anak buahmu ke utara.
Jala darma ke timur.
Sara yuda keselatan, dan paman beserta anak-anak akan bergerak ke barat.'' Begitulah cara wira jaya mengatur strategi pencarian nyi anyelir.
''Begitu diantara salah satu dari kelompok sudah menemukan titik temu yang meyakinkan, cepat hubungi setiap kelompok kita, dengan cara yang sudah paman ajarkan yaitu memanggil burung elang.'' Ucap wira jaya.
''Tapi paman, kan para burung elang itu belum mengenali kita bagaimana caranya?.'' Tanya sara yuda dan Jala darma.
''caranya, pegang benda ini satu-satu dari perkelompok terkecuali darma seta, bila para elang itu datang perlihatkanlah benda itu pada pemimpin para elang itu, dan ucapkan kata sandi, elang sakti, begitu caranya.'' Ucap Wira jaya sambil memberikan sebuah benda berupa senjata rahasia yang menyerupai bulu elang pada setiap kelompok kecuali darma seta.
''Baiklah kalau begitu paman.'' Jawab dara yuda dan jala darma.
Selepas itu ke empat kelompok dari mereka pergi meninggalkan desa halimun, setelah mereka pamitan pada giri darma dan kuwu kandi.
__ADS_1
Wira jaya besama anak buahnya berjalan kebarat.
Sedangkan darma seta, seno, landu dan genta berjalan ke utara, begitu pula jala darma dan sara yuda berjalan keselatan dan ketimur.
Didalam pencarian putrinya giri darma mereka memecah kelompoknya ke dalam empat kelompok.
Darma seta dan ketiga kawannya memacu kudanya keutara, kekompakan pemuda-pemuda desa halimun, membuat darma seta sangat salut, didalam segala hal, apalagi kalau sudah menyangkut nyawa manusia, para warga desa halimun selalu maju terdepan, apalagi setelah mereka memperoleh ilmu bela diri dari darma seta dan wira jaya, semakin bangkit keberaniannya.
''Tujuan pertama kita sekarang kemana kakang seta?.'' Tanya seno.
''Kita sekarang akan coba pergi ke gunung sembung.'' Ucap darma seta.
'' Tapi ko kita malah pergi kegunung sembung.'' Ucap landu.
''Biasanya, kalau seseorang menculik atau menyekap orang, pasti akan memilih tempat terpencil yang jauh dari keramaian.'' Jawab darma seta.
''Ooh iya, benar juga apa kata kakang Seta.'' Ucap seno.
Darma seta beserta rombongan terus memacu kudanya dengan cepat, yang mereka tuju adalah gunung sembung.
Sementara ditempat lain wira jaya beserta anak buahnya terus memacu kudanya kearah barat,
Mereka semua sudah jauh meninggalkan desa halimun.
Begitu pula sara yuda dan jala darma, sara yuda sudah jauh meninggalkan desa halimun menuju keselatan, sedangkan jala darma yang dikuti oleh ke empat kawannya berjalan menuju ketimur.
Sementara dewi harum menemani giri darma dan istrinya dirumah, sengaja tidak ikut serta dalam pencarian nyi anyelir, karena takut disa'at desa halimun lagi kosong mereka malah balik menyerang desa halimun.
Padma sari, istri dari giri darma masih sangat sedih memikirkan nasib putrinya yang hingga kini belum ada kabar.
Di sebuah bale-bale rumah Padma sari yang ditemani oleh dewi harum, lagi murung enggan untuk makan karena pikirannya masih terus khawatir pada putrinya.
''Teteh jangan terus-terusan kepikiran pada nyi anyelir, percayalah putrimu pasti akan segera pulang dengan baik-baik saja.'' Ucap dewi harum.
''Teteh khawatir harum, karena putriku belum pernah sama sekali dia keluar dari desa halimun, pasti dia sangat tersiksa, apalagi diculik, ku takut dia kenapa-napa.'' Ucap padma sari.
''Sekarang teteh berdoa saja, semoga sang pencipta melindungi nyi anyelir, dan segera cepat-cepat diketemukan.'' Saut Dewi harum.
''Iya harum, ku tidak pernah lepas dan terus bedoa agar putriku segera pulang dengan selamat, dan rombongan yang ikut mencari semoga diberi petunjuk tentang keberada'annya putriku.'' Ucap Padma sari.
''Iya teh padma juga harus memikirkan kondisi kesehatanmu, maka dari itu, teteh harus makan supaya tetap sehat dan kuat dalam menjalani semua coba'an hidup.'' Ucap dewi harum.
'' Iya Harum, tapi rasanya teteh tidak napsu makan.'' Jawab padma sari.
Setelah dewi harum membujuk padma sari, akhirnya padma sari juga mau mengisi perutnya, yang sekian harinya padma sari tidak pernah makan, karena terlalu banyak memikirkan putrinya, yaitu nyi anyelir.
Hari demi hari terus berlalu begitu cepatnya, seiring dengan roda kehidupan berputar.
Sehingga tidak terasa nyi anyelir sudah tiga hari belum juga datang, dan para rombongan yang mencari keberada'annya nyi anyelirpun, belum pada kembali.
Giri darma dan istrinya sangat gelisah memikirkan anaknya yang hilang diculik, sewaktu kejadian kebakaran itu.
.........................
Sementara nyi anyelir.
Yang lagi ditahan disebuah ruangan, terus menangis dan berteriak-teriak minta dikeluarin, tapi Sirumpang yang dipercaya memegang kunci itu, sama sekali tidak menghiraukan teriakan nyi anyelir.
Kala muksa, kala durga dan ki layung sudah terdengar dengkuran-dengkuran pertanda mereka sudah berada di alam mimpinya masing-masing.
Seminggu sudah nyi anyelir dikurung disebuah ruangan, dengan suara tangisan dan ratapan nyi anyelir sering menyebut-nyebut sebuah nama dengan harapan mereka datang menjemputnya.
''Kenapa kakang jala darma tidak membebaskanku, terus apa rayi darma seta dan paman wira jaya serta bibi dewi harum apa mungkin mereka semua sudah pulang dari desa halimun.'' nyi anyelir berkata sendiri.
Mendengar tangis dan ratapan nyi anyelir, membuat sirumpang jadi tidak bisa tidur, lalu ia beranjak dati tempat duduknya semula yang tidak jauh dari pintu kamar tempat nyi anyelir dikurung.
Sirumpang lalu membuka gembok pintu ruangan tempat nyi anyelir ditahan.
Begitu mendengar suara gembok dibuka nyi anyelir langsung bangkit dan terkejut.
Nampak terlihat oleh nyi anyelir sosok tubuh jangkung masuk keruangan dan berkata.
''Hai nona manis, hentikan tangisanmu itu berisik sekali.'' Bentak si rumpang.
Disuasana malam yang hening sunyi sepi, terdengar jelas oleh nyi anyelir suara dengkuran dari orang yang lagi tertidur pulas.
Terlintas dipikiran nyi anyelir, untuk melakukan sesuatu.
''Emang orang-orang yang mukanya serem itu sudah pada tidur kang?.'' Tanya nyi anyelir pada si rumpang.
''Mau ngapain kamu pake tanya-tanya majikan saya.'' Bentak si rumpang.
''Tidak apa-apa kang cuma nanya, malam ini terasa sangat dingin sekali.'' Ucap nyi anyelir.
__ADS_1
''Sudah tidurlah kau, jangan berisik lagi.'' Ucap sirumpang sambil membalikan badannya.
''Kalau udara malam dingin begini mana bisa aku tidur kakang.'' Ucap nyi anyelir sambil membalikan badannya jadi terlentang dengan sarung yang sedikit ketarik keatas.
Sekilas nampak terlihat oleh sirumpang paha yang mulus putih dan licin seperti pake pelumas.
Terlintas pikiran jorok sirumpang ingin berbuat sesuatu pada nyi anyelir.
''Kalau nyai kedinginan, akang bisa menghangatkan tubuhmu.'' Ucap sirumpang mulai bangkit gairah asmaranya.
''Yang beneeerr kang.'' Ucap nyi anyelir sambil menarik sarungnya agak keatasan dikit.
''Iya nyai.'' Saut sirumpang seperti gemetaran.
''Entar istri kakang marah.'' Kata nyi anyelir.
''Kakang belum punya istri nyai.'' Jawab sirumpang.
''Waah, berarti kakang masih perjaka, tapi apa mereka sudah pada tertidur kakang.'' Ucap nyi anyelir bernada sahdu.
''Sudah nyai, mereka sudah pada ngorok, ayo nyai kakang peluk biar nyai tidak kedinginan.'' kata sirumpang sambil melangkah ketempat tidur.
''Ayo kakang, ku juga sudah tidak tahan lagi aahh.'' Ucap nyi anyelir sambil membelai belai badannya sendiri.
Sirumpang tambah gemetaran, tidak kuat menahan birahinya, lalu ia mendekap tubuh nyi anyelir yang bahenol dengan paras muka yang cantik rupawan.
Begitu sirumpang mau membuka baju nyi anyelir, nyi anyrlir berkata.
''Jangn buru-buru kakang, nanti tidak enak, dan ku merasa mereka belum tidur beneran.'' Ucap nyi anyelir.
''Sudah nyai mereka sudah pada pulas.'' Jawab sirumpang.
''Coba kakang lihat dulu yang benar, sudah bener pulas tidurnya, nanti kenikmatan kita jadi terganggu.'' Ucap nyi anyelir.
''Baik nyai.'' Bisik si rumpang.
Sirumpangpun segera turun dari tempat tidur, dan nyi anyelir mengikuti secara diam diam sambil melihat-lihat kesudut ruangan, nampak terlihat oleh nyi anyelir sebuah tongkat dari kayu asam menyender disudut kamar, tanpa mikir panjang lagi nyi anyelir langsung mengambilnya.
Setelah tongkat dipegangnya, nyi anyelir menyelinap kebalik pintu sambil memegang tongkat kayu tersebut.
Dan sirumpang setelah melihat-lihat majikannya yang sudah berada di alam mimpinya, iapun segera pergi lagi dengan tujuan bisa tidur nikmat bersama wanita cantik.
''Wah mimpi apa aku ya, bisa tidur bersama perempuan yang sangat cantik.'' Si rumpang berkata didalam hatinya.
Begitu sirumpang mau masuk kamar lagi, dengan rasa bahagianya karena bisa tidur bareng dengan nyi anyelir.
Dengan mengendap ngendap sirumpang mendorong pintu kamar dengan hati yang berbunga-bunga karena birahi asmaranya yang sudah membakar organ-organ tubuh, tanpa disadari bahwa bahaya lagi mengincar dirinya.
Begitu tubuh sirumpang sirumpang sudah berada separo didalam, tanpa terasa oleh sirumpang karena sudah diliputi oleh sahwatnya, sebuah bayangan berkelebat menghantam otak belakangnya sirumpang.
Siiiuuuukkk Buuuuuukkk.
Tongkat kayu asam menghajar kepala bagian belakang si rumpang.
''Aaauuuu.'' Terdengar suara dari mulutnya si rumpang sambil tubuhnya roboh dan tersungkur tidak berdaya lagi dilantai papan kayu.
Tanpa mikir panjang lebar lagi nyi anyelir langsung keluar dari kamarnya dengan menggembok pintu tersebut, dengan pelan-pelan nyi anyelir berjalan, terdengar suara dengkuran dari Kala muksa, dan Kala durga.
''Rupanya kedua bajingan itu, tidurnya sangat pulas sekali.'' Berkata nyi anyelir didalam hati.
Setibanya dekat pintu mau keluar, nampak kilayung lagi berbaring, nyi anyelir berhenti sejenak memastikan dulu kilayung tidur apa belum.
Perlahan nyi anyelir mendekari ki layung, terus nyi anyelir melambai-lambaikan tangannya didepan mukanya ki layung.
''Sepertinya kake ini sudah tertidur pulas.'' Ucap nyi anyelir dalam hatinya.
Setelah semua terasa aman, nyi anyelir langsung berjalan kearah pintu keluar yang kebetulan tidak dikunci, dengan perlahan nyi anyelir menuruni tangga keluar setelah itu nyi anyelir sudah menginjakan kakinya ketanah lalu melangkahkan kakinya meninggalkan rumah tersebut.
Didalam perjalanannya nyi anyelir sengaja pake taktik belok belok supaya tidak diketahui jejaknya terutama oleh ki layung yang panca indranya lebih tajam dari pada kala muksa dan kala durga.
Sementara didalam kamar tempat dimana nyi anyrlir ditahan.
Si rumpang terlihat tubuhnya bergerak pertanda sudah sadar dari pinsannya.
*************
Lanjut eps 22
selamat membaca semoga bisa bermanpaat bagi kita semua, dan bisa terhibur dengan cerita pendekar elang sakti.
Jangn lupa.
Like, comen dan sarannya saya tunggu.
__ADS_1
Terima kasih.