
Ki barong besi beserta puluhan anak buahnya, kini sudah keluar dari tempat bersemayamnya diruang bawah tanah.
Ki barong besi kini lagi menghadap pada jagal pati.
''Ada apa jagal pati memanggil saya.'' Ucap ki barong besi bernada tegas.
''Ki barong besi, kini sudah sa'atnya kamu keluar, dipintu utara banyak prajurit saya yang terluka oleh pasukan elang dan kelelawar, sekarang bunuh semua para pasukan elang itu, jangan ada yang tersisa.'' Perintah jagal pati.
Kibarong besi beserta para muridnya malah tertawa terbahak-bahak mendengar perintah dari jagal pati.
''Hahahahahahaha.. Jagal pati katanya sang penguasa yang sakti mandra guna, masa hanya dengan pasukan burung elangpun harus memanggil barong besi, hahahaha.'' Pungkas barong besi sambil tertawa yang di ikuti oleh murid-muridnya.
''Diam kalian, beraninya kalian mentertawakan jagal pati, apa kalian lupa, bahwa kalian sudah di ikat oleh kekuatan tali dadung geni, setiap kalian mau berontak tali itu akan membakar tubuh kalian, hahahaha.'' Teriak jagal pati tertawa puas.
Barong besi beserta puluhan muridnya baru menyadari, bahwa tali yang mengikat dipinggangnya itu tidak bisa diputuskan, karena semakin kuat mereka berontak maka semakin kuat pula kekuatan api dari tali tersebut membakar tubuh mereka.
''Setan alas kau jagal pati, manusia licik, baiklah untuk sa'at ini saya akan menuruti semua perintahmu.'' Ujar barong besi.
Akhirnya ki barong besi beserta para muridnya pergi ke pintu utara untuk menumpas puluhan burung elang dan kelelawar.
''Waiii siap-siap ada serangan dari burung elang.'' Teriak prajuritnya jagal pati.
Sementara ki barong besi yang baru sampai di gerbang pintu utara, sangat kaget dengan kedatangan segerombolan burung elang dan kelelawar, yang sudah banyak melukai prajuritnya jagal pati.
''Jagat dewa batara, bukan kah itu laskar elang dari empat penjuru angin, para tentaranya pendekar elang sakti dan kelelawar itu tentaranya pendekar kelelawar dari gunung sangga, kalau memang benar sudah sa'atnya saya lepas dari sijagal pati, tapi bagaimana caranya.'' Gerutu ki barong besi.
Ki barong besi pun tidak bisa berbuat banyak, karena semakin ia berontak ingin lepas, maka semakin kiat pula tali dadung geni yang menjeratnya itu.
Kibarong besi beserta murid-muridnya, maju ke medan pertempuran, untuk menghadang para laskar elang dan kelelawar.
Tapi tiba-tiba para laskar elang dan ratusan kelelawar itu, menghilang tanpa jejak, sungguh sangat mengherankan, datang dan perginya para tentara elang dan kelelawar seperti siluman.
para prajurit jagal pati banyak yang terluka dibagian wajahnya, karena terkena cakaran dan patukan dari para elang dan kelelawar.
Baru saja prajurit yang bertugas dipintu utara merasa lega dengan menghilangnya tentara elang dan kelelawar, sudah dihebohkan lagi oleh teriakan para prajurit dipintu timur dan barat.
Ternyata para laskarnya surata manggala, yang bergerak dan sudah memasuki pertahanan dipintu timur dan ketiga pendekar elang beserta pendekar kelelawar yang berhasil masuk mendobrak kekuatan dipintu barat sudah berlangsung dalam suatu pertempuran.
Suara gemuruh dan nyaring suara senjata yang berbenturan, ditambah suara jerit kesakitan dari para prajuritnya jagal pati yang tewas di obrak abrik oleh wira jaya, dewi harum dan darma seta beserta pendekar kelelawar, dengan senjata tali saktinya yang sudah banyak memakan korban.
...Sementara dipintu timur, surata manggala beserta para pejuang laskar elang dan rembulan merah, dengan semangatnyabyang membaja, ingin membebaskan kampungnya dari kekuasa'an jagal pati, sang durjana....
...Trang trang trang...
Suara-suara pedang, tombak dan trisula, yang saling beradu sangat memecahkan dikesunyian malam purnama.
Bendera berlambangkan burung elang dan rembulan merah terus berkibar kibar.
__ADS_1
Setelah pertempuran berlangsung lama, dan para prajurit jagal pati sudah banyak yang terluka parah.
''Jagal pati keluar kau, jangan cuma mengandalkan para cecunguk, mana kesaktianmu jagal pati.'' Teriak surata manggala.
Setelah itu, puluhan bayangan berkelebat dengan serangan yang tidak terduga sebelumnya, menyerang para pasukan laskar elang dan rembulan.
Kini pertempuran semakin seru, Surata manggala pun seperti kewalahan menghadapi puluhan bayangan yang menyerang laskar elang dan rembukan merah, ternyata puluhan bayangan itu tak lain adalah ki barong besi beserta anak buahnya yang sengaja memancing ketiga pendekar elang, supaya datang, karena ki barong besi juga, butuh pertolongan dari ketiga pendekar elang tersebut, untuk membebaskan tali dadung geni yang menjeratnya.
Surata manggala lalu melesat mundur dari kibarong besi beserta puluhan muridnya, yang terus mendesak laskar elang dan rembulan merah.
''Tahan kibarong besi, apa saya gak salah, kibarong besi yang pernah kami kenal adalah sosok pendekar aliran putih, kenapa sekarang bisa berkomplot dengan jagal pati busuk.'' Teriak surata manggala.
''Hahaha..Cuma segitukah kepandaianmu surata manggala dan para laskar elang serta rembulan merah yang telah lama kau didik untuk menyerang jagal pati.'' Teriak ki barong besi sambil tertawa lepas.
''Haiii ki barong besi, tadi saya bertanya kenapa tidak kau jawab, apa jagal pati sudah memberikan kamu kenikmatan, dengan wanita-wanita cantik sehingga kau mau berbelok kelembah hitam, alangkah busuknya kependekaranmu barong besi.'' Teriak surata manggala penuh ejekan.
''Setan kurap kau surata, kami tidak sebejad itu, kuhabisin kau, ciaaaattt.'' Barong besi melesat menyerang surata manggala.
Dan para muridnya pun langsung menyerang para laskar elang dan rembulan merah.
Pertempuranpun semakin sengit, suara benturan senjata dan teriakan-teriakan dari kedua belah pihak telah memecahkan suasana menjadi semakin memanas.
Ciaaat
Ciaaat
Ciaaat
Trang trang trang trang.
Kecepatan jurus-jurus kibarong besi sudah membuat surata manggala jadi ke teter.
Kelebatan-kelebatan dari sebuah pedang yang terpancar cahaya sinar bulan, terkadang begitu menyilaukan pandangan.
Biarpun dalam keada'an terdesak surata manggala masih tetap semangat sembari memutarkan otaknya, supaya ki barong besi dapat dilumpuhkannya, tapi semua upaya surata manggala tidak membuahkan hasil, karena ki barong besi pendekar yang sudah banyak makan asam garam dalam sebuah pertempuran, semua siasat surata manggala dapat digagalkannya.
Sehingga pada akhirnya senjata kibarong besi, sebuah baja berbentuk siku yang tergenggam ditangan kiri kanannya ki barong besi berbutar-putar dengan kecepatan yang luar biasa, mengarah pada surata manggala, yang lagi dalam keada'an kuda-kudanya sudah sangat lemah.
''Hahahaha...Mampuslah kau surata, heaaaa..'' Teriak kibarong besi.
Tapi.....
Trak traaaang.
Plaaakk.
Senjata kibarong besi terlepas dari gengamannya, karena sebuah benturan benda keras telah mematahkan serangan senjata siku-siku kibarong besi.
__ADS_1
Celek cek cek cek.
Sebuah senjata seperti sebuah tali yang sangat keras telah berhasil menggagalkan serangan kibarong besi.
Ki barong besi tercengan kaget lalu ia menoleh pada pendekar yang lagi berdiri dibelakangnya.
''Pucuk dicinta ulampun tiba, rupanya penguasa gunung sangga, sipendekar kelelawar, hahaha, selamat berjumpa kembali.'' Kibarong besi tertawa melebar sambil melompat kehadapan pendekar kelelawar.
Pendelar kelelawar bersikap tenang dan tidak berkata apa-apa, hanya senyumnya saja yang terlihat dibalik cadar kelelawarnya.
Kibarong besi terus memancingnya dengan melemparkan perkata'an yang mungkin bisa membangunkan amarahnya pendekar kelelawar.
Sementara dipintu barat.
Ketiga pendekar elang yang masih terlibat dalam kancah pertarungan, melawan prajurit andalannya jagal pati.
Trang trang trang trang.
Suara benturan senjata tajam, terdengar sangat nyaring sekali.
Dewi harum begitu agresip dan bringas dalam memainkan pedang merahnya, sudah banyak prajurit jagal pati yang terluka, terkena sayatan dan tebasan dari pedang merah, begitu pula wira jaya sudah bisa memukul mundur prajurit pilihan jagal pati dilapisan kedua.
Banyak prajuritnya jagal pati yang berlari dan menyelamatkan diri dari keganasannya senjata ampel kuning.
Kini jasad telah tak bernyawa sudah bergelimpangan, singgasana jagal pati kini sudah diwarnai oleh warna merah darah yang berceceran dimana-mana.
Wira jaya dan dewi harum lalu menangkap prajurit yang hendak melarikan diri, untuk diminta keterangannya, dimana jagal pati bersembunyi.
Dengan pedang merah menempel dileher prajurit, memberikan ancaman, dengan nada suara yang tersendat-sendat ditambah tubuhnya yang gemeraran pra jurit itu lalu berkata.
''A aa ampun tuan, jangan bunuh saya.'' Ujar prajurit itu.
''Cepat katakan dimana jagal pati bersembunyi.'' Bentak dewi harum sambil menekan pedangnya pada leher prajurit itu.
''Di di di ruang bawah tanah tuan, tapi ruangan itu tembus keluar tepatnya, diselatan bukit, kalau tuan-tuan mengejar lewat sini kemungkinan jagal pati sudah lolos lewat lorong itu.'' Ujar prajurit.
''Terima kasih atas keterangan yang kamu berikan, tapi kalau kamu bohong, pedang ini akan memeggal lehermu.'' Ucap dewi harum memberi ancaman.
Dewi harumalu melepaskan pedangnya dari leher prajurit itu untuk disarungkan kembali pada warangkanya,
Lalu dewi harum dan wira jaya serta prajurit yang diancam itu, berlari mengejar jagal pati yang bersembunyi diruang bawah tanah.
......................
Sementara darma seta yang lagi bertarung dengan tangan kanannya jagal pati, luka pala dan pala luka, manusia kembar yang mempunyai kesaktian yang sangat luar biasa.
Pertarungan pun sudah berlangsung lama, tapi mereka masih tetap sama-sama kuat.
__ADS_1
Manusia kembar itu, sangat gesit dan gerakannya yang tak kalah cepat oleh darma seta, terutama dalam memain jurus pedang kembarnya, liukan-liukan dan sabetan ilmu pedang kembarnya, terus mengurung darma seta.