PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
Pendekar elang sakti Eps 48


__ADS_3

Hutan gonggo yang sepi seperti tidak berpenghuni, karena jarang sekali ada orang yang berani melewati hutan itu, hutannya yang selalu banyak memakan korban jiwa, sudah banyak nyawa manusia yang melayang di dalam hutan itu.


Kini hutan gonggo menjadi gaduh oleh suara-suara benturan senjata, yang memecahkan kesunyian, ke empat pendekar iblis bayangan yang menguasai hutan gonggo pendekar aliran hitam yang tingkat kepandaiannya cukup untuk diperhitungkan, karena sudah banyak tokoh-tokoh sakti yang binasa, baik aliran hitam maupun aliran putih.


Ke empat pendekar iblis bayangan, kini mendapat lawan yang sepadan, ketiga pendekar elang bergerak begitu cepat dan agresip, pedang merah dan pedang perak ditambah senjata ampel kuningnya Wira jaya berkelebat memutar bagaikan kincir angin yang diterpa angin yang sangat kencang terus menggempur, ke empat pendekar iblis bayangan.


Darma seta melesit ke udara, dengan pedang peraknya memutar kencang, di susul oleh Dewi harum dan Wira jaya bergerak dari dua penjuru mata angin dengan jurus elang halilintar.


Ke empat pendekar iblis bayangan tersontak kaget dengan gerakan yang di mainkan oleh ke tiga pendekar elang yang begitu cepat dan sangat mematikan.


Tanpa mereka sadari sebelumnya, karena yang mereka perhatikan cuma gerakan Darma seta yang melesat bagaikan kilat, padahal yang Darma seta mainkan cuma jurus tipuan selepas itu Darma seta memantulkan tubuhnya ke belakang, di sa'at Dewi harum dan Wira jaya menembus masuk ke pertahanan mereka, mereka melesit ke atas, dari situlah jurus elang pengantar arwah Darma seta bergerak cepat.


Hiuuuukkk


Cleekk


Celekkkkcek.


Auuuggghhh...


Pedang perak Darma seta merobek dada dari ke dua pendekar iblis bayangan, lalu kedua mundur beberapa tombak kebelakang sambil memegang luka yang merobek di dadanya.


''Hahaha.... Cuma segitukah tingkat kepandaianmu para iblis bayangan.'' Teriak Darma seta sambil tertawa melebar.


Rasa perih di dada kedua pendekar iblis bayangan terus menjalar hingga merasuk kedalam pernapasannya, rasa sesak susah untuk bernapas kini mereka rasakan.


Darma seta kini tersontak kaget begitu salah satu dari kawanannya yang bertarung dengan Wira jaya melempar bubuk penawar luka pada ke dua kawannya, kemudian mereka menaburkan bubuk tersebut di dada mereka yang robek, cuma selang beberapa menit saja luka tersebut mulai mengkerut dengan cepat dan akhirnya rapat kembali seperti semula, dengan lantangnya kedua iblis bayangan itu menyerukan sebuah tantangan.


''Hahahaaa... Percuma satria, setajam apapun pedangmu itu tak akan mampu membunuh kami.'' Serunya dengan sangat lantang.


''Jangan Jumawa kau para iblis bayangan,, sehebat apapun ilmu kalian, takan bisa mengungguli kekuatan dari sanghyang widi/tuhan yang menciptakan kalian, dan kali ini kalian sudah di takdirkan untuk binasa.'' Tutur Darma seta.


''Kurang ajar, lancang sekali mulutmu, anak muda.'' Bentaknya.


Kemudian kedua iblis bayangan tersebut melesat menyerang Darma seta, sambil melepaskan jaru-jarum berancunnya.


Puluhan jaru-jarum beracun meluncur menghujani Darma seta.


Trang trang trang trang...


Suara pedang perak menangkis puluhan jarum beracun yang meluncur ingin menusuk nusuk tubuh Darma seta.

__ADS_1


Kedua kawanan iblis bayangan tersontak kaget begitu melihat jarum-jarum beracunnya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Darma seta.


''Hebat ternyata tingkat kepandaian pemuda itu sangatlah tinggi, rayi kita harus lebih waspada menghadapi pemuda itu.'' Bisiknya.


''Iya kakang, saya pun merasakan tenaga dalam pemuda itu sudah sangat sempurna sekali.'' Jawabnya sambil berbisik


Darma seta tersenyum penuh ejekan, ketika kedua iblis bayangan itu nampak melotot keheranan, seketika itu Darma seta bergerak mundur empat langkah karena salah satu jarum beracun ada yang menembus di pangkal lengan tangan kirinya, lalu Darma seta mendorong jarum beracun yang menancap dipangakal tangannya dengan kekuatan tenga dalam seketika itu jarum beracun tersebut lepas melesat, kemudian pedang peraknya diputar lalu disabetnya jarum beracun tersebut, kini jarum beracun itu meluncur dengan cepat tanpa bayangan menembus dada salah satu dari pendekar iblis bayangan.


Weeessss


Cleekk.....


Saking cepatnya jarum beracun tersebut meluncur, sehingga menancap tembus di dada iblis bayangan.


Aaauuugghhhh....


Suara jerit kesakitan dari salah satu iblis bayangan, karena senjatanya makan tuannya sendiri, dan racun yang sangat mematikan di jarum itu bereaksi dan bergerak cepat hingga menghentikan denyut jantungnya, dan seketika itu tubuhnya langsung ambruk dengan sekujur tubuh membiru dan keluar benjolan-benjolan warna biru bercampur darah dan meletus satu persatu.


Sungguh mengerikan melihat jasad dari iblis bayangan itu, racun yang sangat ganas telah memakan majikannya sendiri.


Kini ketiga pendekar iblis bayangan yang tersisa, tersontak dan langsung merinding melihat salah satu kawannya telah mati dengan tubuh yang hancur di makan oleh racun yang sangat ganas.


sementara Wira jaya dan Dewi harum yang masih terus bertarung melawan dua iblis bayangan, nampak kelebatan-kelebatan senjata yang saling berbenturan begitu nyaring terdengar.


Pertarungan sudah berlangsung lima belas jurus, ternyata penghuni hutan gonggo tingkat kepandaiannya cukup tinggi, terbukti oleh wira jaya dan Dewi harum dalam lima belas jurus mereka masih tetap kuat dan bertahan.


Kedua iblis bayangan kini melesat dengan jurus andalannya menggempur Wira jaya dan Dewi harum, dengan sangat cepat ingin sekali mengjabisi kedua pendekar elang, tapi semua itu sia-sia, karena Wira jaya dan Dewi harum mampu membaca semua jurus-jurus dari kedua iblis bayangan itu dan dengan mudah bisa di patahkannya


Kemudian kedua iblis bayangan menolakan tubuhnya kebelakang, ketika Wira jaya dan Dewi harum mengirim gempurannya dalam jurus elang menggapai rembulan.


''Mereka sangat didjaya kakang, semua jurus sakti kita tidak berarti apa-apa pada mereka.'' Bisiknya.


''Iya benar rayi, bertahun-tahun kita mendiami hutan ini, baru kali ini kita mendapat lawan yang sangat tangguh, apalagi si iblis beracun telah mati di makan senjatanya sendiri.'' Gerutunya.


Kemudian Wira jaya dan Dewi harum pun menghentikan gerakannya ketika ke dua iblis bayangan itu terdiam dan saling berbisik dengan kawannya.


''Hai manusia setengah iblis, kenapa kalian pada bengong, atau kalian mau menghrntikan pertarungan ini.'' Ujar Wira jaya.


''Jangan berbangga hati dulu kalian pendekar burung, tidak ada kata buat kami untuk keluar dari sebuah pertarungan walaupun kami harus mati.'' Jawabnya.


''Ooh bagus kalau begitu, emang kalian pendekar sesat sudah sepantasnya kami menghentikan ulahmu yang sudah banyak menghilangkan nyawa mausia yang tidak berdosa.'' Celoteh Dewi harum.

__ADS_1


''Perempuan secantik kamu, sayang bila kulit mu yang mulus jadi lecet, mendingan temanin kami tidur ya cantik, hahahaha..'' Ujarnya


Dewi harum langsung murka mendengar kata-kata kotor dan menjijikan, dan seketika itu Deei harum langsung mrnyerang mereka.


''Keparat kau manusia iblis,, ciaaattt..'' Dewi harum melesat sambil memutarkan pedang merahnya, mengirimkan sebuah jurus-jurus maut elang sakti, warisan dari nenek Ragan tiri, adik dari Raga nata dan Ragan tala.


Kini jurus yang di mainkan oleh dewi harum, begitu luwes dan agak lambat, namun si iblis bayangan sangat sukar sekali untuk menandingi jurus dari dewi harum itu, walau kelihatannya seperti seorang penari, luka liku jurus tersebut, tapi di dalam jurus tersebut tersimpan sebuah pukulan yang sangat mematikan, karena dewi harum menggunakan jurus elang bidadari.


Gerakan-gerakan jurus Dewi harum begitu indah, dengan kelenturan tubuhnya yang gemulai, membuat pikiran kotor iblis bayangan semakin ingin cepat membawa Dewi harum jauh dari tempat itu.


Namun apa yang terjadi dua pukulan dan tendangan Dewi harum tidak dapat di hindari lagi oleh iblis bayangan.


Duk duk duk


Deassss.....


Auuuggghhh....


Iblis bayangan tidak dapat menahan lagi keseimbangannya ia langsung ambruk, secepat kilat Dewi harum melepaskan pedang merahnya.


Suara pedang meluncur dengan cepat mendesis angin tipis mengantarkan sang pedang pusaka mrnancap du tubuh iblis bayangan.


Weessss.....


Cleekk....


Suara pedang yang menancap di tubuh iblis bayangan, begitu halus.


Aaaaauuugghhhh....


Suara jerit kesakitan keluar dari iblis bayangan, darah segar keluar melewati celah luka oleh pedang merah.


***********


Bersambung.


''Asssalam mualakum''


Besar kecilnya yang memberi dukungan di cerita pendekar elang sakti, bagi saya sangatlah berharga dan Terima kasih banyak atas dukungan dari kaka author dan para reader.


Salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2