PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 24


__ADS_3

Di akhir episode 23. kilayung menuruti apa kata darma seta, ia lalu duduk bersila, dan darma seta duduk dibelakang ki layung, dengan kedua telapak tangan darma seta ditempel ke punggung ki layung, untuk membantu menyalurkan hawa murni kedalam tubuh ki layung yang sedang terluka dalam.


Kini tubuh ki layung bergetar, dan energi hawa murni mulai masuk merasuk kedalam tubuhnya ki layung.


Selepas itu darma seta menarik kedua telapak tangannya.


Dan menghela napas pelan-pelan dikeluarkan dari hidung secara perlahan.


''Bagai mana kake tua, sudah agak enakan, saya cuma membantu mengeluarkan racun dalam tubuh, akibat dari berbenturannya dua kekuatan, karena daya tahan tubuh kake tua melemah, dan tenaga dalam kake tua, belum sangat sempurna.'' Ucap darma seta.


''Terima kasih anak muda, memang ku akui tenaga dalammu sungguh sangat luar biasa, ki raganata pun tidak sehebat itu tenaga dalamnya, dan elang cakra dewa yang kamu miliki sangat dahsyat sekali, lebih dahsyat dari penciptanya yaitu raga nata.'' Jawab Ki layung.


''Kake terlalu berlebihan memuji saya.'' Ucap darma seta.


''Saya bicara apa adanya anak muda, karena dulu saya pernah bentrok dengan raganata, dan saya bisa merasakan kehebatannya, tapi tidak sehebat yang kamu miliki sekarang, saya tau kamu belum mengeluarkan sepenuhnya ajian elang cakra dewa itu, dan kalau kamu berhati pembunuh, hanya hitungan menit tubuh saya pasti akan hancur berkeping-keping, oho ohooo.'' Ucap ki layung sambil batuk memuntahkan darah segar.


''Kake tua, masih bisa bertahan, sekarang racun itu sudah keluar, sebentar saya cari ramuan disekitar sini untuk menutup luka dalamu.'' Ucap darma seta, sambil beranjak pergi, untuk mencari ramuan dan air.


Tidak lama kemudian darma seta datang, dengan membawa ramuan daun-daunan yang bisa dijadikan obat luka dalam, lalu diraciknya ramuan itu dengan sedikit dicampur air putih, yang didapat dari sumber mata air, yang tidak jauh dari tempat itu, darma seta pun langsung meminumkan ramuan tersebut.


Setelah air ramuan itu diminumkan, ki layung yang tadi sempat pinsan, mulai membukakan matanya, dan mencoba membangunkan tubuhnya yang dibantu oleh darma seta, dengan memegang pundaknya ki layung, sambil disenderkannya tubuh ki layung pada sebuah pohon dadap yang besar.


''Sekarang bagaimana keada'annya kake tua, apa sudah membaik?.'' Tanya darma seta.


''Napas saya sekarang terasa ringan tidak sesak lagi, terima kasih anak muda, kau terlalu baik padaku.'' Jawab ki layung.


''Syukurlah kalau begitu.'' Saut darma seta.


''Tadi kamu sempat menyebut nama aji Santang, lantas apa hubungannya kamu dengan aji santang dan tiga serangkai elang?.'' Tanya ki layung.


''Aji santang adalah kake buyut saya dari nenek ajeng kerta ningrum, dan kake raga nata juga kake buyut dari kake supala adi nata yang mempunyai anak danang jaya sekaligus ayah saya, dan paman wira jaya sipendekar elang kuning.'' Ucap darma seta.


''Oooh Jagat dewa batara, kenapa kau pertemukan ini semua dengan jalan pertumpahan darah, rasanya hamba merasa berdosa sekali.'' Ucap ki layung sambil menangis..


''Saya semakin tidak mengerti, apa maksudnya kake tua ngomong begitu.'' Berkata darma seta dalam hati.


Selepas kilayung menangis karena merasa banyak sekali dosa yang ia perbuat, dan kenapa ki layung harus meratap dan bersedih tatkala darma seta menceritakan garis keturunannya.


Apakah itu semua ada hubungannya dengan apa yang telah darma seta ceritakan.


Sedangkan darma setapun hanya terpaku melihat ki layung yang bersedih meratapi dirinya.


''Anak muda, ma'apkan kake ya...'' Ucap ki layung sambil merangkul darma seta.


''Sebentar kake tua, saya semakin tidak mengerti apa maksud kake tua?.'' Tanya darma seta sambil melepaskan rangkulannya ki layung.


''Begini anak muda, kake dan aji santang itu saudara se ibu beda bapak, aji santang ayahnya keturunan menak yang bernama arya Katapang dia selaku kepala pemerintahan di kademangan dibawah kekuasa'an keraja'an sunda kuno, begitu arya katapang meninggal seluruh harta jatuh pada aji santang, harta itu dibagi seperempat pada putrinya yaitu ajeng kerta ningrum dan adiknya, sementara itu ibu menikah dengan pemuda sebrang yang bernama bontu garai yaitu ayah kake, semula ibu tidak tau kalau ayah itu ternyata kepala bajak laut yang cukup disegani.


Singkatnya ayah meninggal dan saya cuma hidup sederhana, semula antara kake dan aji santang rukun-rukun saja, begitu anak-anak kami sudah pada dewasa dan sudah berkeluarga, timbul masalah kecil yang akhirnya melebar.


Raden pinara, yaitu anak kake, pingin mengambil hak ats hartanya dari aji santang yang sudah dibagikan pada anaknya, nah dari situlah timbul perpecahan antar saudara, sehingga lama-lama timbul peperangan, raden pinara (anak kake) membayar gembong perampok penguasa hutan aren yaitu kala ireng, nah disitulah kake dan nenekmu itu tewas, terus anak kake melarikan diri kenegri sebrang mencari keturunan dari kakenya yaitu ayah saya, terus kake juga merasa malu, akhirnya kake pergi kesini, dan bertemu dengan seorang guru yang bernama ki tirta, terus kake di ajarkan ilmu silat dan ilmu kanuragan, sampai pada akhirnya kake menjadi pendekar tangguh dengan pukulan matahari senja yang menggegerkan dunia persilatan pada waktu itu.


Setelah guru kake meninggal, kake akhirnya melanglang buana cari lawan yang tangguh, nah disitulah kake bertemu dengan raga nata, dan terjadilah pertempuran hebat, kake dan ki raganata ahirnya sama-sama terluka karena saling adu kekuatan, makanya kake mengakui kehebatan elang cakramu lebih tinggi dari pada yang pernah dimiliki oleh ki raga nata.''Ucap ki layung menceritakan silsilahnya.


Setelah mendengar cerita dari ki layung, ternyata yang tadi bertempur dengan dirinya itu adalah adik se ibu dari aji santang( Kake buyutnya) darma seta langsung merangkulnya, dan meminta maap atas apa yang telah dilakukannya pada ki layung.


''Ma'apkan saya ke, betapa lancang saya pada kake, dan kenapa kita dipertemukan harus lewat pertarungan.'' Ucap darma seta setengah bersujud pada ki layung.


''Ya mungkin ini semua sudah menjadi kehendak semesta, bahwa kake harus sadar dan bertobat dari dosa-dosa yang sudah banyak kake perbuat selama hidup kake.'' Jawab ki layung.


Setelah darma seta tau bahwa ki layung masih ada hubungan keluarga sama kake buyutnya aji santang, ia lalu berusaha sekuat mungkin mengobati ki layung dari luka dalamnya.


Sementara seno, genta dan landu yang masih bertarung melawan dua bersaudara, kala muksa, kala durga dan sirumpang, masih terus berlangsung, kemampuan mereka terlihat seimbang, saling menjatuhkan dan dijatuhkan hanya genta yang unggul dalam melawan sirumpang yang kemampuan ilmu silatnya masih jauh dibawah genta.


Si rumpang sangat ke teter dalam menghadapi jurus elang menembus mega warisan dari wira jaya dan darma seta.


''Hahahaaaa, hai kacung kerempeng, saya jadi tidak tega melihat posturmu yang tinggal tulang belulang.'' Ejek genta.


''Kurang ajar, Kampret jangan berbangga dulu, saya belum mengeluarkan jurus andalan saya.'' Teriak si rumpang. sambil mencabut goloknya.

__ADS_1


Sirumpang melompat menerjang dengan sambaran goloknya yang ingin memecahkan kepalanya genta.


Genta juga tidak kalah kesitnya langsung mencabut senjatanya berupa sekin.


Trang trang trang.


Genta menangkis sabetan-sabetan goloknya si rumpang,


Tujuh jurus andalan sudah sirumpang dikeluarin tapi belum juga terlihat genta bisa dijatuhkannya


genta kini meningkatkan jurusnya, jurus elang tingkatan sepuluh, tubuh genta melesat ke udara lalu turun secepat kilat sambil memutarkan sekinnya


Traakk.


Senjata sekin genta ditangkisnya oleh goloknya si rumpang.


Betapa kagetnya si rumpang begitu melihat goloknya yang tinggal gagangnya yang masih berada digenggaman.


Kekagetannya si rumpang dimanpa'atkan oleh genta dua pukulan genta dan satu tendangan menghujani tubuh si rumpang.


Duk duk duk buk.


Aaaaaaauuuu


Si rumpang langsung nyungseb, dengan seluruh tubuh seperti kesakitan.


''Hahahahahaaa, hai kacung sudah ku peringatkan sebelumnya, mendingan pulang, jadi orang bergunaa, dari pada kau dijadikan kacung begini.'' Teriak genta.


Sementara seno dan landu yang lagi bertarung melawan kala muksa dan kala durga, masih sama-sama ingin saling menjatuhkan, didalam tingkatan ilmu bela dirinya sepertinya mereka berimbang, Seno dan Landu cuma kalah dalam pengalaman bertarung saja.


Beberapa kali seno dan landu terjatuh, tapi kedua pemuda itu cukuplah kuat, sampai membuat kala muksa dan kala durga sangat jengkel ingin cepat mengakhiri pertarungan itu, rupanya keduanya sudah terkuras tenaganya, kala muksa dan kala durga melesat mundur dari arena dan saling berpandangan seperti mau melakukan sesuatu.


''Sangat menjengkelkan, kuat sekali pisik kedua pemuda itu.'' Ucap kala muksa


''Bgaimana kalau kita gunakan ilmu tinju bumi.'' Saut kala durga.


''Ayo kita remukan pemuda itu.'' Jawab kala muksa.


Kini tubuh kala muksa dan kala durga bergetar seperti ada kekuatan yang hebat masuk pada tubuh mereka.


Kini keduanya siap untuk melepaskan pukulannya.


''Sekarang mampus lah kau anak muda, Ciaaaaaatttt.


Pukulan tinju bumi.'' Begitu teriakan dari kala muksa dan kala durga sambil melepaskan pukulannya kearah seno dan Landu, sebuah pukulan yang sangat dahsyat kalau terkena pasti tubuh seno dan landu akan remuk seluruh tulang belulangnya.


Tapi sang pencipta masih melindungi seno dan landu, sekelepat bayangan kuning melesat menggagalkan serangan kala muksa dan kala durga.


Des des des....


Sebuah pukulan senjata berwarna kuning menghantam kedua lengannya kala muksa dan kala durga.


Kuda-kuda yang sudah dibangun untuk menghabisi landu dan seno, kini menjadi buyar dan pecah.


kala muksa dan kala durga pun terdorong tiga langkah kebelakang, karena pukulan senjata yang sudah dilapisi dengan tenaga dalam.


''Bangsat, siapa orang yang sudah berani mengagalkan serangan kita.'' Ucap kala muksa sambil berteriak.


Kelebatan bayanagn kuning itu lalu turun secara perlahan dari udara, sungguh ilmu meringankan tubuh yang sangat sempurna sekali.


Setibanya kaki orang itu menginjak ke tanah, seraya dia berkata.


''Hahaaaa, rupanya kau para cecunguk arya dulaksa, belum kapok juga .'' Ucap orang itu.


Landu dan seno sampai melotot, karena tidak terlihat datangnya sang penolong itu, yang sangat ia kenali.


''Haaahh Paman wira jaya.'' Teriak seno.


Ternyata yang datang menolong itu wira jaya, si pendekar elang kuning, yang kebetulan wira jaya datang lebih dulu dan lebih cepat dari pada rombongannya setelah mendapat kabar dari pasukan elang yang di pimpin oleh elang abu-abu.

__ADS_1


Sementara kala muksa dan kala durga saling berpandangan, setelah yang dilihatnya dan yang menggagalkan serangannya adalah pendekar elang kuning.


''Kakang itu wira jaya, si elang kuning, bagai mana nih, kekuatan mereka semakin bertambah kuat.'' Ucap kala durga.


''Iya benar, kalau kita memaksakan melawan wira jaya bisa mati konyol kita, ditambah ki layung yang belum ada kabar melawan anak muda itu.'' Jawab kala muksa.


''Terus apa langkah selanjutnya kakang.'' Bisik kala durga.


''Gunakan siasat untuk bisa lolos dari sini.'' Jawab kala muksa dengan pelan.


Tapi belum juga rencana mereka dilaksanakannya, dari balik pepohonan dan semak-semak belukar, munculah dua orang lelaki yang tidak lain adalah darma seta dan Kk layung.


Darma seta yang memboyong ki layung yang terluka, akibat tidak tahannya pukulan matahari senja mengimbangi ajian elang cakra dewa.


Kala muksa dan kala durga tambah semakin kebingungan, yang melihat ki layung yang terluka, seperti ada sesuatu dibalik kejadian itu, lantas apa yang membuat kala muksa terheran-heran.


Sementara nyi anyelir yang bersembunyi dibalik pohon yang besar, menyaksikan dari awal pertarungan landu seno dan genta, melawan Kala muksa dan adiknya kala durga serta si rumpang. belum berani keluar dari tempat persembunyiannya.


Disa'at ada sang penolong yang datang, setelah dilihat-lihat ternyata dia itu pamannya yaitu wira jaya, nyi anyelir mulai pasang muka berbunga-bunga.


''Terimakasih sang pencipta, engkau telah memberi jalan pada paman wira, rayi darma seta, dan warga halimun untuk menemukanku disini.'' Berkata nyi anyelir.


Kini nyi anyelir perlahan menaikan tubuhnya dari semak-semak belukar, dan kedua tangannya sambil menempel kepohon yang besar itu.


Perlahan kaki nyi anyelir melangkah untuk menemui wira jaya dan darma seta.


Suara daun-daun kering dan ranting yang banyak berserakan terdengar berisik, karena ke injak dalam setiap langkahnya nyi anyelir.


Sehingga wira jaya dan darma seta langsung menoleh ke arah suara yang lagi mendekat kearahnya itu.


Semua tertuju pada suara yang lagi berjalan itu, wira jaya dan darma seta beserta ketiga pemuda halimun itu langsung berteriak serentak.


''Anyeliiiirr.'' Ucap semua berkata.


''Paman, rayi seta.'' Ucap nyi anyrlir setengah berlari dan langsung memeluk pamannya, penuh rasa bahagia.


Karena semua mata terpusatkan pada nyi anyelir, sehingga bagi kala muksa dan kala durga, itu merupakan peluang emas untuk bisa lolos dari wira jaya dan darma seta.


Tanpa mikir panjang lagi kala muksa melompat keudara yang di ikuti oleh kala durga, secepat kilat kedua adik kaka itu sudah hilang dari hadapan mereka.


Darma seta baru menyadarinya, setelah melihat kelebatan dua bayangan menjauh dari tempat itu.


''Kurang ajar, jangan lari kau pengecut.'' Teriak darma seta.


''Nanda Seta, biarin tidak usah dikejar, sekarang kita harus segera membawa anyelir ke desa halimun.'' Ucap wira jaya.


''Terus kake itu siapa nanda?.'' Tanya wira jaya pada darma seta.


''Ceritanya panjang, nanti ku ceritakan, sekarang tidak cukup waktu untuk menjelaskannya.'' Jawab darma seta.


''Yang lainnya pada kemana paman?.'' Tanya landu.


''Setelah paman dapat kabar dari elang abu-abu, keperintahkan yang lainnya untuk pulang ke halimun, memberi kabar pada kakang giri darma, bahwa anyelir sudah diketemukan.'' wira jaya menjelaskan.


''Terus Sara yuda dan jala darma bagai mana paman?.'' Kata seno ikut bertanya.


''Paman sudah menyuruh elang abu-abu untuk menyampaikan pada sara yuda dan jala darma untuk balik ke halimun.'' Jawab wira jaya.


Setelah itu, wira jaya memutuskan untuk cepat-cepat kembali ke halimun, mereka terus menaiki kudanya masing-masing.


Nyi anyelir menaiki kuda bersama wira Jaya, sedangkan darma seta membawa ki layung yang duduk dibelakangnya, dengan tubuhnya di ikat menyatu dengan tubuhnya darma seta, karena kondisi ki Layung yang masih dalam ke ada'an terluka.


♤♤♤♤♤♤♤°°°°°°°♤♤♤♤♤♤♤


Bersambung eps 25.


Nantikan kisah pendekar elang sakti, di episode selanjutnya.


Jangan lupa 👍 like, comentar, ❤ favorit, ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting dan vote nya juga.

__ADS_1


Selamat membaca.


Terima kasih.


__ADS_2