PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 27


__ADS_3

Wira jaya, dewi harum, darma seta dan Ki Layung sangat kaget begitu mendengar suara itu, karena kedatangannya sudah diketahuinya oleh pemilik rumah tersebut.


Wira jaya lalu melihat lihat kesekitar tempat itu, tapi tidak nampak ada orang disitu lalu ia membalas pertanya'annya orang yang tanpa wujud itu.


''Ma'ap kami paman bila kedatangan kami, mengganggu paman, apakah benar kami lagi berhadapan dengan paman aji sura.'' Ucap wira jaya.


''Siapa kalian sebenarnya, kenapa bisa tau namaku.'' Jawabnya.


''Saya wira jaya, berasal dari lembah hantu.'' Ucap wira jaya.


''Apa maksud kedatangan kalian kesini?.'' Tanya suara itu.


''Kami bermaksud baik, kami ingin bertemu dengan bibi ratna sari.'' Jawab wira jaya.


''Apa.....? Jadi kalian juga mengenali istriku.'' Ucap suara itu.


''Tentu saja, kami sangat mengenali bibi ratna sari, sekarang paman keluar jangan bersembunyi dibalik rimbunnya daun kiara, ada yang hendak kami bicarakan sama paman dan bibi ratna sari.'' Ucap wira jaya.


''Hebat orang itu, bisa tau keberada'anku, padahal tubuhku sudah ku selimuti dengan ilmu mega mendung.'' Berkata orang itu dalam hatinya.


''Baiklah kalau begitu, sekarang kalian naiklah dan tunggu dibale-bale.'' Jawab orang itu.


Setelah itu merekapun menaiki tangga rumah panggung yang begitu tinggi, dan menunggu dibale-bale atau teras depan rumah panggung itu.


Tidak lama kemudian orang itu pun turun dari pohon kiara dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang begitu sempurna sekali.


Setelah kedua kakinya sudah menginjakan ditanah lalu lelalaki setengah tua itu berjalan menaiki rumah panggung itu.


''Sampu rasun.'' Ucap lelaki itu.


''Rampes.'' Semua menjawab.


Wira jaya dan yang lain begitu melihat lelaki itu yang tak lain adalah aji sura, sangat intens sekali melihatnya ada rasa terheran-heran dihati mereka.


''Wah waaah, kenapa tuh dengan kalian melihat saya seperti itu.'' Ucap aji sura.


''Oooh tidak paman, cuma heran saja, sepertinya paman awet muda sekali.'' Ucap wira jaya.


''Emang kamu tau denganku sebelumnya, e'eh sebenarnya kalain ini siapa?.'' Tanya aji sura.


''Kami akan bercerita kalau bibi ratna sari sudah ada ditengah-tengah kita.'' Jawab wira jaya.


''Saya jadi bertanya-tanya, sebenarnya kalian ini siapa?, ada hal apa yang akan kalian bicarakan itu, kalau begitu tunggu sebentar istriku lagi ketempat jala darma, paling sebentar lagi pulang.'' Ucap aji sura.


Baru saja aji sura berkata, nampak dari kejauhan ada seorang wanita agak tua lagi berjalan menelusuri jalan setapak dengan rambut di'ikat seperti sanggul dan menancap sebuah tusuk konde dibelakang kepala, dengan paras wajah yang masih terlihat bekas kecantikannya diwaktu masa mudanya, dan tubuh yang terlihat masih segar bugar.


Aji sura langsung terperanjat pas melihat yang datang itu.


''Nah itu istriku baru datang, panjang umur baru saja di bicarakan.'' Ucap aji Sura.


Kini wanita itu, semakin mendekati halaman rumah panggung itu, lalu menginjakan kakinya pada anak tangga tersebut satu persatu dan akhirnya sampai pula di atas.


''Sampu rasun, wah ada tamu rupanya.'' Ucap wanita itu yang tak lain adalah istrinya aji sura yaitu ratna sari.


''Rampees.'' Jawab semua yang ada dibale-bale itu.


''Siapa ini ?.'' Tanya ratna sari pada aji sura.


''Ya akang juga tidak tau, tapi mereka katanya datang dari lembah hantu, dan ada hal penting yang akan dibicarakan pada kita.'' Jawab aji sura berbisik.


''Hal penting apa?.'' Tanya ratna sari dengan nada pelan.


''Entahlah akang juga belum paham.'' Jawabnya.


Disa'at aji sura dan ratna sari lagi pada bingung, wira jaya mulai berbicara dan menceritakan perihal kedatangannya ke dukuh halimun girang tepatnya ketempat aji sura.


Wira jaya mulai menceritakan dari pertama hidup dengan kakanya danang jaya di batu gambir yang pertama kali wira jaya akui sebagai bapaknya adalah pak gembala, yang mengurusnya dari sejak kecil hingga tumbuh dewasa, dan akhirnya pak gembala wapat.


Setelah itu wira jayapun menceritakan dari pertama kali danang jaya hidup berumah tangga dengan dewi harum hingga wapatnya karena terbunuh oleh perampok kelabang merah, dan hilangnya dewi harum dan anaknya, hingga wira jaya harus berkelana mencari dewi harum dan anaknya itu.


Singkatnya.


Mulai ditemukan kerabat dan orang tua asli yang sebenarnya, dari ditemukannya kitab elang sakti yang ditulis oleh ki raga nata puluhan tahun yang silam mungkin pula ratusan tahun yang silam.

__ADS_1


''Nah begitu paman riwayat hidupku yang sebenarnya.'' Ucap wira jaya.


''Jagat dewa batara, berarti kamu wira jaya anaknya almarhum kakang supala?.'' Tanya aji sura.


Setelah mendengar cerita dari wira jaya, ratna sari langsung merangkul wira jaya dengan air mata mengalir dari kedua sudut matanya.


Ratnasari tidak menyangka kalau ponakannya itu masih hidup, walaupun danang jaya kakanya sudah tiada, tapi ratna sari merasa seperti supala adi nata ada disampingnya, karena wira jaya dan danang sama persis dengan mendiang ayahnya.


Kini wirajaya sudah berhasil menjalankan tugasnya seperti apa yang tertulis di kitab elang, untuk menemui semua keturunannya dan mempererat lagi persaudara'annya.


Begitupula ratna sari setelah berpuluh-puluh tahun ditinggal sama kaka kesayangannya, akhirnya bisa bertemu dengan keturunannya yang tidak diduga-duga.


Sebagai ucapan rasa syukurnya pada sang maha agung sang murbeng alam, ratna sari memanggilkan anak satu-satunya yaitu jala aji darama nama lengkapnya, biasa dipanggil jala darma.


Ke esokan harinya didukuh halimun girang, tepatnya dirumahnya aji sura, nampak ramai tidak seperti biasanya, Karena kedatangan wira jaya, dewi harum, darma seta dan ki layung membuat suasana dirumah panggung yang sangat tinggi itu menjadi hangat dan ramai


Kini keluarga pendekar elang sudah bersatu kembali, dan para pendekar aliran hitam semakin tidak nyaman dengan Kekuasa'annya.


......................


Kabar berita tentang bersatunya kembali pendekar elang sakti, kini telah terbisik dikuping Ketua perguruan aliran hitam.


Ki darpal ketua dari perguruan halilintar merah, mendapat kabar dari salah satu kepercaya'annya lingga tole dan munding wesi yang lagi menghadap pada sang maha guru besar halilintar merah, kedua kepercayaan ki darpal memberi sembah sungkem.


''Ma'ap atas kelancangan kami ki, ada berita penting yang harus aki ketahui.'' Ucap lingga tole.


''Kabar apa yang kau bawa kemari, lingga?.'' Tanya ki darpal.


''Saudara munding wesi, yang mendapatkan kabar itu.'' Jawab lingga tole.


''Cobalah ceritakan ki munding, kabar apakah itu?.'' Tanya ki darpal.


''Begini, pada Sa'at rombongan kami lagi menelusuri disebuah padukuhan halimun girang dengan cara kami menggelar acara seni debus, supaya kedatangan kami tidak menimbulkan kecuriga'an pada warga dan aji sura, disa'at rombongan sudah selesai dengan acara yang kami gelar, diperjalanan kami berpapasan dengan empat orang pasukan berkuda, tiga diantara mereka berpakaian corak raja wali, merah, kuning dan perak, sedangkan yang satunya lagi sudah sangat saya kenali, pendekar pukulan matahari yaitu ki layung, mereka menanyakan tempat tinggalnya aji sura alias sipendekar elang emas, begitu kabar yang saya lihat dan mendengar langsung dari percakapannya dengan kusir kami.'' Ucap munding wesi membeberkannya pada ki darpal.


''Oooww, bagai mana bisa, bukan kah tiga serangkai elang sudah tenggelam puluhan tahun silam dan pendekar elang emas pun sudah tidak lagi malang melintang didunia persilatan.'' Ucap ki darpal.


''Iya ki, apa yang ku lihat begitu adanya, dan yang satunya perempuan sudah berumur tapi masih cantik dan bahenol ki.'' Jawab munding wesi.


''Emang tiga serangkai elang itu, satunya wanita, yaitu nini ragan tiri, tapi dia sekarang mungkin sudah bungkuk, apa lagi yang kamu bilang barusan, masih cantik dan bahenol, saya semakin tidak mengerti.'' Ucap Ki darpal.


''Bisa jadi, tapi yang berpakaian perak sudah tua apa masih muda apa sebaya kamu, munding wesi?.'' Tanya ki darpal.


''Masih sangat muda sekali ki.'' Jawab munding wesi.


''Nah ini yang bikin saya aneh, pendekar elang perak yaitu, ki raga nata, sudah lama sekali meninggalkan dunia persilatan untuk selama-lamanya, alias koid.'' Ucap ki darpal.


''Terus bagaimana langkah kita selanjutnya ki?.'' Tanya lingga tole.


Ki darpal, lingga tole dan munding wesi lalu mereka membangunkan para murid-muridnya untuk jadwal Latihan siang, kini semua para murid dari halilintar merah berkumpul dilapangan yang biasa mereka melakukan latihan jurus-jurus.


''Semua murid-murid dari halilintar merah, kalian semua sudah hapal betul kan jurus halilintar dari tingkat dasar sampai ketingkat akhir.'' Ucap lingga tole


''Hapaaal guruuuuuu.' Jawab semua murid-murid ki darpal.


''Sekarang kalian akan ditilai oleh maha guru besar kita, siapa saja di antara kalian yang berbakat, nanti guru besar kita akan menilai dari cara kalian bertarung, dan bersiap-siap lah kalian, yang saya panggil namanya maju kedepan.'' Ucap lingga tole.


''Tirta dan sardia maju kedepan.'' Ucap lingga tole memanggil kedua anak asihnya itu.


Dan kedua kini sudah maju kedepan menghadap pada lingga tole, munding wesi dan ki darpal.


Ki darpal kini melangkahkan kakinya dan berbicara pada muridnya itu.


''Kalian bertarung satu lawan satu, dengan tangan kosong dulu, dan saya akan menilai kalian dari cara menjatuhkan lawan dalam lima jurus, kalau dalam lima diantara kalian, sama-sama bertahan berarti kalain imbang, dan akan di ikut sertakan dalam pertarungan berikutnya, apa kalian sudah paham dengan aturan mainnya?.'' Tanya ki darpal.


''Paham guru.'' Jawab dari kedua muridnya itu.


Setelah itu kedua muridnya sudah saling berhadapan, untuk jajal adu kelincahan dan kepintaran dalam jaurus yang sama.


Kini keduanya sudah pasang kuda-kuda untuk pertahanan, dan setelah mendengar perintah dari ki lingga tole, mereka pun langsung saling serang pukulan dan dan tendangan, menggempur dan menerjang untuk saling menjatuhkan.


Dalam hal mengkaper serangan dan memasukan sebuah jurus ki darpal sudah bisa menilai siapa yang akan jatuh sebentar lagi.


Sardia meluncurkan serangan dalam jurus halilintar menerjang samudra, sebuah pukulan dengan cepat mengarah pada tirta, tapi tirta sangat cerdik dan pintar, secepatnya tirta merubah jurusnya dengan menggeserkan kaki kanan kesamping dan menggerakan tubuhnya kearah yang berlawanan, disa'at pukulan sardia makan ruang kosong, dengan replek pula tirta memasukan Jurus guntingan Halilintar, sardiapun harus kecolongan pada jurus ke empat.

__ADS_1


Dan pukulan tirta pun tidak bisa lagi di elakan menghantam dada sardia.


Buk buk buk...


Pukulan keras Tirta menghantam, sardia pun harus mengakui keunggulan tirta.


Blaak Sardia terjatuh.


Disa'at itu pula ki lingga tole masuk arena dan menghentikan pertarungan itu.


''Dan pertarungan ini telah dimenangkan oleh tirta.'' Ucap lingga tole.


Sorak sorai dari para murid-murid halilintar merah, seakan memberi semangat pada yang lainnya.


Pertarungan uji coba untuk menilai dari para murid-murid yang berbakat, untuk bisa naik ketingkat berikutnya, terus berlangsung Satu persatu telah diuji dalam pertarungan itu.


Hingga akhirnya semua murid-murid dari perguruan halilintar merah, telah mendapatkan gilirannya masing-masing.


Setelah hasil penilaian dari ki darpal, antara yang menang dan kalah dan ada juga dari beberapa muridnya yang imbang, mereka di akumulasikan pada pertarungan berikutnya.


Sedangkan yang menang, akan dilangsungkan dalam pertarungan untuk mendapat bintang satu


Ke esokan harinya, semua murid-murid disuruh berkumpul lagi di tempat latihan, untuk melanjutkan pertarungan babak kedua, yaitu pertarungan untuk mendapatkan bintang, yang nantinya akan masuk dan digembleng oleh ki munding wesi, untuk naik ketingkat tujuh dari jurus halilintar.


Jurus halilintar mempunyai banyak tingkatannya


.Tingkat satu, Halilintar bayangan.


.Tingkat dua, Halilintar bayu.


.Tingkat ke tiga. Halilintar selaksa.


.Tingkat ke empat, Halilintar jagat


.Tingkat ke lima, Halilintar samudra


.Tingkat ke enam, Halilintar geni.


.Tingkat ke tujuh, Halilintar pencabut sukma.


.Tingkat ke delapan, Halilintar pemisah Raga.


Ki darpal menurunkan jurus-jurus halilintar kepada para murid-muridnya cuma sampai tingkat delapan saja, sedangkan dua tingkat lagi dari jurus halilintar tidak ki darpal turunkan kepada muridnya, mungkin ki darpal mempunyai alasan tertentu, atau mungkin buat menjaga dari kemungkinan-kemungkinan ada salah satu dari muridnya yang berkhianat.


Seperti halnya ki lingga tole dan ki munding wesi hanya bisa sampai ke tingkat sembilan saja.


Singkat cerita, para murid yang akan bertanding di pertarungan babak kedua, kini sudah bersiap-siap, seluruh kemampuan yang sudah didapatnya dihari itu akan dijajalnya, rasa tegang telah para peserta rasakan, keberanian dan kelincahan juga taktik untuk menjatuhkan lawan sangat dibutuhkan dalam pertarungan selanjutnya.


''Apakah kalian sudah siap?.'' Tanya ki munding wesi.


''Siap.... Kakang munding.'' Jawab mereka.


''Bagus, itulah nyali seorang pendekar, sehebat apapun lawan kalian, kalian tidak boleh mundur sebelum kalah, pertarungan ini belum seberapa bila dibandingkan dengan pertarungan di alam bebas yaitu di rimba persilatan, karena disitu akan banyak kalian temui lawan-lawan yang sakti, ada yang bersipat membunuh, kejam dan sebagainya.


Dan aturan hampir sama dengan yang kemarin, cuma ada beda sedikit, kalau aturan yang ini, kalian harus bisa menjatuhkan lawan tiga kali jatuh, yaitu tiga jurus, lima jurus dan tujuh jurus, nah ditujuh jurus ini kalian harus bertarung sambil menggunakan senjata, terserah senjata apa saja yang kalian sukai dan pahami, Sebelum kalian masuk ke arena pilih dulu senjata yang akan kalian gunakan dijurus ke tujuh nanti.'' Ucap ki munding wesi membeberkan segala aturan dari pertarungan tersebut.


Para murid dari peserta yang terpilih dalam pertarungan itu, langsung menuju pada senjata yang sudah disiapkan, ada yang memegang pedang, golok, tri sula, tongkat dan lain sebagainya.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎☆☆☆☆☆☆▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Bersambung....


Nantikan kelanjutan kisahnya, di episode selanjutnya.


Demi kelangsungan sebuah karya, dukung terus dengan, 👍like, comentar, saran, Ranting, dan Favorit berikut vote nya.


Selamat membaca, semoga bisa terhibur.


Terima kasih.



__ADS_1



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2