PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
Pendekar elang sakti Eps 40


__ADS_3

Setelah beberapa lama ketiga pendekar elang itu menunggu, dan burung elang warna perak pun sudah kembali ketempat asalnya.


Munculah tiga orang lelaki berpakaian serba hitam dengan ikat kepala corak batik, menghampiri wira jaya, dewi harum dan darma seta.


''Elang timur.'' Sapa dari salah satu dari mereka.


''Surata manggala.'' Jawab wira jaya.


Setelah itu mereka langsung mengikuti ketiga orang itu dan mulai memasuki hutan carik tersebut.


Tidak lama kemudian ketiga pendekar elang telah sampai, disebuah goa didalah hutan carik, dan uniknya goa itu tidak nampak terlihat mulut goanya dimana., karena yang ada didepan goa hanyalah tiga pohon yang tinggi dan besar.


Terus ketiga orang utusan dari paman surata itu langsung melompat keatas pohon, pas tiba diatas pohon salah satu dari mereka memberi isarat untuk naik mengikutinya.


Wira jaya, dewi harum dan darma setapun langsung melompat keatas pohon yang berjajar tiga itu, Setibanya di atas, Ketiga utusan dari surata itu lalu mengetuk dahan dari batang pohon tersebut


Dengan ajaib pohon yang tinggi besar itu melorot kebawah dasar bumi, pasa sudah sampai di dahan-dahan tempat mereka berdiri, pohon itu pun langsung berheti, nampaklah mulut goa yang berukuran setinggi manusia, terus merekapun langsung melompat turun memasuki mulut goa tersebut.


Sebuah keunikan alam yang direkayasa oleh manusia dengan kekuatan ilmu kedidjaya'an, wira jaya dan darma setapun kagum dengan keada'an goa dihutan carik itu.


Sebuah goa yang sangat panjang, dan merekapun terus berjalan didalam goa, dan sebuah obor selalu menyala disetiap dinding goa tersebut.


Setibanya disebuah tempat, yang didalamnya lebih luas dari pada lorong goa yang mereka lalui, Nampak terlihat oleh ketiga pendekar, seorang lelaki tua tapi terlihat punya wibawa yang sangat tinggi, lagi duduk bersila.


''Sampuu rasuun paman.'' Sapa wira jaya.


''Rampes, apakah ini yang disebut tiga pendekar elang dari timur itu.'' Jawab surata.


''Perkenalkan saya wira jaya paman, dan ini istri hamba, dan ini juga anak hamba.''


''Saya dewi harum paman.''


''Dan saya darma seta.''


Suratapun menyambutnya dengan sangat baik.


''Tiga nama seorang kesatria pilih tanding, ayo silahkan duduk.'' Ucap surata.


''Terima kasih paman, paman suka berlebihan.'' Saut darma seta.


''Rupanya cepat sekali sampainya, surat yang ku kirimkan pada kakang aji santang.'' Ucap surata.


''Iya paman, saya diperintahkan kesini, oleh kake untuk membebaskan warga ranca galuh dari kekejamannya jagal pati.'' Ucap wira jaya.


''Dan sayapun sangat mengenal baik dengan mendiang ayahmu, supala adi nata, ayahmu juga pendekar hebat, seorang satria pemberani dan cukup ilmu.'' Kata surata.


''Ooh rupanya paman kenal baik dengan ayahanda.'' Ujar wira jaya.


''Sudah tentu, saya sangat mengenal ayahmu, dan semua sepak terjangnya waktu mendapatkan ibumu juga saya tau semua.'' Ucap surata.

__ADS_1


''Kita tunda dulu, menceritakan ayahanda, sekarang langkah kita selanjutnya bagaimana?.'' Tanya wira jaya.


''Nanti setelah matahari mulai tenggelam kebarat, paman akan mengutus telik sandi, untuk mengetahui seberapa kuatkah kekuatan mereka.'' Ucap surata.


''Coba paman, apa ada petanya tempat jagal pati menghimpun kekuatannya.'' Ucap darma seta.


Setelah itu surata mengambil sebuah kotak kayu berukuran kecil, terus dibukanya kotak tersebut, dan dikeluarkannya selembar kulit rusa yang digulung, terus dibukanya, dihadapan ketiga pendekar elang.


''Nah ini petanya, dan disini tempatnya jagal pati, ada empat pintu, barat, timur, selatan dan utara, jagal pati menyimpan kekuatan intinya dipintu depan, pintu barat dan timur, untuk bisa masuk menembus tempatnya jagal pati, kita harus bisa melumpuhkan dulu kekuatan yang di pintu barat dan timur.'' Ucapa surata.


Darma seta dan wira jaya lalu melihat gambar peta tersebut untuk dipelajari dan siasat apa yang harus digunakan untuk menembus kekuatan di dua pinti utama.


Terus wira jaya tersenyum seperti menemukan sebuah ide.


''Kalau melihat dipeta ini, kekuatan mereka cukup kuat, untuk bisa menembus masuk di dua pintu, kita harus mengacaukan dua pintu utara dan selatan, otomotis dua kekuatan di dua pintu utama akan terprcah belah, karena setidaknya sebagian dari mereka akan membantu mengamankan kekacauan itu, bagaimana menurut paman?.'' Tanya darma seta pada surata.


''Ide yang sangat bagus, paman suka, tapi dengan apa kita mengacaukan pertahanan di pintu utara dan selatan?.'' Surata balik bertanya.


''Kita minta bantuan pada pasukan burung elang, dan saya akan coba meminta bantuan pada pendekar kelelawar.'' Jawab darma seta.


''Bukan kah pendekar kelelawar yang tempo itu kita pernah berjumpa.'' Pungkas dewi harum.


''iya benar ibunda, karena pendekar kelelawar bisa datang dan pergi dengan cepat, itu bisa dijadikan siasat gerilya, nah disitu kekuatan mereka akan buyar.'' Kata darma seta.


''Wah hebat darma seta, ternyata kamu memiliki kecerdasan yang luar biasa, kamu pantas menjadi panglima perang.'' Ucap surata.


''Memang kau sangat rendah hati darma seta, paman bangga bisa mengenal kalian semua, para pendekar elang dari timur.'' Ucap surata.


..........................


Sementara ditempat.


Disebelah timur hutan carik, tepatnya di desa ranca galuh.


Sang penguasa jagal pati. yang sudah mengambil alih seluruh wilayah ranca galuh, dan wilayah perkampungan lainnya, karena diwiilayah ranca galuh dan daerah-daerah disekitarnya, terkenal wilayah yang paling makmur dengan hasil ladang pertanian dan rempah-rempah.


Dan banyak para penduduk yang kontra dengan jagal pati mengasingkan diri dari kampung halamannya tercinta, dibawah kepemimpinan surata manggala, mereka memilih tinggal dihutan dari pada bertahan di ranca galuh, yang penuh kebiadaban dari kekejamannya jagal pati.


Sebuah pesta yang meriah dengan mabuk-mabuk an minum tuak dan para wanita penghibur menemani disampingnya, sambil di iringi oleh seni tarian ronggeng, sehingga suasana diranca galuh kini tak ubahnya seperti kampung neraka, yang penuh dengan kemaksitan.


Jagal pati duduk dikursi yang behiaskan permanik sambil dipijitin oleh dua wanita, tertawa penuh bahagia sambil memegang guci yang berisikan minuman arak.


''Hahahaha.. ayo kita meriahkan pesta ini, dengan meminum arak sepuasnya.'' Teriak jagal pati pada anak buahnya.


''Iya ki, jangan lewatkan pesta ini, ayo kawan-kawan semuanya, habisin arak-arak ini, setelah itu kalian boleh memilih para wanita disini sesuka kalian.'' Ucap tangan kanannya jagal pati.


''Iya juragan, karena malam ini malam yang penuh bahagia, setelah kekalahan surata manggala.'' Kawabnya sambil bicaranya ngelantur.


''Biarkan surata manggala dan rakyat mati dihutan jadi santapan para binatang buas.'' Saut jagal pati.

__ADS_1


Dan para anak buahnya pun membalas dengan tawa'an-tawa'an, penuh kepuasan.


''Hahahahaaa


Hahahaha


Hahahahahahahaa.'' Begitulah jagal pati dan para antek-anteknya dalam suasana pesta yang sangat meriah.


Karena terlalu banyaknya mereka minum, dan perjaga'an di empat pintupun jadi kosong, karena semua ikut memeriahkan pesta.


Sehingga dengan sangat mudah telik sandi yang dikirimkan oleh surata, masuk kedalam ruangan yang megah seperti sebuah keraton.


Telik sandi itu terus menyelinap dengan berpakaian serba hitam dan mukanya tertutup oleh cadar, terus ia memeriksa semua ruangan dan jalan keluar, setelah semua terjelajahi telik sandi itu langsung melesat keluar, kini semua rahasia didalam singgasana jagal pati sudah diketahuinya oleh telik sandi suruhannya surata manggala.


Kini telik sandi itu pergi secepat kilat tanpa diketahui, karena jagal pati dan seluruh anak buahnya masih pada mabuk, hingga mereka terlelap dalam rengkuhan sebuah minuman arak yang memabukan.


Singkat cerita.


Telik sandi itu sudah kembali kegua hutan carik, dengan membawa kabar yang menguntungkan bagi pihak surata manggala.


''Ma'ap tuan manggala, telik sandi datang mau menghadap.'' Ujar penjaga pintu gua dilapisan terakhir.


''Iya suruh dia menghadap.'' Jawab surata.


Setelah itu telik sandi datang menghadap dengan menghaturkan sembah sungkem.


''Tuang manggala, terimalah sembah sujudku.'' Ucapnya.


''Diterima Paman, terus apa kabar yang paman dapat disana?.'' Tanya surata.


''Sebelumnya hamba minta ma'ap, Keada'an di tempatnya jagal pati sekarang lagi dalam keada'an pesta pora, dengan jamuan minuman arak dan wanita-wanita cantik, kalau menurut hamba apa yang telah dibicarakan sebelumnya oleh rayi darma seta itu benar akan menguntungkan kita, tapi satu hal yang mesti kita waspadai, jagal pati telah telah membuat jebakan di mana-mana di pintu timur dan barat, dan jagal pati dibantu oleh kibarong besi, dan seluruh anak buahnya.'' Begitu penjelasan dari telik sandi itu.


''Apa kibarong besi, yang saya tau kibarong besi adalah pendekar aliran putih, kenapa bisa bersekutu dengan jagal pati?.'' Tanya wira jaya.


''Entahlah kakang wira jaya, dan itu yang saya lihat.'' Ucap telik sandi.


''Ber'arti ki barong besi, sudan membelot ke aliran hitam, wira jaya.'' Celoteh surata.


Kini malampun terus berlalu, suasana didalam gua tak ada ubahnya, siang malampun sama saja, karena cahaya obor yang terus menyala dari siang sampai malam, begitu dan begitu seterusnya.


Surata manggala, dan ketiga pendekar elang terus mengatur siasat dan setra tegi untuk penyerangannya nanti bila purnama sudah muncul penuh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Jika suka dengan cerita ini, cukup like, comentar, favorit, ranting dan votenya.


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2