PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
Pendekar Elang Sakti eps 63


__ADS_3

Kini suara penontonpun terdengar ramai kembali, dan banyak yang mendukung pada Dewi harum, tepuk tangan dan sorak sorai sampai mau memecahkan gendang telinga, ketika menyaksikan kehebatan jurus-jurus yang dilancarkan oleh Dewi harum, untuk mengalahkan Badrowi yang mempunyai ilmu kebal yang sangat luar biasa, Dewi harum teringat sebuah pesan dari gurunya Nini Ragantiri.


"Harum cucuku, bila kamu menghadpi lawan yang mempunyai ilmu kebal, maka pergunakan lah jurus elang bidadari, karena setiap gerakan jurus ini menganding kekuatan yang maha dahsyat." Begitu pesan dari gurunya yang pernah terdengar.


Berpuluh-puluh tahun Dewi harum mengembara tidak pernah sedikitpun menggunakan jurus itu, tapi kali ini Dewi harum mencoba menggunakannya, gerakannya yang luwes layaknya se ekor burung elang lagi menari di angkasa, setiap kepakan sayapnya begitu indah.


Melihat Dewi harum mengubah jurusnya, Badrowi malah tertawa mengejek. "Hahahaha, mana bisa kamu mengalahkan aku nona cantik, dengan gerakanmu yang gemulai, itu malah membuatku semakin ingin mencicipi lagi tubuhmu itu, huhaha." Ujar Badrowi tertawa penuh jumawa.


Dewi harum menyerang dengan jurus-jirus yang indah bila di pandang, Badrowi dengan garangnya melakukan serangan balasan yang bertubi-tubi tapi tak satupun yang bisa menyentuh tubuh Dewi harum.


Sepuluh jurus sudah Badrowi melakukan serangannya tapi sungguh diluar akal sehat Badrowi. "Bedebah jurus apa yang wanita itu pergunakan, ternyata gerakannya yang gemulai sangat susah untuk di tembus." Batin Badrowi dengan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuhnya.


Dewi harum melesit ke atas lalu mengepakan kedua tangannya sebagai sayap, dengan badannya yang meliuk-liuk indah, lalu melorot turun mengincar kepala Badrowi, Badrowi tercengang begitu terdengar lengkingan suara burung elang


Buk


Deeaass..


Kepakan kedua tangan Dewi harum menyambar kepalanya Badrowi, yang di susul dengan tendangan kedua kaki Dewi harum dengan Gerakan memutarkan Badannya.


Duuuugg.


Aaauugghh.


Suara yang keluar dari mulutnya Badrowi sambil terhuyung sempoyongan, api dendam Dewi harum kini semakin menyala sambil berteriak.


"Ini untuk kakang Danang." Teriak dewi harum melesat menerjang Badrowi. kedua Jari dewi harum telah menusuk ke dua bola matanya Badrowi yang kukunya mendadak keluar memanjang keras bagaikan logam baja.


Auuuuuggghhh..


Tobaaaat.


Bruuuuugggh.


Teriakan histeris bersama'an dengan jatuhnya tubuh besar Badrowi.


"Ini sebagai hukuman atas perbuatanmu kepadaku dan kepada mendiang suamiku, kulitmu boleh kebal tapi belum tentu denagan bota matamu." Ujar Dewi harum, sambil melihat Badrowi yang lagi menguling-guling kesakitan.


Kini dendam Dewi harum terbayar sudah, ia pun langsung melesat secepat kilat menuju pada punggung kudanya yang berada jauh di belakang para penonton, sebelum Dewi harum memacu kudanya, ia berkata dengan suara yang bergema karena dilapisi dengan tenaga dalam.

__ADS_1


"Maakan saya ketua dan guru besar Tapak benggala, dan hadiahnya pakai saja buat mengobati bajingan kelabang merah itu, selamat tinggal." Seru Dewi harum yang langsung memacu kudanya, yang di ikuti oleh Wira jaya dan Darma seta.


Sementara di arena panggung, para murid-murid Tapak benggala langsung memburu tubuh Badrowi yang kini telah pinsan karena merasakan sakit yang tak terhingga di kedua bola matanya yang telah pecah, kemungkinan besar Badrowi tidak akan lagi bisa melihat ke indahannya dunia, Tubuh Badrowi di bopong turun dari panggung untuk di bawa kedalam guna di obati.


Dan para tamu undanganpun sudah bubar, sedangkan Pendekar kelelawar, Raden Sedayu dan kibarong Besi langsung pergi dengan menunggangi kudanya untuk mengejar ke tiga Pendekar elang.


Hea


Hea


Hea


Terikan dari ke tiga pendekar memacu kudanya, kuda pun berlari dengan kencang meninggalkan padepokan tapak benggala.


Jarak antara pendekar elang dengan Pendekar kelelawar, Raden sedayu dan kibarong besi belum begitu jauh, sehingga Raden sedayu berteriak memanggilnya.


"Wira, Harum, Seta tunggu." Teriak Raden sedayu memanggil.


Wira jaya, Dewi harum dan Darma seta langsung menangkap getaran suara yang memanggilnya, kemudian ke tiga pendekar elang menarik tali kekang kudanya, kudapun meringkik sambil memutarkan tubuhnya ke arah suara yang menanggilnya dari belakang, nampak terihat oleh ke tiga pendekar elang tiga kuda lagi berlari mendekati ke arah nya. "Lihat nyai bukannya itu Raden Sedayu, ki barong besi dan pendekar kelelawar." Tunjuk Wira jaya.


"Iya betul kakang, dari mana mereka, kenapa bisa berbarengan begitu." Ujar Dewi harum.


"Mungkin mereka ada di pertarungan adu jago itu." Pungkas Darma seta.


Tidak lama kemudian mereka telah mendekati ke arah pendekar elang, dan kudanya pun sudah berjalan pelan. "Wira, Harum dan kau seta, kalian habis dari mana kenapa kalian bisa ada di tapak benggala?." Tanya Raden Sedayu.


"Saya baru pulang dari Naga Bintang." Jawab Wira jaya.


"Berarti waktu pertemuan di Ranca Galuh itu, kalian tidak pulang ke tempat kediaman kalian?." Tanya Pendekar kelelawar.


"Tidak karena ada urusan sedikit dengan Padepokan Naga Bintang." Ujar Wira.


"Masalah apakah itu?." Tanya Raden Sedayu.


"Waktu mau ke hutan carik menemui Surata Manggala kami di serang oleh sekelompok orang dengan panah, lalu kami membalikan anak panah itu dengan senjata kami akhir panah itu berbalik arah pada pengirimnya dan ada beberapa orang yang terkena senjata nya sendiri, terus kami memburunya, kami melihat ada salah seorang yang masih hidup, begitu kami mau mgorek keterangan siapa dan apa maksudnya menghadang kami, tiba-tiba sebuah senjata rahasia meluncur dan menancap di punggung orang itu, lalu saya cabut senjata itu setelah di lihat-lihat bahwa senjata itu miliknya perguruan Naga Bintang, nah itulah alasan kami menemui ki Sura praba." Jelasnya Wira jaya.


"Lantas bagaimana pengakuan ki Sura Praba?." Tanya Raden Sedayu.


"Ki Sura praba membenarkan senjata itu milik perguruannya, tapi kata ki Surapraba tidak sembarang murid yang bisa memiliki senjata itu, setelah itu dia menceritakan ada satu murid andalannya yang sudah salah jalan, namanya Jareti gangga, maka dari itu kami di beri amanat untuk membawa Jareti Gangga ke Naga Bintang." Ungkap Wira jaya.

__ADS_1


"Ada satu pertanya'an lagi yang masih ingin kita mengetahuinya, Nyi Dewi sepertinya ada dendam pribadi pada Badrowi?." Tanya Raden sedayu sambil memandang datar wajah Dewi harum.


Dewi harum menarik napas panjang sambil melajukan kudanya dengan pelan, yang di ikuti oleh Barong besi, Pendekar kelelawar dan Raden sedayu sendiri. "Kalau di ceritakan mungkin tidak akan selesai setengah hari, baiklah kalau kalian pingin tau, intinya saya punya dendam yang sempat padam puluhan tahun, karena waktu itupun saya dan kakang Wira pernah bertemu, tapi waktu itu belum cukup puas, karena mereka langsung di bawa ke kota Raja untuk di adili, saya telah kehilangan suami saya, Kakang Danang jaya, kakanya kakang Wira, kang Danang di bunuh dengan sangat keji di depan mata saya, dan saya pun di perkosa beramai-ramai setelah bajingan itu duluan, di situ saya pinsan tidak tau lanjutannya kelakuan perampok brengsek itu pada diri saya, pas saya sadar ke tika seorang nenek telah menolong saya memberi saya ramuan hingga saya bisa pulih, di situ saya di ajarkan ilmu silat dan kanuragan, tadi saya tidak mau, tapi nenek itu berkata. "Jangan bodoh kamu, karena kebodohanmu para lelaki hidung belang telah menikmati indahnya tubuhmu." Begitu ucap nenek/Guruku." Jelasnya Dewi harum menceritakan kejadian yang telah menimpa dirinya dan keluarga puluhan tahun Silam.


Raden Sedayu, Pendekar Kelelawar dan ki Barong Besi manggut-manggut tanda mengerti dengan cerita tragis yang menimpa Dewi harum.


Kemudian Dewi harum bertanya pada ke tiga pendekar itu. "Lalu kalian bertiga kenapa ada di sini?." Dewi harum bertanya sambil mengelus kepala kuda yang ia tungganginya.


"Kami bertiga mendapat undangan dari ki Tapak Benggala." Jawabnya.


"Lantas kenapa Paman-Paman tidak ikut tanding." Darma seta ikut bicara dengan melemparkan pertanyaan.


"Kami tidak mau kalau sesama golongan putih harus bertikai, untuk menghindari kesalah pahaman, kalian juga tau sendiri bagaimana kalau sudah berlaga di arena pertarungan, pasti semua juga pingin yang terbaik." Jelas Pendekar Kelelawar.


Darma seta pun menganggukkan kepala tanda mengerti dengan penjelasan dari pendekar Kelelawar. "Sebuah pemikiran yang matang, saya sendiri kagum pada Paman bertiga." Cetus Darma Seta.


"Ya sudah kalau begitu, karena kita beda arah dan tujuan, saya mau pulang dulu ke kota Raja, sampaikan salam ku pada Aji santang dan ki Layung." Tutur Raden Sedayu sambil mulai memacu kudanya ke arah selatan. Begitu pun ki Barong Besi dan Pendekar Kelelawar memacu kudanya searah ke utara.


Sedangkan Pendekar elang juga lansung memacu kudanya ke arah Barat yang di tuju kampung Benda.


.....................


Sementara di tempat lain.


Di sebuah perkampungan yang padat dengan penduduk, nampak terlihat rumah yang berderet dengan bentuk beraneka ragam, dari yang beratap daun lontar hingga bentuk rumah joglo.


Di sebuah rumah Joglo dengan dindingnya terbuat dati papan kayu jati, dan di setiap bingkai jendela terpasang kaca bermotip kembang, sudah bisa di perkirakan bahwa pemilik rumah tersebut orang terpandang di waktu itu.


Lelaki tua dengan berpakain serba hitam dan terpasang sebuah penutup kepala warna coklat tua bermotip batik, lagi mengukir sebuah warangka senjata yang di hiasi oleh manik-manik berwarna kuning ke emasan, dan di bagian atas pengikat lubangnya terukir sebuah kepala burung garuda.


"Selesai lah sudah warangka pedang Garuda Cakra Buana, tapi kenapa cucuku belum kunjung tiba padahal ini sudh waktunya mereka tiba." Gerutu lelaki tua itu yang tak lain adalah ki Teupa Aji Santang. atau di tanah jawa biasa di sebut Empu.


Ki Teupa adalah nama julukan pada pengrajin pandai besi membuat senjata kujang atau yang lainnya di tanah Sunda.


Di tahun Saka, pada bulan Wesaka(7) Hari Raspati(kamis) ki teupa Aji santang lagi menanti kedatangan cucu dan cicitnya.


...............


Terima kasih banyak atas dukungannya, salam sejahtera sehat-sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


Dukung terus ya dengan kasih like, comentar jadikan favorit bila suka, berikan vote serta hadiahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2