
Kini nampak terlihat dengan jelasnya jalan yang membentang, setelah pagar gaib itu berhasil dihancurkannya.
Kehancurannya pagar gaib itu, dirasakan pula oleh ki layung, disa'at lagi duduk bersila sambil menunggu kala muksa, kala durga dan si rumpang datang membawa gadis yang ditahan itu.
Rasa sesak didada, kini ki layung rasakan seperti ada sehuah hantaman menyerang dadanya ki layung..
Ki layung langsung mengatur pernapasannya dengan memusatkan tenaga dalam.
Untuk membantu melonggarkan pernapasan yang terasa sesak.
Suara hembusan napas yang dikeluarkan ki layung terdengar mendesah.
''Kini napasku sudah terasa lega lagi, Kurang ajar siapa orangnya yang sudah berhasil memecahkan pagar gaibku, siapapun orangnya, pastinya dia bukan orang sembarangan.'' Ucap Kilayung.
Kini Kilayung beranjak dari tempat duduknya semula, berjalan keluar dari rumah tua itu.
...............
Sementara darma seta, seno, genta dan landu, terus memacu kudanya menelusuri jalan setapak itu.
Sedangkan ditempat lain nyi anyelir yang lagi bersembunyi dibalik akar pohon yang sangat besar, terus kucing-kucingan dengan kawanannya Kala muksa.
Kala muksa nampak kesal dengan perlakuannya nyi Anyelir, yang belum juga diketemukan.
''Kurang ajar wanita itu, dimana dia.'' Ucap kala muksa kesal.
''Kemungkinan wanita itu bersembunyi, karena sudah mengetahui keberada'an kita kakang.'' Ucap Kala durga.
''Bisa jadi begitu, sekarang kita berpencar, saya cari kesana, kamu Kala durga naik kepohon yang paling tinggi terus lihatin disetiap tempat yang tersembunyi, dan bila ada titik yang mencurigakan, kamu beri tanda pada kita.'' Ucap kala muksa.
''Apa tuh tandanya kakang?.'' Tanya Kala durga.
''Suara burung.'' Jawab kala muksa.
Mereka terus berpencar menjadi tiga bagian, sementara kala durga langsung memanjat pohon yang paling tinggi sekali, dengan sangat entengnya kala durga memanjat pohon tersebut, setibanya diatas pohon, kala durga terus mengawasi keadaan dibawah, tapi yang dicari tidak terlihat sama sekali oleh kala durga.
Disa'at kala durga memandang kearah selatan, nampak terlihat oleh Kala durga ada empat orang penunggang kuda menuju tempat waktu nyi anyelir ditahan.
''Waah celaka, rupanya mereka bisa menembus pagar gaib yang ki layung buat, pasti pemuda itu sangat sakti, ku harus cepat-cepat memberi tahu kakang Kala muksa.'' Ucap Kala durga sambil memberi tanda pada Kala muksa dengan suara burung.
Suara itu terdengar dengan jelas oleh kala muksa dan si rumpang.
Dengan letak yang berbeda, Kala muksa dan si rumpang, lalu mengayunkan kakinya menuju ke arah suara burung yang dibuat oleh Kala durga.
Begitu Kala muksa dan si rumpang sudah mendekati posisi dimana kala durga berada, secepatnya Kala durga pun langsung turun dari pohon tersebut.
''Bagaimana sudah ketemu, dimana posisi wanita itu bersembunyinya?.'' Tanya kala muksa.
''Tidak terlihat kakang, entah dimana wanita itu bersembunyi.'' Jawab kala durga.
''Goblog, kalau belum ketemu kenapa kamu menanggil kita.'' Ucap kala muksa
''Bukan itu yang ku maksud kakang, tapi ada empat penunggang kuda menuju kemarkas kita.'' Ucap kala durga.
''Berarti orang itu, pasti orang-orangnya giri darma.'' Jawab Kala muksa.
''Apa kita teruskan pencarian terhadap wanita itu, apa kita segera kemarkas.'' Ucap kala durga.
''Sebaiknya kita ke markas dulu, masalah mencari anaknya giri darma, kita tunda dulu.'' Jawab kala muksa.
Setelah itu, mereka bertiga langsung menuju kemarkasnya, untuk melaporkan pada ki layung, bahwa orang-orangnya giri darma sudah berhasil masuk kewilayah kekuasa'annya.
Setibanya di markas, mereka sangat kaget ternyata ki layung tidak berada ditempat.
''Ki ki layung.'' Ucap Kala muksa panggil-panggil ki layung.
''Mungkin ki layung pergi menyusul kita, mencari anak si giri darma itu.'' Saut kala durga.
''Ada kemungkinan begitu, ayo kita cari.'' Jawab kala muksa.
Mereka bertiga langsung pergi lagi, untuk menyusul ki layung.
Setelah mereka berjalan kira-kira 20 tumbak, terdengar dengan Jelas suara orang cekcok adu mulut.
''Coba dengar olehmu rayi durga, itu seperti suaranya Ki layung.'' Ucap Kala muksa.
''Iya benar kakang.'' Jawab kala durga.
''Ayo kita kesana.'' Ucap kala muksa.
Kala muksa, kala durga dan sirumpang bergegas pergi menuju arah suara orang yang lagi pada cekcok itu.
Sementara Kilayung yang berpapasan dengan Darma seta dan kawan-kawannya.
__ADS_1
Ki layung sudah bisa menduga bawha darma setalah yang berhasil menhancurkan pagar gaib itu.
''Wah waaahh, anak muda mau apakah kalian kesini hah.'' Ucap ki layung.
''Hai kake tua, apa anda penunggu gunung sembung ini?.'' Tanya darma seta.
''Hahahaaa, iya, anda benar sekali anak muda, dan gunung sembung ini sangat terlarang bagi orang luar.'' Jawab ki layung.
''Ahahaa, kake tua, sejak kapan ada larangan bagi orang mau lewat kesini, sang pencipta menciptakan jagat raya ini, untuk di jaga dan dikelola, Karena kita selaku manusia bisa dapat manpa'at dari sumber daya alam ini.'' Jawab darma seta.
''Terus tujuan kalian kesini mau apa?.'' Tanya ki layung.
''Saya lagi mencari sesuatu kesini, Ma'ap kake tua, kami masih ada urusan, ijinkan kami melewati daerah ini.'' Ucap darma seta.
''Oooh, silahkan.'' Jawab kilayung.
Baru saja darma seta mau menaiki punggung kuda, untuk melakukan perjalanannya kembali, tiba-tiba munculah dari arah semak semak belukar, kala muksa, kala durga dan sirumpang, sepintas darma seta memperhatikan wajahnya kala muksa, seperti telah bertemu sebelumnya dengan ketiga orang tersebut.
Dan tiba-tiba seno berbisik pada darma seta.
''Kakang, bukankah mereka bertiga itu, yang dulu ikut dalam penyerangan ke halimun bersama arya dulaksa.'' Ucap seno berbisik.
''Iya benar sekali seno, saya baru ingat, dari tadi juga saya memperhatikan mereka bertiga seperti tidak asing diwajah mereka.'' Ucap darma seta.
Darma seta pun membalikan lagi badannya dan berkata pada ki layung.
''Ooh rupanya kalian adalah pengikutnya, arya dulaksa, dimana anaknya giri darma kamu tahan.'' Ucap darma seta.
''Kami tidak menahan anak si giri Darma, bisa-bisanya kau menuduh kita.'' Ucap ki layung.
''Cuma seorang pengecut yang bilang begitu.'' Ucap seno ikut nimrung.
''Bedebah kau anak kemarin sore, sudah berlaga seperti jagoan.'' Bentak kala muksa.
''Hahahaaa, emang kenyataannya begitu.'' Jawab seno sambil tertawa mengejek.
''Sudah ki jangan di ajak ngobrol terus, anak ingusan ini tidak bisa lagi didiamkan, lama-lama malah tambah ngelunjak.'' Ucap kala durga.
''Tenang kala durga, cuma anak baru melek, paling dalam lima jurus juga sudah keok.'' Jawab ki layung.
''Hai kake peot, tulang-tulangmu itu sudah kropos sekali kena sabet juga paling pada rontok sendi-sendimu.'' Ejek landu.
''Bedebah, Kucincang kau anak ingusan.'' Bentak kala durga, sambil melompat kearah landu.
Akhirnya pertarungan tidak bisa lagi dihindari, suara-suara benturan senjata sampai terdengar jauh.
''Seperti suara logam yang saling ber'adu, pasti ada orang yang lagi bertempur, apa mungkin itu paman wira jaya atau rayi darma seta, yang sudah berhasil menemukan sarang mereka.'' Ucap nyi anyelir berkata sendiri.
Perlahan-lahan nyi anyelir keluar dari tempat persembunyiannya, untuk memastikan siapakah yang lagi adu kesaktian itu.
Nyi anyelir terus berjalan mengikuti arah dari suara itu.
Sesampainya di tempat, arah yang mau kesarangnya kala muksa, nyi anyelir melihat sebuah pertempuran.
Nyi anyelir menyelinap dibalik pohon kiara yang besar, dan memperhatikan siapa yang lagi bertarung itu.
''Bukan kah itu, landu, genta dan kakang seno, terus rayi darma seta kemana.'' Berkata nyi anyelir dalam hati.
Sementara darma seta yang lagi bertarung dengan ki layung, yang jauh dari tempat pertarungan Kala muksa dan para pemuda halimun, karena ki layung sengaja berlari menjauh dari kawanannya, supaya darma seta mengejarnya.
Entah apa yang lagi direncanakan oleh kilayung sehingga membawa darma seta menjauh dari teman-temannya.
''Hai kake tua, saya tau siasat kamu, asal kamu tau siasatmu itu murahan, tidak akan berpengaruh bagi darma seta cucu dari aji santang. Ciaaaattt.'' Teriak darma seta sambil menyerang dengan jurus elang menembus sukma.
Betapa kagetnya ki layung, sa'at mendengar darma seta menyebutkan nama aji santang.
''Apa mungkin pemuda itu, benar-benar cucunya dari alap-alapnya Pajajaran, yaitu aji santang.'' Ucap ki layung dalam hati.
Disa'at itu pula darma seta dengan jurus saktinya meluncur ingin memecahkan raganya ki layung, tapi kilayung bukan sembarang kake tua biasa, dengan gesitnya ki layung mengubah jurusnya, dengan jurus lembayung senja.
Buk...buk..buk..duuukk.
Dua pukulan beradu.
Jelegjeg tubuh ki layung terdorong lima langkah.
Begitu pula darma seta, meraskan kekuatan ki layung, sampai mundur dua langkah.
''Hebat sekali tenaga dalam anak muda itu begitu sangat sempurna, ku harus lebih berhati-hati, apalagi kalau dia benar-benar cucunya aji santang.'' Ucap ki layung dalam hati.
Begitupun darma seta, sampai mengagumi ki layung.
''Ternyata hebat juga si kake tua, ia bisa menahan pukulan elang menembus sukma.'' Ucap darma seta dihati.
__ADS_1
Kilayung memandang darma seta dengan tajamnya, seperti ingin mengetahui kelemahannya.
''Ayo anak muda serang lagi saya.'' Teriak ki layung.
''Tak baik bila mendahului orang tua, ayo kake tua tunggu apalagi serang aku.'' Jawab darma seta.
''Jumawa kau anak muda, ciaaaaatttt......'' Ki layung membangun serangan
Dengan secepat kilat ki layung meluncurkan pukulannya yang berbarengan dengan tendangan dan sapuan.
Darma seta sedikitpun tidak gentar, ia terus menyambut serangannya ki layung yang bertubi-tubi.
Jurus-jurus kilayung bisa ditangkisnya dengan mudah oleh darma seta.
Pertarungan berlangsung sudah lima belas jurus tapi satupun diantara mereka belum ada tanda-tanda yang kalah atau yang menang.
Dalam segi pengalaman, mungkin ki layung lebih unggul dari darma seta.
Tetapi dalam segi pisik darma seta unggul lebih jauh dari ki layung, Tubuh kurus dengan rambut sudah memutih sebagian, nampak rada ngos-ngosan karena banyak tenaga yang terkuras.
''Menyerahlah kake tua, dimana kau tahan anaknya giri darma, sebelum kesabaranku habis.'' Ucap darma seta.
''Lebih baik mati berkalang tanah, dari pada harus nyerah dan tunduk pada anak kemarin sore.'' Teriak ki layung.
''Dasar kake tua keras kepala, baiklah kalau itu maumu kake tua.'' Jawab darma seta.
Setelah itu darma seta yang gantian menyerang lebih dulu, darma seta membangun jurus elang sakti, yang diperdalam dari kitab pusaka elang.
Kini Jurus-jurus darma seta berbeda dengan jurus sebelumnya, Jurus yang dimainkan oleh darma seta itu, lebih luwes dan agak lambat, lebih mengutamakan gerakan tangan.
Ki layung langsung terkesima, dan penuh dengan rasa heran, dengan jurusnya darma seta.
''Bukan kah itu jurus sudah lama menghilang, bersama penciptanya, itu jurusnya raga nata, kenapa anak muda itu bisa menguasai jurus itu begitu sempurna sekali, padahal raganata sudah meninggal puluhan tahun silam, mungkin anak muda itu belum terlahir.'' Berkata ki layung dalam hati.
Baru saja ki layung berpikir tentang jurus yang pernah mengegerkan rimba persilatan dijaman terdahulu, tanpa diketahui oleh ki layung, sebuah hantaman telapak tangan darma seta mendobrak dada ki layung.
''Aaaauuuuuuuuuuu.'' Teriak ki layung merasakan kesakitan yang amat sangat.
Blaaakkk, tubuh kilayung roboh jatuh menimpa bebatuan.
Dengan penuh rasa sesak, ki Layung langsung bangun lalu mengatur pernapasannya, untuk melonggarkan tenggorokannya yang terasa sesak didada.
''Ternyata jurus elang bidadari itu, sangat ampuh, ku harus lebih waspada lagi.'' Berkata ki layung dalam hati
''Kake tua, sebaiknya anda bertobat sudah tua, nanti keburu ajalmu datang.'' Ucap darma seta pancing emosi.
''Jangan berbangga hati dulu anak muda, jurus itu memang hebat, tapi apakah kamu bisa tahan dengan pukulan matahari senja.'' Teriak ki layung sambil mengerahkan tenaga dalamnya dengan gerakan mengacungkan kedua tangannya ke atas dan kedua telapak tangan ditempelkan rapat lalu menurunkan tubuhnya dengan posisi duduk bersila, sehingga secara tiba-tiba langit menjadi gelap dan suara angin berhembus kencang.
Melihat hal itu darma seta pun tidak mau mati konyol.
Darma seta memasang kuda-kuda dengan gerakan kedua kaki terbuka melebar, tangan kiri menyilang didada sebagai prisai, dan tangan kanan diacungkan keatas dengan telapak kanan mengarah ke angkasa lalu di turunkan kebawah sejajar dengan dada, sebuah sinar putih perak menyala-nyala seperti sebuah arus listrik yang bergesekan.
Dan kedua kekuatan sudah siap untuk saling menjatuhkan, ki layung tanpa mikir panjang lagi, langsung melepaskan pukulan matahati senjanya, begitu pula darma seta, mendorongkan tangan lurus kedepan mengarah pada ki layung.
Ajian elang cakra dewa, dan pukulan matahari saling beradu kekuatan, kini kedua kekuatan itu saling bertemu, saling dorong dan saling menekan keduanya itu ingin menjadi yang terkuat.
Tapi itu semua tergantung pada sang pemilik kekuatan itu sendiri.
Melihat kondisi pisiknya kilayung yang sudah tidak setabil lagi, karena usianya yang sudah senja.
ki layung nampak terlihat seperti sudah tidak tahan lagi mengimbangi ajian elang cakra dewa yang sangat dahsyat itu.
Darah sudah keluar dari kedua sudut bibirnya ki layung, dengan matanya yang sudah mulai memerah.
Melihat ki layung seperti tidak berdaya lagi, darma seta tidak ingin membunuh lawannya yang sudah tidak berdaya, darma seta pun lalu menarik kembali ajian elang cakra dewanya.
Setelah itu ki layung, seperti kehabisan tenaganya lalu jatuh, dengan tubuh yang lemas seperti sebuah kapas tersiram air hujan.
Darma seta lalu memburu pada ki layung.
''Kake tua, anda tidak apa-apa?.'' Tanya darma seta.
''Tubuh saya lemas, seperti tidak ada tenaga sama sekali, kenapa kamu tidak jadi membunuh saya anak muda, padahal kamu tinggal sekali hantamkan ajianmu itu, maka saya akan mati, dengan tubuh yang hancur berkeping-keping.'' Ucap kilayung dengan nada bicara seperti terputus-putus.
''Kesatria sejati, pantang membunuh lawan yang sudah tidak berdaya, bangunlah kake tua saya akan membantu melancarkan peredaran darahmu.'' Ucap darma seta.
Ki layungpun menuruti apa kata darma seta, ia lalu duduk bersila, dan darma seta duduk dibelakang ki layung dengan kedua telapak tangan darma seta ditempelkan pada punggung ki layung.
*********************************
Berssmbung Eps 24.
Nantikan kelanjutannya.
__ADS_1
Di episode selanjutnya, dan klik like, comentar, favorit dan vote nya.
Selamat membaca, dan terima kasih.