
Wira jaya dan dewi harum belari menggunakan ilmu lari cepatnya, mengejar sang penguasa jagal pati, yang berlari lewat ruang bawah tanah yang tembus keluar dibawah lereng bukit ranca galuh.
kelebatan-kelebatan dua bayangan merah dan kuning terus melompat lompat dari bawah keatas dan dari atas kebawah begitu dan begitu seterusnya, hingga akhirnya dewi harum dan wira jaya telah sampai dilereng bukit ranca galuh.
Sejenak wira jaya dan dewi harum berhenti, sambil matanya mengincar sekeliling tempat itu.
''Kita kehilangan jejak kakang, dimana kah jagal pati bersembunyi.'' Ucap dewi harum.
''Iya benar nyai kita terlambat, terus darma seta kemana, sepertinya kakang tidak melihatnya.'' Wira jaya berkata.
Pada sa'at wira jaya dan dewi harum lagi mengamati tempat sekitar lereng bukit, samar-samar terdengar suara nyaring senjata tajam.
''Coba nyai pasang pendengaran, kakang mendengar suara orang lagi bertempur, apa mungkin itu darma seta.'' Kata wira jaya.
''Iya benar kakang, suara dari arah sana, ayo kita lihat kakang.'' Ucap dewi harum sambil mekesat pergi dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang dipadukan dengan ilmu lari cepat.
Wira jaya pun langsung melompat menyusul dewi harum yang melesat pergi, kearah suara pertempuran itu.
Dewi harum lalu melompat keatas pohon yang paling tinggi dengan kakinya bertengker didahan, sambil terus mengamati kebawah sana.
''Benar duga'anku, itu nanda darma seta lagi bertarung dengan dua orang lelaki, apa itu jagal pati, kalau begitu ku harus cepat beri tau kakang wira.'' Ujar dewi harum.
.
Setelah itu dewi harum langsung melorot turun dengan ilmu meringankan tubuh yang sudah sangat sempurna.
Setelah dewi harum menapakan kakinya ditanah, ia lalu memberi tahu wira jaya.
''Iya benar kakang, dibawah sana nanda darma seta lagi bertarung dengan dua orang lelaki.'' Ucap dewi harum.
''Kalau begitu ayo kita kesana, kemungkinan jagal pati juga ada disana.'' Saut wira jaya.
Setelah itu wira jaya dan dewi harum melesat mendekati ke arah yang lagi bertarung dibawah bukit ranca galuh.
Setibanya ditempat, wira jaya dan dewi harum menyelinap kebalik semak-semak belukar, menyaksikan pertarungan antara darma seta dan pendekar kembar tangan kanannya jagal pati.
''Nyai permainan pedang orang kembar itu hebat juga.'' Bisik wira jaya.
''Iya benar kakang, tapi darma seta mampu mengimbanginya.'' Saut dewi harum.
Trang trang trang.
Benturan senjata antara pedang kembar dengan pedang peraknya darma seta.
Permainan pedang kembar luka pala dan pala luka terus mengurung darma seta, tapi darma seta lebih cepat gerakannya hingga dijurus ke lima belas darma seta melesit keatas dengan pedang peraknya berputar putar, terus darma seta bergerak cepat menerjang manusia kembar itu dengan pedang peraknya.
Trang,, treweweeng......
Dengan tenaga dalam yang sudah sangat sempurna, sehingga permainan pedang peraknya darma seta mampu melepaskan pedang kembarnya luka pala dan pala luka.
Pedang kembar kini lepas dari genggamannya manusia kembar, melesit keatas terus jatuh menancap diatas batang kayu, bersama'an dengan itu, pukulan dan tendangannya darma seta bertubi-tubi menghujani manusia kembar.
Wuuukk
Duk duk deas deas deas....
__ADS_1
Kini manusia kembar terpental hingga beberapa tumbak, tapi keduanya masih bisa menjaga kese'imbangannya, dengan sangat mulus kedua kaki manusia kembar mendarat di tanah.
''Hahaha.... Jangan berbangga dulu kau pendekar elang perak, kali ini kau akan kami habisi.'' Bentak luka pala.
''Percuma kau sesumbar terus wahai orang kembar, sekarang buktikan, rasanya saya pingin merasakan kekuatan dari tangan kanannya sijagal pati.'' Teriak darma seta.
''Jumawa kau.'' Ujar pala luka, sambil membangun kuda-kuda, rupanya mereka ingin menyudahi pertarungan itu dengan menggunakan ilmu kedidjaya'annya.
Pala luka dan luka pala, berdiri sejajar, tangan luka pala dan pala luka saling menempel dalam posisi lurus, terus ditangan mereka masing-masing keluar cahaya kuning bulat sebesar telur yang lama kelama'an mengembang menjadi besar.
Darma seta pun sangat berhati-hati, karena ia sangat mengenal sekali ilmu itu.
''Ooh rupanya mereka mau mengeluarkan ajian bulan kembar.'' Gumam darma seta dalam hatinya.
Darma setapun tidak mau mati konyol, ia pun lalu mengambil kuda-kuda, untuk menandingi ajian bulan kembar, dengan ilmu cakra dewa.
Sinar putih perak berbentuk sebuah cakra, telah menyala-nyala siap untuk dihempaskannya.
Dan setelah itu, kedua manusia kembar itu akhirnya melepaskan ilmu bulan kembarnya, dan darma setapun mendorongkan ilmu cakra dewanya untuk menghalau ilmu bulan kembar dari luka pala dan pala luka.
Kedua manusia kembar sudah mendorongkan kedua tangannya ke arah darma seta, dan darma seta pun lalu mendorongkan ajian cakra dewanya, kini cahaya kuning dan cahaya putih perak sudah saling dorong.
Luka pala dan pala luka, sepenuhnya telah mengerahkan tenaga dalamnya, untuk menandingi ajian cakra dewa dari elang perak.
Darma seta masih tetap tegar berdiri, sedangkan pala luka dan luka pala, tubuhnya sudah mulai bergetar perlahan, dan keringat dingin sudah mengucur dari seluruh tubuh manusia kembar tersebut.
Terus tubuh luka pala dan pala suka, bergetar semakin kencang, dan darah sudah mulai keluar dari kedua sudut bibirnya mereka, dikala darma seta sudah meningkatkan tenaga dalamnya ketingkat yang paling sempurna.
Sehingga akhirnya kekuatan ajian cakra dewa mendorong dengan kekuatan yang dahsyat ******* ilmu bulan kembar.
Ger ger beluuurrrrrrrr....
Darma menghempaskan ilmu cakra dewanya dengan kekuatan penuh.
Kedua tubuh manusia kembar terpental jauh, jatuh menimpa semak-semak belukar, dengan kondisi yang sangat mengenaskan kedua bola mata luka pala dan pala luka pecah, rambut acak acakan, dan seluruh badan gosong ditambah dadanya yang robek terbelah.
Kini tangan kanan jagal pati terkujur kaku tidak berdaya, nyawanya sudah lepas dari raganya yang hancur.
Darma seta terus menarik napasnya perlahan-lahan, untuk memompa jantung buat mengalirkan darah ke organ-organ yang lain, yang terasa masih lemes karena tenaganya yang sudah banyak terkuras.
Terus wira jaya dan dewi harum datang menghampiri darma seta.
''Kau tidak apa-apa seta?.'' Tanya dewi harum.
''Tidak buk, ku cuma lemes aja, mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam.'' Ucap darma seta.
Ketika darma seta, wira jaya dan dewi harum, mau beranjak dari tempat itu guna mencari jagal pati, muncul suara yang mampu menggetarkan jantung mereka bertiga.
''Kalian hebat sudah mampu mengalahkan si pendekar kembar, tangan kanan saya, huuhahaha.'' Begitu suara tanpa wujud.
Wira jaya, dewi harum dan darma seta, langsung mengerahkan tenaga dalamnya.
''siapa itu, jangan cuma bersembunyi disitu pengecut.'' Teriak darma seta.
Terus suara itu terdengar lagi sambil mengirim kan sebuah pesan.
__ADS_1
Sebuah senjata rahasia meluncur kearah darma seta.
Tapi bagi darma seta tidak membuat kaget ataupun gentar, dengan secepat kilat tangan darma seta menangkap senjata rahasia itu.
Kini sebuat logam berbentuk agak panjang telah berada dalam genggamannya darma seta.
Setelah darma seta lihat-lihat jenis senjata rahasia itu, terus ia meminta pada ibunya untuk mengeluarkan sesuatu.
''Ibu coba ibu keluarkan senjata rahasia yang waktu itu, seperti ada kesama'an dengan senjata rahasia itu.'' Ujar darma seta.
Dewi harumpun lalu mengambil senjata itu dibalik sabuknya, terus di samakan, nampak ada kesama'an dibalik senjata itu, sama terukir gambar naga, cuma bentuknya yang berbeda.
''Kayanya dari perguruan yang sama, cuma kalau yang ini berbentuk bintang, bisa di artikan perguruan naga bintang.'' Ucap dewi harum.
Dan wira jaya pun, penasaran terus dilihatnya secara intens.
''Iya benar ini senjata dari perguruan yang sama, cuma tingkatannya yang berbeda, saya semakin penasaran siapa sebenarnya orang yang telah mengirimkan senjata rahasia ini.'' Pungkas wira jaya.
''Kalau menurut saya, ini masih ada kaitannya dengan jagal pati paman.'' Ujar darma seta.
''Bisa jadi begitu.'' Ucap wira jaya dan dewi harum serempak.
Dan setelah itu ada kelebatan bayangan merah melesat ke atas bukit, dan ketiga pendekar elang langsung mengejarnya, menggunakan ilmu lari cepat yang dilapisi dengan ilmu meringankan tubuh.
Kekebatan-kelebatan bayangan, nampak saling kejar kejaran, diatas bebatuan yang terjal di bukit ranca galuh.
Hingga akhirnya darma seta bisa menyusul bayangan merah tersebut, berkelebat bayangan perak dengan secepat kilat menghadang bayangan merah itu.
''Mau lari kemana kau pengecut, meski ke ujung mega sekalipun akan saya kejar.'' Ujar darma seta sambil membelakangi lelaki berpakaian serba merah bertubuh gempal dan tinggi besar.
Dewi harum dan wira jaya pun kini sudah berada di belakang lelaki yang berpakaian serba merah itu.
''Kali ini kau tidak bisa menghindar lagi dari kejaran kami.'' Ujar wira jaya.
Lelaki itu malah tertawa terbahak, seperti tidak ada rasa gentar sedikitpun menghadapi ketiga pendekar elang.
''Hahahahaaa....Jangan dikira saya takut pada kalian, dan inilah sa'atnya saya membuat perhitungan dengan ketiga pendekar elang yang terkenal sakti itu.'' Saut lelaki itu.
Dan di sa'at itu pula terdengarlah suara yang menyeramkan, keluar dari mulut seorang wanita tua, yang mendatngkan bau yang tidak sedap sangat menyengat indra penciuman ketiga pendekar elang.
''Hehehee.....
Selamat berjumpa wahai para keturunannya raga nata.'' Ucap se orang wanita tua, sambil menapakan kakinya ditanah sejajar dengan lelaki berpakaian merah itu.
''Wira jaya, dewi harum dan darma seta sampai menutup indra penciumnya, karena bau yang sangat menusuk hidung.
★★★★\=\=\=\=\=★★★★
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya.
Sertakan pula like, comentar, jadikan favorit bila suka, beri ranting dan vote, serta hadiahnya.
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1