PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
Eps 91 Sayembara di Kawali.


__ADS_3

Kota Kawali adalah pusat kota pemerintahan keraja'an galuh, banyak para pelancong dari negri sebrang yang berdatangan ke Kawali untuk berniaga, malahan akhir-akhir ini saudagar dari Hindustan pun mulai berdatangan untuk menjual kain sutra dengan kualitas yang sangat bagus, sudah barang tentu banyak di minati oleh kaum bangsawan atau keluarga keraton.


Di samping tempatnya yang strategis, dan sangat memudahkan bagi mereka.


Hampir setiap bulan kabisat para saudagar dari Hindustan berlabuh di dermaga Bojong salawe daerah penanjung yang sekarang menjadi Pangandaran.


Suasana di kota Kawali kini sangat ramai, terutama di pusat perdagangan yang di penuhi oleh banyaknya pengunjung dari berbagai daerah, terutama para bangsawan dan para pangeran dari keluarga raja, yang ingin membeli kain Sutra dari tanah Hindustan yang terkenal sangat bagus.


Jauh di sebelah barat kota kawali, sebuah perguruan silat, dalam setiap tahun selalu mengadakan acara silaturahmi, dengan mengundang beberapa pesilat dari berbagai golongan, untuk menjajal kemampuannya.


Sepuluh perguruan silat yang sudah malang melintang di rimba persilatan, nampak sudah menghadiri undangan dari ketua perguruan Halimunan, ki Jagar Alang.


Arena adu jago sudah dipersiapkan, dengan peraturan bertarung sepuluh jurus.


Barang siapa yang bisa mengalahkan sang algojo dalam sepuluh jurus dengan tangan kosong dialah pemenangnya.


Sarat pertarungan tidak menggunakan senjata jenis apapun, atau ilmu kadidjaya'an.


Kabar itu kini sudah tersebar ke berbagai wilayah tatar pasundan, malahan kabar itu sudah sampai di tanah jawa, banyak pesilat tangguh dari tanah jawa yang melancong ke negri galuh hanya karena ingin mejajal kemampuannya.


Sang algojo sudah melompat ke atas arena, Wanaraja salah seorang murid terpilih dari perguruan halimun, yang kini menjadi algojo.


Lalu Utusan dari perguruan gagak ireng, melompat ke atas arena, untuk melawan sang algojo.


Keduanya sudah mulai pasang kuda-kuda, untuk melakukan serangan.


Hiuk hiuk


Whes wes.


Utusan dari perguruan Gagak ireng mulai melakukan serangannya.


Wanaraja yang dengan gagahnya menyaambut serangan jurus-jurus dari Gagak ireng.


Sapuan tendangan dan pukulan dari Wanaraja yang menimbulkan hembusan angin, saking cepat dan berbahayanya jurus-jurus yang di lancarkan oleh Wanaraja.

__ADS_1


Sehingga tidak sampai lima jurus, dalam tiga jurus saja, utusan dari Gagak Ireng sudah di buat tidak berdaya.


Tubuhnya terkapar, dengan darah keluar dari kedua sudut bibirnya.


Ki Jagar Alang langsung memerintahkan Muridnya untuk membawa keluar Utusan dari Gagak ireng guna di obati dari luka-lukanya.


Kemudian pertarungan di teruskan, dengan Sanjaya utusan dari perguruan macan kumbang.


Sanjaya langsung melompat naik ke arena pertarungan, dengan gaya bertarungnya laksana se ekor macan kumbang yang bengis dengan cakaran dan cabikan.


Tapi semua itu tidak berpengaruh pada Wanaraja, jurus-jurus dari Sanjaya semua bisa di patahkan oleh Wanaraja, hingga pada akhirnya di akhir jurus ke ke tujuh Sanjaya bernasib sama seperti utusan dari Gagak Ireng.


Kemudian pertarungan pun berlanjut sampai semua tamu undangan mendapat gilirannya untuk bertanding melawan Wanaraja, sang Algojo.


Tapi semua utusan dari perguruan ternama, nasibnya sama seperti yang sudah-sudah tidak bisa mengalahkan Wanaraja dalam sepuluhJurus.


Ketika Wanaraja mau turun dari arena, terdengar suara dari luar para tamu undangan.


"Wanaraja, kamu belum jadi pemenang, sebelum mengalahkan saya." Teriak salah se orang pendekar yang berdiri jauh dengan mengenakan pakain Hitam dengan ikat kepala abu-abu.


Semua terperanjat ketika mendengar suara tantangan dari luar.


"Sipa anda, apakah anda membawa durat undangan dari perguruan Halimun." Tukas Wanaraja.


" Saya hanya pendekar pengelana, dan saya mrndengar semua persyaratannya, memang saya tidak mendapat undangan, tapi kali ini saya mrnantang anda." Ujar sang pendekar.


"Silahkan itu hak anda, kalau boleh saya tau, sebelum pertarungan di mulai siapa dirimu sebenarnya?." Tanya Wanaraja.


"Saya Sura pati, pendekar tangan geledeg, dari perguruan Gunung kencana." Ujarnya.


"Terima kasih Sura pati, kamu sudah tau saratnya, pertarungan ini tidak boleh menggunakan senjata atau ilmu kedid jaya'an, pertarungan ini untuk menguji kecepatan dalam memainkan jurus." Timpal Wanaraja.


"Saya sudah tau, ayo jangan banyak bicara lagi, majulah Wanaraja." Tantang Sura pati.


"Bersiaplah."

__ADS_1


Sura pati langsung membangun kuda-kuda, sambil mengeluarkan kata tantangan.


"Ayo Wanaraja serang saya, keluarkan jurus andalah perguruan Halimun yang ke dohor itu." Tantang Sura pati.


Wanaraja mulai terpancing amarahnya, lalu berkelebat melakukan serangan pada Sura pati.


Para peserta yang sudah mendapat giliran, sorak sorai menyaksikan pertarungan yang luar biasa, dan seimbang.


Pertarungan yang sangat menegangkan, dua duanya sama-sama agresip da cepat.


Wanaraja melesit ke atas dalam jurus Halimun badai.


Sura pati juga tidak kalah hebatnya, ia berkelebat melompat ke udara, dalam gerakan jurus Alap-Alap menusuk gelombang.


Dua kekuatan jurus yang sama-sama hebat dan mematikan. Saling terjang dan saling tendang.


Wanaraja terpental hingga keluar arena, begitu pula Sura pati terpental tapi ia langsung bangkit berdiri.


Sedangkan Wanaraja sempat terkapar di hamparan tanah, itu pun tidak berlangsung lama, Wanaraja mencoba untuk berdiri agak sempoyongan merasakan luka di dadanya terasa sesak.


"Ayo Wanaraja kita tuntaskan pertarungan kita, sampai di antara kita ada binasa." Tantang Surapati.


Jagar alang sang maha guru besar dari pimpinan perguruan Halimun merasa tertantang oleh ucapannya Surapati.


"Cukup hentikan Sura pati, ini bukan adu tanding hidup dan mati, ini adu tanding persahabatan, untuk mempererat persaudara'an antar perguruan." Dengus Jagar Alang.


"Hahahaha... Rupanya kamu masih sayang sama murid andalanmu itu, kalau begitu aku tantang kau adu tanding Jagar Alang, aku pingin tau sampai dimana kehebatan ajian Halimun Genimu itu." Tantang Surapati.


"Bedebah, jumawa kau Sura pati, heaaaa." Seru Jagar Alang melesat terbang dengan cepat menyerang Sura pati.


Sura pati langsung menyongsong serangan dari ki Jagar Alang.


Sebuah tontonan yang sangat seru, ketua perguruan halimun, kini sedang di uji oleh Sura pati pendekar Muda dari lembah Gunung Gambir yang lagi melanglang buana mencari lawan.


Pertarungan yang sangat luar biasa, Jagar Alang yang merupakan guru besar dari paedepokan Halimun sudah barang tentu permainan jurus-jurus sangat hebat, cepat dan agresip.

__ADS_1


Tetapi yang menjadi lawannya Jagar alang adalah pendekar muda yang ilmu kanuragannya sangatlah tinggi.


Dalam pertarungan antara Jagar Alang dan Surapati menjadikan suasana meriah, tepuk tangan dan sorak sorai yang sebagian besar adalah murid-muridnya ki Jagar Alang terus memberi semangat pada sang guru, untuk segera melumpuhkan sang durjana yang selalu berkoar penuh ke angkuhan, dan kesombongannya membuat banyak orang menjadi muak terhadap Surapati.


__ADS_2