PENDEKAR ELANG SAKTI

PENDEKAR ELANG SAKTI
Pendekar Elang Sakti Eps 90


__ADS_3

Pertarungan antara ki Layung, Aji Santang melawan kelima tokoh sakti dari golongan hitam, semakin menegangkan, hingga sampai pada titik puncank pertarungan, ke lima tokoh itu merapat untuk menggabungkan kekuatannya menjadi satu kekuatan yang maha dahsyat.


Reksa pati berada di garis tengah, Nyai Rombeng dan Ki gantar di sisi kiri kanannya Reksapati sembari menyentuhkan telapak tangannya pada tubuh Reksa pati, Ki Talang dan ki Tempang di belakangnya untuk menyatukan tenaga dalam, untuk mendobrak di lapisan kedua.


Ki Layung dan Aji santang tersontak dengan membulatkan kedua bola matanya.


"Hati-hati kakang, saya mencium aura jahat yang sangat hebat, rupanya mereka akan mengeluarkan ilmu gabungan." Tutur ki Layung.


"Iya benar Rayi, Ku merasakan pancaran kekuatan yang sangat hebat keluar dari mereka." Tukas Aji Santang.


Ilmu gabungan dari ke lima tokoh sakti begitu menggetarkan hati dan jantung Aji Santang dan Ki Layung.


Suara bergemuruh di sertai angin telah menandakan bahwa kekuatan dari ilmu kelima tokoh itu ilmu yang sangat sakti.


Ki Layung dan Aji Santang pun tidak tinggal diam, di sisa tenaga dan kekuatannya ki layung membangun Kuda-kuda untuk menahan kekuatan lawannya dengan ilmu pukulan Matahari, begitu pula Aji Santang bekas salah satu ponggawa keraja'an yang cukup di segani, langsung melompat mundur dengan membangun kuda-kuda pertahanan, guna mengimbangi kekuatan lawannya yang begitu dahsyat, dengan Ajian Cadas ngampar.


Kini kedua lawan sudah siap untuk saling menghempaskan kekuatan ilmu andalannya masing-masing.


Kalau di lihat dari jumlah, tentu saja Aji Santang dan Ki Layung akan tamat riwayat nya di hari Ini, oleh kelima tokoh Sakti dengan ke kuatan ilmu Gabungannya yang sangat dahsyat.


Gelombang-gelombang Cahaya sudah terhempas dari kedua lawan, Reksa pati dan nyai Rombeng serta ki Talang, ki Gantar dan ki Tempang sudah sangat yakin bahwa di hari ini Pendekar matahari dan Aji santang akan tamat riwayatnya.


Tapi apa yang terjadi ketika kekuatan dari kedua lawan sudah saling menghempaskan, dan berbenturan sehingga terciptalah daya ledakan yang sangat dahsyat.


Jeleguuuurrrrrrrrrrrrrrrrr🗯🗯


Auuuuuuggggghhhhhhhh....


Ke kuatan apa yang telah membantu ki Layung dan Aji Santang, sehingga tubuh ke lima tokoh sakti itu sampai terpental beberapa tumbak.


Aji Santang dan Ki Layung saling pandang penuh rasa heran, padahal di hatinya mereka sudah pasrah akan ajal yang akan menimpanya, tapi karena semesta masih menginginkan mereka hidup, lalu mereka berdua membalikan badannya ke belakang, nampak tiga sosok pendekar yang sudah tidak asing lagi di mata ki Layung dan Aji Santang.

__ADS_1


"Cucuku.." Sontak Aji Santang dengan membelalakan matanya.


Ki Layung pun langsung tersenyum semringah ke tika yang di lihatnya itu.


"Wira, Harum dan kau Seta, terima kasih kalian datang tepat waktu." Ujar Ki Latung.


Ternyata yang telah memberi bantuan itu adalah Wira Jaya, Dewi Harum dan Darma Seta yang datang tepat ke tika mereka saling menghempaskan kekuatannya, Tiga pendekar elang yang saat itu lagi mengintip di balik semak belukar, langsung melompat ke tika di rasakan pukulan dari ke lima tokoh itu sangat dahsyat sekali mau membunuh ki Layung dan Aji Santang.


Reksa pati, Nyai Rombeng, ki Talang, ki Gantar dan ki Tempang. Nampak terluka darah keluar dari kedua sudut bibirnya, dengan matanya yang memerah memandang pada ke tiga pendekar elang.


"Bangsat, siapa yang telah membantu si Layung dan Aji Santang, kekuatan tenaga dalamnya sungguh sangat luar biasa sekali." Gerutu ki Gantar.


"Kalau di lihat dari cara berpakaiannya, seperti di ingatkan pada Tiga serangkai elang, tapi kan mereka sudah tua dan sudah lama tenggelam , apalagi Raga nata sudah lama mati." Pungkas Nyai Rombeng.


"Iya benar, bahkkan semua pakaiannya pun sama persis dengan pakaian tiga serangkai elang timur, apa mungkin mereka murid-muridnya." Tukas Reksa pati.


"Setau saya, tiga serangkai elang tidak pernah mengangkat murid." Ujar Nyai Rombeng.


"Bisa jadi begitu." Pungkas ki Talang.


"Ah persetan dengan mereka, yang jelas ke tiga orang itu harus kita singkirkan." Ujar Nyai Rombeng.


"Iya tapi bukan sekarang, kalau kita memaksakan melawan mereka, sama saja kita akan mati konyol, kita butuh waktu untuk mengumpulkan energi kita, selarang kita tinggalkan tempat ini." Sahut Reksa pati.


Setelah itu ke lima tokoh sakti itu, berkelebat dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Karena mereka sangat tidak mungkin di sisa tenaga dan kekuatannya harus melawan ke tiga pendekar elang.


"Hahaha, woii kenapa lari kalian, apa masih takut dengan kematian." Teriak ki Layung benada keras.


Lalu Ke tiga pendekar elang duduk di atas hamparan rumput, sambil Meraih guci tempat air minum yang selalu dibawa dalam pengembara'annya.

__ADS_1


"Kenapa ki mereka bisa sampai ke sini?." Tanya Wira jaya.


"Entahlah ke lima manusia iblis itu bisa turun gunung, di kiranya sudah pada koid, eh ternyata mereka telah menguasai ilmu gabungan yang sangat hebat." Tutur ki layung.


Selepas itu mereka langsung beranjak pergi meninggalkan tempat itu menuju tempat kediamannya Aji Santang.


....................


Sementara di tempat lain.


Di sebuah kediaman yang sangat terpencil tepatnya di bawah kaki gunung Bongkok, seorang pertama sakti (ki Ajar Saketi) yang lagi duduk berdua dengan murid satu-satunya yaitu Raden Sedayu sambil di temani secangkir teh hangat dan kopi pait.


"Bagaimana langkah kamu selanjutnya raden apakah kamu akan ikut sayembara yang di adakah di pusat kota raja?." Ki Ajar saketi mulai bertanya.


"Tidak tau Guru, aku kurang begitu tertarik, apalagi sayembara itu hadiahnya seorang gadis bangsawan, aku ingin mempunyai pendamping kalau kita benar-benar sudah saling kenal dan saling mencintai." Tukas Raden Sedayu.


"Kamu benar Sedayu."


"Iya Guru aku masih suka mengembara hidup di alam bebas, bisa menolong orang yang membutuhkan pertolanganku, andaikan aku ada jodoh nanti juga semesta akan mempertemukannya denganku." Timpal Raden Sedayu.


"Heheee, saya tidak salah mengankatmu menjadi murid, Raden tidak tertarik dengan hal-hal ke duniawian." Kekeh ki Ajar saketi.


"Ya itu semua berkat ajaran dan bimbingan guru." Tukas Raden Sedayu.


Selepas itu, Raden sedayu membantu ki Ajar saketi mencari kayu bakar untuk keperluan memasak dari hasil panen umbi-umbian yang di tanam di samping kediamannya.


Di jaman itu, tanaman tidak pernah di pupuk, tapi hasilnya lebih bagus, mungkin karena paktor tanahnya yang masih subur.


Di bawah kaki Gunung Bongkok, wilayah ke kuasa'an daerah Kawali.


Sebelum ki Ajar saketi datang dan mendirikan sebuah gubuk, dulu banyak di huni oleh para manusia suku pedalaman, karena kemarau yang cukup panjang melanda daerah itu, menjadikan lahan dan ladang mengering, pepohonanpun pada kering, sehingga membuat suku pedalaman mengalami kelaparan yang akhirnya mereka hijrah dan berpindah mencari tempat yang subur untuk di jadikan lahan pertanian demi mempertahankan hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2