
Ke esokan harinya sebelum matahari keluar memancarkan cayaha nya, tiga pendekar elang meneruskan kembali perjalanannya menuju selatan, karena menurut pesan yang terlintas dari sang kakek berjubah putih di alam mimpinya, bahwa pedang itu di bawa ke selatan.
Kuda terus di pacunya meninggalkan Batu Gambir, yang di tujunya adalah daerah selatan, Hilang pedang Garuda merupakan suatu ancaman bagi dunia persilatan, apalagi kalau yang mengambilnya itu seorang tokoh golongan hitam yang sakti mandraguna, sudah di pastikan kekacauan akan banyak terjadi dimana-mana demi ambisi dan cita-citanya pasti akan menghalalkan segala cara, dan raja pati pun pasti akan banyak terjadi, Darma seta merasa bersalah banget atas hilangnya pedang Garuda Cakra Buana. Ia terus mempercepat laju kudanya yang semakin kencang.
Tidak lama kemudian Tiga pendekar elang telah tiba di daerah selatan, di sebuah kademangan yang sangat ramai, banyak para saudagar yang berniaga menjual bermacam aneka dagangan berupa kain sutra, dan semacam yang lainnya itu, ada pula yang menjual perkakas perang dan perkakas lainnya.
Kemudian tiga pendekar elang berjalan ke arah kedai sambil mencari tau lewat pembicara'an orang sambil menikmati teh hangat dan kopi pait.
"Sampu rasuun." Sapa Wira jaya.
"Rampes, silahkan duduk Tuan, mau pesen apa?." Tanya pemilik kedai.
"Bikinin kopi dua pait dan teh hangat satu pak." Pesan Wira.
Dengan sigap pemilik kedaipun langsung bikin apa yang telah di pesan Wira.
Tak lama kemudian pemilik kedai membawa tiga pesanan Wira dan di simpannya di meja di depan Tiga pendekar elang.
"Silahkan di minum Tuan." Ujar pemilik Kedai.
"Iya pak terima kasih." Ucap Dewi harum.
Selepas itu para pengunjung kedaipun pada berdatangan dari mulai para bangsawan dan saudagar yang berniaga di situ, ada pula para pendekar yang seperti yang baru datang dan duduk di sampingnya tiga pendekar elang, dan hampir semua pembicara'an itu mengarah pada sebuah senjata yang lagi di perebutkan oleh para pendekar dari berbagai golongan.
Dewi harum, Wira jaya dan Darma seta hanya diam sambil indra pendengarannya di pasang kiri kanan untuk menangkap pembicara'an mereka, seperti yang sedang di perbincangkan oleh beberapa orang.
"Apa benar desas-desus ini, dan seperti apakah kehebatan pedang yang lagi ramai di perbincangkan itu." Tutur kata dari sekelompik orang yang lagi duduk di sudut kedai.
"Iya benar kakang, pemegang pedang itu adalah pemuda sakti, katanya kelompok pengemis Tongkat merah yang anggotanya banyak di mana-mana telah banyak yang binasa oleh kehebatan pedang itu." Ujarnya.
Mereka tidak tau kalau yang lagi di perbincangkan itu ada lagi duduk bersebelahan dengan mereka, Darma seta hanya tersenyum sambil menyunggingkan bibirnya.
"Tapi pedang tersebut, menurut kabar yang ku terima telah berpindah tangan." Ujarnya.
"Siapa orangnya, tentunya orang itu adalah pendekar didjaya?." Tanya nya.
"Kata sih pendekar yang punya julukan Tiga Setan Bayangan." Jawabnya.
Darma sera, Wira jaya dan Dewi harum mendadak runcing pendengarannya, nampak di wajahnya tersenyum semringah, karena sudah mendapat kabar dari orang-orang itu walaupun belum tau seperti apakah pendekar yang punya julukan Tiga Setan Bayangan itu. Setelah itu tiga pendekar elang beranjak dari tempat duduknya lalu membayar bekas minumannya, lalu keluar dari dalam kedai menuju pada kudanya yang lagi berada di depan kedai.
Setelah itu ke tiga pendekar elang menaiki punggung kudanya, lalu di pacunya untuk mencari keberada'annya tiga setan bayangan itu.
"Kita harus kemana mencarinya?." Tanya Dewi harum.
"Aku punya pirasat, bagaimana kalau kita memacu kuda kita ke arah pantai selatan." Cetus Darma seta.
__ADS_1
"Ada benarnya juga, biasanya kalau para pendekar sakti suka berada di tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian, apa lagi para pendekar golongan hitam." Pungkas Wira jaya.
Hea
Hea
Hea...
Mereka memacu kudanya menuju pantai selatan, ketika tiga pendekar elang lagi melintasi daerah perbukitan, tiba-tiba di kejutkan dengan suara gaduh. "Berhenti dulu, seperti nya tidak jauh dari sini ada yang lagi bertarung." Ujar Dewi harum.
"Iya benar ada sebuah pertarungan dari arah sana." Ujar Wira jaya sambil menunjuk ke sebelah barat.
"Ya sudah kita lihat dari atas pohon siapa kiranya yang bertarung itu, siapa tau kita dapat petunjuk mengenai pedang Garuda." Ujar Wira jaya.
Kemudian ke tiga pendekar elang melesit dari punggung kudanya menuju ke atas pohon, dan bertengker di dahan kayu sambil matanya terus mengawasi pada orang yang lagi bertarung itu.
"Coba lihat oleh kamu seta, ke tiga orang yang berpakaian serba hitam itu, tingkat kepandaiannya sudah sangat tinggi, biarpun mereka di gempur oleh enam orang pendekar yang bisa dibilang cukup didjaya juga." Bisik Wira jaya.
"Iya paman." Cetus Darma seta.
Lalu Dewi harum berbisik pada Wira dan Darma.
"Coba kamu perhatikan seta, pedang yang berada di balik punggung salah satu ke tiga pendekar itu, seperti pedang Garuda." Bisik Dewi harum.
Darma seta dan Wira jaya terus memperhatikan salah seorang yang membawa pedang di balik punggungnya walau hanya sekilas-sekilas tapi Darma seta sangat mengenali pedang itu.
Sementara yang lagi bertarung masih tetap kuat dan bertahan, pertarungan yang tidak seimbang tiga lawan enam, tapi yang enam orang di bikin kerepotan mengahadapi lawannya yang cuma bertiga.
Trang
Trang
Trang...Tarng..
Suara-suara benturan senjata begitu nyaring, lalu ke tiga oraang itu melompat satu tumbak kebelakang, lalu tangan kanan nya meraih kepala gagang pedang yang menyerupai kepala burung
Sereweeng..
Pedang telah di hunusnya, lalu di putarkannya, sungguh mengerikan dan sampai menggidikan bulu roma, pedang itu menghempaskan sinar merah jingganya menyambar-nyambar.
Aauuugghhh...
Tiga orang dari ke enam orang itu tewas seketika terkena hempasan sinar merah jingga, tubuhnya terpental dengan seluruh tubuhnya telah gosong hangus terbakar, darah segar keluar dari kedua sudut bibirnya, kedua bola matanya mendelik ke atas memerah oleh darah kental.
Sungguh luar biasa kekuatan yang terpancar dari pedang itu, sehingga tiga orang yang tersisa langsung melesat meninggalkan ke tiga pendekar itu yang tak lain mereka adalah Tiga Setan Bayangan, yang telah berhasil mengambil pedang Garuda dari Darma seta.
__ADS_1
Secepatnya tiga setan bayangan menyarungkan kembali pedangnya.
Baru saja tiga setan bayangan mengatur pernapasannya yang se akan tersedot energinya oleh ke kuatan pedang itu, tanpak mereka ketahui sekelebatan bayangan melesat secepat kilat mencabut pedang garuda tersebut, dan mendarat di bumi dengan tubuhnya membelakangi ke tiga setan bayangan.
Tiga setan bayang tersontak kaget lalu dengan lantang berkoar. "Bedebah, siapa kau, rupanya anda sudah bosan hidup."
"Jangan terlalu banyak berkhotbah wahai tiga setan bayangan, kalau nyatanya kalian tidak bisa memainkan pedang ini, pergilah dan tinggalkan tempat ini, sebelum pedang ini membinasakan kalian semua." Ujarnya.
"Kampret, tunjukan wajahmu, apakah kamu tidak punya wajah, ooh atau wajahmu sangat buruk sekali." Ejeknya.
Perlahan pendekar muda itu membalikan badannya. Tiga setan bayang sampai membelalak membulatkan kedua bola matanya.
"Sekarang kalian mau mati, saya sudah memberi kalian keringanan, terkecuali kalian sudah bosan hidup, dan pedang ini yang akan membinasakan kalian semua." Tutur Darma seta.
"Kutu kambing, tidak semudah itu kau mau membunuh kami." Seru Tiga setan bayangan, sembari melesat menerjang Darma seta, tapi Dewi harum dan Wira jaya pun tidak tinggal diam, langsung melesat menghadang ke dua setan bayangan.
Pertarungan yang sengit antara tiga pendekar sakti, Tiga setan bayangan yang sudah di kenal namanya di kancah dunia persilatan, dengan ilmu bayang-bayangnya yang bisa memecah raganya menjadi banyak, dan pukulan telapak setannya yang membuat mereka menjadi kesohor khususnya di daerah pantai selatan.
Sekelebatan tangan setan melesat ingin menjebol jatung tiga pendekar elang, tapi semua itu tidak mudah bagi tiga setan bayangan untuk menjatuhkan tiga pendekar elang, karena tiga pendekar elang yang sudah menguasai ilmu mata elang secepat apapun pukulan yang di luncurkan oleh lawan, mata elang mampu mendeteksi kemana arah pukulan itu, seketika itu pula pukulan tiga setan bayangan tidak mengenai sasarannya, secepat kilat tiga pendekar elang memutarkan tubuhnya ke udara bersama'an dengan keluarnya tiga sinar seperti pelangi, merah putih perak dan kuning menyambar membentuk kepala elang, bersama tebaran hawa panas yang kian mengembang seperti mau membakar tiga setan bayangan.
Secepat kilat tiga setan bayangan melompat mundur tiga tumbak, untuk menghindari hawa sakti yang begitu dahsyat.
"Ilmu apa yang mereka pergunakan, tebarannya begitu kuat, ditambah tenaga dalam begitu sangat sempurna sekali." Bisik Jarwita
"Benar kakang, kita pun harus menggunakan Ajian bayang-bayang kita kakang, untuk bisa menembus pukulan telapak setan kita." Bisik Jurata.
Ketiga setan bayang lalu mengeluarkan ilmu bayang-bayang, setelah itu tubuh mereka menjadi banyak mengelilingi tiga pendekar elang.
"Hati-hati nyai, mereka menggunakan ilmu bayang-bayang." Bisik wira jaya.
Tubuh tiga setan bayangan berjumlah menjadi dua puluh satu, langsung menyerang tiga pendekar elang. Pendekar elang bergerak begutu cepat menerjang dan menghantam mereka tapi aneh nya tubuh tiga setan bayangan yang berjumlah dua puluh satu itu, setiap kena hantaman dan pukulan, jatuh dan bangun lagi, begitu dan begitu seterusnya, sampai-sampai tiga pendekar elang sangat kebingungan bagaimana cara untuk melumpuhkan manusia bayangan setan itu.
"Mereka tidak bisa mati kakang." Ujar Dewi harum.
"Tenang nyai, kita harus menggunakan akal, coba kalian perhatikan ada tiga tubuh manusia setan itu yang mempunyai bayangan dan yang lainnya sama sekali tanpak ada bayangan, berarti yang asli yang ada bayangannya." Bisik Wira.
Begitu para pmanusia jelmaan dari tiga setan bayangan mau menyerang tiga pendekar elang, Wira jaya, Dewi harum dan Darma seta melesit ke atas menerjang pada tiga setan bayangan yang asli dengan jurus elang menembus sukma.
Tiga elang yang membentuk cahaya berwarna perak, kuning dan merah menghantam tubuh tiga setan bayangan.
**********
Bersambung.
Terima kasih pada para Reader dan kakak Author yang sudah memberi dukungannya.
__ADS_1
Jangan lupa like, comentar, favorit, rat, vote serta hadiahnya.
Salam sehat dan sukses selalu.