Pengacara Tampan

Pengacara Tampan
Bab 11


__ADS_3

Setelah kabar itu ramai terdengar dari mulut ke mulut. Nama Bram menjadi cukup terkenal di kalangan masyarakat bawah, terutama teman-teman terdekat dari wanita paruh baya yang ditolongnya waktu itu. Oh ya, setelah kasus saat itu. Ternyata pasutri pemilik rumah kontrakan itu tidak menepati janjinya.


Dalam kurun waktu tiga hari setelah hari itu, mereka kembali mengusir wanita paruh baya itu tanpa mengembalikan uang jasa Raharja kematian putranya itu. Membuat Bram kembali meradang dan mengusut tuntas kasus itu.


Dalam waktu satu bulan kasus selesai dengan kemenangan berpihak pada Bram dan pasutri itu harus menyesali perbuatannya dan mendapat denda untuk diberikan rumah yang dikontrakkan itu pada wanita paruh baya itu karena tidak mampu mengembalikan uang jasa Raharja yang telah dihabiskan oleh pasutri itu.


Dan serah terima rumah itu didampingi juga oleh Bram sebagai kuasa hukum dari wanita paruh baya itu. Dan juga atas niat baik wanita itu pasutri itu diringankan hukumannya menjadi enam bulan kurungan yang awalnya tiga tahun kurungan atas permintaan wanita itu karena bagaimanapun dia menjadi punya rumah sendiri.


"Terima kasih nak Bram telah menolong wanita ini." ucap wanita yang diketahui bernama Maria.


"Sudah menjadi kewajiban membantu yang benar nyonya." jawab Bram merendah sambil tersenyum ramah.


"Tidak. Kalau kau tak mengusahakan sebesar itu mungkin sekarang aku akan menjadi gelandangan." jawab Maria.


"Nyonya jangan seperti itu. Kalau pun bukan saya yang membantu pasti ada orang lain yang dikirim Tuhan untuk membantu anda."


"Kau memang murah hati nak, ini ada sedikit oleh-oleh untuk keluargamu. Semoga kau selalu menjadi orang yang sukses sesuai cita-citamu. Dan membantu kami orang-orang yang lemah." doa Maria sambil memberikan sebuah bungkusan entah apa isinya.


Tak lupa dia mengusap pipi Bram dengan rasa terharu dan terima kasih.


"Terima kasih nyonya atas hadiahnya." Maria tersenyum melihat ketulusan hati Bram.


"Kau mengingatkanku pada putraku satu-satunya. Aku tak akan bersedih lagi. Putraku pasti tenang disana melihatku tidak bersedih di dunia ini." ucap Maria, Bram tersenyum ramah dan pamit untuk pulang karena hari mulai malam.


**


Setelah hari itu berbagai kasus sepele mulai menghampiri firma hukum Bram dengan beberapa orang asisten. Meski hanya kasus sepele dari kalangan masyarakat ke bawah. Bram tetap melayani mereka dengan setulus hati. Dan selalu menang di setiap kasusnya meski harus kadang kalah walau hanya beberapa kali. Itu semua karena kliennya telah membohonginya dengan kasusnya.

__ADS_1


Dan karena kasus-kasus sepele itu, Bram harus terlibat dengan kasus korupsi pajak dari pegawai negeri tingkat pejabat negara. Yaitu bawahan menteri keuangan di negara itu. Hingga kasus itu semakin membesar dan nama Bram mulai terpapang di koran.


**


"Selamat malam ma." sapa Bram saat memasuki mansionnya dan melihat Erika sedang membaca artikel koran di ruang keluarga.


"Bram." sapa balik Erika langsung membuang korannya dan menghampiri putranya.


Mereka saling berpelukan karena sudah cukup lama Bram tak pulang ke mansion. Selain banyak kasus yang harus ditangani, dia memang memutuskan untuk hidup mandiri. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di firma hukumnya dan pulang ke apartemennya yang lebih dekat daripada mansionnya.


"Kau sudah datang nak?" tanya Erika menatap Bram cemas. Bram mengernyit kenapa sang mama seperti mencemaskan sesuatu.


"Mama menyuruhku pulang untuk apa?" tanya Bram sambil menggiring sang mama untuk duduk di sofa ruang keluarga.


"Nak... itu... ada yang..."


"Temui papa di ruang kerja, sekarang!" seru Arya saat melihat putranya sudah datang menyela ucapan istrinya pada Bram.


"Temuilah papamu nak!" saran Erika dengan tampang menyerah menatap Bram penuh sorot rasa kasihan dan penasaran juga.


***


Srek...


Sebuah surat kabar dilempar Arya di ujung meja kerjanya tepat didepan Bram berdiri.


"Apa-apaan itu?" seru Arya menatap Bram murka.

__ADS_1


Bram mengambil surat kabar itu dan membaca tepat di halaman pertama yang terpapang fotonya dengan jelas. Dengan judul yang menyebut namanya dengan jelas pula. Bram menghela nafas panjang, memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan sang papa. Dia sudah memperkirakan hal ini sejak lama.


Dia tak mungkin menyembunyikan selamanya. Dan Bram yakin papanya tidak baru tahu hari itu. Dia mengira papanya pura-pura tidak mendengar dan melihat karena elakan darinya berulang kali. Dan Arya selalu memberikan kepercayaan penuh pada sang putra apapun ucapannya.


Dan bagaimana pun juga Bram juga melakukan pekerjaan sang papa sebagai CEO dari perusahaan sang papa dengan kepercayaan penuh juga. Dan Bram selalu berhasil membanggakan sang papa itu sendiri.


"Seperti yang papa baca. Itulah yang terjadi." jawab Bram masih dengan nada tenang meski hatinya berdebar tak karuan.


"Papa selama ini tak mempercayai omongan orang-orang karena merasa percaya padamu. Apalagi menuduhmu tanpa bukti yang jelas. Dan papa memberikan kepercayaan penuh padamu dan tidak mengawasimu lagi setelah lulus kuliah. Dan sekarang... inikah kenyataan yang ingin kau sembunyikan dari papa?" seru Arya emosi menatap Bram nyalang.


Bram balas menatap sang papa meski tidak dengan sorot emosi juga. Menjadi pengacara membuatnya menjadi pribadi yang harus berani menghadapi setiap lawan-lawannya agar tidak sekalipun diremehkan.


"Maaf pa." jawab Bram menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Maaf!! Hanya itu yang bisa kau katakan?" teriak Arya merasa dipermainkan oleh sang putra yang dengan mudahnya meminta maaf tak menunjukkan ingin memberikan sekedar penjelasan mungkin.


"Maaf... karena semua yang papa katakan benar. Aku ingin mengatakannya tapi suatu saat nanti mungkin bukan sekarang. Namun kalau harus tahu sekarang. Bram hanya bisa minta maaf." jawab Bram tegas masih menundukkan kepalanya.


"Kau..." Arya tak habis pikir dengan putranya ini. Dia hanya bisa diam tak bicara lagi.


TBC


Maaf para pembaca, lama gak up... aku sibuk banget di dunia nyata.


Dan aku usahakan setelah ini up nya lancar.


Masih setiakan membacanya..

__ADS_1


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya makasih 🙏


__ADS_2