Pengacara Tampan

Pengacara Tampan
Bab 28


__ADS_3

Lia membuka matanya perlahan menatap sekeliling kamar yang diingatnya resort tempat mereka menginap untuk bulan madu. Lengan berat yang melingkari pinggangnya membuat Lia mengalihkan pandangannya ke arah pria yang masih tertidur pulas di hadapannya.


Lia tersenyum menatap wajah pulas suaminya. Baru kali ini dia bisa menatap wajah tampan suaminya yang baru beberapa hari lalu sah menjadi suaminya. Lia masih terus menatapnya tanpa sadar sang pemilik wajah itu membuka matanya dan melihat istrinya menatap dirinya intens.


"Kau jatuh cinta lagi padaku?" Pertanyaan Bram dengan nada serak menyadarkan lamunan Lia yang menatap suaminya lekat tadi.


Lia tersentak mengalihkan pandangannya karena wajahnya tiba-tiba memerah malu merasa kepergok sedang menatap wajah suaminya yang sedang pulas.


"Eh?" Lia hendak berdiri namun segera ditarik pinggangnya oleh suaminya sampai menempel tanpa jarak.


Lia langsung menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Tataplah sepuasmu! Karena sekarang kau harus terbiasa melihatku berbaring di sisimu setiap pagi." bisik Bram di telinga istrinya.


"A.. aku harus... ke kamar... mandi..." Elak Lia mencoba melepaskan pelukan erat suaminya yang sepertinya tak akan mudah dilepaskan.


"Sebentar lagi, biarkan seperti ini." bisik Bram lagi sambil mengusap rambut istrinya dan berkali-kali mengecupi pucuk kepala istrinya gemas.

__ADS_1


"Se.. sepertinya... banjir..." bisik Lia yang membuat Bram mengernyit sontak Lia mendorong tubuh suaminya yang sedikit melonggar karena tak paham dengan maksud ucapannya.


Lia langsung berlari ke kamar mandi begitu pelukan suaminya terlepas. Ingatan Bram semalam tentang istrinya yang datang bulan membuatnya menjadi mengerti ucapan istrinya. Bram tertawa lucu.


***


"Kau sudah selesai mandi. Mari sarapan!" Ajak Lia saat melihat suaminya sudah rapi setelah mandi. Bram mengangguk tersenyum menatap istrinya. Dia melihat sarapan di meja yang sudah ditata rapi, roti selai coklat kesukaan Bram dan juga susu coklat. Bram mengernyit melihat istrinya tahu tentang makanan dan minuman kesukaannya.


"Mama yang memberi tahu." Jawab Lia seolah tahu apa yang ada dalam pikiran suaminya.


"Maaf hanya ada ini di kulkas, hanya ini yang bisa kusiapkan." Ucap Lia menatap suaminya merasa bersalah.


"Tak masalah. Kita nanti bisa belanja untuk mengisi kulkas kita." Hibur Bram membuat Lia tersenyum haru dan senang karena suaminya sedikit peka.


"Terima kasih." Jawab Lia. Keduanya pun mulai makan dalam diam.


Lia juga tak bicara apapun karena memang dia bingung ingin bicara apa.

__ADS_1


**


"Kita jalan-jalan dulu! Tempat mana yang menarik untuk dikunjungi disini?" Tanya Bram sambil membuka pintu mobil untuk istrinya.


Mobil sudah terparkir di depan resort saat Bram semalam mengurus penyewaannya.


"Ya." Jawab Lia mengangguk mengiyakan.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan di sekitar resort yang masih alami belum tersentuh tangan manusia sama sekali.


Ya, Bram memang sengaja resort yang jauh dari kota karena akan menghabiskan waktu malam pertamanya dengan istri dengan sepuasnya tanpa takut ada siapapun yang mengganggunya mengingat dinding resort mereka terbuat hampir dari kaca semua.


Itu juga salah satu alasan Bram yang tiba-tiba menyewa mobil karena bulan madu mereka berubah akan menjadi liburan jalan-jalan bukan malam pertama mereka.


Bram mencoba menikmati waktu berdua dengan istrinya meski masih tersisa sedikit kekecewaan karena gagal malam pertama. Namun anggap saja sebagai kencan mereka yang sangat terlambat. Begitulah yang dipikirkan Bram saat itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2