
Bram sudah sembuh total meski harus banyak istirahat. Lia masih melarangnya untuk bekerja ke kantor. Selain karena faktor keselamatannya terancam, Lia berharap kondisi Bram benar-benar pulih total. Bram mau tak mau menuruti keinginan istrinya itu. Oh ya, Lia sudah mulai berani murka pada suaminya jika tidak mau menuruti apa yang dikatakannya, meski tidak semurka mama Bram.
Dan Erika jugalah yang memberikan bimbingan kilat pada menantunya itu untuk lebih tegas pada Bram jika itu menyangkut kebaikan dan kesehatan. Itulah sebabnya kini Bram tak berani membantah ucapan istrinya. Karena Erika sudah mewanti-wantinya untuk menuruti apa yang dikatakan istrinya selama hal itu untuk kebaikannya. Bram hari ini terpaksa bekerja dari apartemennya di ruang kerjanya melalui media online.
Karena sebenarnya Bram merasakan tubuhnya masih sedikit terasa nyeri di bagian sakitnya meski sudah mengering. Kadang kepalanya juga berdenyut nyeri jika terlalu lama menatap tulisan. Mungkin efek kecelakaan yang mengenai kepalanya itu. Meski kata dokter tak ada kelainan apa-apa pada kepalanya. Hanya masih butuh istirahat yang cukup.
Kini dia sedang ada tamu dari ketua tim keamanan dari Alensio grup yang dimintai tolong olehnya untuk menyelidiki kasus kecelakaannya lebih lanjut.
"Apa kau yakin dengan penyelidikanmu?" Tanya Bram sekali lagi meyakinkan kalau ucapan pria di depannya ini tidak salah ucap.
"Saya sudah menunjukkan bukti-bukti dan saksi serta rekaman percakapannya di ponsel pada anda. Apa saya perlu menyelidiki lebih dalam lagi?" Tantang pria yang bernama Budi itu.
Budi adalah seorang ketua tim keamanan di Alensio grup yang sudah dipercaya kinerjanya lebih dari tujuh tahun lalu. Dan setiap dia menyusut kasus itu, Budi selalu memberikan laporan akurat sembilan puluh lima persen benar adanya. Dan bisa dibuktikan tingkat keakuratannya. Karena Budi dulu pernah bekerja di badan intelijen pemerintah.
Namun saat usianya memasuki kepala lima dia memilih resign demi keluarganya. Dan akhirnya direkrut oleh Alensio yang langsung diangkat sebagai ketua tim keamanan.
"Baiklah. Aku akan mencoba mendekatinya perlahan. Dan aku akan coba memperingatinya baik-baik. Kalau dia menyesalinya dan minta maaf mungkin aku akan memaafkannya." Ucap Bram mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
__ADS_1
"Tuan sebaiknya hati-hati, dari sumber yang saya percaya. Dia sangat licik." Saran Budi yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Bram.
Dari yang dipikirkannya kini, dia tak menyangka orang itulah pelakunya. Bahkan Bram sudah sangat mempercayainya. Ternyata musuh dalam selimut sangat berbahaya.
"Karena yang saya sampaikan sudah selesai saya pamit dulu pak. Kurasa hari ini cukup sekian saja." Pamit Budi berdiri dari duduknya.
"Baiklah. Terima kasih pak." Ucap Bram ikut berdiri dan mengangguk membalas salam sopan Budi.
Bram mengantarkannya sampai ke depan pintu apartemennya.
"Beliau sudah pergi mas?" Tanya Lia yang tiba-tiba muncul di belakang Bram yang sudah menutup pintu dan berbalik menghampiri istrinya yang sedang bersantai menonton tv di ruang tengah.
"Iya." Jawab Bram duduk di samping istrinya sambil berbaring meletakkan kepalanya ke paha istrinya manja.
Lia malah merona memerah melihat sikap manja suaminya.
"Aku tak menyangka, dialah dalang dibalik kecelakaanku." Bisik Bram lirih sambil menutup matanya dengan lengan kanannya.
__ADS_1
Lia terdiam mendengar curahan hati suaminya.
"Padahal aku sangat mempercayainya lebih dari siapapun." Ucap Bram lagi setelah itu membela nafas panjang.
"Sabar ya mas, mungkin inilah jalan Tuhan menunjukkan orang-orang yang bisa dipercaya dan tidak." Jawab Lia sambil mengelus rambut suaminya lembut.
Bram mengangkat lengannya, menatap istrinya yang selama ini sudah menjadi sandarannya beberapa hari ini.
"Terima kasih sayang." Ucap Bram lembut menatap wajah istrinya penuh cinta.
"Sama-sama mas, sudah sewajarnya sesama suami istri harus saling menyemangati." Jawab Lia bijak.
"Ah, malam pertama kita selalu tertunda ya?" Keluh Bram menatap istrinya mesum.
"Mas, masih siang juga." Teriak Lia tanpa sadar membuat Bram tergelak. Sedang wajah Lia memerah seperti tomat.
TBC
__ADS_1