
Flashback on
Ken sedang menunggu Lena di tempat parkir kampus. Pagi tadi Lena menghubunginya untuk menunggunya di tempat parkir saja. Karena jarak kelas Ken dan kelas Lena jauh dan berlawanan arah dengan tempat parkir.
Apalagi Lena sedang melakukan tugas kelompok yang harus dipresentasikan besok. Jadi hari itu Lena mungkin keluar kelas lebih lama dari Ken. Sehingga Lena meminta Ken untuk tidak menghampirinya ke kelas. Daripada kelamaan menunggu. Toh tempat parkir searah dengan kelas Ken.
Dalam pesan singkat ponsel :
Ken :"Aku sudah di tempat parkir honey...." dengan wajah yang berbinar-binar penuh senyuman mengetik pesan.
Pasalnya hari ini mereka akan berkencan setelah beberapa kali gagal karena tugas kelompok.
Lena :"Tunggu aku beb..." balasnya pada pesan itu.
Dia tak bisa mengetik lama dan banyak karena teman-teman kelompoknya sedang membahas hasil tugas mereka.
Entah sengaja atau tidak Bram melihat semua gerakan Lena, juga senyumnya yang sumringah mendapat pesan yang ditebak Bram dari kekasihnya. Bukan Bram tak menyukai Lena sebagai seorang gadis, namun Bram termasuk pria yang sulit untuk membuka hatinya untuk lebih dari sekedar sahabat.
Begitu juga dengan Lena, dia sendiri tipe orang yang menginginkan seorang pria yang perhatian dan pengertian padanya. Sedang Bram jauh dari kata-kata itu. Bram cenderung dingin dan datar. Bahkan sangat kurang peka, apalagi pada seorang perempuan. Sehingga Lena pun tak merasakan hal yang lebih pada Bram.
__ADS_1
Baginya Bram lebih cocok dijadikan teman atau sahabat tempat mendiskusikan tugas kampus ketimbang perasaan. Awal perkenalan Lena kagum dengan fisik Bram, apalagi wajah tampannya yang langsung memikat hatinya. Namun setelah lama mengenal, Bram itu orang yang cuek, dingin dan angkuh.
Pada dirinya saja sejak mengklaimnya sebagai sahabat, Lena langsung membuang jauh-jauh perasaan suka dan kagumnya. Mungkin semua gadis mengidolakannya namun mungkin sebentar lagi akan kecewa, karena yang paling penting untuk Bram adalah buku, buku dan buku. Dia selalu dikelilingi buku-buku sekolah mulai masuk sekolah menengah atas.
Apalagi saat masuk kuliah semester tiga. Bram mulai menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kasus, tersangka, korban dan detektif. Sehingga akhirnya dia berkuliah dengan mengambil dua jurusan tanpa sepengetahuan orang tuanya. Satu jurusan bisnis manajemen dan yang kedua jurusan hukum.
Selain cita-cita paksaan orang tuanya karena menginginkan meneruskan usaha dan bisnis orang tuanya. Papanya memaksakan untuk belajar bisnis manajemen untuk mewariskannya kelak. Namun begitu mengenal tentang hukum, membuatnya bersemangat untuk mengunjungi setiap hari perpustakaan kampus jika ada waktu luang.
Sejak sekolah menengah atas banyak para gadis teman sekelas maupun satu sekolah harus patah hati karena pernyataan cintanya ditolak langsung oleh Bram. Hingga puluhan siswa perempuan. Sampai masuk kuliah pun tak jarang yang menyatakan cinta pada Bram juga ditolak mentah-mentah oleh Bram.
Hingga sampai setengah jam kemudian mereka pun selesai menyelesaikan tugas kelompok mereka. Semuanya pun membereskan barang-barangnya dan segera meninggalkan kelas. Begitu juga Bram dan Lena, tanpa sengaja mereka keluar bersamaan menuju tempat parkir.
Bagh bugh bagh bugh
Bogeman mentah melayang di rahang Bram. Tak cukup sekali, Bram langsung terhuyung ke belakang hingga jatuh terjerembab dan Ken yang melayangkan bogeman mentah itu langsung menarik kerah Bram dan menghadiahi lagi bogem mentah. Bram hampir saja terhuyung kembali namun dengan sigap dia membalas bogeman itu.
Hingga keduanya pun saling pukul memukul. Lena berteriak histeris karena terkejut dan segera melerai keduanya namun keduanya tampak tak peduli terus menerus saling melayangkan bogem mentah itu bergantian.
Hingga seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang melihatnya tak berani melerai karena mereka tahu siapa kedua orang tuanya sedang berkelahi itu adalah putra dari orang terpandang. Mereka tak mau ikut campur karena takut akan nasib mereka masing-masing. Mereka hanya bisa melihat sambil berbisik-bisik.
__ADS_1
"Eh, itu kan Bram dan Ken?"
"Iya, jangan ikut campur kalau masih mau kuliah disini dengan tenang."
"Sudah kuduga Bram punya perasaan pada Lena yang dianggapnya sahabat."
"Ternyata hanya ada di mulut saja."
"Huh, apa cinta Bram bertepuk sebelah tangan ya?"
"Mungkin."
"Kasihan Bram, sama aku saja."
"Gila. Satu cewek diperebutkan oleh dua cowok... wah.. daebak..."
"Kak Ken, sebegitu cintanya kau padanya?" bisik Karina juga, gadis berbingkai kacamata tebal yang menyukai Keanu.
Flashback off
__ADS_1
TBC