
Liburan hari itu, mengunjungi tempat-tempat wisata yang terkenal di negara itu. Lia tampak antusias bahagia menikmatinya. Dia memang sudah sering berkunjung ke tempat-tempat tersebut karena dulu sebelum keluarganya menetap di tanah air. Lia sempat tinggal di negara asal ibunya itu untuk menemani sang nenek dan sempat juga kuliah dua tahun.
Namun karena neneknya meninggal, mau tak mau Lia pulang menyusul keluarganya di tanah air hingga sekarang. Namun yang berbeda hari itu adalah Lia mengunjungi tempat-tempat wisata itu bersama suaminya sekarang. Kalau dulu Lia berkunjung hanya dengan teman-teman kuliahnya saja. Itupun jarang, karena tugas-tugas kuliah yang sangat banyak.
"Kau suka?" Bisik Bram lirih di dekat telinga istrinya sambil mendekapnya erat dari belakang.
Lia tersentak saat merasakan lengan melingkar di pinggangnya. Dia menatap sekeliling sebelum menjawab pertanyaan suaminya yang berhembus hangat di telinganya. Lia juga melihat banyak pasangan yang berinteraksi mesra dengan pasangan masing-masing tanpa canggung dan malu. Seolah mereka malah mengumbar kemesraan mereka.
Lia dulu merasa biasa dengan pemandangan itu, namun karena sudah lama menetap di tanah air membuatnya sedikit malu dan canggung atas perlakuan mesra suaminya di tempat umum. Lia hanya mengangguk sambil menunduk malu-malu. Bram yang melihat reaksi istrinya malu-malu tersenyum simpul. Dia malah semakin ingin menggoda istrinya. Dikecupinya tengkuk istrinya mesra. Lia hanya mendesah geli.
"Mas..." Bisik Lia.
"Hmm.." Jawab Bram masih tetap mengecup tengkuk istrinya intens.
__ADS_1
"Malu..." Bisik Lia.
Bram malah tertawa terbahak-bahak mendengar suara serak istrinya yang seolah menahan hasratnya. Lia menatap suaminya yang menertawakan dirinya. Bahkan tak berhenti sambil memegangi perutnya sambil tertawa. Lia menatap cemberut melihat suaminya menggodanya.
"Ih, mas Bram apaan sih?" Manja Lia sambil memukul pelan dada bidang Bram.
Bram yang masih tertawa, meraih kedua tangan istrinya dan menyerukkan kepalanya ke dada bidangnya.
"Maaf... maaf...hahaha...maaf..." Ucap Bram sambil mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata karena tawanya tadi.
Bram pun langsung terdiam namun bibirnya masih tersenyum manis.
"Kau tak suka?" Tanya Bram.
__ADS_1
"Kalau yang kau tertawakan aku, aku tentu saja tak suka." Jawab Lia.
"Hahaha... begitu ya? Kau akan terbiasa dengan sifatku sekarang. Inilah diriku yang sebenarnya." Jawab Bram membuat Lia sontak mendongak menatap wajah suaminya.
Keduanya saling menatap dan tersenyum. Tanpa sadar entah siapa yang memulai. Bibir mereka pun berpagutan mesra tanpa rasa malu lagi. Bram mencium, melu*mat, menghi*sap hingga Lia mulai kehabisan nafas dan mendorong dada bidang suaminya untuk meraih udara sebanyak-banyaknya.
"Aku mencintaimu." Bisik Bram sambil mendekap lagi tubuh istrinya dan menyerukkan wajahnya ke dada bidangnya.
"Aku juga mencintaimu mas." Balas Lia berbisik pula.
Wajahnya disembunyikan di dalam dada bidang suaminya karena malu melakukan ciuman itu di tempat umum. Lia sungguh-sungguh sangat malu, karena terbawa suasana keromantisannya dengan sang suami. Apalagi pernyataan cinta suaminya yang kesekian kalinya membuat Lia meyakinkan diri bahwa apa yang dipilihnya adalah benar. Suaminya akhirnya juga bisa mencintainya.
"Kita makan siang!" Ajak Bram setelah mengecup kening istrinya dan mendongakkan wajahnya menghadap padanya.
__ADS_1
Lia yang masih malu-malu mengangguk mengiyakan. Keduanya pun meninggalkan CN Tower salah satu tempat wisata yang terkenal di tempat itu.
TBC