
Sudah seminggu Bram dirawat di rumah sakit. Istrinya dengan setia merawatnya dan menungguinya dua puluh empat jam sebagai istri siaga. Yang mungkin saja sewaktu-waktu suaminya memerlukan bantuannya karena luka di sekujur tubuhnya membuatnya sulit bergerak.
Namun memasuki hari ke lima di rumah sakit. Suaminya sudah mampu untuk berjalan sendiri meski tertatih. Dan kemarin,. polisi mendatangi suaminya saat masih dirawat di rumah sakit menyatakan kalau kecelakaannya merupakan faktor kesengajaan dengan memutuskan kabel rem mobilnya. Seperti ada seseorang yang sengaja membuat mobil Bram seperti kecelakaan.
Bram memang meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus kecelakaannya. Karena saat perjalanan, Bram sudah merasakan aneh pada rem mobilnya. Padahal saat berangkat mobilnya tak apa-apa.
"Jadi, ada orang yang sengaja mencelakai mas?" Tanya Lia saat polisi sudah pamit.
"Aku belum ada bukti atau saksi yang menyatakan kecurigaanku. Namun aku yakin ada seseorang yang mencoba melakukannya." Jawab Bram menggenggam erat jemari istrinya.
Istrinya mengernyit ketakutan. Dia tak bisa membayangkan jika kecelakaan yang disengaja itu akan berakibat fatal pada suaminya. Kematian mungkin. Lia tiba-tiba merasa ngeri.
"Apa yang menyebabkan mereka dendam padamu mas?" Tanya Lia dengan wajah penuh kecemasan.
__ADS_1
"Aku seorang pengacara Lia, siapa saja yang kutemui bisa jadi dendam padaku. Karena secara tidak langsung mungkin mereka merasa aku meresahkan mereka. Seseorang yang tidak bisa disuap dan dibujuk dengan apapun." Jawab Bram menenangkan istrinya dengan mengusap pipi istrinya lembut.
"Bagaimana kalau menggunakan sopir atau bodyguard untuk melindungimu mas?" Bram tersenyum melihat istrinya mencemaskannya.
"Hei, aku bukan laki-laki lemah, aku bisa mengatasi mereka. Percaya padaku. Aku bersyukur kecelakaan itu terjadi saat aku sendiri. Kalau saja saat bersamamu, aku pasti akan merasa bersalah." Hibur Bram.
"Tapi bukan berarti mas harus celaka bukan?" Ucap Lia panik.
"Tapi biarkan lukamu benar-benar sembuh untuk bekerja lagi!" Titah Lia tegas.
"Tentu. Akupun ingin menagih sesuatu pada istriku." Lia awalnya mengernyit tak mengerti.
Tiba-tiba wajahnya merona memerah setelah mencerna ucapan suaminya.
__ADS_1
"Mas..." Ucap Lia manja membuat Bram tertawa melihat reaksi istrinya yang malu-malu.
***
Dengan bantuan dari sepupunya, Bram dan istrinya bisa pulang dengan selamat dari rumah sakit suatu halangan apapun. Ya, Bram meminta bantuan tim keamanan dari perusahaan Jonathan sepupunya. Karena tim keamanan perusahaan sepupunya itu bisa dipercaya dalam hal keamanan siapapun.
Bram juga meminta tim keamanan itu untuk menyelidiki tentang kasus kecelakaannya. Bram menyerahkan segalanya pada sepupunya itu. Dan Jo pun tak keberatan. Awalnya Jo ingin langsung mendatangi orang-orang yang dicurigai Bram namun karena Bram mencegahnya, Jo menurut.
Dia membantu mencari bukti dan saksi yang bisa digunakan untuk menuntut mereka di pengadilan. Bram memang orang yang hidupnya lurus. Beda dengan sepupunya itu, menjadi putra Alensio membuatnya mau tak mau ikut jalur belakang jika itu sudah menyangkut nyawa keluarga mereka.
Namun Bram ingin menghukum musuh-musuhnya lewat jalur hukum dan menjebloskan ke dalam penjara untuk seumur hidupnya karena termasuk pasal percobaan pembunuhan.
TBC
__ADS_1