
Setelah berziarah ke makam Aisha, Pak Surya pamit kepada Nayra, Rama dan Bu Aini untuk kembali ke Kalimantan.
"Nayra, Ayah harus kembali ke Kalimantan. Jaga dirimu baik-baik ya! Ayah menyayangimu"
Pak Surya mengecup kening Nayra. Kemudian Nayra memeluk ayahnya untuk beberapa saat.
"Nayra juga sayang Ayah. Ayah harus janji sama Nayra kalau Ayah akan selalu memberi kabar sama Nayra"
"Insya Allah Nayra"
"Nak Rama. Ayah titip Nayra ya! Tolong jaga dia baik-baik"
"Iya Ayah"
"Aini, aku pergi dulu"
"Iya Mas"
Pak Bayu dan Bu Yasmin pun pamit pulang ke Solo. Setelah itu, Rama membawa Nayra dan Bu Aini pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja melayani pikiran masing-masing.
***
Sejak pulang dari makam Aisha, Rama hanya mengurung dirinya di dalam kamar. Rama hanya keluar saat Alina memanggilnya untuk makan malam bersama keluarganya. Setelah makan malam, Rama langsung kembali ke kamarnya. Nayra hanya memperhatikan Rama yang sedang berjalan menaiki anak tangga.
Setelah makan malam, Nayra duduk berbincang-bincang dengan Bu Aini, Alina, Pak Syamsul dan Bu Maya di ruang keluarga. Baby Kyara kebetulan sudah tidur.
"Nay kamu kan udah nikah sama Kak Rama. Kenapa kamu nggak pindah ke kamar Kak Rama?" tanya Alina.
"Iya Nayra. Alina betul. Kamu pindah saja ke kamarnya Rama. Bawa Kyara bersama kalian!" Bu Maya menimpali.
"Tapi... Nayra nggak berani Ma. Nayra takut mengganggu Mas Rama"
"Nayra, kamu ini kan sekarang istrinya Rama. Sudah sewajarnya kamu tidur sekamar sama dia. Lakukan tugasmu sebagai seorang istri!" imbuh Bu Maya.
"Nayra, cepat kamu susul Rama ke kamarnya!" seru Pak Syamsul.
Nayra memandang Bu Aini. Bu Aini pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Nayra berdiri lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil Kyara dan tas berisi perlengkapan bayi.
Dengan agak ragu, Nayra berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Rama. Sampai di depan kamar Rama, Nayra menghentikan langkahnya. Nayra merasa ragu untuk mengetok pintu kamar Rama.
'Bismillah... Ya Tuhan, mudah-mudahan Mas Rama nggak marah' batin Nayra.
Nayra pun memberanikan diri untuk mengetok pintu kamar Rama.
Tok.. Tok.. Tok...
Ceklek!
Tak lama kemudian Rama membukakan pintu. Rama kaget. Dia tidak menyangka kalau yang ada di balik pintu kamarnya ternyata adalah Nayra yang sedang menggendong Kyara.
"Nayra?"
"Maaf Mas Rama, apa aku mengganggumu? Aku disuruh mama sama papa untuk tidur di kamarmu"
"Apa?"
"Sebenarnya aku juga nggak mau Mas, tapi mereka memaksaku. Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Kalau Mas Rama keberatan, aku akan kembali ke kamarku"
__ADS_1
Rama diam sejenak untuk berfikir.
"Masuklah!" seru Rama kemudian.
'Hah? Kenapa Mas Rama malah menyuruhku masuk? Ya Tuhan... aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi malam ini. Apa nanti Mas Rama akan berbuat macam-macam sama aku? Ya Tuhan... Aku benar-benar belum siap'
"Kamu kenapa Nay? Masuklah!"
"Emh, iya Mas"
Jantung Nayra berdebar-debar. Nayra merasa takut. Dengan ragu-ragu Nayra memaksa kakinya untuk melangkah memasuki kamar Rama. Rama pun kembali menutup pintu kamarnya. Nayra makin takut. Jantungnya berdebar tidak karuan. Rama perlahan berjalan mendekatinya. Nayra spontan memundurkan langkahnya ke belakang.
'Kenapa dia mundur?' Rama merasa heran.
Rama makin mendekati Nayra. Dan Nayra terus saja memundurkan langkahnya hingga tubuhnya menabrak ke dinding.
"Jangan Mas!" Nayra spontan memejamkan matanya saat Rama berada tepat di depannya. Jarak mereka hanya beberapa inci saja.
"Kamu kenapa Nay?" tanya Rama dengan heran.
Rama pun mengambil Kyara dari tangan Nayra. Nayra sontak membuka matanya.
'Kyara? Astagaa.. Ternyata Mas Rama mau mengambil Kyara? Aaaarghhh... mau ditaruh dimana mukaku? Aku pikir Mas Rama mau berbuat macam-macam sama aku. Kamu betul-betul bodoh Nayra' Nayra menundukkan wajahnya karena malu.
"Maaf Mas, aku pikir Mas Rama mau..." Nayra tidak mampu meneruskan kata-katanya.
"Aku cuma mau gendong Kyara" sahut Rama.
"Apa kamu pikir aku mau berbuat macam-macam padamu?"
Nayra membulatkan kedua matanya. Nayra tidak menyangka kalau Rama bisa membaca pikirannya.
Rama pun mencium kedua pipi baby Kyara kemudian meletakkannya ke dalam box bayi. Setelah itu, Rama menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sementara Nayra masih tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Nayra hanya mamandang Rama yang sudah berbaring di tempat tidur.
"Kamu ngapain masih berdiri di situ? Tidurlah!" seru Rama.
"Aku.. aku mau tidur di sofa saja Mas"
"Tidur saja di sini! Kamu nggak usah khawatir, aku nggak akan berbuat macam-macam"
Nayra pun meletakkan tas berisi perlengkapan Kyara di atas meja. Setelah itu, dengan agak ragu Nayra pun naik ke atas tempat tidur kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah Rama. Jantung Nayra berdebar kencang. Baru kali ini dia tidur satu ranjang dengan seorang laki-laki. Nayra melirik ke arah Rama. Ternyata Rama sudah memejamkan matanya.
'Cepat sekali dia tidur' batin Nayra.
Nayra melihat jam yang tergantung di dinding kamar itu. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sebenarnya mata Nayra sudah ngantuk. Tapi entah kenapa dia sulit untuk terlelap. Mungkin karena dia tidak terbiasa tidur dengan orang asing. Ya, meskipun Rama sudah sah menjadi suaminya, tapi Rama serasa orang asing bagi Nayra.
'Andai saja aku menikah dengan Mas Adit. Mungkin malam ini akan menjadi malam yang paling indah untuk kami berdua'
Nayra menghela nafas panjang.
'Maafkan aku Mas Adit.. karena aku sudah menghianati cinta kita'
Wajah Aditya terbayang dalam ingatan Nayra. Tak lama kemudian, Nayra terlelap dalam tidurnya.
***
"Oeeekk... Oeeekkk..."
__ADS_1
Tangisan Kyara membuat Nayra tiba-tiba terjaga dari tidurnya. Nayra kaget. Dia pun segera bangun dan menghampiri Kyara di box bayinya.
"Cup cup cup sayang.. kamu kenapa?" ucap Nayra sembari menepuk-nepuk paha Kyara perlahan.
Nayra pun meletakkan jari telunjukknya ke bibir mungil Kyara. Kyara pun menghisap jari telunjuk Nayra.
"Sayang, kamu haus ya? Sebentar ya, Mama bikinin susu dulu"
"Oeekkk.... Oeeekkk...."
Nayra segera membuatkan susu formula untuk Kyara. Rama pun membuka matanya karena mendengar suara tangisan bayinya.
"Kyara kenapa Nay?" Rama bangun kemudian menghampiri Kyara di box bayinya.
"Kyara haus Mas. Aku sedang membuatkannya susu"
Rama pun menggendong Kyara dan berusaha untuk menenangkannya.
"Cup cup cup.. anak Papa haus ya?"
"Oeeekkk.. Oeeekkkkk" suara tangis Kyara makin kencang.
Nayra sudah selesai membuat susu. Dia pun menghampiri Rama.
"Sini Mas, biar aku saja yang gendong!"
Rama pun menyerahkan Kyara kepada Nayra. Nayra menggendong Kyara kemudian memberinya susu. Kyara berhenti menangis kemudian meminum susunya dengan rakus.
Rama duduk di tepi tempat tidur sambil memperhatikan Nayra. Nayra merasa risih karena sejak tadi Rama terus saja memperhatikannya. Tatapan Rama membuat jantungnya berdebar-debar. Nayra pun menundukkan wajahnya.
Setelah puas minum susu, Kyara kembali terlelap. Nayra pun meletakkan Kyara kembali ke dalam box bayinya. Kemudian Nayra kembali ke tempat tidur.
"Makasih Nay"
"Buat apa Mas? Sekarang Kyara kan sudah menjadi tanggung jawabku"
Nayra pun membaringkan tubuhnya membelakangi Rama. Rama pun membaringkan tubuhnya membelakangi Nayra. Mereka berdua pun terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG......................
Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa sayangkuu... ππ